Balikpapan TV - Hai Cess! Kamis, 18 Desember 2025, suasana Balai Kota Balikpapan terasa hidup. Orang-orang penting duduk satu meja, berbincang serius tapi santai. Pusat Strategi Kebijakan Kementerian Dalam Negeri hadir langsung, bertemu Pemerintah Kota Balikpapan, mengevaluasi dan memantau progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Cerita ini bukan sekadar soal rapat. Ini tentang bagaimana lahan yang lama terdiam mulai disiapkan jadi pusat gerak ekonomi warga. Ikam yang penasaran bagaimana progresnya, siapa saja yang terlibat, dan kenapa Balikpapan jadi sorotan, baca terus sampai akhir Cess!
Baca Juga: Sorotan DPRD Samarinda di Jalan Protokol, Lampu Jalan Lama Masih Mendominasi
Kenapa Kemendagri Turun Langsung ke Balikpapan?
Pertemuan ini langsung mengarah ke inti persoalan. Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kemendagri, Tr Fahsul Falah, menyebut kunjungan ini bukan hanya evaluasi di atas kertas. Fokus utamanya memastikan kesiapan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berjalan sesuai rencana di lapangan. Balikpapan dipilih karena progresnya dinilai konkret dan komunikasinya terbuka.
Dalam diskusi bersama Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, suasana terbangun cair namun serius. Fahsul Falah menyampaikan bahwa antusiasme pemerintah kota terasa kuat. Beberapa lokasi bahkan sudah siap dicek langsung. “Kita akan melaksanakan monitoring langsung, mengecek keadaan dan pembangunan KDKMP-nya,” ujarnya apa adanya.
Monitoring lapangan ini juga jadi bagian dari pola kerja Kemendagri di Kalimantan Timur. Sebelumnya, tim sudah menyambangi Penajam Paser Utara, Bontang, dan Samarinda. Hasilnya relatif mulus. Nah, Balikpapan kini masuk daftar penting, pahamlah ikam.
Apa Istimewanya Pasar Karang Joang untuk KDKMP?
Salah satu titik yang mencuri perhatian berada di Pasar Karang Joang, Balikpapan Utara. Lokasi ini direncanakan menjadi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang memanfaatkan aset daerah yang sebelumnya kurang optimal. Dari kacamata kebijakan, ini langkah berani dan relevan.
Fahsul Falah menilai pemanfaatan aset terbengkalai menjadi koperasi adalah terobosan cerdas. “Ini terobosan yang sangat bagus, aset yang terbengkalai bisa dimanfaatkan dengan baik,” katanya. Kalimatnya singkat, maknanya dalam.
Bagi bubuhan Balikpapan Utara, rencana ini terasa dekat dengan keseharian. Pasar yang dulu sepi aktivitas tertentu bisa berubah jadi pusat ekonomi baru. Bukan janji muluk, tapi langkah konkret yang sedang disiapkan, nah’ itu sudah.
Bagaimana Kesiapan Lahan dan Tantangan yang Dihadapi?
Dari sisi pemerintah kota, Wakil Wali Kota Balikpapan menjelaskan kondisi apa adanya. Pemkot sebelumnya mengusulkan tiga lahan, namun yang aktif dikerjakan baru satu. Sementara itu, pemerintah pusat meminta lima lahan. Artinya, ada empat lahan tambahan yang perlu disiapkan dalam waktu dekat.
Tantangan sempat muncul ketika satu lahan masuk kawasan Ruang Terbuka Hijau. Situasi ini langsung ditindaklanjuti. Badan Keuangan dan Aset Daerah diminta menyiapkan alternatif lahan pengganti dan menyurati Kementerian Koperasi agar persetujuan bisa segera keluar.
Langkah berikutnya, Pemkot akan menggelar rapat lintas OPD. Dinas terkait duduk bersama memastikan status aset, pemanfaatan, dan kesiapan lokasi. Ada aset yang masih digunakan, ada yang perlu penyesuaian. Prosesnya berjalan bertahap, namun arahnya jelas.
Seperti Apa Tahapan Pembangunan di 34 Kelurahan?
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Balikpapan tidak dilakukan sekaligus. Totalnya ada 34 kelurahan yang akan disentuh secara bertahap. Pada tahap awal, lima koperasi ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan. Fokus pada kesiapan lahan dan dukungan pusat.
Lima lokasi awal tersebar di Kelurahan Graha Indah dan Karang Joang di Balikpapan Utara, Kelurahan Manggar di Balikpapan Timur, serta Kelurahan Gunung Bahagia dan Damai Bahagia di Balikpapan Selatan. Sebaran ini menunjukkan pemerataan, bukan terpusat di satu wilayah saja.
Untuk urusan bangunan fisik, perlengkapan, hingga sarana pendukung termasuk mobilitas kendaraan, semuanya akan dikoordinasikan langsung oleh Kementerian Koperasi. Pemkot fokus pada lahan dan kesiapan wilayah. Kerja bareng ini yang jadi kunci, ya’kalo, pahamlah ikam.
Pertemuan Kemendagri dan Pemkot Balikpapan menegaskan komitmen bersama mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Fokus utama ada pada kesiapan lahan, pemanfaatan aset daerah, dan monitoring lapangan yang nyata.
Program ini ditargetkan berjalan bertahap di 34 kelurahan dengan lima koperasi awal sebagai langkah pembuka. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya informasi ini menyebar luas dan makin banyak yang melek kebijakan lokal, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!" (Rafi)
FAQ
Q: Apa tujuan utama monitoring Kemendagri ke Balikpapan?
A: Untuk mengevaluasi dan memastikan progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berjalan sesuai rencana di lapangan.
Q: Berapa koperasi yang ditargetkan pada tahap awal?
A: Lima koperasi dengan target penyelesaian sekitar tiga bulan.
Q: Siapa yang menyiapkan bangunan dan perlengkapan koperasi?
A: Kementerian Koperasi mengoordinasikan bangunan fisik, perlengkapan, dan sarana pendukung.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.