Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

ASUS Vivobook S14 OLED Tahan 22 Jam, Laptop Tipis yang Siap Temani Kerja Seharian

AdminBTV • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:11 WIB
Layar ASUS Lumina OLED 14 inci menyajikan warna akurat, kontras tinggi, dan ruang kerja lebih luas. (BTV/AI)
Layar ASUS Lumina OLED 14 inci menyajikan warna akurat, kontras tinggi, dan ruang kerja lebih luas. (BTV/AI)

Durasi Baca: 7 Menit

Topik: Laptop premium berdaya tahan baterai panjang untuk produktivitas dan kreativitas harian

Ikhtisar: ASUS Vivobook S14 OLED menawarkan kombinasi baterai tahan lama, performa efisien, layar OLED akurat, dan desain premium untuk menunjang mobilitas kerja modern.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! ASUS menghadirkan Vivobook S14 OLED sebagai laptop Windows berbasis arsitektur x86 yang mengutamakan efisiensi daya, performa, dan mobilitas. Perangkat ini menawarkan daya tahan baterai hingga lebih dari 22 jam sehingga menjadi pilihan menarik bagi pekerja, mahasiswa, maupun kreator konten yang sering beraktivitas di luar ruang kerja.

Baterai panjang memang menarik. Namun, apakah performanya mampu mengimbanginya? Itu yang membuat laptop ini layak diperhatikan, Ces!

Baca Juga: Acer Swift Go 14 AI Pro Edition Diuji, Laptop Tipis Ini Punya Tenaga Setara Laptop Gaming

Apa yang Membuat ASUS Vivobook S14 OLED Menarik Dibanding Laptop Tipis Lainnya?

Banyak laptop tipis menawarkan desain ringan, tetapi harus mengorbankan performa atau daya tahan baterai. ASUS mencoba menghadirkan keseimbangan keduanya melalui Vivobook S14 OLED.

Laptop ini dibangun menggunakan material aluminium dengan warna Cool Silver yang memberi kesan profesional sekaligus kokoh. Bobotnya sekitar 1,29 kilogram sehingga masih nyaman dibawa berpindah lokasi kerja maupun kuliah.

Dimensinya juga tergolong ringkas dengan ketebalan hanya sekitar 1,39 hingga 1,59 sentimeter. Saat adaptor 65 watt ikut dibawa, total bobot perlengkapan sekitar 1,51 kilogram sehingga tetap praktis untuk mobilitas harian.

ASUS juga melengkapinya dengan sertifikasi ketahanan militer MIL-STD 810H yang menunjukkan perangkat telah melewati berbagai pengujian standar terhadap kondisi penggunaan tertentu.

Dari sisi visual, identitas Vivobook terlihat melalui aksen logo mengilap pada bagian penutup atas yang dipadukan desain minimalis tanpa ornamen berlebihan.

Bagaimana Performa Intel Core Ultra 5 226V untuk Aktivitas Harian?

Meski bukan varian Intel Core Ultra paling tinggi, prosesor Intel Core Ultra 5 226V atau Lunar Lake menawarkan efisiensi daya yang menjadi salah satu nilai jual utamanya.

Konfigurasinya terdiri atas delapan inti pemrosesan dengan delapan thread serta kecepatan boost hingga 4,5 GHz. Kombinasi tersebut dipadukan GPU Intel Arc 130V Graphics yang mampu menangani pekerjaan grafis cukup berat.

Untuk kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan, prosesor ini juga dibekali Intel AI Boost dengan performa hingga 40 TOPS. Angka tersebut telah memenuhi persyaratan Copilot+ PC sehingga siap mendukung berbagai fitur AI terbaru di Windows.

Kapasitas memorinya menggunakan RAM LPDDR5X 16 GB berkecepatan 7467 MHz dengan konfigurasi dual-channel. Perlu diperhatikan bahwa RAM berada langsung pada prosesor sehingga tidak dapat ditingkatkan di masa mendatang.

Penyimpanan internal mengandalkan SSD NVMe PCIe Gen4 x4 berkapasitas 512 GB. Kecepatan baca mencapai 6.361 MB/s, sedangkan kecepatan tulis berada di angka 4.102 MB/s sehingga proses membuka aplikasi maupun memindahkan file terasa responsif.

"Cari laptop Windows yang pakai X86 yang baterainya masih bisa tahan seharian, beneran seharian, kalian harus nonton video ini karena laptop yang satu ini baterainya tahan sampai 22 jam. Enggak cuma baterainya awet, performanya juga kencang." — Reviewer Jagat Review

Baca Juga: 10 HP Rp2–3 Jutaan Terbaik Pertengahan 2026, Ada yang Layarnya Setara Kelas Flagship

Seberapa Baik Layar OLED untuk Kreator Konten?

Laptop premium dengan baterai tahan lama mendukung produktivitas, kreativitas, dan mobilitas sepanjang aktivitas harian. (BTV/AI)
Laptop premium dengan baterai tahan lama mendukung produktivitas, kreativitas, dan mobilitas sepanjang aktivitas harian. (BTV/AI)

Salah satu daya tarik terbesar laptop ini terletak pada panel ASUS Lumina OLED berukuran 14 inci.

Resolusinya mencapai 1920 x 1200 piksel dengan rasio 16:10 yang memberikan ruang kerja vertikal lebih luas dibanding layar 16:9 konvensional. Rasio tersebut membantu saat mengedit dokumen, foto, maupun video.

Panel OLED ini memiliki cakupan warna 100 persen DCI-P3 sehingga reproduksi warnanya sangat akurat. ASUS juga menyediakan pilihan profil warna seperti sRGB, DCI-P3, dan Display P3 melalui aplikasi MyASUS agar pengguna dapat menyesuaikan karakter warna sesuai kebutuhan.

Permukaan layarnya menggunakan lapisan glossy yang menjadi ciri khas panel OLED. Efeknya, warna terlihat hidup dengan kontras tinggi, meski pantulan cahaya akan lebih mudah terlihat dibanding panel matte.

Rasio layar terhadap bodi mencapai sekitar 87 persen berkat bezel yang tipis sehingga pengalaman visual terasa lebih luas.

Bagi editor foto maupun video, kombinasi akurasi warna dan panel OLED menjadi salah satu nilai tambah karena hasil tampilan lebih mendekati warna asli.

Bagaimana Pengalaman Meeting Online dan Multimedia?

ASUS melengkapi Vivobook S14 OLED dengan kamera AiSense beresolusi Full HD 1080p yang mendukung Windows Studio Effects.

Fitur seperti automatic framing, eye contact, hingga background effects dapat dimanfaatkan ketika melakukan konferensi video sehingga tampilan pengguna tetap optimal.

Pada sisi audio, mikrofon dibekali ASUS AI Noise Cancellation. Berdasarkan pengujian yang dilakukan Jagat Review di area luar ruangan dengan lalu lintas cukup ramai, suara bising latar berhasil ditekan sehingga vokal tetap terdengar jelas.

Speaker hasil kolaborasi bersama Harman Kardon yang mendukung Dolby Atmos juga memberikan kualitas suara yang lantang dengan separasi instrumen dan reproduksi bass yang memuaskan untuk kelas laptop tipis.

Tips memilih laptop produktivitas yang sesuai kebutuhan

  1. Prioritaskan kapasitas baterai jika sering bekerja di luar kantor atau kampus.
  2. Pilih layar dengan akurasi warna tinggi apabila aktivitas banyak berkaitan dengan desain dan penyuntingan konten.
  3. Perhatikan jenis RAM karena sebagian laptop modern menggunakan RAM yang tidak dapat di-upgrade.
  4. Cek kelengkapan port agar tidak bergantung pada dongle tambahan saat bekerja.

Baca Juga: Laptop RAM 8 GB Masih Layak pada 2026? Hasil Uji Ini Memberi Gambaran Nyata

Bagaimana Kualitas Keyboard, Port, dan Sistem Pendinginnya?

ASUS membekali Vivobook S14 OLED dengan keyboard ErgoSense yang dirancang untuk penggunaan jangka panjang. Jarak antartombol mencapai 19,05 mm dengan kedalaman tekan 1,7 mm sehingga memberikan sensasi mengetik yang nyaman saat menyusun dokumen maupun membalas email dalam waktu lama.

Permukaan tombol memiliki cekungan tipis sekitar 0,2 mm yang membantu posisi jari tetap stabil. Sayangnya, keyboard ini belum dilengkapi lampu latar sehingga penggunaan di ruangan minim cahaya menjadi salah satu kekurangan yang patut dipertimbangkan.

Touchpad berukuran 13 x 8,5 cm juga terasa lega. Posisinya sedikit bergeser mengikuti letak tombol spasi, menggunakan Precision Touchpad dengan klik yang halus dan senyap.

Untuk keamanan, ASUS menyematkan kamera inframerah yang mendukung Windows Hello sehingga proses masuk ke sistem cukup melalui pemindaian wajah tanpa perlu mengetik kata sandi.

Dari sisi konektivitas, laptop ini menyediakan dua port Thunderbolt 4 yang mendukung transfer data berkecepatan tinggi, Display Output, hingga Power Delivery. Port tersebut juga dapat digunakan bersama SSD eksternal maupun perangkat lain yang kompatibel.

Selain itu tersedia satu HDMI 2.1, dua USB 3.2 Gen 1 Type-A, serta jack audio 3,5 mm sehingga kebutuhan koneksi ke monitor eksternal maupun perangkat pendukung dapat dipenuhi tanpa adaptor berlebihan.

Sistem pendinginnya memakai teknologi ASUS IceCool yang memanfaatkan dua heat pipe berbahan tembaga dan dua kipas lengkap dengan filter debu. Jalur pembuangan udara diarahkan ke bagian belakang sehingga udara panas tidak langsung mengenai panel layar.

Pengguna juga dapat memilih empat profil pendinginan melalui aplikasi MyASUS, yakni Whisper Mode, Standard, Performance, dan Full Speed sesuai kebutuhan pekerjaan.

Baca Juga: Upgrade Gaya Hidup 2026 dengan Kombinasi Gawai Pintar untuk Kerja dan Hiburan

Seberapa Kencang untuk Rendering, Editing Video, dan Gaming?

Hasil pengujian menunjukkan performa laptop ini cukup konsisten pada berbagai skenario penggunaan.

Pada pengujian Cinebench R23 selama 30 menit, skor multi-core mencapai 10.133 poin di mode Performance. Saat menggunakan baterai tanpa adaptor, performanya masih bertahan di kisaran 9.300 hingga 9.400 poin yang menunjukkan penurunan relatif kecil.

Suhu prosesor juga tergolong stabil. Dalam mode Full Speed, suhu sempat menyentuh 85 derajat Celsius sebelum kembali bertahan di bawah 80 derajat selama beban kerja berlangsung.

Untuk kebutuhan rendering 3D menggunakan Blender pada adegan BMW 27, proses melalui CPU selesai dalam waktu 4 menit 5 detik. Ketika menggunakan Intel Arc Graphics melalui OneAPI, waktunya turun drastis menjadi hanya 49 detik.

Pada pengujian Adobe Premiere Pro CC, ekspor video berdurasi lima menit dengan resolusi 4K 60 FPS selesai dalam 9 menit 58 detik. Sementara ekspor Full HD 1080p 60 FPS membutuhkan 2 menit 58 detik.

DaVinci Resolve versi gratis mencatat waktu ekspor 14 menit 45 detik untuk video 4K 60 FPS dan 4 menit 49 detik pada resolusi 1080p.

Sementara itu, CapCut mampu menyelesaikan ekspor video 4K dalam 6 menit 40 detik dan video Full HD dalam 3 menit 19 detik dengan suhu prosesor yang tetap berada pada kisaran 65 hingga 73 derajat Celsius.

Kemampuan grafis Intel Arc 130V juga masih memungkinkan laptop ini menjalankan Cyberpunk 2077. Selama pengujian, suhu komponen bertahan pada kisaran 71 hingga 75 derajat Celsius, sedangkan area keyboard yang sering disentuh tetap berada di bawah 34 derajat Celsius sehingga masih nyaman digunakan.

"Walaupun bukan yang super-super kencang, tapi ASUS Vivobook S14 OLED ini benar-benar membawa berbagai hal yang dibutuhkan pengguna kantoran sampai mungkin semua orang; bodi ringkas, desain cantik, baterai awet, dan sebenarnya performanya masih mantap untuk kelas harganya." — Reviewer Jagat Review

Baca Juga: GoPro Mission 1 Pro Resmi Muncul di Indonesia, Ini Keunggulan Slow Motion 480fps dan Pertimbangan Membelinya

Apakah Daya Tahan Baterainya Benar-Benar Seharian?

Bagian inilah yang menjadi keunggulan utama ASUS Vivobook S14 OLED.

Dalam pengujian pemutaran video lokal secara terus-menerus menggunakan mode Standard, tingkat kecerahan layar 150 nits, dan volume 25 persen, baterai bertahan hingga 22 jam 10 menit.

Angka tersebut membuat laptop ini mampu menemani aktivitas kerja, kuliah, maupun perjalanan panjang tanpa sering mencari colokan listrik.

Proses pengisian dayanya juga tergolong cepat. Dalam waktu 30 menit pertama, kapasitas baterai sudah mencapai sekitar 38 persen. Sementara pengisian dari kosong hingga penuh memerlukan waktu sekitar 1 jam 50 menit.

Kombinasi baterai 75 Wh dengan efisiensi prosesor Lunar Lake menjadi faktor utama yang menghasilkan daya tahan sepanjang itu.

Laptop ini dipasarkan dengan estimasi harga Rp19.299.000.

Dalam paket penjualan, pembeli memperoleh lisensi Microsoft Office Home 2024, langganan Microsoft 365 selama satu tahun, tas punggung ASUS, garansi global tiga tahun di 114 negara, serta ASUS VIP Perfect Warranty selama tiga tahun di Indonesia.

Bagi pekerja kantoran, pebisnis, mahasiswa, hingga pekerja lepas yang sering bekerja dari berbagai lokasi, kombinasi desain premium, layar OLED berkualitas, performa stabil, dan baterai yang mampu bertahan lebih dari 22 jam menjadi daya tarik terbesar laptop ini.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Laptop tipis kini kada lagi identik dengan kompromi besar pada performa maupun baterai. ASUS Vivobook S14 OLED memperlihatkan bahwa efisiensi daya dapat berjalan seiring dengan produktivitas. Bagi pengguna di Balikpapan yang sering berpindah lokasi kerja atau bekerja dari kafe, ketahanan baterai menjadi nilai praktis yang benar-benar terasa manfaatnya. Pilih perangkat sesuai kebutuhan kerja harian, kada semata melihat spesifikasi di atas kertas, Ces. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang mendapat referensi sebelum membeli laptop baru. Selalu ikuti informasi teknologi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa lama daya tahan baterai ASUS Vivobook S14 OLED?
Hasil pengujian menunjukkan baterai mampu bertahan hingga 22 jam 10 menit untuk pemutaran video lokal.

2. Apakah laptop ini cocok untuk editing video?
Ya. Laptop ini mampu menjalankan Adobe Premiere Pro, DaVinci Resolve, dan CapCut dengan performa yang stabil.

3. Bisakah RAM ditambah di kemudian hari?
Tidak. RAM 16 GB LPDDR5X terintegrasi langsung pada prosesor sehingga tidak mendukung peningkatan kapasitas.

4. Apakah laptop ini dapat digunakan bermain game?
Ya. Intel Arc 130V Graphics masih mampu menjalankan gim seperti Cyberpunk 2077 dengan suhu yang tetap terkendali.

Sumber Informasi: Informasi ini sudah tayang sebelumnya di Media YouTube @JagatReview, dengan judul Review ASUS Vivobook S14 OLED. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Reviewer Jagat Review #ASUS Vivobook S14 OLED #asus