Balikpapan TV - Hai Cess! Perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Minyak tahun ini mendapat kekawalan ekstra. Polresta Balikpapan menurunkan 904 personel gabungan dalam Operasi Lilin 2025 untuk memastikan suasana kota tetap aman, tertib, dan kondusif. Dari pusat kota hingga jalur keluar-masuk, dari gereja sampai objek wisata pantai, semua disiapkan dengan pengamanan yang rapi dan siaga.
Suasana pengamanan ini terasa sejak briefing di Mako Polresta Balikpapan. Sosok aparat berseragam, kendaraan operasional, hingga perlengkapan pendukung jadi pemandangan yang menunjukkan keseriusan pengamanan Nataru. Penasaran bagaimana detail kesiapan dan titik-titik pengamanannya? Terus simak sampai habis, pahamlah ikam Cess!
Baca Juga: Sorotan DPRD Samarinda di Jalan Protokol, Lampu Jalan Lama Masih Mendominasi
Apa saja kekuatan personel yang diturunkan Polresta Balikpapan?
Pengamanan Operasi Lilin 2025 melibatkan total 904 personel gabungan. Kepala Bagian Operasional Polresta Balikpapan, Kompol Jajat Sudrajat, menyampaikan bahwa dari jumlah tersebut, 624 personel merupakan anggota Polri. Sisanya berasal dari unsur TNI serta instansi terkait yang mendukung kelancaran pengamanan selama libur panjang.
“Personel ini kami siagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Kompol Jajat di Mako Polresta Balikpapan, Rabu (17/12/2025). Penempatan personel dilakukan secara menyeluruh, mulai dari unsur pimpinan hingga petugas lapangan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Pendekatan ini diambil agar setiap potensi kerawanan dapat direspons cepat. Kehadiran aparat di lapangan juga diharapkan memberi rasa aman bagi masyarakat yang beribadah, berlibur, maupun beraktivitas harian. Nah, itu sudah, kesiapan personel jadi kunci utama kelancaran Nataru di Balikpapan.
Di mana saja posko pengamanan Operasi Lilin ditempatkan?
Dalam Operasi Lilin Mahakam 2025, Polresta Balikpapan membagi pengamanan ke dalam dua jenis posko, yakni posko terpadu dan posko pengamanan. Posko terpadu ditempatkan di titik strategis dengan mobilitas tinggi seperti Pelabuhan Semayang, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Terminal Bus Batu Ampar, serta Pelabuhan Kariangau.
Sementara itu, 18 posko pengamanan disebar di lokasi yang berpotensi ramai dan rawan. Mulai dari pusat perbelanjaan, kawasan keramaian seperti BSB, Beruang Madu, pertigaan Grand City, hingga objek wisata termasuk kawasan pantai. Penambahan posko juga dilakukan di Terminal Batu Ampar dan jalur Tol Samarinda–Balikpapan.
Langkah ini disebut sebagai pembeda dibanding tahun sebelumnya. Kasi Humas Polresta Balikpapan, Ipda Sangidun, menjelaskan bahwa penambahan posko bertujuan memperkuat pengawasan di titik-titik vital. Ya’kalo dipikir, mobilitas warga meningkat, pengamanan jua harus ikut adaptif, pahamlah ikam.
Bagaimana pengamanan tempat ibadah dan pusat keramaian dilakukan?
Fokus utama Operasi Lilin Mahakam adalah tempat ibadah dan pusat aktivitas masyarakat. Sebanyak 93 gereja di Kota Balikpapan mendapat pengamanan selama pelaksanaan ibadah Natal. Aparat hadir untuk memastikan kegiatan ibadah berjalan khusyuk, aman, dan nyaman bagi jemaat.
Selain gereja, pengamanan juga menyasar pusat perbelanjaan, pasar, bandara, terminal, serta objek wisata yang diprediksi ramai dikunjungi. Event hiburan malam turut masuk dalam prioritas pengawasan, mengingat tingginya aktivitas masyarakat menjelang pergantian tahun.
“Kami memastikan seluruh aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman, termasuk kegiatan ibadah dan hiburan,” jelas Kompol Jajat. Pendekatan ini menekankan kehadiran aparat sebagai pengayom, bukan sekadar penjaga. Jadi, bubuhan bisa merayakan momen akhir tahun dengan rasa tenang.
Kenapa pengawasan kembang api jadi perhatian khusus?
Penggunaan kembang api menjadi salah satu perhatian serius Polresta Balikpapan. Setiap kegiatan kembang api berskala besar wajib memenuhi ketentuan perizinan dan standar keselamatan. Penyelenggara harus melalui asesmen keamanan yang akan didampingi aparat.
“Event kembang api memiliki kriteria tertentu. Penyelenggara harus memiliki izin dan asesmen keamanan. Itu akan kami asistensi untuk memastikan keamanannya,” tegas Kompol Jajat. Langkah ini diambil untuk mencegah risiko kebakaran dan kecelakaan.
Masyarakat juga diimbau agar tidak menyalakan kembang api secara sembarangan, terutama di lokasi berisiko tinggi dan sulit dijangkau petugas pemadam. Tips singkat buat ikam dan kekawalan: patuhi aturan, hindari area padat, dan utamakan keselamatan bersama. Nah, itu sudah, lebih aman lebih nyaman Cess!
Operasi Lilin 2025 di Balikpapan melibatkan 904 personel gabungan dengan pengamanan menyeluruh di posko strategis, pusat keramaian, tempat ibadah, hingga objek wisata. Fokus utama diarahkan pada keamanan ibadah Natal, mobilitas Nataru, dan pengawasan kembang api. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham dan ikut menjaga kondusivitas kota tercinta.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!" (Rafi)
FAQ
-
Berapa jumlah personel yang dikerahkan dalam Operasi Lilin 2025 di Balikpapan?
Totalnya lebih dari 904 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait. -
Lokasi apa saja yang menjadi fokus pengamanan?
Pelabuhan, bandara, terminal, pusat perbelanjaan, objek wisata, dan 93 gereja di Balikpapan. -
Apakah masyarakat boleh menyalakan kembang api saat Tahun Baru?
Boleh dengan catatan tidak sembarangan dan untuk skala besar wajib berizin serta memenuhi standar keselamatan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.