Samsung Galaxy Z Fold 8 Makin Terasa Seperti HP Biasa, Ini Perubahan Terbesarnya

Riafandi • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 13:30 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8 dinilai semakin nyaman digunakan sebagai smartphone harian berkat desain yang lebih pendek, lebar, dan tipis. Layar dalam 7,6 inci juga memberikan pengalaman menarik untuk multitasking, bekerja, membaca, hingga menikmati konten. Namun, perangkat ini masih punya sejumlah kekurangan, seperti kamera tanpa telefoto, pengisian 45W, serta potensi panas dan stuttering saat bermain game berat. (BTV/AI)
Samsung Galaxy Z Fold 8 dinilai semakin nyaman digunakan sebagai smartphone harian berkat desain yang lebih pendek, lebar, dan tipis. Layar dalam 7,6 inci juga memberikan pengalaman menarik untuk multitasking, bekerja, membaca, hingga menikmati konten. Namun, perangkat ini masih punya sejumlah kekurangan, seperti kamera tanpa telefoto, pengisian 45W, serta potensi panas dan stuttering saat bermain game berat. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar : Samsung Galaxy Z Fold 8 dinilai menawarkan perubahan besar pada pengalaman penggunaan sehari-hari. Setelah digunakan sekitar satu bulan, perangkat ini justru terasa semakin seperti smartphone biasa ketika dalam kondisi tertutup. Desain yang lebih pendek, lebar, dan tipis membuatnya lebih nyaman dibawa, sementara layar dalam 7,6 inci memberikan pengalaman berbeda untuk multitasking, bekerja, membaca, hingga menikmati konten.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Meski begitu, Galaxy Z Fold 8 bukan perangkat yang unggul di semua sektor. Kamera tidak memiliki lensa telefoto, pengisian daya 45W bukan yang tercepat di kelasnya, speaker dinilai biasa saja, dan perangkat dapat mengalami panas serta stuttering ketika digunakan bermain game berat.

Desain Galaxy Z Fold 8 Lebih Nyaman untuk Penggunaan Harian

Salah satu perubahan yang paling terasa dari Galaxy Z Fold 8 adalah dimensinya.

Perangkat ini dibuat lebih pendek, lebih lebar, dan lebih tipis dibandingkan generasi sebelumnya. Perubahan tersebut membuat Galaxy Z Fold 8 terasa lebih normal ketika dimasukkan ke dalam kantong.

Bahkan ketika digunakan dengan celana jeans dan dibawa saat duduk di motor maupun mobil, bentuk perangkat disebut tidak terlalu terasa mengganjal.

Perubahan tersebut memang terlihat sederhana, tetapi justru menjadi bagian yang paling sering dirasakan karena smartphone merupakan perangkat yang dibawa setiap hari.

Galaxy Z Fold 8 juga membuat pengguna lebih mudah melupakan bahwa perangkat tersebut sebenarnya merupakan smartphone foldable.

Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Baterai 5.000 mAh dan Charging 45 Watt

Cover Screen Kini Lebih Usable

Layar luar Galaxy Z Fold 8 juga menjadi salah satu peningkatan yang cukup terasa.

Dengan bentuk yang lebih lebar, cover screen dapat digunakan untuk membalas WhatsApp, mengecek Instagram, membaca notifikasi, maupun aktivitas sederhana lainnya tanpa harus membuka perangkat.

Bagi pengguna yang terbiasa mengetik dengan dua jempol, bentuk layar baru tersebut juga dinilai lebih nyaman dibandingkan cover screen generasi sebelumnya yang terasa lebih sempit.

Namun, penggunaan casing tertentu dapat mengurangi kenyamanan tersebut. Casing dengan perlindungan pada bagian depan membuat area tepi layar menjadi lebih sulit dijangkau ketika mengetik.

Karena alasan tersebut, casing resmi Samsung disebut lebih banyak memberikan perlindungan pada bagian belakang agar bentuk perangkat tetap relatif tipis.

Layar Dalam 7,6 Inci Mendukung Multitasking

Ketika membutuhkan layar lebih besar, Galaxy Z Fold 8 dapat dibuka dan memberikan layar berukuran 7,6 inci.

Layar tersebut terasa lebih berguna untuk bekerja, membaca artikel atau dokumen, melihat foto, mengedit script, browsing, hingga menikmati konten.

Kemampuan multitasking juga menjadi salah satu keunggulan utama. Pengguna dapat menjalankan dua hingga tiga aplikasi sekaligus sehingga layar besar tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk menonton video.

Namun, rasio layar yang lebih kotak masih memiliki konsekuensi. Aplikasi seperti TikTok dan Instagram dinilai belum sepenuhnya optimal karena tampilannya dapat terasa seperti versi tablet atau PC.

Konten vertikal juga dapat meninggalkan area kosong di sisi layar. Meski begitu, kondisi tersebut dinilai masih dapat dibiasakan dalam penggunaan sehari-hari.

Crease Masih Ada, tetapi Tidak Terlalu Mengganggu

Garis lipatan atau crease pada layar dalam Galaxy Z Fold 8 masih dapat dirasakan.

Namun, ketika layar menyala dan digunakan secara normal, garis tersebut dinilai jauh lebih minim sehingga tidak terlalu mengganggu pengalaman penggunaan.

Artinya, keberadaan crease masih menjadi bagian dari kompromi teknologi layar lipat, tetapi bukan lagi sesuatu yang dianggap sangat mengganggu dalam penggunaan sehari-hari.

Engsel Lebih Mudah Dibuka dan Terasa Kokoh

Mekanisme engsel Galaxy Z Fold 8 juga mendapatkan perhatian.

Engsel baru disebut lebih mudah dibuka sekaligus terasa lebih kokoh. Akan tetapi, terdapat satu konsekuensi pada kemampuan mempertahankan posisi perangkat.

Ketika perangkat dibuka setengah, posisinya tidak dapat bertahan seperti generasi sebelumnya. Perlahan perangkat dapat kembali menutup.

Meski demikian, penggunaan dalam posisi sekitar 90 derajat seperti mode laptop masih dapat dilakukan.

Performa Tinggi, tetapi Bukan Fokus Utama untuk Gaming Berat

Galaxy Z Fold 8 menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dan menawarkan performa kelas flagship.

Untuk aktivitas seperti multitasking, mengedit video, membuka banyak aplikasi, hingga bermain game, performanya dinilai sangat lancar untuk penggunaan sehari-hari.

Namun, perangkat ini tidak diposisikan sebagai smartphone gaming.

Bodi yang tipis membuat sistem pendinginnya bukan menjadi fokus utama. Saat digunakan untuk memainkan game berat dengan pengaturan grafis tinggi, perangkat dapat cepat panas dan mengalami stuttering, terutama ketika situasi dalam game menjadi lebih kompleks.

Hal tersebut menunjukkan bahwa performa chipset yang tinggi tidak otomatis membuat Galaxy Z Fold 8 menjadi perangkat gaming khusus.
Performa Tinggi, tetapi Bukan Fokus Utama untuk Gaming Berat Galaxy Z Fold 8 menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dan menawarkan performa kelas flagship.

Performa Tinggi, tetapi Bukan Fokus Utama untuk Gaming Berat

Galaxy Z Fold 8 menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dan menawarkan performa kelas flagship.

Untuk aktivitas seperti multitasking, mengedit video, membuka banyak aplikasi, hingga bermain game, performanya dinilai sangat lancar untuk penggunaan sehari-hari.

Namun, perangkat ini tidak diposisikan sebagai smartphone gaming.

Bodi yang tipis membuat sistem pendinginnya bukan menjadi fokus utama. Saat digunakan untuk memainkan game berat dengan pengaturan grafis tinggi, perangkat dapat cepat panas dan mengalami stuttering, terutama ketika situasi dalam game menjadi lebih kompleks.

Hal tersebut menunjukkan bahwa performa chipset yang tinggi tidak otomatis membuat Galaxy Z Fold 8 menjadi perangkat gaming khusus.

Baca Juga: Android Tertekan, iPhone Justru Menguat: Mengapa Samsung Jadi Penantang Utama Apple?

Baterai 4.800 mAh Dinilai Cukup untuk Seharian

Galaxy Z Fold 8 membawa baterai berkapasitas 4.800 mAh dengan dukungan pengisian daya 45W.

Kapasitas tersebut meningkat dibandingkan Galaxy Z Fold 7 yang disebut memiliki baterai 4.400 mAh.

Dalam penggunaan yang dikumpulkan dari beberapa pengujian, Galaxy Z Fold 8 disebut mampu mencapai sekitar 8 jam 15 menit screen-on time dengan sisa baterai 2 persen.

Sementara untuk penggunaan yang lebih berat, daya tahan sekitar 6 jam lebih masih bisa didapatkan.

Dengan hasil tersebut, Galaxy Z Fold 8 dinilai cukup aman untuk penggunaan selama sehari dan tidak mengharuskan pengguna terus mencari colokan pada sore hari.

Untuk pengisian daya, dari sekitar 2 persen hingga 50 persen membutuhkan waktu sekitar 24 menit. Sementara pengisian dari 50 persen hingga penuh membutuhkan sekitar 52 menit.

Total waktu pengisian dari 2 persen hingga 100 persen berada di kisaran 1 jam 16 menit.

Speaker Masih Menjadi Bagian yang Biasa Saja

Sektor audio menjadi salah satu bagian yang tidak terlalu menonjol.

Speaker stereo Galaxy Z Fold 8 dinilai tetap jelas, tetapi belum memberikan pengalaman yang istimewa untuk smartphone di kelas harganya.

Ketika perangkat dibuka, posisi speaker juga membuat distribusi suara terasa kurang natural karena sumber suara berada di salah satu sisi perangkat.

Bass yang dihasilkan juga tidak dianggap sebagai keunggulan utama.

Meski begitu, kondisi tersebut dinilai masih bisa dimaklumi mengingat bodi Galaxy Z Fold 8 yang tipis membatasi ruang untuk komponen speaker.

Kamera Bagus, tetapi Tidak Terbaik di Kelasnya

Galaxy Z Fold 8 memiliki kamera utama 50 MP yang menghasilkan foto dengan detail dan warna yang dinilai baik.

Karakter warna Samsung juga disebut konsisten sehingga kamera tersebut cukup untuk kebutuhan sehari-hari seperti foto keluarga, traveling, makanan, produk, maupun pembuatan konten.

Namun, terdapat satu kekurangan penting: perangkat ini tidak memiliki kamera telefoto.

Untuk pengguna yang terbiasa memakai flagship dengan kamera telefoto, kemampuan zoom Galaxy Z Fold 8 akan terasa berbeda.

Zoom 2x masih dianggap cukup bagus karena dibantu pemrosesan dan crop dari kamera utama. Namun, semakin jauh melakukan zoom, detail gambar mulai menurun karena mengandalkan digital zoom.

Karena itu, Galaxy Z Fold 8 tidak diposisikan sebagai pilihan bagi pengguna yang mengutamakan hardware kamera paling lengkap.

Fitur Video Jadi Salah Satu Daya Tarik

Untuk perekaman video, Galaxy Z Fold 8 menawarkan sejumlah fitur yang menarik.

Perangkat mendukung perekaman hingga 8K serta 4K 60 fps. Selain itu, terdapat fitur seperti Horizon Lock, Dual Recording, dan My Fan Cam.

My Fan Cam menjadi salah satu fitur yang menarik bagi pembuat konten. Pengguna dapat merekam footage dengan bidang pandang lebih lebar, kemudian memilih orang yang ingin diikuti ketika proses editing.

Fitur tersebut dapat berguna ketika merekam acara seperti konser karena pengguna tidak harus terus-menerus memastikan posisi seseorang berada tepat di dalam frame.

One UI 9 dan Samsung DeX Jadi Keunggulan Utama

Sektor software menjadi salah satu bagian yang paling mendapat apresiasi.

Galaxy Z Fold 8 hadir dengan One UI 9 berbasis Android 17. Pengalaman software tersebut dinilai semakin matang untuk perangkat layar lipat.

Fitur continuity memungkinkan aktivitas yang dimulai dari layar luar dilanjutkan ke layar dalam, atau sebaliknya.

Multitasking juga menjadi semakin berguna berkat layar besar yang dimiliki perangkat.

Selain itu, Samsung DeX masih tersedia. Ketika Galaxy Z Fold 8 disambungkan ke monitor, perangkat dapat digunakan sebagai perangkat kerja dengan kemampuan multitasking yang lebih serius.

Dalam konteks tersebut, software dan fleksibilitas layar dianggap lebih memberikan manfaat jangka panjang dibandingkan sekadar fitur yang hanya sesekali digunakan.

Galaxy Z Fold 8 Bukan Pilihan Terbaik Jika Mengejar Spesifikasi

Dengan harga yang disebut berada di kisaran Rp28 juta hingga Rp30 jutaan, Galaxy Z Fold 8 bukan perangkat yang menawarkan spesifikasi tertinggi di semua sektor.

Tidak adanya telefoto, pengisian daya 45W yang bukan tercepat, kapasitas baterai yang tidak sebesar beberapa flagship lain, serta speaker yang dinilai biasa menjadi beberapa komprominya.

Namun, Galaxy Z Fold 8 memang tidak menjual spesifikasi semata.

Nilai utama perangkat ini berada pada pengalaman penggunaan. Saat ditutup, perangkat dapat digunakan seperti smartphone biasa. Ketika pengguna membutuhkan layar yang lebih besar, perangkat dapat dibuka untuk bekerja, multitasking, membaca, mengedit, maupun menonton.

Pengalaman tersebut belum bisa diberikan oleh smartphone konvensional dengan satu layar.

Pengguna Galaxy Z Fold 7 Tidak Wajib Upgrade

Bagi pengguna Galaxy Z Fold 7, peningkatan pada Galaxy Z Fold 8 dinilai belum cukup besar untuk membuat upgrade menjadi sebuah keharusan.

Galaxy Z Fold 7 masih dianggap sangat baik dan tidak otomatis terasa tertinggal ketika dibandingkan dengan generasi baru.

Perubahan Galaxy Z Fold 8 justru akan lebih terasa bagi pengguna Galaxy Z Fold generasi lama, seperti Z Fold 5 atau Z Fold 6, maupun pengguna smartphone biasa yang baru ingin mencoba perangkat foldable.

Bagi pengguna Galaxy Z Fold 7 yang menginginkan peningkatan lebih signifikan, varian Ultra dinilai lebih masuk akal dibandingkan sekadar berpindah ke Galaxy Z Fold 8.

Kesimpulan

Samsung Galaxy Z Fold 8 bukan smartphone yang dipilih karena memiliki spesifikasi paling gila di kelasnya.

Daya tarik terbesarnya justru terletak pada bagaimana Samsung membuat smartphone foldable terasa semakin natural untuk digunakan sehari-hari.

Dimensi yang lebih pendek, cover screen yang lebih nyaman, layar dalam yang besar, multitasking, software yang matang, serta Samsung DeX membuat Galaxy Z Fold 8 terasa semakin praktis.

Di sisi lain, pengguna tetap harus menerima sejumlah kompromi, terutama pada kamera tanpa telefoto, speaker, kecepatan charging, serta kemampuan gaming berat.

Jika yang dicari adalah smartphone dengan price-to-spec terbaik, Galaxy Z Fold 8 mungkin bukan pilihan utama. Namun, jika yang dicari adalah pengalaman menggunakan smartphone biasa sekaligus memiliki layar besar dalam satu perangkat, Galaxy Z Fold 8 menjadi salah satu opsi foldable yang menarik.

FAQ

1. Apakah Samsung Galaxy Z Fold 8 nyaman digunakan sehari-hari?

Ya. Dimensinya yang lebih pendek, lebih lebar, dan lebih tipis membuat perangkat terasa lebih nyaman dibawa dibandingkan generasi sebelumnya.

2. Apakah Galaxy Z Fold 8 memiliki kamera telefoto?

Tidak. Galaxy Z Fold 8 tidak memiliki lensa telefoto sehingga kemampuan zoom jarak jauh menjadi salah satu komprominya.

3. Berapa kapasitas baterai Galaxy Z Fold 8?

Galaxy Z Fold 8 menggunakan baterai 4.800 mAh dan mendukung pengisian daya 45W.

4. Apakah Galaxy Z Fold 8 cocok untuk gaming?

Perangkat memiliki performa tinggi, tetapi bukan smartphone yang secara khusus dirancang untuk gaming. Penggunaan game berat dengan grafis tinggi dapat membuat perangkat cepat panas dan mengalami stuttering.

5. Apakah pengguna Galaxy Z Fold 7 perlu upgrade?

Tidak wajib. Peningkatan Galaxy Z Fold 8 dinilai belum terlalu besar untuk membuat pengguna Z Fold 7 harus melakukan upgrade.

Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Wasa Wirman dengan judul video mengenai "Sebulanan Pakai Galaxy Z Fold8! - Betah atau gak betah?" Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Samsung Galaxy Z Fold 8 review Galaxy Z Fold 8 Samsung foldable Galaxy Z Fold 8 baterai Galaxy Z Fold 8 kamer