Desain Baru Galaxy Z Fold8 Jadi Sorotan, Layak Dibeli atau Tunggu Varian Ultra?

Revan Prasetya Irwansyah Putra • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 16:10 WIB
Samsung Galaxy Z Fold8 hadir dengan desain baru, layar luas, dan pengalaman penggunaan lebih nyaman sehari-hari. [BTV:AI]
Samsung Galaxy Z Fold8 hadir dengan desain baru, layar luas, dan pengalaman penggunaan lebih nyaman sehari-hari. [BTV:AI]

Durasi Baca: 8 Menit

Topik: Mengulas perubahan desain Galaxy Z Fold8 serta dampaknya terhadap kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Ikhtisar: Artikel ini membahas desain baru Galaxy Z Fold8, pengalaman penggunaan, fitur unggulan, serta pertimbangan sebelum memilih ponsel lipat generasi terbaru Samsung.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Samsung menghadirkan Galaxy Z Fold8 dengan pendekatan berbeda dibanding generasi sebelumnya. Bukan sekadar peningkatan spesifikasi, perangkat ini membawa desain baru yang membuat pengalaman memakai ponsel lipat terasa berbeda, mulai dari ukuran, kenyamanan hingga cara berinteraksi dengan layarnya.

Penasaran apakah perubahan ini benar-benar berguna atau hanya strategi menarik perhatian? Santai pang, kita kupas satu per satu sampai tuntas, Ces!

Apakah Desain Baru Galaxy Z Fold8 Benar-Benar Membuat Perbedaan?

Hal pertama yang paling mencuri perhatian tentu bentuknya. Saat dilipat, Galaxy Z Fold8 tampil jauh lebih ringkas dibanding pendahulunya. Bentuknya bahkan disebut menyerupai paspor sehingga lebih mudah dimasukkan ke dalam saku celana.

Perubahan ukuran itu ternyata membawa efek yang langsung terasa ketika dipakai sehari-hari. Area layar depan menjadi lebih lebar sehingga aktivitas mengetik terasa lebih nyaman tanpa harus menyesuaikan posisi jari seperti pada generasi sebelumnya.

Meski begitu, ada kompromi yang harus diterima. Karena bodinya semakin lebar, menjangkau sisi layar menggunakan satu tangan tidak lagi semudah Galaxy Z Fold7. Sebaliknya, bagian atas layar justru terasa lebih mudah dijangkau karena bodinya lebih pendek.

Samsung juga mengklaim perangkat ini menjadi salah satu foldable paling ringan dengan bobot sekitar 201 gram. Bobot yang ringan tersebut menjadi nilai tambah ketika ponsel digunakan dalam waktu lama.

Galaxy Z Fold8 tampil ringkas ringan dengan desain baru mirip paspor untuk mobilitas harian maksimal [BTV:AI]
Galaxy Z Fold8 tampil ringkas ringan dengan desain baru mirip paspor untuk mobilitas harian maksimal [BTV:AI]

Mengapa Pengalaman Membuka Layarnya Terasa Lebih Nyaman?

Saat dibuka, Galaxy Z Fold8 berubah menjadi tablet mini berukuran 7,6 inci. Rasio layar baru membuat tampilan video terasa lebih luas dengan garis hitam yang lebih tipis dibanding generasi sebelumnya.

Perubahan kecil pada engsel ternyata juga memberi dampak besar. Celah saat perangkat dilipat membuat jari lebih mudah membuka perangkat tanpa harus berusaha keras seperti pengalaman pada Fold generasi sebelumnya.

Aktivitas seperti membaca media sosial, menonton video hingga multitasking terasa lebih alami. Pengguna bisa berpindah orientasi layar sesuai kebutuhan tanpa kehilangan kenyamanan ketika menggenggam perangkat.

Bahkan ketika dua aplikasi dijalankan bersamaan, tampilannya menyerupai dua halaman buku yang terbuka. Bagi pengguna yang sering bekerja melalui ponsel, perubahan ini memberikan pengalaman yang cukup menarik.

Galaxy Z Fold8 menghadirkan layar luas untuk multitasking nyaman berkat engsel inovatif setiap hari maksimal. [BTV:AI]
Galaxy Z Fold8 menghadirkan layar luas untuk multitasking nyaman berkat engsel inovatif setiap hari maksimal. [BTV:AI]

 Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold8 Resmi Berubah, Ini Alasan Desain Barunya Jadi Sorotan

Fitur AI Jadi Nilai Tambah, Bukan Sekadar Pajangan?

Samsung juga menyisipkan fitur kamera berbasis Galaxy AI bernama My FanCam. Fitur ini dirancang agar kamera mampu mengikuti pergerakan subjek secara otomatis saat merekam video.

Pengguna cukup merekam seperti biasa. Setelah proses perekaman selesai, Galaxy AI akan mendeteksi objek yang dipilih lalu melakukan proses reframing sehingga objek tetap berada di tengah frame.

Bagi yang sering merekam konser atau aktivitas olahraga, fitur horizontal lock juga membantu menjaga hasil video tetap stabil ketika kamera bergerak mengikuti objek.

Fitur seperti ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan kini mulai dipakai untuk menyederhanakan proses pengambilan video, bukan hanya menjadi tambahan fitur pemasaran.

Performa, Baterai, dan Kamera Masih Layak Diandalkan?

Galaxy Z Fold8 dibekali chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 serta baterai berkapasitas 4.800 mAh yang memanfaatkan teknologi silicon-carbon. Teknologi ini memungkinkan kapasitas baterai meningkat tanpa membuat ukuran fisik menjadi lebih besar.

Dalam pengujian penggunaan normal yang mencakup kamera, YouTube dan eksplorasi sistem, baterai diperkirakan mampu menghasilkan screen-on time sekitar enam hingga tujuh jam untuk penggunaan penuh.

Sektor kamera juga tetap menjadi salah satu kekuatannya. Kamera utama dan ultrawide menghasilkan foto dengan dynamic range yang baik meskipun berada pada kondisi pencahayaan yang menantang. Zoom digital juga dinilai cukup memadai meski belum dilengkapi lensa telefoto khusus.

Samsung turut menghadirkan sejumlah penyempurnaan pada One UI 9, termasuk tata letak quick panel, pengaturan media, hingga Samsung Health yang kini mampu memberikan analisis kondisi kesehatan secara lebih personal ketika dipasangkan dengan Galaxy Watch.

Apakah Galaxy Z Fold8 Layak Dipilih Dibanding Varian Lain?

Samsung kini membuat lini ponsel lipatnya memiliki karakter yang semakin jelas. Galaxy Z Fold8 hadir sebagai pilihan bagi pengguna yang menginginkan perangkat lipat berukuran ringkas tanpa kehilangan pengalaman menggunakan layar besar. Sementara itu, Galaxy Z Fold8 Ultra tetap ditujukan untuk pengguna yang mengejar produktivitas maksimal.

Galaxy Z Fold8 Ultra membawa peningkatan pada sektor kamera, baterai hingga pengisian daya. Perangkat ini menggunakan baterai 5.000 mAh, dukungan pengisian cepat 45 watt, kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 50 MP, serta chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.

Di sisi lain, Galaxy Z Flip8 tetap mempertahankan identitasnya sebagai ponsel lipat bergaya clamshell. Bodinya semakin tipis dan ringan, sementara performanya mengandalkan chipset Exynos 2600 yang juga digunakan pada seri Galaxy S26 dan S26 Plus.

Bagi pengguna yang baru ingin mencoba ponsel lipat, Galaxy Z Fold8 berada di posisi menarik. Ukurannya lebih mudah dibawa ke mana-mana, tetapi masih mampu berubah menjadi tablet mini untuk bekerja maupun menikmati hiburan.

Meski demikian, beberapa kompromi masih terasa. Penggunaan satu tangan belum sepraktis generasi sebelumnya karena bodinya lebih lebar. Selain itu, kamera belum selengkap varian Ultra dan ketiga model terbaru Samsung ini juga belum mendukung S Pen.

Harga juga menjadi pertimbangan penting. Dalam video disebutkan Galaxy Z Flip8 dibanderol mulai sekitar Rp20 juta, Galaxy Z Fold8 sekitar Rp28,5 juta, sedangkan Galaxy Z Fold8 Ultra mencapai sekitar Rp32,5 juta. Samsung turut menawarkan sejumlah promo seperti peningkatan kapasitas penyimpanan tanpa biaya tambahan pada periode tertentu.

Tips Sebelum Membeli HP Lipat

1. Tentukan kebutuhan utama, apakah untuk produktivitas, hiburan, atau mobilitas.

2. Coba rasakan langsung kenyamanan menggenggam perangkat sebelum membeli.

3. Perhatikan bobot dan ukuran ketika dilipat karena akan digunakan setiap hari.

4. Bandingkan fitur kamera dan kapasitas baterai dengan harga yang ditawarkan.

5. Manfaatkan promo resmi jika ingin mendapatkan kapasitas penyimpanan lebih besar.

Poin Penting:

  • Galaxy Z Fold8 hadir dengan desain baru yang lebih ringkas dan ringan.
  • Layar depan lebih lebar sehingga mengetik terasa lebih nyaman.
  • Layar utama 7,6 inci memberikan pengalaman multitasking yang semakin optimal.
  • Galaxy AI menghadirkan fitur My FanCam untuk mengikuti objek secara otomatis.
  • Baterai memakai teknologi silicon-carbon dengan kapasitas 4.800 mAh.
  • Galaxy Z Fold8 ditujukan bagi pengguna yang menginginkan ponsel lipat praktis tanpa kehilangan fungsi tablet mini.

Insight Redaksi: Perubahan terbesar Galaxy Z Fold8 justru datang dari hal yang sering luput diperhatikan, yaitu bentuk fisiknya. Samsung terlihat mulai memahami bahwa pengguna ponsel lipat bukan hanya mengejar teknologi, tetapi juga kenyamanan saat dipakai setiap hari. Itu pang yang membuat desain baru ini menarik. Kada semua orang membutuhkan spesifikasi paling tinggi, tetapi banyak yang menginginkan perangkat yang nyaman dibawa, mudah digunakan, dan tetap fleksibel. Jika tren ini berlanjut, bukan hal yang mengejutkan apabila desain ringkas menjadi arah baru ponsel lipat beberapa tahun ke depan. Jadi gini pang, inovasi kadang dimulai dari perubahan yang terlihat sederhana, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang masih menganggap HP lipat cuma soal gaya. Bisa jadi setelah membaca ulasan ini, sudut pandangnya ikut berubah.

Masih banyak perkembangan teknologi yang menarik untuk diikuti. Jangan sampai ketinggalan update terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa perubahan terbesar Galaxy Z Fold8 dibanding generasi sebelumnya?
Perubahan utamanya ada pada desain yang lebih ringkas, ringan, serta layar depan yang lebih lebar sehingga lebih nyaman digunakan.

2. Berapa ukuran layar Galaxy Z Fold8?
Layar depan berukuran 5,5 inci, sedangkan layar utama saat dibuka mencapai 7,6 inci.

3. Apa fungsi fitur My FanCam?
Fitur ini memanfaatkan Galaxy AI untuk mengikuti pergerakan objek secara otomatis saat proses perekaman video.

4. Berapa kapasitas baterai Galaxy Z Fold8?
Galaxy Z Fold8 menggunakan baterai 4.800 mAh dengan teknologi silicon-carbon.

5. Siapa yang cocok menggunakan Galaxy Z Fold8?
Pengguna yang menginginkan ponsel ringkas saat dilipat, tetapi tetap membutuhkan layar besar untuk bekerja, multitasking, maupun hiburan.

Sumber Informasi: Informasi ini sudah tayang sebelumnya di media YouTube @GadgetIn, dengan judul "Gw kira HP Lipat ini cuma gimmick..". Dipublikasikan kembali dalam bentuk artikel dengan angle dan gaya khas balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
 
Editor : Arya Kusuma
Galaxy Z Fold8 HP lipat silicon-carbon battery samsung galaxy ai