Balikpapan TV - Hai Cess! Di tengah lanskap hijau Romagna, Italia, sepasang seniman hidup dalam harmoni antara seni, alam, dan arsitektur. Rumah mereka bukan sekadar tempat tinggal—melainkan karya seni hidup.
Rumah ini milik Marcantonio Raimondi Malerba, seorang pematung dan desainer terkenal, bersama pasangannya, ilustrator Alessandra Bruni. Keduanya menciptakan hunian yang memadukan sculptural simplicity dan curated eclecticism—sebuah rumah yang tenang namun penuh karakter.
Ketika pertama kali melihat tanah di antara Bertinoro dan Cesena, Marcantonio langsung jatuh cinta. “Bentuknya unik, seperti bukit persegi panjang. Saat itu dua rusa lewat di hadapan saya, rasanya magis sekali. Saat itu juga saya tahu, rumah dan studio saya harus berdiri di sini,” kisahnya. Dari situlah, perjalanan mencipta rumah impian dimulai.
Apa yang membuat rumah ini terasa seperti bagian dari alam?
Hunian Marcantonio bukan bangunan yang berdiri menentang alam, tapi menyatu dengannya. Dinding putih minimalis, atap beton datar, dan kaca lebar menciptakan kesan monolitik yang alami. “Saya ingin rumah ini berbicara lembut pada lanskap, bukan menindihnya,” ujarnya.
Setiap ruang terasa hidup dan berpadu dengan panorama Romagna. Dari teras, hamparan hijau terlihat menenangkan. Di sana pula berdiri bathtub dan shower luar ruangan yang terinspirasi dari perjalanan Marcantonio ke Indonesia. “Saya ingin selalu merasa dekat dengan alam, bahkan saat mandi,” katanya sambil tertawa.
Bagaimana arsitektur rumah ini menyatukan seni dan fungsi?
Desain rumahnya unik—terdiri dari beberapa bangunan kecil yang dihubungkan jalur kaca. Seperti desa mini, tiap ruangan memiliki nuansa cahaya dan bayangan sendiri. “Saya suka ide beberapa rumah kecil daripada satu bangunan besar. Rasanya lebih manusiawi dan intim,” ujarnya.
Lorong kaca menghubungkan rumah pribadi dan studio kerjanya, menjadi ruang transisi antara kehidupan dan penciptaan. Di sini, batas antara waktu santai dan waktu berkarya seolah melebur—sebuah “dialog” antara seni dan kehidupan sehari-hari.
Bagaimana interiornya mencerminkan kepribadian sang seniman?
Begitu masuk ke dalam rumah, suasana putih bersih langsung terasa, seolah memasuki kanvas kosong. Dari dinding hingga perabot, semuanya punya makna. “Setiap benda di sini punya cerita,” kata Marcantonio.
Ada Gorilla Chair dan Sending Pig dari Seletti, meja kayu buatan tangan, hingga bangku masa kecilnya yang kini menjadi bagian dekorasi. “Saya melihat benda-benda ini sebagai karakter dalam sebuah narasi kolektif,” tambahnya. Ia tak membedakan seni dan desain—baginya, keduanya adalah satu bahasa yang sama: cerita.
Mengapa rumah ini disebut simbol dari ‘sculptural simplicity’?
Rumah ini mencerminkan filosofi Marcantonio: keindahan lahir dari kesederhanaan yang bermakna. “Saya tidak mencari kemewahan, tapi kejujuran bentuk,” katanya. Setiap lekuk, cahaya, dan bayangan dibiarkan berbicara sendiri.
Pencahayaan lembut dari Karman Plancton lamp di ruang tamu menambah kesan etereal. Sementara meja makan dari kayu ek buatan sahabatnya berpadu dengan kursi klasik Romagnolo dan bangku Afrika—perpaduan budaya yang harmonis. Semua disusun tanpa aturan kaku, namun terasa pas.
Apa filosofi hidup yang tercermin dari rumah ini?
Bagi Marcantonio, rumah ini bukan sekadar tempat istirahat, tapi refleksi diri. “Desain bukan tentang estetika semata, tapi tentang cerita dan makna,” tuturnya. Ia percaya setiap benda bisa berbicara, jika kita mau mendengar.
Baginya, rumah ini adalah laboratorium hidup: tempat di mana seni, cinta, dan kenangan bertemu dalam keseharian yang sederhana tapi kaya rasa. Di sini, ia terus berkarya, bereksperimen, dan menikmati hidup dalam kesunyian yang penuh inspirasi.
Hunian sang seniman ini mengajarkan satu hal sederhana: keindahan sejati tidak perlu berlebihan. Cukup jujur, hangat, dan menyatu dengan alam. Seperti hidup itu sendiri, rumah ini adalah karya yang terus tumbuh bersama waktu.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Siapa Marcantonio Raimondi Malerba?
Ia adalah seniman dan desainer asal Italia yang dikenal karena karya-karya pahat dan desain produk penuh filosofi serta humor visual.
2. Di mana letak rumah ini?
Rumah ini berada di perbukitan antara Bertinoro dan Cesena, kawasan Romagna, Italia.
3. Apa konsep utama desain rumahnya?
Menggabungkan minimalisme arsitektur dengan elemen alami dan sentuhan artistik, menciptakan ruang hidup yang fungsional sekaligus inspiratif.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.