Balikpapan TV - Hai Cess! Tren interior ruang tamu terus bergerak. Memasuki tahun 2026, sejumlah gaya yang dulu sering dipakai kini mulai ditinggalkan para desainer interior. Dari dekorasi bergelombang sampai sofa berukuran jumbo, semuanya dinilai sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan ruang yang nyaman, hidup, dan fungsional.
Nah, sebelum ikam buru-buru belanja furnitur atau renovasi ruang tamu, ada baiknya menyimak perubahan selera ini sampai tuntas. Biar ndak salah langkah dan ruang tamu ikam tetap terasa segar, manusiawi, serta enak dipakai buat kumpul bubuhan, baca terus artikelnya sampai habis Cess!.
Kenapa dekorasi bergelombang mulai ditinggalkan?
Dekorasi bergelombang yang dulu terlihat unik kini dinilai sudah melewati masa kejayaannya. Elemen ini sering muncul di sofa, cermin, hingga aksesori rumah lainnya, dan sempat jadi pilihan banyak orang karena tampil beda. Namun menurut desainer Kimberly Tosi, gaya tersebut kini terasa usang.
Secara visual, bentuk bergelombang memang menarik di awal. Tapi jika terlalu sering digunakan, efeknya justru membuat ruang tamu kehilangan kesan segar. Desain yang awalnya terlihat artistik bisa terasa repetitif dan kurang relevan dengan kebutuhan ruang masa kini.
Bagi ruang tamu yang ingin tetap terasa kekinian, pendekatan desain yang lebih sederhana dan berkarakter dinilai lebih bertahan lama. Pahamlah ikam, dekorasi seharusnya mendukung kenyamanan, bukan sekadar ikut tren sesaat.
Apa yang membuat warna putih dan beige terasa datar?
Warna putih dan beige pernah menjadi primadona karena mudah dipadukan dan memberi kesan luas. Banyak ruang tamu mengandalkan palet ini untuk menciptakan suasana bersih dan rapi. Namun, menurut desainer interior Alice Moszcynski, penggunaan warna tersebut terlalu lama bisa terasa datar.
Kurangnya kontras membuat ruang tamu kehilangan karakter visual. Warna yang terlalu aman sering kali membuat ruangan terasa kurang hidup, seolah tidak punya cerita. Moszcynski menilai banyak orang kini mulai beralih ke palet yang lebih ekspresif.
“Orang-orang beralih ke palet warna yang lebih ekspresif yang masih memberikan kesan kekinian, terasa nyata, dan manusiawi,” tuturnya. Nah’ itu sudah, ruang tamu pun butuh energi agar betah dipakai lama.
Mengapa furniture set dinilai berlebihan?
Furniture set yang serba senada memang terlihat rapi dan instan. Tinggal beli satu paket, ruang tamu langsung tertata. Tapi menurut Moszcynski, pendekatan ini justru membuat ruang terasa terlalu diatur dan kehilangan sentuhan personal.
“Mereka membuat ruangan terasa terlalu tertata dan menghilangkan individualitasnya,” ujarnya. Ruang tamu akhirnya tampak seragam, mirip katalog, dan kurang mencerminkan karakter pemilik rumah.
Sebagai gantinya, ia menyarankan memadukan berbagai material seperti kayu dan logam, serta menyeimbangkan bentuk yang terstruktur dengan yang lebih lembut. Cara ini memberi ruang tamu rasa hidup dan lebih manusiawi, ya’kalo pahamlah ikam.
Kenapa sofa besar dan desain tak fungsional mulai ditinggal? Sofa besar memang menggoda karena bisa menampung banyak orang. Tapi di ruang yang terbatas, furnitur ini justru membuat ruangan terasa sesak. Moszcynski menilai sofa jumbo lebih mengutamakan ukuran daripada struktur.
“Mereka menguasai ruangan yang lebih kecil dan mengutamakan ukuran daripada struktur, membuat ruang tamu tampak berat secara visual,” katanya. Efeknya, ruang tamu kehilangan keseimbangan dan kenyamanan.
Selain itu, desain yang tidak fungsional juga mulai ditinggalkan. Kathy Kuo menegaskan ruang tamu harus menjadi tempat bercengkerama, bukan pajangan semata. “Meskipun estetika merupakan bagian dari persamaan, kenikmatan dan fungsionalitas harus selalu menjadi faktor utama dalam proses desain,” ucapnya.
Ikhtisar
Memasuki 2026, para desainer interior memprediksi perubahan besar pada gaya ruang tamu. Dekorasi bergelombang, warna putih dan beige yang terlalu dominan, furniture set seragam, sofa berukuran besar, serta desain yang mengabaikan fungsi mulai ditinggalkan.
Arah baru desain lebih menekankan karakter, kenyamanan, dan keseimbangan visual agar ruang tamu terasa hidup dan relevan. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam dan kekawalan ikam supaya makin banyak yang paham arah tren interior ke depan Cess!.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.
NOVALDY