Durasi Baca: 8 Menit
Topik: Ulasan mendalam laptop gaming dua layar premium ASUS ROG Zephyrus Duo GX651A
Ikhtisar: Artikel ini membahas inovasi layar ganda, performa kelas atas, fitur premium, serta hasil pengujian ASUS ROG Zephyrus Duo GX651A berdasarkan sumber video ulasan GadgetIn.
Balikpapan TV - Hai Ces! ASUS ROG Zephyrus Duo GX651A hadir sebagai laptop gaming ultra-premium dengan dua layar OLED 16 inci, performa RTX 5090, dan harga mendekati Rp130 juta yang langsung menarik perhatian pecinta teknologi kelas atas.
Penasaran apa yang membuat perangkat ini berbeda dari laptop gaming lain di pasaran? Simak sampai habis, banyak fakta menarik yang sayang dilewatkan Ces!
Artikel ini disusun berdasarkan sumber transkrip video review dari kanal YouTube GadgetIn yang mengulas langsung ASUS ROG Zephyrus Duo GX651A beserta hasil pengujian penggunaan nyata.
Baca Juga: Review Fantech Nova II WGP16: Gamepad PlayStation Layout dengan Fitur Gyro
ASUS ROG Zephyrus Duo GX651A, Laptop ROG Paling Ambisius?
Ya. Laptop ini menjadi salah satu proyek paling ambisius ASUS dalam perayaan 20 tahun perjalanan Republic of Gamers sejak 2006.
ROG tidak hanya menghadirkan spesifikasi tertinggi, tetapi juga membawa konsep layar ganda yang jauh lebih matang dibanding generasi sebelumnya.
Nilai jual utamanya bukan sekadar performa. ASUS mencoba menggabungkan produktivitas, gaming, mobilitas, dan pengalaman multitasking dalam satu perangkat premium.
Dalam video review tersebut, reviewer bahkan menyoroti bahwa perangkat ini terasa sebagai simbol inovasi sekaligus pencapaian teknologi ROG saat ini.
Apa Saja Isi Paket Penjualannya?
Paket penjualan laptop ini tergolong sangat lengkap untuk ukuran laptop gaming.
Pembeli mendapatkan backpack premium ROG Roll-top, headset ROG Fusion 300, mouse ROG Gladius 3, charger utama berdaya tinggi, hingga charger Type-C 100W untuk kebutuhan mobilitas ringan.
Pendekatan ini membuat pengalaman unboxing terasa berbeda.
Bukan hanya membeli laptop, pengguna seperti memperoleh satu ekosistem perangkat gaming premium yang langsung siap digunakan sejak hari pertama.
Menariknya lagi, ASUS juga menyertakan layanan premium berupa ASUS Perfect Warranty, garansi internasional dua tahun, layanan prioritas, hingga fasilitas pembersihan dan perawatan berkala.
Baca Juga: Huawei MatePad Mini Tablet Ringkas Layar OLED PaperMatte untuk Mobilitas 2026
Mengapa Teknologi Dua Layar Menjadi Sorotan Utama?
Karena inilah fitur yang paling membedakan Zephyrus Duo GX651A dari mayoritas laptop gaming lain.
ASUS menggunakan dua layar identik berukuran 16 inci dengan panel OLED 3K 120Hz. Keduanya mendukung touch screen, HDR hingga 1100 nits, dan respons cepat 0,2 ms.
Fleksibilitas penggunaan juga menjadi nilai tambah.
Layar dapat diputar hingga 320 derajat sehingga pengguna bisa memakai berbagai mode kerja maupun hiburan.
Beberapa mode yang ditawarkan antara lain:
1. Mode Dual Screen Vertikal
Cocok untuk editing video, streaming, coding, atau multitasking intensif.
2. Mode Tenda atau Segitiga
Memudahkan presentasi dan berbagi tampilan kepada orang di depan layar.
3. Mode Buku atau Portrait
Nyaman digunakan membaca dokumen panjang maupun referensi digital.
Meski demikian, reviewer GadgetIn mencatat satu catatan kecil. Jarak pemisah di tengah kedua layar masih terlihat lebih tebal dibanding beberapa laptop layar ganda terbaru ASUS lainnya.
Salah satu kutipan menarik dalam ulasan tersebut adalah:
"Daya tarik utama laptop ini terletak pada kata Duo."
Kalimat itu menggambarkan bagaimana layar ganda menjadi identitas utama perangkat ini.
Seberapa Kencang Performa Intel Panther Lake dan RTX 5090?
Performa menjadi area yang sulit dicari celanya.
Laptop ini ditenagai Intel Core Ultra 9 386H berbasis arsitektur Panther Lake yang mengombinasikan Performance Core, Efficiency Core, dan Low Power Core.
Di sektor grafis, ASUS memasangkan NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop dengan TGP 150W dan VRAM 24GB.
Kombinasi tersebut didukung RAM LPDDR5X 64GB serta SSD PCIe Gen 5 berkapasitas 2TB.
Kecepatan baca SSD bahkan disebut mampu mencapai sekitar 13.000 MB/s.
Dalam pengujian Adobe Premiere Pro, hasilnya sangat mencolok.
Video 4K berdurasi 5,5 menit berhasil dirender hanya dalam 1 menit 5 detik.
Sementara proyek video berdurasi 10 menit selesai dalam waktu sekitar 2 menit 10 detik.
Reviewer GadgetIn bahkan menyampaikan bahwa performa render tersebut mampu mengungguli PC desktop editing berspesifikasi tinggi berkat optimalisasi engine prosesor generasi terbaru.
Baca Juga: Review Bigme B6 Color, E-Reader Android Berwarna yang Ramah Mata
Bagaimana Hasil Gaming dan Pendinginnya?
Untuk gaming, laptop ini tampil tanpa kompromi.
Forza Horizon 6 pada pengaturan Extreme dengan Ray Tracing aktif dan resolusi 3K mampu berjalan stabil di kisaran 88 hingga 118 FPS.
Menariknya, pemakaian VRAM saat pengujian baru menyentuh sekitar 47 persen.
Pengujian Hogwarts Legacy dan Valorant juga menghasilkan frame rate tinggi dengan pengalaman bermain yang sangat mulus.
Agar performa tetap stabil, ASUS membangun sistem pendingin berlapis.
Teknologi yang digunakan meliputi:
-
Liquid Metal
-
Vapor Chamber
-
Graphite Sheet
Pendekatan tersebut penting karena posisi layar OLED berada dekat dengan sumber panas utama.
Hasilnya cukup impresif.
Saat stress test, suhu GPU bertahan di sekitar 72 derajat Celsius sementara CPU berada di kisaran 70 derajat Celsius dengan stabilitas performa mencapai 98,2 persen.
Baca Juga: Tecno Camon 50 Pro 5G Review: Kamera Telefoto Jadi Senjata Utama
Apakah Ada Kekurangan pada Laptop Rp129 Juta Ini?
Ada, meskipun sifatnya relatif minor dibanding keseluruhan paket yang ditawarkan.
Reviewer GadgetIn menilai kualitas speaker masih terasa sedikit teredam dan kurang lepas jika dibanding ekspektasi pada kelas harga premium.
Selain itu, kualitas webcam juga masih tergolong standar seperti banyak laptop Windows lainnya.
Namun di luar dua catatan tersebut, hampir seluruh aspek utama mendapat penilaian positif, terutama pada inovasi layar ganda, performa produktivitas, gaming, dan efisiensi daya.
Kutipan yang cukup menggambarkan posisi laptop ini dalam pasar saat ini adalah:
"Laptop ini adalah sebuah pencapaian teknologi di mana aspek riset dan pengembangan, inovasi layar ganda, serta performa mentah dilebur menjadi satu tanpa kompromi."
Baca Juga: DJI FlyCart 30 dan Agras T40, Perbandingan Drone Industri untuk Logistik dan Pertanian
Poin Penting:
-
ASUS ROG Zephyrus Duo GX651A dibanderol sekitar Rp129.799.000.
-
Menggunakan dua layar OLED 16 inci 3K 120Hz yang identik.
-
Ditenagai Intel Core Ultra 9 386H dan RTX 5090 Laptop 24GB.
-
RAM 64GB LPDDR5X dan SSD PCIe Gen 5 2TB.
-
Render video 4K 5,5 menit selesai dalam 1 menit 5 detik.
-
Forza Horizon 6 berjalan stabil pada 88 hingga 118 FPS di resolusi 3K.
Insight Redaksi: Dari sudut pandang redaksi Balikpapan TV, ASUS ROG Zephyrus Duo GX651A menunjukkan bahwa pasar laptop premium kini tidak lagi hanya berbicara soal angka benchmark. Yang menarik justru bagaimana ASUS mencoba mengubah cara orang bekerja dan bermain melalui dua layar penuh fungsi. Untuk kreator konten, editor video, hingga pengguna multitasking ekstrem, konsep ini terasa masuk akal. Namun untuk pengguna umum, harga mendekati Rp130 juta tentu menjadi pertimbangan besar. Teknologi kelas sultan memang menarik, tapi kebutuhan tetap harus jadi kompas utama. Nah itu sudah, Ces.
Kalau informasi ini dirasa bermanfaat, bagikan jua ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham perkembangan teknologi premium saat ini.
Performa ekstrem, dua layar OLED, dan inovasi yang belum banyak pesaingnya membuat laptop ini menarik untuk terus diikuti. Selalu update info hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Berapa harga ASUS ROG Zephyrus Duo GX651A?
Sekitar Rp129.799.000 berdasarkan sumber transkrip video.
2. Berapa jumlah layar yang dimiliki laptop ini?
Dua layar OLED identik berukuran 16 inci.
3. Kartu grafis apa yang digunakan?
NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop dengan VRAM 24GB.
4. Apakah laptop ini cocok untuk editing video profesional?
Ya, hasil render Adobe Premiere Pro menunjukkan performa sangat tinggi.
5. Apa kekurangan yang disebut dalam review?
Speaker terasa sedikit kurang jernih dan webcam masih standar.