Gawai Privasi yang Dipakai Pakar Proton untuk Mengurangi Jejak Digital

Nasya Syafira • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 13:34 WIB
Pakar privasi menggunakan beragam perangkat digital untuk mengelola data, jaringan, dan aktivitas secara lebih mandiri.
Pakar privasi menggunakan beragam perangkat digital untuk mengelola data, jaringan, dan aktivitas secara lebih mandiri.

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Sejumlah perangkat dan software digunakan pakar Proton untuk mengurangi pelacakan serta memberi pengguna kendali lebih besar atas data pribadi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pakar privasi Proton memperlihatkan sejumlah perangkat yang digunakan untuk mengurangi ketergantungan pada layanan digital, mulai dari Tails hingga Linux dan penyimpanan offline.

Menariknya, perangkat yang digunakan tidak selalu berupa teknologi mahal. Sebagian justru memanfaatkan komputer kecil, sistem operasi terbuka, perangkat lama yang dimodifikasi, hingga penyimpanan informasi tanpa internet.

Kenapa pakar privasi memilih perangkat yang berbeda dari pengguna biasa?

Bagi pengguna sehari-hari, pengaturan bawaan perangkat sering menjadi pilihan paling praktis. Namun, pengaturan tersebut tidak selalu memberi kendali penuh atas bagaimana perangkat bekerja atau data diproses.

Dalam video Proton, seorang pakar privasi memperlihatkan sejumlah perangkat yang ia gunakan dengan satu gagasan utama: pengguna dapat menentukan sendiri bagaimana teknologi digunakan, bukan sekadar menerima pengaturan bawaan.

Pendekatan tersebut terlihat dari pilihan perangkat yang cukup beragam, mulai dari sistem operasi yang dapat berjalan melalui USB hingga komputer mini yang bekerja sebagai penyaring jaringan.

Baca Juga: iPhone Duo Resmi Jadi iPhone Lipat Pertama Apple, Bawa Layar Besar dan A20 Pro

Tails USB, Sistem Operasi yang Dirancang untuk Tidak Menyimpan Jejak

Salah satu perangkat yang diperlihatkan adalah USB yang menjalankan Tails, sistem operasi yang dirancang untuk penggunaan privat dan dapat digunakan tanpa memasang sistem operasi tersebut ke komputer utama.

Dalam video, sistem ini dibawa dalam bentuk gelang USB sehingga mudah disimpan dan digunakan ketika dibutuhkan. Setelah komputer melakukan booting melalui perangkat tersebut, pengguna dapat bekerja menggunakan lingkungan Tails.

Salah satu karakteristik Tails adalah sifatnya yang amnesic. Artinya, sistem dirancang untuk tidak menyimpan aktivitas pengguna secara permanen setelah sesi berakhir.

Tails juga menyediakan akses ke jaringan Tor melalui lingkungan sistemnya. Bagi pengguna, konsep tersebut menunjukkan bahwa perangkat USB tidak hanya berfungsi sebagai media penyimpanan, tetapi juga dapat membawa lingkungan kerja yang berbeda.

Flipper Zero Menjadi Alat Eksperimen Teknologi Nirkabel

Perangkat berikutnya adalah Flipper Zero, perangkat multifungsi yang digunakan untuk mempelajari berbagai teknologi komunikasi nirkabel dan sistem kontrol elektronik.

Dalam video, perangkat tersebut diperlihatkan sebagai alat untuk mengeksplorasi sinyal dari perangkat di sekitar, termasuk sistem kendali tertentu.

Penggunaan perangkat semacam ini lebih tepat dipahami sebagai alat pembelajaran dan eksperimen terhadap teknologi nirkabel. Kemampuan perangkat tetap bergantung pada jenis sistem, protokol, dan pengaturan keamanan yang digunakan.

Karena itu, kemampuan membaca atau meniru sinyal tidak otomatis berarti semua perangkat elektronik dapat dikendalikan begitu saja.

Travel Router Membuat Banyak Perangkat Terhubung Melalui Satu Jalur

Ketika bepergian, pakar Proton tersebut menggunakan travel router untuk mengelola koneksi internet dari beberapa perangkat.

Konsepnya sederhana. Router portabel menjadi perantara antara perangkat pribadi dan jaringan internet yang tersedia, misalnya jaringan Wi-Fi penginapan.

Dalam video, perangkat yang digunakan adalah router perjalanan dari GL.iNet. Router tersebut dapat digunakan bersama layanan VPN sehingga koneksi dari perangkat pribadi dikelola melalui satu titik jaringan.

Bagi pengguna yang membawa laptop, tablet, atau perangkat lain saat bepergian, pendekatan seperti ini membuat pengelolaan koneksi menjadi lebih terpusat.

Baca Juga: Samsung Galaxy A27 5G Naik Kelas, tapi Ada 5 Kompromi yang Perlu Diketahui

Smartwatch Rakitan Sendiri Justru Menyimpan Lebih Sedikit Data

Pilihan berikutnya cukup berbeda dari smartwatch komersial. Pakar tersebut menggunakan jam tangan berbasis mikrokontroler Arduino yang diprogram untuk kebutuhan sederhana.

Perangkat itu menggunakan layar E-Ink dan menyimpan data secara lokal. Fungsinya antara lain menghitung langkah, menampilkan waktu dan tanggal, serta memberikan pengingat tertentu.

Konsepnya bukan mengejar sebanyak mungkin fitur, melainkan hanya menjalankan fungsi yang benar-benar diperlukan.

Pilihan tersebut memperlihatkan salah satu prinsip penting dalam privasi digital: semakin sedikit data yang perlu dikumpulkan untuk menjalankan sebuah fungsi, semakin sederhana pula pengelolaan datanya.

Kiwix Membawa Wikipedia Tanpa Harus Terhubung Internet

Tidak semua teknologi privasi dalam daftar tersebut berhubungan langsung dengan pemblokiran pelacak.

Kiwix justru menawarkan pendekatan berbeda dengan memungkinkan pengguna menyimpan berbagai sumber informasi untuk dibaca secara offline. Platform ini dikembangkan sebagai perangkat lunak sumber terbuka untuk menghadirkan pengetahuan tanpa ketergantungan pada koneksi internet.

Wikipedia menjadi salah satu konten yang paling dikenal dalam ekosistem Kiwix. Pengguna dapat mengunduh arsip konten terlebih dahulu, kemudian membacanya tanpa koneksi internet.

Bagi pengguna, manfaatnya bukan hanya soal privasi. Informasi offline juga berguna ketika koneksi internet terbatas, mahal, atau tidak tersedia.

iPod Classic Lama Diubah Menjadi Pemutar Musik Offline

Pilihan lain datang dari perangkat yang mungkin sudah tidak asing: iPod Classic.

Alih-alih mengandalkan layanan streaming, perangkat lama tersebut dimodifikasi agar dapat digunakan sebagai pemutar musik dengan penyimpanan lokal.

Dalam video, modifikasi yang diperlihatkan mencakup penggunaan port USB-C, kartu MicroSD sebagai media penyimpanan, serta sistem operasi Rockbox.

Pendekatan ini mengembalikan fungsi perangkat ke hal yang sangat sederhana: menyimpan musik dan memutarnya tanpa harus terus terhubung ke layanan streaming.

Ada konsekuensinya. Pengguna harus memiliki koleksi musik sendiri dan mengelola penyimpanannya secara lokal.

Raspberry Pi dan Pi-hole Menjadi Penjaga di Tingkat Jaringan

Untuk perlindungan jaringan, pakar tersebut menggunakan Raspberry Pi 3B yang menjalankan Pi-hole dan Unbound.

Pi-hole bekerja sebagai pemblokir iklan tingkat jaringan. Sistem ini dapat digunakan sebagai DNS sehingga permintaan menuju domain tertentu dapat disaring sebelum mencapai perangkat dalam jaringan.

Keuntungannya adalah perlindungan tidak hanya bergantung pada satu browser. Pi-hole dapat bekerja pada tingkat jaringan sehingga perangkat lain yang menggunakan jaringan yang sama juga dapat memperoleh penyaringan sesuai konfigurasi.

Unbound kemudian digunakan untuk membantu proses penyelesaian DNS secara lokal.

Namun, sistem seperti ini membutuhkan konfigurasi dan pemahaman jaringan. Jadi, manfaatnya lebih terasa bagi pengguna yang memang ingin mengelola jaringan sendiri.

Laptop Framework dan Linux Memberi Kendali Lebih Besar

Perangkat terakhir yang dibahas adalah laptop Framework yang menjalankan Linux.

Laptop Framework dikenal dengan pendekatan modularnya sehingga sejumlah komponen dapat diganti atau ditingkatkan secara lebih fleksibel dibanding laptop konvensional.

Sementara itu, Linux menawarkan lingkungan sistem operasi yang bersifat terbuka dengan banyak pilihan distribusi dan konfigurasi.

Bagi pengguna yang mengutamakan kendali, kombinasi perangkat modular dan sistem operasi terbuka memberikan ruang lebih besar untuk menentukan software serta konfigurasi yang digunakan.

Tetapi kendali tersebut juga berarti pengguna perlu lebih aktif memahami sistem. Tidak semua pengaturan otomatis seperti pada perangkat konsumen yang dibuat sesederhana mungkin.

Baca Juga: POCO F9 Pro Tembus Belasan Juta: Spek Gila atau Mulai Kehilangan DNA POCO?

Apa yang Bisa Dipelajari dari Pilihan Gawai Ini?

Daftar perangkat tersebut menunjukkan bahwa privasi digital tidak selalu berarti mengganti seluruh perangkat yang dimiliki.

Ada beberapa pendekatan yang bisa terlihat dari pilihan pakar Proton: menyimpan informasi secara lokal, mengurangi ketergantungan pada layanan online, mengelola koneksi sendiri, menggunakan software terbuka, serta menyaring lalu lintas jaringan.

Proton sendiri menekankan bahwa perangkat tersebut bukan pengganti kebiasaan keamanan digital yang baik. Pilihan teknologi hanya menjadi salah satu bagian dari cara mengelola privasi.

Bagi pengguna biasa, pelajar, maupun pekerja digital, pelajaran yang paling mudah diterapkan justru bukan membeli seluruh perangkat tersebut.

Mulai dari memahami izin aplikasi, mengatur akun dengan lebih hati-hati, menggunakan pembaruan keamanan, dan mengetahui data apa yang dibagikan sudah menjadi langkah penting.

Teknologi yang lebih rumit baru diperlukan ketika kebutuhan privasinya memang lebih spesifik.

Poin Penting

Insight Redaksi

Ces, bagian paling menarik dari daftar ini justru bukan soal punya gadget canggih. Yang kelihatan adalah kebiasaan untuk lebih sadar terhadap apa yang terjadi di balik perangkat sehari-hari. Ada yang memilih menyimpan data lokal, ada yang membawa sistem operasi sendiri, dan ada pula yang memilih perangkat lama agar fungsi tetap sederhana. Jadi, privasi bukan selalu soal belanja teknologi baru, tetapi soal memahami pilihan yang sudah tersedia.

Kalau artikel ini terasa berguna, bagikan ke teman atau keluarga yang sedang mulai memperhatikan privasi digital. Bisa jadi, satu kebiasaan kecil justru lebih berguna daripada menumpuk banyak aplikasi keamanan.

Teknologi makin pintar, tetapi pengguna tetap punya ruang untuk menentukan bagaimana perangkat itu bekerja.

Balikpapantv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Tails?

Tails adalah sistem operasi yang dirancang untuk menjaga privasi dan memiliki karakteristik amnesic, sehingga aktivitas tidak disimpan secara permanen setelah sesi berakhir.

2. Apa fungsi Kiwix?

Kiwix memungkinkan pengguna mengakses berbagai konten pengetahuan secara offline setelah kontennya diunduh terlebih dahulu.

3. Apa fungsi Pi-hole?

Pi-hole merupakan pemblokir iklan tingkat jaringan yang bekerja melalui DNS dan dapat digunakan untuk menyaring permintaan dari berbagai perangkat dalam jaringan.

4. Mengapa menggunakan iPod Classic yang dimodifikasi?

Dalam konteks video, perangkat tersebut digunakan untuk menyimpan dan memutar musik secara lokal sehingga tidak bergantung pada layanan streaming.

5. Apakah semua orang membutuhkan perangkat seperti ini?

Tidak. Kebutuhan privasi setiap pengguna berbeda. Sebagian orang cukup memperbaiki pengaturan keamanan dan kebiasaan digital tanpa menggunakan perangkat khusus.

Sumber Informasi: Video Proton tentang perangkat yang digunakan pakar privasi Proton, dokumentasi resmi Pi-hole. Informasi resmi Kiwix mengenai akses pengetahuan secara offline.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
gadget teknologi Privasi digital keamanan siber