Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Ketombe Basah Bisa Jadi Tanda Masalah Kulit Kepala Serius, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

AdminBTV • Jumat, 15 Agustus 2025 | 14:50 WIB

Memang Beda!
Memang Beda!

Balikpapantv.id - Hai Cess! Pernah merasa kulit kepala gatal, lengket, dan ada serpihan putih kekuningan yang bandel banget nempel di rambut? Nah, bisa jadi itu adalah ketombe basah. Beda dari ketombe biasa yang kering dan gampang rontok, ketombe basah cenderung berminyak, susah hilang, dan bahkan bisa bikin kulit kepala bau kalau dibiarkan.

Fenomena ini bukan cuma mengganggu penampilan, tapi juga bisa jadi tanda ada masalah kulit kepala yang cukup serius. Karena itu, penting banget untuk tahu penyebab, ciri-ciri, dan cara menghilangkan ketombe basah supaya rambut dan kulit kepala tetap sehat. Yuk, kita bahas tuntas bareng-bareng!

Apa Itu Ketombe Basah?

Ketombe basah adalah serpihan kulit kepala yang lembap, sering lengket, dan menempel kuat di rambut atau kulit kepala. Warnanya biasanya putih kekuningan dan sering disertai rasa gatal atau kemerahan. Kondisi ini umumnya muncul akibat minyak berlebih, infeksi jamur, atau peradangan pada kulit kepala.

Bedanya dengan ketombe kering, serpihan ketombe basah susah banget rontok hanya dengan sekali keramas. Bahkan, kalau tidak diatasi, bisa memicu infeksi lebih lanjut yang bikin perawatan jadi lebih sulit.

5 Penyebab Ketombe Basah

Ketombe basah tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang memicunya, baik dari kondisi medis maupun kebiasaan sehari-hari.

1. Tinea Capitis
Tinea capitis adalah infeksi jamur pada kulit kepala yang bikin serpihan terasa lembap dan gatal. Jamur ini suka banget hidup di area yang hangat dan berminyak. Kalau kulit kepala jarang dibersihkan, ini jadi “surga” bagi mereka. Biasanya disertai kemerahan atau bahkan kerontokan rambut di titik tertentu.

Baca Juga: Derawan Darurat Sampah! 46,1 Ton Per Hari Ancam Laut, Ekosistem, dan Masa Depan Wisata Bahari Kabupaten Berau

2. Dermatitis Atopik
Dermatitis atopik atau eksim membuat kulit kepala meradang, gatal, dan memproduksi cairan. Akibatnya, serpihan kulit mati jadi lembap dan menempel kuat. Penyakit ini sifatnya kronis dan bisa kambuh kapan saja, terutama saat terpapar stres atau produk rambut yang terlalu keras.

3. Produksi Sebum Berlebih
Kalau kelenjar minyak di kulit kepala terlalu aktif, sebum akan menumpuk dan mengikat sel kulit mati. Campuran ini bikin ketombe terasa basah dan berminyak. Produksi minyak berlebih bisa dipicu hormon, pola makan, atau iklim lembap.

4. Cara Keramas yang Salah
Jarang keramas bisa bikin minyak dan kotoran menumpuk, tapi keramas terlalu sering dengan sampo keras juga tidak baik karena merusak lapisan pelindung alami kulit kepala. Keduanya sama-sama bisa memicu iritasi dan ketombe basah.

5. Psoriasis
Psoriasis membuat sel kulit kepala tumbuh terlalu cepat, membentuk lapisan tebal yang kadang terasa lembap. Saat mengelupas, lapisan ini terlihat seperti ketombe basah yang menempel kuat.

Ciri-Ciri Ketombe Basah

Supaya tidak tertukar dengan ketombe kering, kenali tanda-tanda ketombe basah berikut:

Cara Menghilangkan Ketombe Basah

Perawatan ketombe basah harus konsisten dan tepat sasaran. Menurut dr. Meva Nareza T., dokter kulit dan kontributor Alodokter, “Penggunaan sampo antijamur seperti ketoconazole efektif dalam menekan pertumbuhan jamur dan mengurangi peradangan di kulit kepala, asalkan diikuti dengan frekuensi yang sesuai.”

1. Gunakan Sampo Antijamur
Pilih sampo dengan kandungan ketoconazole, selenium sulfide, atau zinc pyrithione. Rekomendasi dari klikDokter adalah menggunakannya 2–3 kali seminggu secara konsisten. Tujuannya supaya komposisi kulit kepala tetap sehat dan jamur tidak berkembang lagi.

2. Atur Frekuensi Keramas
Menurut Halodoc, mencuci rambut secara teratur tapi tidak berlebihan membantu menghilangkan minyak dan kotoran tanpa menghilangkan kelembapan alami. Gunakan air hangat, bukan panas, agar lapisan pelindung kulit kepala tetap terjaga.

3. Hindari Produk Rambut yang Keras
dr. Amy McMichael, profesor dermatologi di Wake Forest Baptist Health, menyarankan untuk menghindari hair care yang mengandung alkohol tinggi atau parfum kuat. Formula ringan dan bebas sulfat lebih ramah untuk kulit kepala sensitif.

4. Jaga Kebersihan Alat Rambut
Sisir, topi, atau helm harus rutin dibersihkan karena bisa jadi tempat berkumpulnya jamur dan bakteri. Membersihkan peralatan ini secara berkala bisa mencegah kambuhnya ketombe basah.

5. Konsultasi ke Dokter Kulit
Kalau perawatan di rumah sudah dilakukan selama 2–3 minggu tapi hasilnya belum maksimal, dokter bisa memberikan diagnosis lebih tepat dan perawatan medis lanjutan.

Perbedaan Ketombe Basah dan Kering

Membedakan keduanya penting untuk memilih perawatan yang tepat:

Ketombe kering biasanya mudah hilang dengan sampo ringan, sedangkan ketombe basah butuh perawatan lebih intensif.

Baca Juga: Ribuan Lowongan Siap Serap Tenaga Kerja Lokal di Job Fair Penajam Paser Utara 2025, Catat Tanggalnya!

Tips Biar Ketombe Basah Nggak Kembali

 

Supaya kulit kepala tetap sehat, lakukan langkah pencegahan berikut:

Ketombe basah memang nyebelin, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Kuncinya adalah tahu penyebabnya, mengenali ciri-cirinya, dan konsisten dalam perawatan. Jadi, jangan tunggu sampai gatal dan bau mengganggu aktivitas harian. Yuk, mulai rawat kulit kepala dari sekarang!

Kalau kamu merasa artikel ini bermanfaat, share ke teman-temanmu biar mereka juga tahu cara mencegah dan mengatasi ketombe basah.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'

Editor : Arya Kusuma
#Ketombe basah #Penyebab ketombe basah #Perbedaan ketombe basah dan kering