Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Cess, Siap Takjub! Ini Dia Mural-Mural Keren Dunia yang Bikin Jalanan Hidup

AdminBTV • Senin, 14 Juli 2025 | 09:29 WIB

Mural street art karya Roa, Gaia, dan seniman Madrid yang memanfaatkan elemen urban dengan gaya unik, penuh pesan sosial, dan wajib kamu lihat, Cess!
Mural street art karya Roa, Gaia, dan seniman Madrid yang memanfaatkan elemen urban dengan gaya unik, penuh pesan sosial, dan wajib kamu lihat, Cess!

Balikpapantv.id - Hai Cess! Pernah nggak sih kamu lewat jalanan kota lalu mendadak berhenti cuma buat ngeliat mural keren di dinding gedung? Nah, ternyata di balik mural-mural kece itu, ada tangan-tangan kreatif dari para seniman jalanan dunia yang punya gaya dan cerita masing-masing.

Dari Belgia sampai New York, mereka nggak cuma corat-coret dinding, tapi juga menyuarakan sesuatu lewat karya seni mereka. Siap kenalan sama para jagoannya? Yuk, kita gas ke ulasan lengkapnya di bawah ini, Cess!

1. Roa — Seniman Jalanan dari Ghent, Belgia

Kalau ngomong soal street art, nama Roa udah nggak asing lagi di dunia seni jalanan. Pria asal Ghent, Belgia ini terkenal lewat karya-karyanya yang mengangkat potret hewan-hewan lokal dengan cara yang beda dari seniman lain. Dia punya ciri khas khusus, yaitu menggunakan palet warna terbatas dan lebih sering bermain di format mural berukuran raksasa.

Uniknya, Roa nggak sekadar gambar hewan sembarangan. Ia menggambarkan hewan-hewan yang hidup di lingkungan sekitar tempat mural itu dibuat. Jadi, tiap karya Roa selalu relevan dengan tempatnya. Salah satu karya yang paling ikonik, dibuat saat ia berkolaborasi dengan seniman asal Argentina, menghasilkan mural hewan yang tampil memukau dan penuh pesan. Meski tampilannya terkesan gelap dan misterius, tapi justru di situlah kekuatan pesannya, Cess!

Memang Beda!
Memang Beda!

2. Gaia — Muralis Kelas Dunia dari New York City

Berikutnya ada Gaia, seniman mural kelahiran New York City yang sukses membangun nama di kancah street art dunia. Yang menarik dari Gaia, dia nggak cuma senang gambar di tembok kosong, tapi juga punya misi sosial di balik tiap muralnya. Di kota Baltimore, Gaia bahkan menginisiasi program bernama Open Walls Baltimore, sebuah proyek yang menghidupkan kembali ruang publik lewat seni mural.

Baca Juga: Bus Terbakar Hebat di Balikpapan! Bus PO Gelora Terbakar, Asap Hitam Gegerkan Warga KM 12!

Ciri khas Gaia terlihat jelas dari wajah hewan dan tangan manusia yang sering muncul di mural-muralnya. Menurutnya, mural bisa jadi media buat menyambungkan seniman dengan masyarakat sekitar, bikin lingkungan makin hidup sekaligus menyuarakan isu-isu kemanusiaan. Nggak heran kalau Gaia diganjar banyak penghargaan dan kritik positif berkat karyanya yang selalu menyentuh hati, Cess!

3. Seniman Unik dari Madrid, Spanyol

Di urutan ketiga ada seniman asal Madrid, Spanyol yang terkenal dengan gaya nyentriknya. Nggak disebutkan namanya di sini, tapi yang pasti, seniman ini jago banget memanfaatkan berbagai media tak biasa untuk berkarya. Beda dengan street artist lain yang fokus di mural atau grafiti, dia justru sering menggunakan elemen perkotaan kayak tiang listrik, papan jalan, atau dinding bekas jadi bagian dari karya seninya.

Nggak cuma itu, cara penyampaiannya juga penuh ironi dan kejutan. Jadi, karya-karyanya sering bikin orang berhenti sejenak, mikir, lalu ketawa atau malah tersentil. Inilah yang bikin street art dari Madrid ini jadi makin dikenal dan ikut mendorong pemisahan antara seni jalanan dengan grafiti liar yang sering dianggap vandalisme. Kreatif dan out of the box, kan, Cess?

Kolaborasi yang Melampaui Batas Negara

Salah satu hal yang bikin street art itu keren adalah sifatnya yang terbuka dan tanpa batas. Kayak yang dilakukan Roa bareng seniman asal Argentina tadi. Kolaborasi ini nggak cuma soal menggambar bareng, tapi juga saling bertukar budaya dan ide lewat visual.

Dengan kolaborasi semacam ini, pesan yang ingin disampaikan bisa lebih luas jangkauannya. Misalnya, ketika Roa membuat mural hewan di Argentina, ia nggak asal gambar hewan Belgia, tapi memilih hewan yang hidup di sana, dengan gaya khasnya. Nah, kolaborasi kayak gini bukan cuma bikin karya makin menarik, tapi juga membangun dialog antarbudaya lewat seni jalanan.

Baca Juga: Persoalan Batas Wilayah Antara PPU dan Kabupaten Paser Resmi Diserahkan ke Pemerintah Pusat, Ini Tujuannya!

Street Art Sebagai Media Suara Sosial

Buat para seniman kayak Gaia, street art bukan cuma soal estetika, tapi juga soal pesan sosial. Tiap mural yang ia buat, hampir selalu mengandung makna tentang isu kemanusiaan, lingkungan, atau budaya lokal. Dengan gambar wajah hewan dan tangan manusia, Gaia seakan mengajak orang buat merenung soal relasi antara manusia dengan alam.

Di proyek Open Walls Baltimore, Gaia ngajak banyak seniman lain buat meramaikan dinding kota Baltimore dengan mural-mural bermakna. Ini bukti bahwa street art bisa banget jadi media edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Seru ya, Cess!

Warna Terbatas, Tapi Pesan Menggelegar

Yang unik dari gaya Roa adalah cara dia memanfaatkan palet warna yang sangat terbatas. Biasanya cuma hitam, putih, abu-abu, dan beberapa tone cokelat. Tapi, justru dari keterbatasan itu lahir kekuatan visual yang kuat. Bayangin, mural ukuran raksasa dengan warna-warna minim tapi sukses menyita perhatian siapa pun yang lewat.

Menurut Roa, "Kadang warna itu nggak perlu banyak, yang penting gambar bisa bicara." Nah, lewat hewan-hewan yang ia gambar, Roa ingin menyampaikan bahwa tiap tempat punya ceritanya sendiri lewat fauna yang hidup di sana. Cess, ini bukan sekadar gambar hiasan lho!

Street Art dan Perkembangan Budaya Urban

Di Madrid, seni jalanan berkembang bukan sekadar jadi pelengkap kota, tapi udah masuk ke ranah budaya urban modern. Seniman-seniman di sana, kayak yang disebut tadi, berhasil memisahkan street art dari graffiti liar, yang dulu sempat dicap negatif. Mereka memanfaatkan ruang-ruang kota yang tadinya kosong, jadi media kreatif buat menyalurkan pesan-pesan kritis.

Efeknya? Kota jadi lebih hidup, warga lebih sadar lingkungan, dan bahkan beberapa spot mural dijadikan destinasi wisata alternatif. Nggak heran kalau Madrid kini termasuk salah satu kota street art paling menarik di Eropa, Cess!

Kolaborasi Global yang Menginspirasi

Kembali ke kolaborasi Roa dan seniman Argentina, kerja bareng lintas negara kayak gini nunjukin kalau street art itu nggak kenal batas politik atau geografis. Lewat mural, para seniman bisa saling cerita, ngasih pesan, dan membangun jejaring sosial antar seniman dari berbagai penjuru dunia.

“Street art itu ibarat bahasa universal. Semua orang bisa ngerti tanpa harus paham bahasanya,” kata seorang seniman jalanan. Bener juga, Cess! Dari gambar di dinding, bisa lahir obrolan hangat sampai kesadaran baru soal lingkungan dan isu sosial.

Street Art, dari Vandalisme ke Karya Seni Dunia

Dulu, mural dan graffiti sering dicap sebagai vandalisme. Tapi sekarang, berkat karya-karya kayak Roa, Gaia, dan seniman Madrid tadi, seni jalanan udah diakui sebagai bagian penting dari seni kontemporer. Bahkan beberapa karya mereka dipajang di galeri atau museum. Tapi tetap, tempat paling indah buat street art ya tetap di jalanan, Cess!

Jadi, kalau kamu lagi jalan-jalan ke Eropa atau Amerika, sempatin deh mampir ke spot-spot street art ikonik. Siapa tahu bisa ketemu langsung sama karya Roa, Gaia, atau mural penuh ironi dari Madrid. Dijamin bikin kamu mikir sekaligus kagum!

Nah, itu dia Cess, kisah keren dari para seniman jalanan dunia yang wajib kamu kenal! Keren kan? Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman kamu biar makin banyak yang tahu soal karya seni jalanan yang penuh makna ini.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'(Rohman)

Editor : Arya Kusuma
#Gaia street art New York #seniman street art dunia #karya mural sosial