Rakit PC Murah 2026: RX 580 8 GB, DDR3 12 GB, Total Rp4,5 Juta

Riafandi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 10:41 WIB

 

Rakitan PC Rp4,5 jutaan mengandalkan RX 580 8 GB, casing airflow, dan tiga kipas ARGB (BTV/AI)
Rakitan PC Rp4,5 jutaan mengandalkan RX 580 8 GB, casing airflow, dan tiga kipas ARGB (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Rakitan PC Rp4,5 jutaan ini memakai platform DDR3, RX 580 8 GB, dan diuji gaming hingga live streaming.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Merakit PC dengan dana Rp4 jutaan di tahun 2026 terdengar seperti tantangan tersendiri. Apalagi harga sejumlah komponen komputer disebut sedang tidak bersahabat. Namun, sebuah rakitan PC dengan total sekitar Rp4,5 jutaan mencoba membuktikan kalau budget terbatas masih bisa menghasilkan komputer yang tidak hanya dipakai gaming.

Rakitan tersebut bahkan disiapkan untuk live streaming sambil bermain game, dengan kartu grafis lawas RX 580 8 GB sebagai salah satu komponen utamanya.

Menariknya lagi, PC tersebut kemudian diberikan kepada seorang content creator bernama Mas Radit untuk menunjang aktivitas membuat konten dan live streaming.

Mulai dari Casing Tecware Neo M3

Rakitan ini menggunakan casing Tecware Neo M3 yang mengusung konsep airflow dengan bagian depan berbahan mesh.

Menurut penjelasan dalam video, desain tersebut dipilih agar sirkulasi udara dari bagian depan casing dapat berjalan lebih optimal.

Casing ini juga sudah dilengkapi tiga kipas ARGB. Dua kipas berada di bagian depan dan satu kipas ditempatkan di bagian belakang.

Untuk ukurannya, casing disebut cukup compact sehingga ruang manajemen kabel tidak terlalu luas. Meski begitu, masih tersedia ruang untuk mengatur kabel power supply.

Power supply ditempatkan di bagian bawah casing, sementara motherboard yang dapat digunakan adalah format Micro-ATX atau di bawahnya.

Bagian atas casing juga sudah memiliki filter debu. Sementara untuk konektivitas depan, tersedia dua USB, port audio, dan tombol power.

Baca Juga: Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup 26 Edition Bawa Core Ultra 9 dan OLED 240 Hz

Motherboard H110 DDR3 Jadi Kunci Hemat

Komponen yang menjadi kunci penghematan rakitan ini adalah motherboard H110 DDR3.

Motherboard tersebut menggunakan RAM DDR3 dan dalam video disebut mendukung prosesor Intel generasi 6 hingga generasi 9.

Dukungan tersebut membuat pembuat rakitan memiliki beberapa pilihan prosesor dari platform lama.

Namun, motherboard yang digunakan disebut sedang langka. Dalam video dijelaskan bahwa pilihan merek lain yang sebelumnya dicari sedang habis di pasaran.

Rakitan akhirnya menggunakan motherboard merek Kyo dengan garansi yang disebut mencapai tiga tahun.

Memilih i3-9100F untuk Menekan Budget

Untuk prosesor, pilihan akhirnya jatuh kepada Intel Core i3-9100F.

Dalam video, harga prosesor tersebut didapat sekitar Rp300 ribuan. Pembuat rakitan kemudian menghitungnya sekitar Rp400 ribuan karena harga rata-rata di marketplace disebut berada di kisaran tersebut.

Pilihan tersebut dibandingkan dengan prosesor Intel generasi sebelumnya. Menurut penjelasan dalam video, i5 generasi 6K dan i5-7500 dinilai memiliki kemampuan yang kurang lebih setara dengan i3 generasi 9 dalam konteks yang dibahas.

Sementara jika ingin menggunakan prosesor generasi lama, pilihan seperti i7-6700 atau i7-7700 disebut masih menarik karena memiliki jumlah core lebih banyak.

Artinya, pemilihan CPU menjadi bagian yang cukup penting dalam rakitan dengan budget terbatas ini.

RAM DDR3 12 GB

Penghematan berikutnya berasal dari penggunaan RAM DDR3.

Dalam video, satu keping RAM DDR3 8 GB disebut bisa didapat dengan harga di bawah Rp200 ribu.

Pembuat rakitan kemudian menemukan satu keping RAM tambahan berkapasitas 4 GB yang sudah dimiliki sebelumnya. Keduanya dipasang sehingga total kapasitas RAM menjadi 12 GB.

Konfigurasinya memang tidak genap seperti 8 GB atau 16 GB, tetapi kapasitas tersebut dipilih untuk menambah ruang kerja dibanding hanya menggunakan 8 GB.

Bahkan, dalam perhitungan harga akhir, disebut kapasitas 16 GB masih memungkinkan jika setiap keping RAM DDR3 8 GB dihitung sekitar Rp200 ribu.

RX 580 8 GB jadi andalan gaming dan streaming, tetapi prosesor lama membatasi performa game AAA (BTV/AI)
RX 580 8 GB jadi andalan gaming dan streaming, tetapi prosesor lama membatasi performa game AAA (BTV/AI)

RX 580 8 GB Jadi Andalan Gaming dan Streaming

Bagian yang paling menarik ada pada kartu grafis.

Rakitan ini menggunakan RX 580 dengan VRAM 8 GB. GPU lawas tersebut sengaja dipilih karena kebutuhan utama bukan hanya gaming, tetapi juga live streaming.

Dalam pengujian yang ditampilkan, RX 580 masih digunakan untuk memainkan sejumlah game modern.

Namun, kombinasi GPU lawas dengan prosesor generasi lama membuat kemampuan rakitan tetap memiliki batas.

Pada pengujian Resident Evil Requiem, CPU disebut mencapai penggunaan 100 persen. Kondisi tersebut menunjukkan adanya bottleneck ketika rakitan dipaksa menjalankan game AAA terbaru.

Solusi yang diberikan dalam video adalah menaikkan kelas prosesor, misalnya menggunakan i5-9400F atau i7-9700.

Dengan kata lain, budget Rp4 jutaan memang membawa konsekuensi. Rakitan tersebut masih bisa digunakan bermain game, tetapi tidak bisa diperlakukan seperti PC gaming kelas menengah atau baru.

PSU 550 Watt untuk Menyuplai RX 580

Untuk power supply, rakitan ini menggunakan Segotep AN550W 550 watt.

Dalam video, PSU tersebut disebut sudah memiliki sertifikasi 80 Plus dan mampu beroperasi pada tegangan 110–240 volt.

Pembuat rakitan juga menjelaskan bahwa bagian internal PSU tersebut sebelumnya telah diperiksa oleh pihak yang disebut ahli dalam video.

Untuk kebutuhan RX 580, video menyebut kartu grafis tersebut membutuhkan daya yang cukup besar dan menggunakan konektor 8-pin serta 6-pin.

PSU 550 watt kemudian digunakan dalam rakitan tersebut dan diuji langsung saat bermain game.

Baca Juga: Teknologi TV Polytron EQLED 4K Mampu Hasilkan Gambar Jelas di Terik Cahaya Matahari

SSD SATA Dipakai sebagai Storage

Untuk penyimpanan, rakitan ini menggunakan SSD SATA.

Sebenarnya motherboard disebut memiliki dukungan untuk NVMe, tetapi karena tidak tersedia NVMe yang sedang menganggur, SSD SATA dipilih sebagai storage.

Setelah seluruh komponen terpasang, PC kemudian langsung diuji untuk melihat sejauh mana performanya.

Diberikan kepada Content Creator

PC tersebut tidak hanya dibuat sebagai proyek rakit PC murah.

Setelah selesai, unit tersebut diberikan kepada Mas Radit, seorang content creator yang dikenal oleh pembuat video.

Mas Radit sebelumnya disebut mampu membuat konten dengan peralatan yang terbatas dan pernah melakukan live streaming dengan tema kereta-keretaan.

PC baru tersebut rencananya digunakan untuk mengedit video menggunakan CapCut dan kembali melakukan live streaming gaming.

Dalam video, Mas Radit juga menceritakan bahwa dirinya sempat vakum membuat konten dan streaming karena belum memiliki PC.

Dengan adanya PC tersebut, ia berharap bisa kembali aktif membuat konten.

Diuji untuk Game AAA Terbaru

Setelah pemberian PC, pengujian performa gaming dilakukan.

Pembuat video sengaja tidak hanya menguji game ringan seperti Counter-Strike atau Valorant. Rakitan tersebut justru diuji menggunakan game AAA yang lebih berat untuk mengetahui batas kemampuannya.

Pada Resident Evil Requiem, CPU mencapai penggunaan 100 persen sehingga bottleneck terlihat cukup jelas.

Namun, The Last of Us Part II Remastered masih disebut dapat dimainkan dengan nyaman berdasarkan pengalaman pengujian dalam video.

Sementara untuk game yang lebih lama seperti Assetto Corsa Competizione, performanya disebut lebih lancar dengan FPS yang lebih tinggi.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa usia game dan beban kerja CPU turut memengaruhi kemampuan rakitan.

Bisa Live Streaming Sambil Gaming

Selain gaming, kemampuan live streaming menjadi alasan utama penggunaan RX 580 8 GB.

Untuk game yang lebih ringan, live streaming sambil bermain disebut dapat dilakukan tanpa masalah.

Namun, ketika digunakan untuk game AAA terbaru yang berat, pengaturan tambahan diperlukan.

Salah satu caranya adalah membatasi FPS agar proses encoding tidak mengalami overload.

Dalam pengujian Resident Evil Requiem, FPS dibatasi hingga 30. Sementara untuk The Last of Us Part II, pembuat video menyebut masih dapat menggunakan batas 60 FPS.

Pengaturan tersebut tentu bergantung pada game yang dimainkan.

Jadi, rakitan ini memang mampu digunakan untuk live streaming sambil gaming, tetapi pengguna harus menyesuaikan pengaturan dengan kemampuan CPU dan GPU.

Total Rakitan Sekitar Rp4,5 Jutaan

Setelah seluruh komponen dihitung, total biaya rakitan mencapai sekitar Rp4,5 jutaan.

Beberapa komponen sebenarnya diperoleh dengan harga lebih murah atau bahkan sudah tersedia sebelumnya. Namun, pembuat video memasukkan harga yang dianggap lebih mendekati harga marketplace agar perhitungan tidak terlalu rendah.

CPU yang didapat sekitar Rp300 ribuan misalnya dihitung Rp400 ribuan. RAM tambahan yang ditemukan di inventory juga tetap dimasukkan ke dalam perhitungan.

Dengan pendekatan tersebut, total rakitan tetap berada di kisaran Rp4,5 juta.

Meski begitu, pembuat video mengingatkan bahwa motherboard H110 DDR3 yang digunakan sedang banyak dicari sehingga ketersediaannya bisa menjadi tantangan tersendiri.

Poin Penting

Insight Redaksi

Rakitan ini memperlihatkan bahwa budget terbatas masih bisa menghasilkan PC serbaguna, tetapi umur platform menjadi batas utama. Di 2026, kompromi CPU lawas dan DDR3 perlu diperhitungkan sejak awal, terutama untuk gaming AAA dan streaming.

Kalau ikam mengejar PC murah, jangan cuma lihat harga GPU; sisakan ruang untuk CPU, PSU, dan kebutuhan upgrade supaya rakitan kada cepat mentok.

Jadi, menurut pengalaman dalam video tersebut, PC Rp4,5 jutaan masih punya ruang untuk gaming dan live streaming, asal ekspektasi serta pengaturannya disesuaikan dengan kemampuan hardware.

Yang menarik, PC tersebut akhirnya tidak hanya menjadi bahan pengujian. Unitnya diberikan kepada Mas Radit agar bisa kembali membuat konten dan melakukan live streaming.

Nah, dari sini kelihatan bahwa rakit PC budget bukan sekadar mengejar angka spesifikasi. Yang penting adalah menyesuaikan komponen dengan kebutuhan dan tahu batas kemampuan rakitannya.

FAQ

1, Apakah PC Rp4,5 jutaan masih bisa digunakan gaming pada 2026?

Berdasarkan pengujian dalam video, PC tersebut masih dapat digunakan untuk gaming, termasuk beberapa game AAA. Namun, game terbaru yang berat menunjukkan bottleneck pada CPU.

2. Apa GPU yang digunakan?

Rakitan menggunakan RX 580 dengan VRAM 8 GB.

3. Berapa kapasitas RAM-nya?

Total RAM yang digunakan adalah 12 GB DDR3, terdiri dari keping 8 GB dan 4 GB.

4. Apakah PC ini bisa digunakan live streaming?

Bisa. Dalam pengujian, game ringan dapat digunakan untuk live streaming tanpa masalah. Game AAA yang lebih berat membutuhkan pembatasan FPS dan penyesuaian pengaturan.

5. Berapa total harga rakitannya?

Total biaya yang ditampilkan dalam video adalah sekitar Rp4,5 jutaan.

6. Apa prosesor yang digunakan?

Prosesor yang digunakan adalah Intel Core i3-9100F.

7. Kenapa menggunakan platform DDR3?

Platform DDR3 digunakan untuk menekan biaya rakitan. Motherboard yang dipakai disebut mendukung prosesor Intel generasi 6 hingga generasi 9.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
PC Gaming Rakit PC RX 580 PC Murah