Asus ROG GL552JX di 2026: Laptop Gaming Lawas yang Masih Bisa Dipakai

Revan Prasetya Irwansyah Putra • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 06:18 WIB
Asus ROG GL552JX tetap berfungsi setelah hampir sebelas tahun, membuktikan daya tahan laptop gaming lawas [BTV:AI]
Asus ROG GL552JX tetap berfungsi setelah hampir sebelas tahun, membuktikan daya tahan laptop gaming lawas [BTV:AI]

Durasi Baca: 8 menit

Mengulas kembali Asus ROG GL552JX sebagai laptop gaming legendaris

Ikhtisar: Artikel membahas daya tahan, spesifikasi, fitur, performa, keterbatasan, serta nilai nostalgia Asus ROG GL552JX setelah hampir satu dekade.

Balikpapan TV - Hai Ces! Asus ROG GL552JX kembali menarik perhatian setelah hampir 11 tahun sejak diperkenalkan sebagai laptop gaming entry level yang membawa pengalaman gaming ROG kepada pengguna dengan anggaran terbatas.

Laptop yang pernah menjadi bagian penting perjalanan kanal teknologi Net Reviews ini masih berfungsi untuk aktivitas harian, mulai dari Photoshop, menonton video hingga menjalankan sejumlah gim ringan. Mari lihat kenapa laptop lawas ini masih menarik, Ces!

Mengapa Asus ROG GL552JX masih menarik setelah hampir 11 tahun?

Asus ROG GL552JX merupakan laptop gaming yang hadir sekitar 2015–2016. Pada masanya, perangkat ini menempati segmen entry level dengan membawa prosesor Intel Core i7 generasi keenam dan GPU NVIDIA GTX 950M.

Daya tarik utamanya hari ini bukan lagi sekadar spesifikasi. Laptop tersebut justru menunjukkan bagaimana perangkat gaming dari satu dekade lalu masih dapat digunakan untuk kebutuhan komputasi dasar.

Pemilik laptop yang dipinjamkan untuk pengujian bahkan masih menggunakannya sehari-hari untuk mengedit foto menggunakan Photoshop, menonton YouTube, drama, anime, serta aktivitas lainnya.

Artinya, usia perangkat tidak otomatis membuatnya kehilangan fungsi. Kondisi dan kebutuhan pengguna menjadi faktor penting.

Asus ROG GL552JX tetap digunakan setelah satu dekade, membuktikan laptop gaming lawas masih mampu menunjang aktivitas harian [BTV]
Asus ROG GL552JX tetap digunakan setelah satu dekade, membuktikan laptop gaming lawas masih mampu menunjang aktivitas harian [BTV]

 Baca Juga: AOC Q27G4ZR Review, Monitor QHD 260Hz Murah dengan Hasil Pengujian Mengejutkan

Seberapa kuat spesifikasi Asus ROG GL552JX pada zamannya?

Pada konfigurasi yang dibahas dalam transkrip, GL552JX menggunakan Intel Core i7 generasi keenam, NVIDIA GTX 950M, dan RAM bawaan 8 GB DDR3.

GTX 950M merupakan GPU discrete kelas entry level pada masanya. Dalam perbandingan yang disebutkan di video, performanya bahkan berada di bawah GTX 750 Ti versi desktop.

Namun, keberadaan GPU discrete membuat GL552JX memiliki posisi berbeda dibanding banyak laptop murah masa kini yang mengandalkan kemampuan grafis terintegrasi.

Kapasitas RAM 8 GB juga membuat perangkat tersebut masih cukup masuk akal untuk pekerjaan ringan. Penyimpanan dalam unit yang diuji bahkan sudah menggunakan SSD, meskipun teknologi penyimpanannya masih berbasis SATA.

Bagaimana desain dan fitur GL552JX menunjukkan zamannya?

Salah satu hal paling terasa ketika menggunakan GL552JX adalah desainnya yang tebal. Bezel layar masih lebar pada keempat sisi, sementara bodinya membawa bentuk khas laptop gaming generasi pertengahan 2010-an.

Layarnya sudah memiliki resolusi Full HD, tetapi panel yang digunakan masih TN. Viewing angle-nya pun disebut kurang baik jika dibandingkan standar laptop modern.

Refresh rate juga masih berada di 60 Hz. Pada masa tersebut, panel ber-refresh rate tinggi belum umum ditemukan pada laptop gaming dengan harga terjangkau.

Fitur lain yang menarik adalah keyboard dengan backlit merah tiga tingkat. Sementara itu, konektivitasnya masih memperlihatkan masa transisi teknologi, dengan USB-A, HDMI, VGA, LAN, headphone jack terpisah, serta slot SD card.

USB-C belum menjadi bagian dari perangkat tersebut.

Mengapa baterai dan sistem pendinginnya menjadi kelemahan utama?

Salah satu persoalan terbesar unit yang diuji adalah baterainya yang sudah tidak berfungsi. Desain lama memungkinkan baterai dilepas langsung dari bagian belakang perangkat.

Ketika baterai sudah tidak tersedia, laptop masih dapat digunakan selama terhubung dengan adaptor. Adaptor yang digunakan berada di kisaran 120 watt, angka yang disebut masih umum untuk laptop gaming pada masa tersebut.

Sistem pendinginnya juga sederhana jika dibandingkan laptop gaming modern. GL552JX menggunakan satu kipas dengan ventilasi yang berada di satu sisi.

Udara panas diarahkan ke sisi kiri. Bagi pengguna yang memakai mouse di sisi kanan, posisi tersebut relatif tidak mengganggu aktivitas.

Keterbatasan lainnya terlihat dari proses perawatan. Quick access door memudahkan pengguna mengakses RAM, SSD 2,5 inci, dan slot M.2 SATA, tetapi bagian motherboard dan sistem pendingin membutuhkan pembongkaran lebih jauh.

Baterai GL552JX sudah tidak berfungsi, sementara sistem pendinginnya mengandalkan satu kipas untuk menjaga suhu perangkat [BTV:AI]
Baterai GL552JX sudah tidak berfungsi, sementara sistem pendinginnya mengandalkan satu kipas untuk menjaga suhu perangkat [BTV:AI]

 Apakah Asus ROG GL552JX masih layak digunakan sekarang?

Untuk pekerjaan seperti browsing, menonton YouTube, mengakses layanan streaming, mengedit foto ringan, atau menjalankan gim yang tidak terlalu berat, GL552JX masih dianggap cukup berfungsi berdasarkan pengujian dalam transkrip.

Video juga menyebut sejumlah gim seperti Roblox, Minecraft, Dota, dan Valorant sebagai contoh permainan yang mungkin masih dapat dijalankan pada perangkat tersebut.

Namun, kondisi setiap unit bekas tentu berbeda. Baterai, keyboard, penyimpanan, sistem pendingin, dan kondisi fisik perlu diperiksa sebelum membeli perangkat serupa.

Dari sisi mobilitas, laptop ini juga bukan perangkat ringan. Ukurannya lebih besar dan bobotnya terasa dibanding laptop modern berharga sekitar beberapa juta rupiah.

Karena itu, penggunaannya lebih cocok sebagai PC portabel untuk rumah, sekolah, atau kampus daripada perangkat yang sering dibawa bepergian.

Apa yang membuat GL552JX terasa seperti mesin waktu teknologi?

Nilai paling kuat dari laptop ini justru berada pada konteks zamannya. Sekitar 2015–2016, ekosistem teknologi Indonesia masih sangat berbeda.

Transkrip mengingatkan kembali masa ketika perangkat mobile Asus, termasuk lini Zenfone, masih sangat populer. Dunia smartphone juga memiliki variasi perangkat yang sangat beragam, termasuk ponsel impor dan perangkat bekas.

Dalam konteks laptop, masa tersebut merupakan periode ketika laptop gaming mulai terasa semakin terjangkau bagi pengguna umum.

GL552JX menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah laptop ROG dapat memperkenalkan pengalaman gaming kepada pengguna dengan anggaran yang pada masa itu masih berada di kisaran belasan juta rupiah.

Kini, perangkat tersebut lebih menarik sebagai dokumentasi perjalanan teknologi. Spesifikasinya memang sudah jauh tertinggal, tetapi daya tahannya memberikan cerita tersendiri.

Poin Penting

Insight Redaksi

GL552JX menunjukkan bahwa umur perangkat bukan satu-satunya ukuran kelayakan. Selama kebutuhan masih sederhana, laptop lawas dapat terus berguna. Ini juga jadi pengingat: jangan buru-buru mengejar spesifikasi, pahami kebutuhan ikam dulu, Ces. Perangkat lawas yang dirawat bisa jadi lebih masuk akal daripada perangkat murah dengan kemampuan terbatas.

Untuk pemakaian rumahan, unit second dengan kondisi bagus masih menarik dipertimbangkan, asal biaya baterai dan perawatannya dihitung sejak awal.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang pernah memakai laptop gaming zaman dulu. Bisa jadi langsung teringat masa-masa main gim setelah pulang sekolah.

Kalau teknologi terus berubah, cerita perangkat lama tetap punya tempat untuk dikenang. Ikuti terus perkembangan teknologi dan nostalgia digital hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan Asus ROG GL552JX mulai digunakan sebagai laptop gaming?

Transkrip menyebut laptop ini berada pada era sekitar 2015–2016 sebagai laptop gaming entry level.

2. Apa GPU yang digunakan Asus ROG GL552JX?

Unit dalam pembahasan menggunakan NVIDIA GTX 950M, GPU discrete kelas entry level pada masanya.

3. Apakah GL552JX masih bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari?

Berdasarkan transkrip, perangkat masih digunakan untuk Photoshop, browsing, YouTube, layanan streaming, dan hiburan lainnya.

4. Mengapa baterai GL552JX tidak bisa digunakan lagi?

Unit yang diuji memiliki baterai yang sudah tidak berfungsi sehingga penggunaan harus dilakukan dengan adaptor.

5. Apakah GL552JX masih cocok dibeli sekarang?

Transkrip menilai laptop bekas seperti ini masih dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan sederhana, tetapi kondisi baterai dan komponen harus diperiksa.

Sumber Informasi

Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Net Reviews, dengan judul "Ketika 12 JUTA Dapet Laptop ROG Baru!😮 - Asus ROG GL552JX". Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Asus ROG GL552JX laptop gaming lawas GTX 950M