Balikpapantv.id - Hai Cess! Videografi kini bukan sekadar hobi, tapi sudah jadi bagian dari gaya hidup kreatif generasi digital. Banyak content creator rela merogoh kocek untuk menyewa videografer profesional demi hasil video yang memanjakan mata. Apalagi tren video sinematik sedang naik daun karena mampu memberikan nuansa film layar lebar pada setiap konten.
Dari konten perjalanan wisata, kuliner, hingga promosi produk, semuanya bisa tampil lebih berkelas jika dibungkus dengan gaya sinematik. Tapi apa sebenarnya video sinematik itu, bagaimana cara membuatnya, dan kenapa teknik ini penting dikuasai para pembuat konten? Yuk, simak ulasannya sampai habis!
1. Video Sinematik: Gaya Visual yang Bikin Penonton Betah
Video sinematik adalah gaya visual yang menyerupai film layar lebar. Ciri khasnya ada pada komposisi gambar, pencahayaan, dan detail artistik.
Setiap scene menampilkan cerita lewat angle unik dan depth of field, membuat objek utama terlihat menonjol dengan latar belakang bokeh yang dramatis.
2. Fungsi Video Sinematik: Cerita yang Lebih Hidup dan Memikat
Video sinematik tidak hanya sekadar indah, tapi juga menyampaikan pesan dengan emosional. Penonton akan lebih terhubung dengan cerita.
Dalam bisnis, gaya ini membuat produk atau brand terlihat premium dan profesional. Tak heran banyak kampanye marketing viral pakai video sinematik.
3. Produksi Video: Persiapan Matang adalah Kunci Sukses
Proses produksi adalah tahap penting untuk mewujudkan ide kreatif. Mulai dari tujuan, target audiens, hingga anggaran harus direncanakan.
Koordinasi tim, pengelolaan waktu, dan peralatan perlu rapi. Fleksibilitas juga penting saat menghadapi kendala tak terduga selama produksi.
4. Ragam Angle Shot: Perspektif Unik Bikin Konten Berkelas
Setiap sudut pengambilan gambar memberi nuansa berbeda. Ada Eye Level, High Angle, hingga Bird Eye untuk hasil dramatis dan cinematic.
Angle seperti Low Angle atau Frog Eye memberi kesan megah, sedangkan framing yang tepat bikin visual lebih estetis dan memikat mata.
Angle Shot (Framing Shot) :
* Eye Level
Relevan dengan namanya, jenis shot ini memang mengambil gambar dari sudut pandang yang sejajar dengan mata pada objek gambar. Ukuran dan tinggi pada objek akan nampak sama dengan subjek, maka dari itu jenis angle ini biasa disebut sudut normal. Jenis sudut ini adalah pengambilan gambar bersifat netral maka disebut Normal Angle. Pada angle ini tinggi pada kamera saat shot harus sama sejajar dengan subjek yang dibidik. Jika mengambil gambar orang maka bagian tubuh yang menjadi tolak ikur adalah mensejajarkan bidikan kamera dengan posisi kepala.
* Frog Eye
Jenis sudut ini mengambil gambar dengan posisi kamera yang sejajar dengan bagian bawah objek. Dan menghasilkan gambar yang nampak membesar dan mempunyai kesan agung dan subjek pengambil gambar akan menjadi kecil. Angle shot ini tingkat kesulitannya lebih extreme karena kamera hampir saja menyentuh tanah.
* High Angle
Pengambilan gambar ini posisi yang lebih tinggi dari objek gambar. Maka, objek akan nampak kecil, dan memiliki kesan dramatis dan intimidatif. Jika Anda ingin menggunakan sudut ini, untuk mengambil gambar seseorang maka posisi sorot kamera harus lebih tinggi dari posisi kepala orang tersebut. Dan gambar yang dihasilkan, kepala akan terlihat lebih besar dan besar badan akan mengecil hingga kaki dan meruncing.
* Low Angle
Pengambilan gambar dengan cara menggunakan sudut bagian bawah objek yang menampilkan kesan objek membesar. Angle ini merupakan kebalikan High Angle, sudut pengambilan gambar yang rendah dan apabila dipakai untuk mengambil gambar seseorang maka tingginya bidikan kamera harus rendah dari kepala orang itu. Hasil foto adalah kebalikannya dari High Angle, yaiut bagian kaki membesar dan pada bagian kepala mengecil.
* Bird Eye
Gambar yang diambil dengan posisi angle ini akan menunjukkan pengambilan gambar dari ketinggian. Pengambilan gambar ini dilakukan di tempat yang sangat tinggi, seperti contoh video / foto yang menunjukkan seluruh isi kota, kendaraan, aktivitas di jalan, dan gedung-gedung tinggi, seakan merupakan sudut pandang dari burung yang lagi terbang di udara. Gambar yang dihasilkan akan menampilkan lingkungan sekitar secara lebih luas dan semua benda yang ada dilingkungan berukuran sangat kecil.
5. Macam-Macam Framing: Atur Komposisi Agar Visual Memesona
Framing menentukan luas bidang pandangan kamera. Extreme Long Shot menampilkan lanskap luas, cocok untuk opening scene dramatis.
Medium Shot hingga Close Up fokus ke ekspresi dan detail. Teknik framing ini memberi alur cerita yang natural dan estetis di layar.
Bila Anda mengambil gambar, Anda perlu menentukan sudut pandang atau framing supaya objek yang disajikan hasilnya akan lebih bagus dan indah. Framing adalah suatu tahapan pengambilan gambar dan Anda harus menentukan luas bidang pandangan pada suatu objek utama dan objek yang lainnya yang berhubungan dengan latar belakang. Macam – macam framing dibawah ini.
* Extreme Long Shot (ELS)
Extreme Long Shot adalah sudut pengambilan gambar menyesuaikan ukuran yang pas / semua objek akan terlihat semuanya dalam 1 frame. Shot dari jarak yang jauh dan menyajikan bidang yang lumayan luas, kamera mengambil objek secara menyeluruh. Objek gambar terlihat sangat kecil dan latar belakangnya terlihat sangat luas.
* Medium Long Shot (MLS)
Sudut pandang ini hanya mengambil beberapa bagian dari objek saja. Semisal, jika objek itu adalah seseorang, maka yang Anda ambil hanyalah bagian atas rambut hingga lutut saja atau boleh juga Anda ambil bagian perut hingga atas rambut. Objek seorang manusia pada umumnya ditampilkan dari mulai atas pinggang sampai atas kepala dalam sudut ini. Background dan objek juga terlihat sebanding.
* Medium Shot (MS)
Medium Shot hampir mirip dengan medium long shot. Tapi, ruang cakupan lebih terbatas, tidak seperti medium long shot yang cakupannya lumayan luas, cakupan dari sudut medium shot ada di bagian bagian perut hingga atas rambut. Jenis ini tidaklah berbeda jauh dari medium long shot perbedaannya adalah kalau medium shoot agak lebih dekat. Intinya adalah mengambil gambar dari perut atau pusar sampai ke atas kepala.
* Medium Close Up (MCU)
Sudut ini mempunyai tujuan yaitu mempertegas gambaran pada profil seseorang. Pada umumnya, gambar yang di ambil mulai dari dada hingga atas kepala dan rambut. Biasanya dapat ditemukan di pas foto. Medium close up biasanya digunakan dalam di dunia perfilman.
* Close Up (CU)
Sudut close up biasanya digunakan untuk menampilkan objek secara tertentu / khusus. Pada umumnya, close up digunakan untuk menyampaikan makna dari sebuah gambar agar lebih mudah tersampaikan. Titik objek menjadi perhatian utama dalam shot ini dan background akan terlihat kurang dominan. Seseorang biasanya ditampilkan pada bagian kepala hingga bahu saja.
* Big Close Up (BCU)
Biasanya, sudut ini dipakai untuk menunjukkan ekspresi dari objek gambar. Sudut ini digunakan bertujuan supaya objek terlihat nampak lebih jelas. Bagian yang terlihat adalah hanya kepala hingga dagu saja. Menampilkan bagian tertentu dari badan manusia sehingga layar terisi oleh objek dan terlihat sangat detail.
* Extreme Close Up (ECU)
Pada sudut ini, biasa digunakan untuk mengambil objek – objek dengan menampakkan detailnya, seperti benda kecil, bagian mata atau bunga. Sudut ini benar – benar menunjukkan sisi yang di inginkan. Shot yang menunjukkan bgian tertentu dari sebuah objek dengan sangat detail yang memenuhi layar.
Baca Juga: Inspirasi Dekorasi Meja Kopi Elegan! Simak Cara Memadukan Marmer, Logam, dan Japandi untuk Ruang Tamu Lebih Stylish
6. Gerakan Kamera: Kunci Dinamika dalam Video Sinematik
Gerakan Pan, Tilt, Track, Crab, dan Arc memberi nyawa pada video. Perpaduan gerakan ini membuat penonton seolah masuk ke dalam adegan.
Kamera yang digerakkan dengan ritme tepat memberi efek emosional. Ini trik penting agar video tidak monoton dan lebih cinematic.
1. Pan (Panning)
Apa itu: Gerakan memutar kamera secara horizontal, dari kiri ke kanan atau sebaliknya, tanpa berpindah tempat.
Kapan digunakan: Untuk mengikuti objek yang bergerak secara horizontal, mengeksplorasi pemandangan yang luas, atau menunjukkan area yang lebih besar dari satu titik.
2. Tilt (Tilting)
Apa itu: Gerakan memutar kamera secara vertikal, dari atas ke bawah atau sebaliknya, tanpa berpindah tempat.
Kapan digunakan: Untuk menunjukkan objek yang tinggi seperti bangunan, atau untuk mengikuti gerakan objek vertikal.
Tilt up: Kamera bergerak dari bawah ke atas.
Tilt down: Kamera bergerak dari atas ke bawah.
3. Track (Tracking/Trucking)
Apa itu: Gerakan kamera yang berpindah secara fisik ke samping (lateral) sambil mempertahankan jarak dari objek, bisa ke kiri atau ke kanan.
Kapan digunakan: Untuk mengikuti subjek yang bergerak menyamping, seperti objek yang sedang berjalan atau berlari di samping kamera.
4. Crab
Apa itu: Gerakan kamera yang mirip dengan Track, yaitu gerakan lateral menyamping. Namun, Crab lebih menekankan pada gerakan berjalan sejajar dengan subjek yang bergerak, seperti gerakan kepiting.
Kapan digunakan: Ketika perekam perlu "berjalan" menyamping mengikuti subjek, memungkinkan kamera bergerak secara lateral seiring dengan subjek.
5. Arc
Apa itu: Gerakan kamera yang membentuk busur atau lingkaran di sekitar subjek.
Kapan digunakan: Untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda dari objek yang sama atau untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar objek dengan cara yang dinamis.
Tips Singkat untuk Videografer Pemula
-
Pahami Lighting: Cahaya adalah kunci dramatisasi. Gunakan pencahayaan alami atau lampu untuk efek yang diinginkan.
-
Gunakan Tripod dan Stabilizer: Alat ini penting untuk menjaga video tetap halus.
-
Belajar Editing: Perangkat lunak editing seperti Premiere Pro atau Final Cut akan menghidupkan setiap frame.
-
Tentukan Storyline: Video yang cinematic selalu punya alur cerita jelas.
-
Eksperimen Angle dan Gerakan: Cobalah berbagai perspektif agar hasil video lebih kreatif.
Sudah siap bikin video yang bikin orang terpukau? Bagikan artikel ini ke teman-temanmu agar makin banyak yang paham seni videografi!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, "Bukan Sekedar Berita Biasa!"