Spesifikasi DJI Neo 3 2026: Sensor Kamera, Baterai, dan Fitur yang Dirumorkan

Arya Kusuma • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 17:39 WIB
DJI Neo 3 dengan kamera ringkas dan pelindung baling-baling, menggambarkan drone yang dirumorkan untuk kreator perjalanan.
DJI Neo 3 dengan kamera ringkas dan pelindung baling-baling, menggambarkan drone yang dirumorkan untuk kreator perjalanan.

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Rumor DJI Neo 3 mengarah pada sensor kamera besar, perekaman vertikal, dan fitur praktis untuk kreator perjalanan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! DJI Neo 3 menjadi perbincangan setelah sejumlah foto kemasan, video, dan lembar spesifikasi yang diduga bocor memperlihatkan drone ringkas dengan kamera baru, bobot 192,7 gram, serta kontroler layar terintegrasi. Informasi tersebut menarik bagi traveler dan kreator teknologi yang mencari perangkat praktis untuk merekam perjalanan.

Namun, spesifikasi yang terlihat menjanjikan belum menjawab satu pertanyaan penting: apakah peningkatan kamera benar-benar membuat pengalaman merekam menjadi lebih mudah? Simak fakta yang sudah beredar, bagian yang masih berupa rumor, serta hal yang perlu diperiksa sebelum membeli.

Sensor kamera DJI Neo 3 dirumorkan berukuran 1/1,1 inci

Perhatian utama tertuju pada sensor CMOS persegi 1/1,1 inci yang tercantum dalam lembar spesifikasi yang diduga bocor pada awal Oktober 2026. Jika informasi ini akurat, ukurannya akan meningkat dari sensor 1/2 inci pada DJI Neo 2.

Sensor yang lebih besar berpotensi menangkap cahaya dengan lebih baik, bergantung pada rancangan kamera, lensa, dan pemrosesan gambar. Namun, ukuran sensor saja belum cukup untuk memastikan kualitas video, terutama ketika merekam saat matahari terbenam atau menghadapi perubahan pencahayaan.

Haye Kesteloo, Pemimpin Redaksi DroneXL, melaporkan bahwa sensor tersebut memiliki ukuran dan bentuk yang sama dengan sensor pada DJI Osmo Action 6. Dalam ulasannya mengenai kamera aksi tersebut, Shawn dari kanal Air Photography menyebut, “not a full 1-inch sensor, but it’s pretty close”.

Pernyataan itu merujuk pada sensor Osmo Action 6, bukan hasil pengujian DJI Neo 3. Karena itu, kutipan tersebut hanya membantu menjelaskan karakter ukuran sensor yang dirumorkan, bukan membuktikan kualitas kamera drone baru.

Baca Juga: Siapa Lawan Huawei Pura 90s Pro Max: 200 MP Jadi Senjata Flagship Rp23 Jutaan

Video vertikal bisa menjadi daya tarik bagi kreator perjalanan

Lembar spesifikasi yang beredar juga mencantumkan perekaman vertikal asli dan pembesaran gambar 2× yang diklaim tanpa kehilangan kualitas. Jika fitur ini hadir dalam produk final, kreator berpotensi menghasilkan video untuk media sosial tanpa harus mengandalkan pemotongan gambar dari rekaman horizontal.

Format sensor persegi dapat memberikan fleksibilitas dalam menentukan bingkai vertikal maupun horizontal. Artinya, satu penerbangan berpotensi menghasilkan materi untuk video perjalanan berdurasi pendek sekaligus dokumentasi lanskap yang ditonton melalui layar lebar.

Meski begitu, resolusi video vertikal 4K/30 fps yang disebut dalam keterangan video bocoran tersebut belum didukung rincian lengkap pada lembar spesifikasi yang dilaporkan DroneXL. Angka tersebut perlu diperlakukan sebagai klaim yang belum dikonfirmasi DJI.

Fitur pembesaran 2× juga perlu diuji secara langsung. Label lossless zoom belum cukup untuk menilai detail gambar pada kondisi cahaya rendah, gerakan cepat, atau saat objek berada cukup jauh dari drone.

Drone ringkas bersama kontroler layar terintegrasi, menampilkan kemungkinan konfigurasi paket DJI Neo 3 berdasarkan bocoran video
Drone ringkas bersama kontroler layar terintegrasi, menampilkan kemungkinan konfigurasi paket DJI Neo 3 berdasarkan bocoran video

Bobot 192,7 gram membawa kompromi tersendiri

Data produksi yang dilaporkan pada September 2026 menempatkan bobot DJI Neo 3 di angka 192,7 gram. Sebagai pembanding, DJI Neo 2 memiliki bobot 151 gram untuk unit drone, sehingga selisihnya mencapai 41,7 gram.

Penambahan bobot tersebut belum otomatis berarti durasi terbang akan berkurang. Kapasitas baterai, efisiensi motor, pengelolaan daya, dan rancangan baling-baling ikut menentukan performa saat terbang.

Desain yang terlihat dalam video bocoran memperlihatkan pelindung baling-baling berbentuk rangka berjari-jari. Rancangan seperti ini berpotensi membantu melindungi baling-baling dari benturan ringan, meski ketahanan aktual dan kemudahan perbaikannya masih memerlukan pengujian.

Bagi traveler, ukuran ringkas memang menarik karena perangkat mudah dibawa saat berpindah destinasi. Namun, bobot drone hanya satu bagian dari perlengkapan yang perlu dipertimbangkan, termasuk baterai cadangan, pengisi daya, dan kontroler.

Baca Juga: Pre-order iPhone 18 Pro Dibuka di Indonesia, iPhone Duo Punya Jadwal Berbeda

ActiveTrack dan sensor rintangan masih menunggu pembuktian

Materi yang diduga bocor menyebut ActiveTrack berkecepatan tinggi, gerakan kamera otomatis, serta deteksi rintangan segala arah. Fitur tersebut berpotensi membantu kreator merekam aktivitas tanpa harus mengendalikan setiap gerakan kamera secara manual.

Bayangkan pengambilan gambar saat berjalan menyusuri kawasan pesisir atau merekam perjalanan bersepeda. Pelacakan otomatis dapat membantu menjaga subjek dalam bingkai, tetapi hasilnya bergantung pada kemampuan sistem mengenali subjek dan mempertahankan pelacakan selama penerbangan.

Sensor rintangan juga perlu dipahami secara realistis. Keberadaan sensor bukan jaminan drone selalu terhindar dari tabrakan, terutama ketika menghadapi ranting tipis, kabel, permukaan reflektif, atau kondisi pencahayaan tertentu.

Video unboxing yang beredar memperlihatkan kontroler DJI RC Mini dengan layar terintegrasi. Jika konfigurasi tersebut benar-benar menjadi paket penjualan, pengguna berpotensi mengoperasikan drone tanpa harus memasang ponsel pada kontroler. Namun, kompatibilitas, fungsi layar, dan rincian pengoperasiannya masih menunggu informasi resmi.

Harga dan waktu terbang DJI Neo 3 belum terungkap

Sampai laporan DroneXL pada 8 Oktober 2026, harga resmi, tanggal peluncuran, dan durasi penerbangan maksimum DJI Neo 3 belum terkonfirmasi. Informasi baterai yang beredar menyebut kapasitas 1.800 mAh, tegangan nominal 10,5 volt, dan energi 18,9 Wh.

Sebagai pembanding, DJI Neo 2 memiliki baterai 1.606 mAh dengan energi 11,5 Wh dan waktu terbang maksimum resmi 19 menit. Angka dari dua perangkat tersebut belum dapat digunakan untuk menghitung durasi terbang Neo 3 secara langsung karena rancangan sistem dan kebutuhan dayanya dapat berbeda.

Laporan kebocoran juga menyebut paket yang berisi tiga baterai dan hub pengisian daya. Jika konfigurasi itu hadir pada paket penjualan final, kelengkapan tersebut berpotensi membantu pengguna merencanakan beberapa sesi penerbangan. Harga paket dan biaya baterai tambahan masih perlu diperiksa setelah pengumuman resmi.

Haye Kesteloo menegaskan status produknya melalui kalimat, “DJI has not announced the drone.” Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa foto, video, dan dokumen yang beredar belum setara dengan pengumuman resmi produsen.

Bagi penggemar drone di Balikpapan dan Kalimantan Timur, keputusan membeli sebaiknya mengikuti kebutuhan produksi konten, bukan sekadar antusiasme terhadap perangkat yang sedang ramai dibicarakan. Jika drone diperlukan sekarang, spesifikasi resmi DJI Neo 2 dapat menjadi pembanding yang lebih pasti.

Poin Penting

Insight Redaksi

Daya tarik Neo 3 bukan sekadar sensor besar, melainkan kemungkinan menggabungkan pengambilan gambar vertikal dan horizontal dalam satu perangkat ringkas. Namun, spesifikasi di atas kertas belum menjamin hasil di lapangan. Bubuhan kreator di Balikpapan perlu menilai kualitas rekaman, durasi terbang, dan biaya paket setelah data resmi tersedia.

Sebelum membeli, periksa spesifikasi final, ketersediaan baterai, dan dukungan layanan purnajual. Jangan sampai perangkat yang menjanjikan kemudahan justru menyulitkan produksi konten saat perjalanan.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang sedang mengikuti perkembangan drone DJI agar bisa membedakan spesifikasi resmi dan rumor.

Ikuti perkembangan teknologi bersama Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah DJI Neo 3 sudah resmi dirilis?

Berdasarkan laporan hingga 8 Oktober 2026, DJI belum mengumumkan Neo 3 secara resmi.

2. Benarkah DJI Neo 3 menggunakan sensor 1/1,1 inci?

Ukuran tersebut tercantum dalam lembar spesifikasi yang diduga bocor, tetapi belum dikonfirmasi produsen.

3. Berapa durasi terbang DJI Neo 3?

Durasi terbang maksimum belum diketahui. Kapasitas baterai yang beredar belum cukup untuk memastikan waktu penerbangan.

4. Apakah DJI Neo 3 cocok untuk traveler?

Fitur yang dirumorkan berpotensi membantu produksi konten perjalanan, tetapi penilaian akhir perlu menunggu pengujian dan spesifikasi resmi.

Sumber Informasi: Media DroneXL, dengan judul DJI Neo 3 Specs and Features: What 23 Days of Leaks Have Settled, oleh Haye Kesteloo; serta DJI Neo 3 Leak Puts the Osmo Action 6 Square Sensor in a 193 g Drone, oleh Haye Kesteloo. Informasi pembanding kamera mengacu pada ulasan DJI Osmo Action 6 oleh Shawn dari Air Photography. Artikel diperbarui dengan angle dan gaya jurnalistik BalikpapanTV.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
DJI Neo 3 Drone DJI Teknologi Kamera DJI Neo 2