Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Juhu Singkah, Cita Rasa Alam dari Rotan Muda yang Bikin Penasaran Apa Rahasia di Balik Gurihnya Juhu Singkah Khas Dayak Ngaju?

AdminBTV • Senin, 3 November 2025 | 17:15 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Pernah coba makan rotan muda? Eits, bukan sembarang rotan ya! Masyarakat Dayak Ngaju menyebutnya Juhu Singkah — masakan khas dari jantung Kalimantan yang menggunakan rotan muda sebagai bahan utama. Unik? Sudah pasti. Rasanya? Perpaduan gurih, asam, dan aroma khas hutan yang susah dilupakan.

Rotan muda yang biasanya kita kenal sebagai bahan kerajinan tangan ini, ternyata bisa diolah jadi makanan lezat. Di tangan masyarakat Dayak Ngaju, bahan hutan ini diubah jadi hidangan istimewa, dimasak dengan ikan baung dan terong asam yang menggugah selera. Kalau di kalangan Dayak Maayan, menu ini dikenal dengan nama Uwut Nang’e. Mau tahu kisah dan cita rasa di balik kuliner langka ini? Yuk, lanjut baca sampai akhir, Cess!

Apa Itu Juhu Singkah dan Dari Mana Asalnya?

Juhu Singkah adalah kuliner tradisional khas Dayak Ngaju yang sudah diwariskan turun-temurun. Kata “Juhu” berarti sayur, sementara “Singkah” berarti rotan muda. Jadi, secara harfiah, Juhu Singkah adalah sayur rotan muda.

Masakan ini bukan sekadar makanan, tapi juga cerminan hubungan erat masyarakat Dayak dengan alam. Mereka tahu cara memanfaatkan hasil hutan tanpa merusaknya. Rotan muda yang diambil pun dipilih dari jenis tertentu dan dalam jumlah secukupnya agar ekosistem tetap lestari.

Bagaimana Proses Memasak Juhu Singkah? Prosesnya sederhana, tapi penuh kearifan lokal. Rotan muda dibersihkan terlebih dahulu agar tidak terlalu pahit, lalu direbus hingga empuk. Setelah itu, bahan utama ini dimasak bersama ikan baung — ikan air tawar khas sungai Kalimantan — serta terong asam yang memberi cita rasa segar.

“Rahasia nikmatnya ada di keseimbangan rasa. Rotan yang pahit berpadu dengan ikan dan terong asam, bikin rasanya mantap,” ujar Yuni, warga Tumbang Samba yang kerap memasak hidangan ini saat acara keluarga.

Apa yang Membuat Juhu Singkah Begitu Istimewa?

Keistimewaan Juhu Singkah terletak pada bahan dasarnya yang tak lazim. Jarang ada daerah lain di Indonesia yang menggunakan rotan sebagai bahan makanan. Uniknya, rasa pahit alami dari rotan justru menjadi daya tarik tersendiri.

Selain itu, hidangan ini biasanya disajikan saat momen-momen spesial. Mulai dari pesta panen, upacara adat, hingga jamuan untuk tamu kehormatan. Jadi, tak heran kalau setiap suapan terasa penuh makna — bukan cuma soal rasa, tapi juga budaya dan kebersamaan.

Bagaimana Cara Menikmati Juhu Singkah dengan Nikmat?

Cara terbaik menikmati Juhu Singkah adalah dengan nasi hangat, sederhana tapi memuaskan. Rasa gurih ikan baung berpadu dengan asam terong dan aroma khas rotan muda, menciptakan sensasi yang sulit dilupakan.

Tips kecil: kalau ingin mencoba memasaknya di rumah, pastikan rotan yang digunakan benar-benar muda dan segar. Rotan tua akan terasa keras dan pahit. Gunakan sedikit garam dan penyedap alami seperti bawang dan serai untuk menjaga rasa tradisionalnya.

Baca Juga: PPU Susun Peta Jalan Pariwisata,Siap Dongkrak Potensi Lokal Menjelang IKN,Roadmap Pariwisata PPU Jadi Angin Segar Bagi UMKM

Apa Makna Filosofis di Balik Juhu Singkah?

Bagi masyarakat Dayak Ngaju, Juhu Singkah bukan cuma sekadar makanan. Ini adalah simbol kehidupan yang seimbang — antara manusia, alam, dan tradisi. Rotan muda mencerminkan semangat baru, sementara proses memasaknya mengajarkan kesabaran dan keharmonisan.

“Kalau kita mau makan enak dari alam, kita juga harus jaga alamnya,” ungkap Pak Andi, tetua adat setempat. Kalimat sederhana tapi sarat makna, Cess. Lewat satu piring Juhu Singkah, kita bisa belajar banyak tentang cara hidup selaras dengan bumi.

Juhu Singkah adalah bukti nyata bahwa kekayaan kuliner Indonesia tak pernah habis diceritakan. Dari tangan masyarakat Dayak Ngaju, rotan muda yang keras dan berduri bisa berubah jadi sajian lezat dan penuh filosofi. Penasaran untuk mencobanya? Siapa tahu kamu bisa menemukan cita rasa baru yang tak ada duanya.

Yuk, bagikan artikel ini biar lebih banyak orang tahu tentang kuliner hutan khas Kalimantan yang autentik ini!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (yoga)

 

FAQ

1. Apakah rotan muda aman untuk dikonsumsi?
Ya, rotan muda yang diolah dengan benar aman dikonsumsi. Proses perebusan membantu menghilangkan getah pahitnya.

2. Di mana bisa menemukan Juhu Singkah?
Biasanya tersedia di daerah pedalaman Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, terutama saat acara adat atau festival kuliner Dayak.

3. Apakah Juhu Singkah bisa dibuat tanpa ikan baung?
Bisa, alternatifnya bisa pakai ikan sungai lain seperti gabus atau patin agar rasa gurihnya tetap terjaga.

DISKLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Editor : Arya Kusuma
#Juhu Singkah #Rotan muda dimasak #Makanan khas Kalimantan