Xiaomi 18 Pro Series Bawa Baterai 8.500 mAh dan Layar Belakang 120Hz

Riafandi • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 05:18 WIB
Xiaomi 18 Pro lebih nyaman digenggam, sementara Pro Max hadir dengan layar 6,9 inci (BTV/AI)
Xiaomi 18 Pro lebih nyaman digenggam, sementara Pro Max hadir dengan layar 6,9 inci (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Xiaomi 18 Pro Series membawa chipset Snapdragon generasi terbaru, layar belakang 120Hz, kamera Leica, dan baterai hingga 8.500 mAh.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Xiaomi 18 Pro Series mulai memperlihatkan sejumlah peningkatan yang bakal menjadi perhatian di kelas flagship. Dalam sesi hands-on singkat sekitar 15–20 menit, seri ini memperkenalkan Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max dengan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.

Karena waktu penggunaan masih terbatas dan perangkat disebut belum resmi meluncur, pengalaman kali ini lebih tepat disebut first impression daripada ulasan lengkap.

Meski begitu, ada beberapa bagian yang langsung terasa menarik, mulai dari ukuran bodi, layar sekunder 120Hz di bagian belakang, kamera Leica, fitur AI agentik, sampai baterai yang mencapai 8.500 mAh pada varian Pro Max.

Xiaomi 18 Pro Terasa Lebih Nyaman Digenggam

Dari dua model yang dicoba, varian Pro justru terasa lebih nyaman untuk penggunaan satu tangan.

Xiaomi 18 Pro menggunakan layar sekitar 6,4 inci, sedangkan Pro Max membawa layar sekitar 6,9 inci.

Perbedaan beberapa inci tersebut ternyata cukup terasa ketika perangkat berada di tangan. Varian Pro memiliki lebar sekitar 72 mm dan bobot sekitar 203 gram, tergantung material bagian belakang.

Sementara itu, Xiaomi 18 Pro Max memiliki lebar sekitar 77 mm, tinggi lebih dari 163 mm, dan bobot sekitar 230–240 gram.

Buat pengguna yang sering memakai smartphone dengan satu tangan, ukuran Pro terasa lebih praktis. Reviewer juga menyoroti bagian belakang yang relatif rata sehingga perangkat tidak terlalu mudah bergoyang ketika diletakkan di atas meja.

Baca Juga: OPPO Find X9 Ultra: 10x Optical Zoom untuk Dokumentasi Jarak Jauh di Kaltim

Desain Masih Mempertahankan Karakter Generasi Sebelumnya

Secara desain, Xiaomi masih mempertahankan modul kamera horizontal berukuran besar yang menyatu dengan area belakang perangkat.

Namun, bagian kaca pada area kamera dan layar belakang kini terasa lebih rata dan menyatu. Modul kamera tetap menonjol, tetapi permukaan belakang yang lebih rata membuat perangkat terasa lebih nyaman ketika diletakkan di meja.

Distribusi bobot pada bagian kamera juga disebut membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi.

Pilihan material belakang juga berbeda berdasarkan warna. Varian hitam, putih, dan pink disebut menggunakan material fiber glass untuk menjaga bobot tetap ringan.

Sementara varian biru dan edisi transparan menggunakan kaca, sehingga perangkat sedikit lebih tebal dan sekitar 5 gram lebih berat berdasarkan informasi yang disebut dalam hands-on.

Layar Belakang 120Hz Bukan Sekadar Hiasan

Salah satu bagian paling menarik dari Xiaomi 18 Pro Series adalah layar sekunder di bagian belakang.

Pada Xiaomi 18 Pro, layar belakang berukuran sekitar 2,7 inci, sedangkan Pro Max sekitar 2,9 inci.

Menariknya, layar tersebut sudah mendukung refresh rate 120Hz.

Fungsinya juga bukan sekadar mengganti wallpaper.

Pengguna dapat mengakses kamera melalui layar belakang, melihat sejumlah informasi, serta menggunakan fitur yang berkaitan dengan AI. Layar tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pengambilan foto atau video selfie menggunakan kamera belakang.

Hal ini menjadi salah satu fungsi yang terasa lebih praktis dibanding sekadar menjadikan layar belakang sebagai elemen desain.

Xiaomi 18 Pro Max bawa AI agentik di layar belakang dan dua sensor kamera 200 MP Leica (BTV/AI)
Xiaomi 18 Pro Max bawa AI agentik di layar belakang dan dua sensor kamera 200 MP Leica (BTV/AI)

AI Agentik Mulai Dibawa ke Layar Belakang

Layar sekunder juga dikaitkan dengan pendekatan AI baru yang dibawa Xiaomi bersama chipset Snapdragon generasi terbaru.

Dalam hands-on, terdapat fitur seperti calendar itinerary dan travel assistant yang dapat ditampilkan melalui layar belakang.

Konsep tersebut disebut berkaitan dengan tema AI agentik, yakni AI yang tidak hanya menunggu perintah tetapi dapat mengambil sejumlah inisiatif berdasarkan konteks penggunaan.

Namun, karena perangkat yang dicoba masih berada dalam tahap awal dan waktu penggunaan sangat terbatas, kemampuan fitur AI tersebut belum diuji secara mendalam.

Kamera Leica Gunakan Dua Sensor 200 MP

Sektor kamera menjadi salah satu bagian yang cukup menarik.

Dalam presentasi, Xiaomi membandingkan sistem kamera perangkat dengan Samsung Galaxy S26 Ultra dan iPhone 18 Pro Max. Xiaomi juga mengklaim sensornya berukuran lebih besar.

Namun, hasil akhir kamera belum dapat dinilai secara menyeluruh karena perangkat yang digunakan masih belum resmi meluncur dan masih berpotensi mendapatkan optimalisasi perangkat lunak maupun pembaruan.

Pada sesi hands-on, perpindahan kamera dari ultrawide 0,7x, kemudian ke 3,2x, 6,4x hingga 8,6x pada varian Pro Max terasa mulai smooth.

Reviewer menyukai kelancaran perpindahan tersebut, meski merasa transisinya masih dapat dibuat sedikit lebih lambat agar terasa lebih natural.

Baca Juga: Xiaomi 18 Pro Max Hadir dengan Layar Belakang, Kamera 200 MP dan Charging 100W

Xiaomi Privacy Display Jadi Fitur Baru

Xiaomi 18 Pro Series juga membawa fitur bernama Xiaomi Privacy Display.

Fitur ini memungkinkan pengguna menentukan informasi atau aplikasi tertentu yang ingin ditampilkan melalui sistem privacy display.

Dalam contoh yang disebutkan, pengguna dapat mengatur apakah yang ditampilkan hanya notifikasi atau informasi tertentu dari aplikasi.

Namun, pengalaman penggunaan fitur tersebut disebut belum sepenuhnya konsisten pada semua unit hands-on. Karena perangkat belum resmi meluncur, kondisi tersebut masih mungkin berubah melalui optimalisasi software.

Snapdragon 8 Elite Gen 6 untuk Xiaomi 18 Pro

Untuk dapur pacu, Xiaomi 18 Pro menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6.

Sementara varian Pro Max mendapatkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.

Penggunaan chipset Extreme pada Pro Max menjadi salah satu hal yang dikritisi reviewer karena terdapat pertanyaan mengenai pembeda performa dan kemampuan perekaman video.

Dalam hands-on, kemampuan video yang dicoba belum mencapai angka yang disebut dapat ditawarkan chipset tersebut. Perekaman 4K disebut mentok di 120 FPS, sedangkan Full HD yang dicoba memiliki batas frame rate tertentu.

Reviewer kemudian mempertanyakan apakah penggunaan chipset Extreme memberikan manfaat yang cukup jika perbedaan kemampuan antarvarian tidak terlalu terlihat dalam penggunaan nyata.

Baterai Pro 7.000 mAh, Pro Max 8.500 mAh

Kapasitas baterai menjadi salah satu peningkatan besar Xiaomi 18 Pro Series.

Xiaomi 18 Pro membawa baterai 7.000 mAh, lengkap dengan pengisian kabel 100W dan wireless charging 50W.

Sementara Xiaomi 18 Pro Max membawa baterai lebih besar, yakni 8.500 mAh.

Kapasitas tersebut memang belum mencapai 10.000 mAh seperti perangkat yang juga disebut dalam video, tetapi tetap tergolong sangat besar untuk sebuah flagship.

Reviewer mengaitkan kapasitas baterai dengan penggunaan chipset yang sangat kencang. Snapdragon generasi terbaru tersebut disebut memiliki prime core hingga sekitar 5 GHz dan performance core sekitar 4 GHz.

Namun, daya tahan sebenarnya belum bisa disimpulkan dari sesi hands-on singkat.

First Impression: Varian Pro Terasa Lebih Praktis

Setelah mencoba keduanya dalam waktu terbatas, reviewer lebih menyukai Xiaomi 18 Pro dari sisi kenyamanan penggunaan.

Ukuran 6,4 inci dan bobot sekitar 203 gram membuatnya terasa lebih mudah digunakan dengan satu tangan dibandingkan Pro Max yang berukuran hampir 6,9 inci dengan bobot sekitar 230–240 gram.

Sementara itu, Pro Max menawarkan layar lebih besar, layar belakang 2,9 inci, chipset Extreme, dan baterai 8.500 mAh.

Menariknya, justru layar belakang menjadi salah satu alasan utama reviewer tertarik dengan seri ini. Bukan hanya karena tampilannya, tetapi karena layar tersebut dapat membantu penggunaan kamera belakang untuk membuat konten selfie atau vlog.

Belum Ada Kepastian Harga dan Masuk Indonesia

Pada sesi first impression tersebut, belum ada kepastian mengenai harga Xiaomi 18 Pro Series di Indonesia.

Reviewer juga menyebut belum mengetahui apakah seri ini akan masuk ke pasar Indonesia.

Prediksi bahwa perangkat dapat masuk Indonesia jika sudah meluncur secara global disampaikan sebagai kemungkinan berdasarkan pola sebelumnya, bukan kepastian resmi.

Karena perangkat juga masih berada pada tahap sebelum peluncuran, performa kamera, baterai, software, dan sejumlah fitur lainnya masih dapat berubah setelah mendapatkan optimalisasi final.

Poin Penting

Insight Redaksi

Xiaomi 18 Pro Series membawa kombinasi menarik antara flagship berukuran compact, layar belakang 120Hz, kamera Leica, dan baterai jumbo. Yang paling menonjol justru fungsi layar belakangnya, terutama buat bubuhan yang sering bikin konten atau selfie pakai kamera utama.

Kalau ikam tertarik, tunggu pengujian final kamera, baterai, dan software sebelum menentukan pilihan.

Bagikan artikel ini ke kawalan yang lagi menunggu flagship Xiaomi generasi terbaru.

FAQ

1. Berapa ukuran layar Xiaomi 18 Pro?

Xiaomi 18 Pro disebut memiliki layar sekitar 6,4 inci.

2. Berapa ukuran layar Xiaomi 18 Pro Max?

Xiaomi 18 Pro Max menggunakan layar sekitar 6,9 inci.

3. Berapa kapasitas baterai Xiaomi 18 Pro?

Xiaomi 18 Pro membawa baterai 7.000 mAh dengan pengisian kabel 100W dan wireless charging 50W.

4. Berapa kapasitas baterai Xiaomi 18 Pro Max?

Xiaomi 18 Pro Max membawa baterai berkapasitas 8.500 mAh.

5. Apa chipset Xiaomi 18 Pro?

Xiaomi 18 Pro menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6.

6. Apa chipset Xiaomi 18 Pro Max?

Xiaomi 18 Pro Max menggunakan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Xiaomi Xiaomi 18 Pro Max Xiaomi 18 Pro Snapdragon 8 Elite Gen 6