Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Liburan di Pulau Beras Basah Berujung Duka, Warga Balikpapan Meninggal Usai Naik Banana Boat

Arya Kusuma • Minggu, 29 Juni 2025 | 08:28 WIB

Foto Ilustrasi, Kegiatan wisataa Banana Boaat di Beras Basah Bontang
Foto Ilustrasi, Kegiatan wisataa Banana Boaat di Beras Basah Bontang

Balikpapantv.id - Hai Cess! Siapa nih yang hobi main wahana air kalau liburan ke pantai? Eits, hati-hati ya! Karena di balik serunya permainan di laut, ada risiko yang ngintip kalau kita nggak waspada.

Seperti yang baru saja terjadi di Pulau Beras Basah, Bontang. Satu momen liburan yang seharusnya penuh tawa malah berubah jadi duka mendalam.

Kronologi Kejadian yang Bikin Haru

Sabtu, 28 Juni 2025 jadi hari yang tidak akan dilupakan keluarga Sri Wahyuningsih. Perempuan paruh baya asal Balikpapan itu tengah berlibur ke Pulau Beras Basah bareng keluarga.

Wisatawan yang dikenal ramah ini memutuskan untuk ikut main banana boat, wahana air favorit banyak orang kalau lagi main ke pantai.

Nah, saat banana boat yang dinaiki Sri ditarik kapal di atas laut, tiba-tiba tali pengait banana boatnya putus! Semua penumpang pun langsung tercebur ke laut.

Petugas dan keluarga sigap mengevakuasi ke atas kapal. Sayangnya, saat itu Sri mengeluhkan sesak nafas. Situasi langsung berubah panik, Cess.

Baca Juga: Tim Gabungan Gelar Razia di KM 23 Balikpapan, 75 Kendaraan Terjaring, Berikut Pelanggaran dan Target Utama Operasi Ini!

Usaha Penyelamatan yang Dilakukan di Lokasi

Menurut keterangan Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman, yang disampaikan lewat Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Eko Mashudi, korban sempat diberi pertolongan pertama di lokasi. "Korban sempat di RJP (Resusitasi Jantung Paru) oleh anak kandung dan sempat ada respons," ucap Eko.

Respons itu memberi harapan sejenak buat keluarga dan petugas. Tapi sayang, kondisi korban terus melemah. Sekitar pukul 11.50 Wita, korban langsung dilarikan menggunakan speed boat menuju Pelabuhan Tanjung Laut Indah. Dari situ, mobil BPBD Bontang yang sudah siaga langsung meluncur ke RS Amalia.

Dinyatakan Meninggal Dunia di Rumah Sakit

Sayangnya, perjuangan menyelamatkan nyawa Sri Wahyuningsih harus berakhir di rumah sakit. Meski sudah diberi tindakan medis di RS Amalia, perempuan 63 tahun ini dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah tiba.

Duka mendalam menyelimuti keluarga besar yang sedianya ingin menikmati liburan akhir pekan bersama di pulau wisata andalan Bontang ini.

Imbauan Penting dari BPBD Bontang

Merespons kejadian ini, BPBD Bontang langsung buka suara. Lewat Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Eko Mashudi, pihaknya mengingatkan semua pelaku usaha jasa wisata air untuk lebih ketat dalam menjalankan prosedur keselamatan. Bukan cuma soal alat pengaman, tapi juga soal kondisi kesehatan pengunjung.

"Hal ini penting, mau umur berapa pun (ditanyakan). Tidak hanya menyediakan alat keselamatan, screening awal itu juga penting," tegas Eko. Sebab, kondisi kesehatan pengunjung saat itu bisa saja jadi faktor risiko, apalagi buat yang punya riwayat jantung.

Pentingnya Screening Kesehatan Sebelum Wahana Air

Kejadian ini jadi pelajaran berharga buat semua wisatawan, terutama di kawasan wisata air. Kadang kita suka terlena sama keseruan tanpa memperhatikan kondisi fisik. Padahal, wahana seperti banana boat itu butuh stamina prima karena badan harus siap terbanting, tercebur, dan adrenalin dipacu kencang.

Screening kesehatan sederhana sebelum naik wahana bisa jadi langkah kecil tapi menyelamatkan. Cukup dengan tanya soal riwayat penyakit atau keluhan kesehatan terkini, sudah bisa jadi filter awal buat pelaku usaha wisata.

Baca Juga: Desain Minimalis 2 Kamar Paling Dicari 2025! Tips Bikin Rumah Minimalis 2 Kamar di Lahan Sempit!

Kondisi Banana Boat Perlu Rutin Dicek

Selain faktor kesehatan pengunjung, peristiwa ini juga membuka mata soal pentingnya pemeriksaan rutin alat-alat permainan air. Tali banana boat yang tiba-tiba putus di tengah laut jadi tanda kalau alat ini harus rutin dicek kelayakannya.

Jangan cuma menunggu insiden, tapi harus aktif melakukan pengecekan harian sebelum alat dipakai. Minimal cek kekuatan tali, pelampung, dan kondisi banana boat sebelum digunakan wisatawan.

Belajar dari Kasus Sri Wahyuningsih

Kasus Sri Wahyuningsih jadi contoh nyata betapa pentingnya kewaspadaan saat berwisata air. Kadang, liburan yang mestinya menyenangkan bisa berujung petaka kalau pengelola wisata dan pengunjung abai soal keselamatan.

Para pelaku usaha diharapkan bisa lebih profesional dalam menerapkan standar keamanan, mulai dari peralatan hingga prosedur skrining kesehatan. Begitu juga para wisatawan, sebaiknya jujur soal kondisi badan dan jangan sungkan menolak ikut wahana kalau lagi kurang fit.

Wajib Edukasi Keselamatan Wisata Air

Harus diakui, edukasi soal keselamatan wisata air masih minim di banyak destinasi wisata. Sebagian besar hanya fokus pada alat keselamatan kayak pelampung, tapi lupa soal prosedur darurat dan edukasi soal risiko kesehatan.

Kejadian di Pulau Beras Basah ini bisa jadi momentum buat pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat untuk lebih peka soal pentingnya edukasi ini. Mulai dari papan peringatan risiko hingga pelatihan sederhana penanganan darurat di lokasi wisata.

Yuk Cess, Lebih Waspada Saat Wisata Air!

Nah Cess, semoga kejadian ini bisa jadi pelajaran buat kita semua ya. Liburan boleh, seru-seruan juga sah-sah aja. Tapi jangan lupa, keselamatan tetap nomor satu. Wajib banget cek kondisi badan sebelum ikut wahana air, dan pastikan alat-alatnya dalam kondisi aman.

Bantu sebarkan info ini ke teman, saudara, atau keluarga kamu. Supaya makin banyak yang sadar pentingnya keselamatan saat liburan. Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'

Editor : Arya Kusuma
#Banana boat Pulau Beras Basah #bpbd bontang #Wisata air Bontang