Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Tradisi Mappacci Di Acara Pernikahan Cindara: Malam Suci Sebelum Pernikahan yang Bikin Netizen Baper! Apa sih Makna Filosofinya

Arya Kusuma • Kamis, 12 Desember 2024 | 15:12 WIB

Tradisi Mappacci yang penuh doa dan restu dari Kesultanan Mandar. Ritual ini bikin netizen haru!
Tradisi Mappacci yang penuh doa dan restu dari Kesultanan Mandar. Ritual ini bikin netizen haru!

BalikpapanTv.id - Hai Cess! Malam Mappacci, sebuah tradisi adat yang penuh makna dan simbolis, kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Postingan dari akun @nurlena_rahmad saat melangsungkan acara mapaci untuk puterinya Cindara yang akan melangsung pernikahan berhasil mencuri perhatian warganet hingga ditonton lebih dari 43 ribu kali.

Tradisi Mappacci yang berasal dari kata "pacci" ini tak hanya menyimpan filosofi mendalam, tetapi juga mengundang banjir doa dari para netizen. Yuk, simak selengkapnya, Cess!

Apa Itu Mappacci?

Mappacci adalah salah satu tradisi adat yang sakral menjelang pernikahan, khususnya di Sulawesi Selatan. Istilah "pacci" merujuk pada daun yang dihaluskan untuk menghias kuku calon pengantin.

Menariknya, bunyi "pacci" mirip dengan "paccing" yang berarti bersih atau suci. Makna filosofisnya adalah membersihkan diri dari segala hal negatif sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Momen ini juga diisi dengan doa dari keluarga dan kerabat sebagai simbol restu agar kehidupan rumah tangga berjalan lancar.

Makna dan Filosofi Mappacci

Tradisi Mappacci bukan sekadar acara simbolis. Ritual ini bertujuan membersihkan hati dan pikiran calon pengantin dari segala penghalang menuju pernikahan. Proses ini dianggap sebagai langkah menyucikan diri, meninggalkan masa lajang, dan bersiap memasuki bahtera rumah tangga.

Tidak hanya itu, Mappacci juga menjadi ajang bagi keluarga besar untuk memberikan doa dan restu kepada pengantin. Dalam kasus ini, akun @nurlena_rahmad mengungkapkan rasa syukurnya setelah mendapat doa dari Kesultanan Raja Mandar, yang turut mendoakan kelancaran prosesi hingga hari pernikahan.

Tujuan Mappacci

Tujuan utama dari upacara mappacci adalah untuk menyucikan jiwa dan raga calon pengantin sebelum mereka memasuki kehidupan pernikahan. Dengan melakukan mappacci, diharapkan calon pengantin dapat memulai hidup baru yang penuh berkah dan jauh dari segala hal yang negatif.

Proses Pelaksanaan Mappacci

Secara umum, proses pelaksanaan mappacci meliputi beberapa tahapan, antara lain:

  1. Pemilihan Waktu: Mappacci biasanya dilaksanakan pada malam hari sebelum acara akad nikah.
  2. Persiapan Alat: Alat yang digunakan dalam upacara mappacci antara lain daun pacar, air suci, dan tempat duduk khusus untuk calon pengantin.
  3. Doa dan Mantra: Selama prosesi mappacci, akan dilantunkan doa dan mantra-mantra tertentu yang bertujuan untuk memohon perlindungan dan keberkahan bagi calon pengantin.
  4. Pengusapan Daun Pacar: Daun pacar akan diusapkan ke telapak tangan calon pengantin oleh orang-orang yang dianggap memiliki kedudukan atau pengetahuan khusus. Sambil mengusap daun pacar, orang tersebut akan menyampaikan doa dan harapan untuk calon pengantin.
  5. Penyucian Diri: Calon pengantin akan dimandikan dengan air suci sebagai simbol penyucian diri dari segala kotoran baik fisik maupun spiritual.

Mappacci mengandung makna filosofis yang sangat dalam. Melalui upacara ini, calon pengantin diajarkan untuk:

Variasi di Berbagai Daerah

Meskipun secara umum mappacci memiliki tujuan yang sama, namun pelaksanaannya dapat bervariasi di setiap daerah. Ada beberapa daerah yang menambahkan ritual-ritual lain dalam upacara mappacci, seperti misalnya pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an atau pertunjukan tarian tradisional.

Pentingnya Melestarikan Mappacci

Upacara mappacci merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya Bugis. Dengan melestarikan mappacci, kita tidak hanya menjaga kelangsungan tradisi leluhur, tetapi juga memperkaya khazanah budaya bangsa.

Mappacci adalah upacara adat yang sarat makna dan filosofi. Melalui upacara ini, masyarakat Bugis mengajarkan nilai-nilai penting seperti kesucian, keberkahan, dan penghormatan terhadap tradisi.

Warganet Ikut Beri Doa Terbaik

Tidak hanya keluarga, netizen pun turut memberikan doa terbaik di kolom komentar. Beberapa di antaranya cukup menyentuh dan penuh harapan.

Seperti komentar dari @mayasuzantina14 yang berbunyi, "Semoga sehat selalu sekeluarga, sampai hari H-nya. Lancar semua.. aminn yaarobballalamin Al-Amin." Doa ini mendapatkan banyak like dari pengguna lain.

Komentar lain yang tak kalah mengharukan datang dari @adiah699, "Ma sya Allah barakallahu selamat menempuh hidup baru Cindy. The best dua for U sakinah mawadah warohmah." Doa penuh kehangatan dan dukungan ini membuat suasana komentar makin haru.

Tak ketinggalan, komentar jenaka namun penuh doa dari @mandyrich23_ yang berbunyi, "Ke Madura membeli panci, untuk dijual di pasar murah... melihat anak dara duduk Mappacci, semoga ALLAH limpahkan berkah... doa terbaik semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah Aamiin3x." Komentar ini sukses mengundang tawa dan kekaguman warganet lainnya.

Proses Pelaksanaan Mappacci

Prosesi Mappacci biasanya dilakukan pada malam sebelum akad nikah. Dalam tradisi ini, calon pengantin akan duduk di atas kasur khusus dengan latar belakang dekorasi tradisional. Beberapa elemen penting dalam prosesi ini meliputi:

Peran Doa dan Restu dari Kesultanan Mandar

Pada prosesi Mappacci yang diceritakan oleh @nurlena_rahmad, hadir pula doa dari Kesultanan Raja Mandar. Ini bukan hal biasa, sebab restu dari kesultanan dianggap membawa energi positif dan keberkahan yang lebih besar.

Dukungan dari tokoh adat ini menunjukkan betapa pentingnya unsur adat dalam setiap pernikahan. “Terima kasih kepada Kesultanan Raja Mandar yang sudah memberikan doa dan restu untuk anak kami. Semoga hal-hal baik menyertai langkah awal ini,” tulis @nurlena_rahmad dalam unggahannya.

Simbol Kebersamaan dan Keberkahan

Tradisi Mappacci tak sekadar ajang ritual, tetapi juga mempererat ikatan kekeluargaan. Momen ini dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga besar, berbagi doa, dan berbagi cerita.

Sebuah prosesi yang membuat calon pengantin merasakan dukungan penuh dari orang-orang tercinta. Dalam budaya Bugis, kehadiran keluarga besar menjadi simbol bahwa pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga dua keluarga besar.

Respon Netizen: Dari Haru hingga Tawa

Tak dapat dipungkiri, tradisi adat seperti Mappacci ini mampu memancing respon positif dari netizen. Sebagian besar menganggap tradisi ini penuh makna, dan sebagian lainnya ikut berdoa untuk kelancaran prosesi.

Komentar seperti dari @muchtika_13 juga memberikan semangat, "Semoga lancar sampai hari H-nya kak @cindarar dan menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah, aammiinnn...." Respon semacam ini mencerminkan betapa kuatnya dukungan dari komunitas online dalam mendukung tradisi budaya.

Popularitas di Media Sosial

Berbicara tentang popularitas, postingan @nurlena_rahmad telah ditonton lebih dari 43 ribu kali! Ini membuktikan bahwa tradisi adat seperti Mappacci masih sangat diminati oleh generasi muda.

Tidak heran, unggahan ini ramai diperbincangkan, terlebih setelah komentar-komentar bernuansa doa dan pantun turut mewarnai kolom komentar. Ternyata, keindahan tradisi adat masih bisa menyentuh hati banyak orang di era digital ini.

Mappacci, sebuah tradisi yang mengajarkan kesucian hati sebelum memasuki kehidupan rumah tangga, kini hadir dalam kemasan modern lewat unggahan media sosial.

Prosesnya yang sarat makna, penuh doa, dan dukungan dari keluarga serta tokoh adat membuat prosesi ini menjadi momen tak terlupakan.

Banyak netizen yang ikut berdoa agar pengantin menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warohmah. Semoga tradisi ini terus dilestarikan oleh generasi muda.

Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-temanmu, Cess! Simak terus informasi menarik lainnya hanya di BalikpapanTv.id, "Bukan Sekedar Berita Biasa!"

Editor : Arya Kusuma
#Ritual Adat Bugis #Prosesi Pernikahan Sakral #Kesultanan Raja Mandar #Doa dan Restu Pernikahan #Tradisi Mappacci