Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Kenapa Kita Bisa Merasa Jijik Dengan Sesuatu yang Tidak Disukai? Simak Penjelasan Ilmiah dan Manfaat Kesehatan Dibalik Perasaan Ini!

Rizkiyan Akbar • Sabtu, 29 Maret 2025 | 11:34 WIB

Perasaan jijik ternyata memiliki tujuan biologis yang penting. Cari tau lebih lanjut tentang perasaan ini dan manfaatnya di artikel ini!
Perasaan jijik ternyata memiliki tujuan biologis yang penting. Cari tau lebih lanjut tentang perasaan ini dan manfaatnya di artikel ini!

BalikpapanTv.id - Hai Cess! Pernah nggak sih kamu tiba-tiba merasa jijik saat melihat sesuatu?

Mungkin ada yang membuatmu ngeloyor pergi, atau bahkan bikin kamu nggak bisa makan dengan tenang. Ternyata, perasaan jijik bukan cuma soal "ah, gak enak aja," lho!

Ada penjelasan ilmiah yang mendalam di balik perasaan ini, yang mungkin bakal mengubah cara pandangmu tentang hal ini. Yuk, kita kulik lebih dalam kenapa kita bisa merasa jijik!

Jijik: Lebih dari Sekadar Perasaan Gak Nyaman

Jijik seringkali dianggap sebagai perasaan yang muncul tanpa alasan yang jelas.

Tapi, jangan salah, perasaan jijik ternyata punya manfaat yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia.

Kita nggak bisa menyepelekan perasaan ini karena ia berfungsi sebagai alarm tubuh kita untuk menghindari hal-hal yang berbahaya.

Misalnya, saat kita melihat makanan yang busuk atau benda yang kotor, perasaan jijik bisa mencegah kita untuk mendekatinya, yang bisa jadi berbahaya bagi kesehatan.

Evolusi dan Perasaan Jijik

Jijik bisa jadi salah satu mekanisme bertahan hidup yang diwariskan sejak zaman nenek moyang kita.

Dulu, perasaan ini muncul sebagai respons terhadap hal-hal yang berpotensi membawa penyakit atau infeksi.

Bayangin aja, zaman dahulu kita nggak punya lemari pendingin atau antiseptik, jadi jijik muncul sebagai cara tubuh untuk melindungi diri dari sumber-sumber penyakit.

Sampai sekarang, meskipun teknologi dan kesehatan kita semakin canggih, perasaan jijik tetap berfungsi untuk menjaga kita tetap aman.

Jijik dan Sistem Kekebalan Tubuh

Ternyata, perasaan jijik itu juga terkait erat dengan sistem kekebalan tubuh kita lho, Cess!

Ketika kita merasa jijik, tubuh kita merespons dengan peningkatan adrenalin dan mengaktifkan sistem pertahanan tubuh untuk berjaga-jaga.

Reaksi ini membantu kita untuk menghindari kontak dengan benda atau situasi yang berpotensi menularkan penyakit.

Misalnya, saat kamu melihat sesuatu yang kotor atau berbau tidak sedap, tubuhmu langsung merasa nggak nyaman untuk menghindarinya.

Mengapa Kita Merasa Jijik pada Beberapa Hal?

Jijik bisa muncul pada berbagai hal, mulai dari makanan yang tampaknya sudah terkontaminasi, hingga gambar atau bau yang mengganggu.

Alasan kita merasa jijik ini bukan cuma karena ketidaksukaan semata, tapi karena hal tersebut mungkin mengindikasikan adanya kuman, bakteri, atau penyakit.

Secara naluriah, kita terprogram untuk menghindari hal-hal tersebut karena bisa membahayakan tubuh kita.

Misalnya, bau busuk atau kotoran hewan seringkali dikaitkan dengan infeksi atau parasit yang bisa menyerang kita.

Perasaan Jijik dalam Konteks Sosial

Selain faktor biologis, perasaan jijik juga bisa muncul dalam konteks sosial.

Mungkin kamu pernah merasa jijik dengan perilaku atau sikap seseorang yang dianggap tidak sopan atau melanggar norma.

Ini adalah bentuk reaksi sosial yang dipengaruhi oleh budaya dan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

Misalnya, tindakan yang tidak etis atau perilaku yang dianggap menjijikkan dalam masyarakat bisa memicu perasaan jijik pada orang yang melihatnya.

Jijik: Antara Biologi dan Psikologi

Menurut psikologi, perasaan jijik juga bisa muncul akibat faktor psikologis.

Terkadang, perasaan jijik bisa disebabkan oleh pengalaman traumatik atau kenangan buruk yang muncul kembali.

Ketika kita teringat pada suatu hal yang dulu menimbulkan perasaan jijik, tubuh kita langsung merespons dengan perasaan yang sama.

Selain itu, ketidaknyamanan psikologis ini bisa memperburuk reaksi jijik kita terhadap situasi tertentu, membuat kita lebih sensitif terhadap hal-hal yang menyebabkannya.

Perasaan Jijik pada Benda yang Tak Terduga

Kadang-kadang, kita bisa merasa jijik pada benda atau situasi yang nggak terduga, seperti melihat benda yang tidak biasa atau pengalaman yang mengganggu indra kita.

Hal ini bisa disebabkan oleh ketidaksesuaian antara apa yang kita anggap normal dan apa yang kita hadapi secara langsung.

Misalnya, mungkin kamu merasa jijik melihat seseorang yang tidak menjaga kebersihan diri, atau bahkan melihat makanan yang sangat tidak biasa.

Ini adalah contoh dari ketidakcocokan antara ekspektasi dan kenyataan yang bisa menimbulkan perasaan jijik.

Jadi, lain kali kalau kamu merasa jijik, coba ingat bahwa tubuhmu lagi bekerja keras buat jaga kesehatan! 

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di BalikpapanTv.id! Bukan Sekedar Berita Biasa

Memang Beda!
Memang Beda!

Editor : Arya Kusuma
#jijik #kesehatan #perasaan #manfaat #penjelasan ilmiah