BalikpapanTv.id - Hai Cess! Mungkin kalian pernah ngalamin kan, lagi marah-marah gitu, tiba-tiba ada dorongan kuat buat banting barang?
Atau, malah udah pernah sampai ngebanting barang kayak piring, gelas, atau apapun yang ada di tangan? Kalau iya, kamu nggak sendirian, Cess!
Banyak orang, dari yang muda sampai yang tua, ternyata sering banget ngalamin hal ini, dan yang bikin penasaran, kenapa sih kita bisa sampai segitunya?
Ternyata nih, banting barang itu bukan cuma sekadar bentuk luapan emosi aja, lho!
Ada beberapa alasan psikologis dan neurologis yang bisa menjelaskan kenapa kita bisa berbuat seperti itu. Biar lebih ngerti, yuk simak penjelasan lengkapnya!
Emosi yang Menumpuk Bisa Meledak Jadi Tindakan Drastis
Pernah nggak sih merasa emosi itu kayak air yang terus mengalir tanpa henti, tapi nggak bisa keluar? Nah, begitu ada pemicu kecil, langsung aja deh meledak.
Menurut psikolog, hal ini disebabkan oleh emosi yang terpendam terlalu lama. Ketika kita merasa tidak bisa mengekspresikan perasaan dengan baik, tubuh kita mencari cara untuk melepaskannya, dan banting barang jadi salah satu caranya.
Banting Barang Sebagai Bentuk Pelepasan Stres
Menurut riset, tindakan banting barang bisa jadi cara otak kita untuk meredakan stres.
Ketika seseorang merasa tertekan atau cemas, dorongan untuk melakukan sesuatu yang destruktif muncul sebagai cara untuk “membuang” perasaan tersebut.
Dalam otak kita, perasaan frustasi ini bisa men-trigger respon fisik, seperti membanting sesuatu untuk mendapatkan rasa lega.
Tindakan Destruktif Meningkatkan Rasa Kontrol Diri
Ketika marah, kita merasa kehilangan kontrol kan? Nah, dengan melakukan tindakan destruktif seperti banting barang, kita merasa ada sedikit kontrol atas situasi yang terjadi.
Walaupun tampaknya bukan solusi yang sehat, hal ini bisa memberi rasa sejenak bahwa kita bisa mengendalikan emosi kita, meskipun itu dilakukan dengan cara yang merusak.
Faktor Lingkungan: Budaya yang Menganggap Banting Itu "Normal"
Gak bisa dipungkiri Cess, bahwa budaya sekitar kita kadang memperlihatkan bahwa banting barang adalah bentuk "luapan perasaan" yang normal.
Misalnya dalam film atau media, sering kali kita melihat tokoh yang marah lalu memecahkan sesuatu.
Nah, hal ini secara nggak langsung bisa memengaruhi kita, membuat banting barang terlihat seperti respons yang sah-sah saja.
Baca Juga: Gak Cuma Vitamin D ! Ini Manfaat Luar Biasa Berjemur di Pagi Hari yang Bikin Kamu Terkejut !
Banting Barang Sebagai Cara “Mendapatkan Perhatian”
Kadang kita nggak sadar kalau banting barang juga bisa jadi cara kita untuk mendapatkan perhatian orang lain, lho!
Misalnya, ketika kita marah karena merasa tidak didengar atau diperhatikan. Tindakan banting barang ini bisa jadi cara kita untuk menonjolkan perasaan kita di depan orang lain, berharap mereka akan memahami kita lebih baik.
Emosi yang Tidak Tersalurkan Bisa Mengarah ke Tindakan Fisik
Salah satu alasan orang banting barang ketika marah adalah karena emosi yang nggak tersalurkan.
Perasaan seperti frustrasi, kesal, atau kecewa nggak jarang tersimpan dalam hati, dan kalau nggak dikelola dengan baik, akhirnya berubah menjadi dorongan fisik untuk mengungkapkan perasaan.
Sebagai contoh, menggenggam benda yang ada di tangan dengan erat dan akhirnya melepaskannya dengan membantingnya.
Kenapa Piring Atau Gelas Sering Jadi Sasaran?
Piring atau gelas sering banget jadi sasaran ketika kita emosi, nih. Alasannya sederhana, benda-benda ini ada di sekitar kita dan mudah dijangkau.
Tapi, taukah kamu bahwa objek seperti piring atau gelas juga memiliki simbolisme tertentu dalam budaya kita?
Biasanya, benda-benda ini dianggap simbol ketenangan dan keharmonisan. Jadi, ketika kita merasa ketenangan itu terganggu, kita cenderung untuk menghancurkan benda tersebut sebagai bentuk pelepasan emosi.
Stres Bisa Menyebabkan Gangguan Otak yang Memicu Perilaku Impulsif
Ternyata, stres berat bisa mengganggu keseimbangan kimiawi dalam otak, lho! Kondisi ini bisa memicu perilaku impulsif, termasuk banting barang.
Ketika kita marah atau stres, tubuh kita mengeluarkan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol.
Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penanganan yang baik, bisa memicu reaksi impulsif yang salah satunya adalah merusak barang.
Apa Solusinya Agar Tidak Banting Barang?
Meskipun banting barang bisa memberi “relief” sejenak, tentu ini bukan solusi yang sehat.
Ada banyak cara yang lebih konstruktif untuk mengelola kemarahan, seperti berbicara dengan orang lain, berolahraga, atau sekadar menarik napas panjang untuk menenangkan diri.
Kalau kamu merasa marah, cobalah untuk menghentikan tindakan impulsif dan cari cara yang lebih positif untuk meredakan perasaanmu.
Nah Cess, sekarang kamu tau kan kenapa kita bisa sampai banting barang ketika marah?
Jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu yaa, Cess! Agar mereka tau alasan kenapa mereka suka banting barang ketika marah.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di BalikpapanTv.id! Bukan Sekedar Berita Biasa
Editor : Arya Kusuma