Balikpapan TV – Hai Cess! Liburan ke Seoul terasa makin berwarna lewat perjalanan seru Hannah JY Moon bareng suaminya, S. Dalam vlog berdurasi lebih dari 37 menit, pasangan ini menelusuri lima hari penuh kuliner, budaya, dan kejutan di jantung Korea Selatan tahun 2025. Mulai dari kafe bergaya industrial di Tongsu, butik mewah di Hannamdong, sampai jjimjilbang (sauna khas Korea) yang autentik—semuanya dirangkum dengan vibe lokal yang hangat dan inspiratif.
Kalau kamu pernah bermimpi menjelajah Seoul bukan cuma dari sisi turis, tapi seperti warga lokal yang tahu spot-spot “rahasia”, vlog ini bisa jadi peta emosional yang pas buatmu. Hannah nggak hanya berbagi tempat seru, tapi juga cara menikmati Seoul dengan cara santai, personal, dan penuh cerita. Yuk lanjut baca sampai habis, Cess — biar kamu tahu kenapa Seoul selalu punya cara bikin rindu!
Hari Pertama: Di Mana Asyiknya Nongkrong di “Brooklyn-nya Seoul”?
Petualangan dimulai dari Tongsyeong-gu (Tongsu), kawasan yang disebut-sebut sebagai “Brooklyn versi Seoul” karena nuansanya yang artsy dan industrial. Di sini, Hannah mampir ke Soule Pancake Place buat sarapan pancake kenyal yang viral di media sosial, lanjut ke Airdrop Cafe dengan latar digital bergelombang yang super menenangkan. Tak ketinggalan, kafe KNF dengan roti jagung asinnya yang unik juga masuk daftar must-try.
Siang harinya, mereka makan Jajangmyeon dan Jjambbong di restoran Tiongkok-Korea bernama Panch—rasanya otentik tapi harga masih ramah di dompet traveler. Malamnya, pasangan ini check-in di Rise Hotel Hongdae, hotel yang stylish dan strategis, bahkan dapat upgrade ke Creator Suite! Dari sini, Seoul mulai terasa seperti “rumah sementara” buat pasangan kreatif ini.
Hari Kedua: Apa Serunya Belanja di Hannamdong yang Trendi Itu?
Kalau kamu suka gaya hidup modern tapi tetap chill, Hannamdong adalah destinasi wajib. Hannah dan S menghabiskan hari di butik-butik pilihan seperti RSVP Paris dan Marty Mercury, sambil berbagi cerita lucu tentang perbedaan budaya. “Cuaca lembapnya parah, tapi suasananya keren,” ujar Hannah sambil tertawa.
Siang mereka diisi makan di Otu, restoran populer dengan sistem antre unik: semua tamu harus hadir sebelum meja disiapkan! Sore harinya, Hannah bersantai di Jenny Nails, tempat manicure yang cozy, sebelum berbagi insight menarik soal budaya Korea: aturan daur ulang yang ketat, larangan makan di subway, dan minimnya tempat sampah publik. Malamnya, mereka menikmati ayam rotisserie isi nasi ketan—hidangan lokal yang cocok disandingkan dengan bir dingin alias Chimaek.
Baca Juga: 15 Tahanan Hilang! Lubang Kloset Jadi Jalan Kabur, Sistem Keamanan Polsek Samarinda Dievaluasi
Tips Cess!
Kalau kamu ke Korea, simpan kantong sampah warna khusus sesuai wilayah, ya. Ini penting buat patuhi aturan lingkungan mereka yang sangat disiplin!
Hari Ketiga: Seperti Apa Rasanya Sauna Tradisional Korea?
Hari ketiga jadi waktu “me time” ala lokal. Hannah mengunjungi Spa Rex, salah satu jjimjilbang populer di dekat Dongdaemun. Di sini, pengunjung wajib ganti pakaian khusus dan menikmati ruang uap hangat yang konon bisa bikin kulit lebih bersih dan rileks. Jangan lupa coba baked eggs khas sauna yang berwarna cokelat tua — rasanya unik dan gurih!
Sore menjelang malam, mereka pindah ke Anguk, kawasan yang lebih tenang dan klasik. Di sini, Bar Kaga jadi tempat pilihan untuk menikmati anggur merah dan tapas kecil, sementara hujan turun perlahan di luar. Tak cukup sampai di situ, S masih lapar, jadi mereka menutup malam di Ramen Library, tempat sederhana tapi penuh kehangatan. Seoul memang selalu punya cara membuat hal kecil terasa berkesan.
Hari Keempat & Kelima: Dari Gentle Monster hingga Acara PH1 Stone Island
Hari keempat dimulai agak siang, tapi langsung penuh gaya. Hannah mampir ke Camel Coffee, lanjut makan mie dingin khas Korea Utara di Kangza, lalu berburu kacamata di Gentle Monster—tempat favorit fashionista. Ia membeli model “Blumo” dan menyebutkan, “Di sini lebih murah sekitar 100 dolar dibanding di New York, dan bisa refund pajak instan!”
Hari kelima jadi klimaks perjalanan. Setelah mengunjungi kantor Purito di Yakam, mereka makan siang di food court Lotte Department Store, mencicipi Malatang pedas dan Tonkatsu dengan harga super hemat. Malamnya, Hannah hadir di acara peluncuran PH1 Stone Island 2025 di Apgujeong, menutup perjalanan dengan vibe urban dan penuh energi.
“Seoul akan selalu jadi rumah kedua kami,” ucap Hannah di akhir vlog. Kalimat sederhana yang terasa tulus, mewakili cinta seorang perantau pada tempat asalnya.
Jadi, Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Perjalanan Ini?
Melalui perjalanan lima harinya, Hannah JY Moon menunjukkan bahwa Seoul bukan hanya kota modern penuh lampu neon, tapi juga ruang nostalgia dan keseimbangan. Di balik setiap kafe estetik dan butik mahal, ada cerita kecil yang membuat kota ini hidup: keramahan, kedisiplinan, dan rasa hormat pada budaya lokal.
Buat kamu yang berencana ke Korea, vlog ini bisa jadi panduan “non-turistik” terbaik. Ambil pelajarannya, nikmati momennya, dan jangan lupa—kadang, liburan terbaik bukan soal tempat, tapi cara kita menikmatinya.
Itulah perjalanan lima hari penuh warna dari Hannah JY Moon di Seoul. Dari pancake lembut, butik eksklusif, hingga malam hangat di jjimjilbang, semua jadi mozaik pengalaman yang tak terlupakan.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia — “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ:
1. Di mana area terbaik untuk menginap di Seoul seperti Hannah?
Hongdae jadi pilihan pas buat kamu yang ingin suasana muda dan dekat transportasi umum.
2. Apa makanan Korea yang wajib dicoba dari vlog ini?
Naengmyeon, ayam rotisserie isi nasi ketan (Chimaek), dan baked eggs sauna!
3. Aplikasi apa yang direkomendasikan Hannah?
Klook — buat pesan tiket KTX, aktivitas wisata, dan atraksi lokal tanpa ribet.