Balikpapan TV - Hai Cess! Pulau Sangalaki di Kabupaten Berau bukan sekadar pulau tropis dengan air sebening kaca. Inilah rumah alami bagi penyu hijau dan pari manta, dua ikon laut yang jadi magnet wisatawan. Setiap tahun, ribuan tukik menetas di pasir putihnya, sementara pari manta menari anggun di bawah permukaan laut. Pemerintah daerah pun membatasi kunjungan agar ekosistemnya tetap lestari dan alami.
Pulau ini bukan hanya tempat singgah bagi wisatawan, tapi juga panggung kehidupan laut yang menakjubkan. Dari pantai hingga dasar lautnya, Sangalaki memancarkan harmoni antara wisata dan konservasi. Yuk, lanjut baca, Cess—karena kisahnya bikin kita makin cinta laut Nusantara!
Apa yang Bikin Pulau Sangalaki Spesial di Kalimantan Timur?
Pulau Sangalaki terletak di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Meski kecil, pulau ini punya peran besar dalam konservasi penyu hijau dan pari manta. Di sini, wisatawan bisa melihat langsung proses penetasan telur penyu hingga tukik-tukik lucu meluncur ke laut lepas.
Selain itu, Sangalaki juga terkenal dengan air lautnya yang jernih berwarna biru kehijauan. Setiap sudut pulau seperti lukisan hidup. Tak heran, pengunjung sering menyebutnya “permata laut Borneo.” Tempat ini benar-benar memadukan keindahan alam dan misi pelestarian yang nyata.
Bagaimana Pengalaman Seru Snorkeling di Sangalaki?
Buat pecinta laut, snorkeling di Sangalaki adalah mimpi yang jadi nyata. Airnya sejernih kaca, ikan-ikan tropis menari di antara karang warna-warni, dan jika beruntung, pari manta raksasa bakal muncul menyapa.
Spot snorkeling di sekitar pulau ini juga masih alami, tanpa kerumunan turis. Jadi, sensasinya lebih tenang dan menyatu dengan alam. “Airnya luar biasa jernih, kami bisa melihat pari manta dari permukaan,” ujar Andi, wisatawan asal Samarinda, yang baru pertama kali berkunjung ke sana.
Baca Juga: Festival Belian Adat Paser Nondoi 2025 Resmi Dibuka, Ini Pesan Bupati PPU Mudyat Noor
Mengapa Konservasi Jadi Fokus Utama di Pulau Ini?
Pemerintah Kabupaten Berau bersama lembaga konservasi bekerja sama menjaga ekosistem Sangalaki tetap stabil. Salah satu langkah pentingnya adalah membatasi jumlah pengunjung per hari agar tidak menekan populasi penyu dan merusak habitat laut.
Kegiatan wisata tetap dibolehkan, tapi dengan aturan ketat. Misalnya, wisatawan tidak boleh menyentuh penyu atau mengganggu sarang telur. “Kami ingin wisata berjalan seimbang dengan upaya pelestarian,” kata Petugas Konservasi Pulau Sangalaki, saat ditemui tim Balikpapan TV.
Kapan Waktu Terbaik Berkunjung ke Pulau Sangalaki?
Waktu terbaik untuk datang ke Sangalaki adalah antara Mei hingga September, saat cuaca cerah dan laut lebih tenang. Pada bulan-bulan ini, peluang melihat penyu bertelur dan tukik menetas lebih besar.
Selain itu, musim ini juga pas buat aktivitas snorkeling dan diving karena visibilitas air laut sedang optimal. Tapi ingat ya, Cess—selalu patuhi aturan konservasi. Jangan buang sampah sembarangan dan hindari memakai sunblock berbahan kimia keras yang bisa merusak terumbu karang.
Tips Singkat untuk Wisatawan Ramah Laut
-
Gunakan sunblock ramah karang – cari yang berlabel reef safe.
-
Bawa tumbler sendiri – kurangi sampah plastik.
-
Jangan menyentuh satwa laut – cukup nikmati dari jarak aman.
-
Ikuti arahan pemandu lokal – mereka tahu cara menjaga laut tetap lestari.
Pulau Sangalaki bukan cuma destinasi wisata, tapi juga laboratorium alam yang hidup. Di sini, manusia belajar bagaimana selaras dengan laut tanpa harus merusaknya. Jadi, kalau kamu ke Berau, sempatkan singgah ke Sangalaki dan rasakan sendiri energi damainya.
Karena menjaga laut, artinya menjaga masa depan kita.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' (yoga)
FAQ
1. Di mana lokasi Pulau Sangalaki?
Pulau Sangalaki berada di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Aksesnya bisa ditempuh dengan perahu dari Tanjung Batu.
2. Apakah wisatawan boleh menyentuh penyu di Sangalaki?
Tidak. Pengunjung hanya boleh menyaksikan proses alami penetasan dan pelepasan tukik dari jarak aman.
3. Apakah tersedia penginapan di Pulau Sangalaki?
Pulau ini fokus untuk konservasi, jadi penginapan terbatas. Namun, wisatawan bisa menginap di Derawan atau Maratua yang jaraknya tak terlalu jauh.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.
Editor : Arya Kusuma