Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Xbox Series S di 2026 Masih Worth It? Ini Realita Gamer Indonesia

Bayu Actaviansyah Ramadhani • Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:49 WIB
Xbox Series S putih dengan setup gaming modern, membahas apakah konsol ini masih layak dipakai di 2026 (BTV/Ai)
Xbox Series S putih dengan setup gaming modern, membahas apakah konsol ini masih layak dipakai di 2026 (BTV/Ai)

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Evaluasi posisi Xbox Series S menjelang 2026 di tengah perubahan tren gaming dan meningkatnya ekspektasi gamer Indonesia.

Ikhtisar: Xbox Series S sempat jadi konsol paling masuk akal saat PS5 langka dan mahal. Namun menjelang 2026, daya tariknya mulai tergerus karena minim eksklusif, kendala region Indonesia, hingga munculnya alternatif gaming lain yang dianggap lebih fleksibel.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Xbox Series S yang dulu diperebutkan gamer karena murah dan praktis, sekarang mulai masuk fase serba tanggung. Harga masih menarik, tapi ekspektasi gamer sudah berubah cepat. Banyak yang mulai bertanya, konsol kecil ini masih layak dipinang atau malah bikin nyesel beberapa tahun ke depan?

Sebelum buru-buru checkout atau malah skip total, ada beberapa fakta yang menarik dibahas sampai tuntan. Soalnya perubahan tren gaming sekarang kada cuma soal grafis, tapi juga kenyamanan, fleksibilitas, dan ekosistem yang dipakai sehari-hari, Ces!

Baca Juga: Android 17 Resmi Diperkenalkan, Gemini AI Ubah Cara Android Bekerja

Kenapa Xbox Series S Dulu Cepat Jadi Primadona Gamer Indonesia?

Xbox Series S dulu datang di momen yang pas. Saat PS5 dan Xbox Series X masih mahal gara-gara stok langka dan ulah tengkulak, konsol ini muncul dengan harga sekitar Rp4 jutaan. Buat banyak gamer, itu seperti pintu masuk murah menuju era next-gen.

Performanya juga kada buruk. Bahkan masih dianggap lebih tinggi dibanding PS4 Pro. SSD cepat, loading singkat, sudah support Ray Tracing pula. Dipadukan Xbox Game Pass yang isinya ratusan game, banyak gamer kasual langsung merasa ini paket paling masuk akal.

Yang bikin cepat populer, target pasarnya jelas. Gamer yang sehari-hari cuma main EA Sports FC, eFootball, Forza, atau Call of Duty merasa kebutuhan mereka sudah cukup terpenuhi. Kada perlu keluar duit belasan juta pang, Ces!

Apa yang Membuat Pesona Xbox Series S Mulai Menurun?

Masalah terbesar mulai terasa ketika industri game bergerak makin berat ke arah visual high-end. Banyak developer mulai kesulitan mengoptimalkan game agar tetap berjalan stabil di Xbox Series S yang spesifikasinya lebih rendah dibanding Series X.

Kasus Black Myth: Wukong jadi contoh yang sering dibahas komunitas gamer. Developer disebut kesulitan membagi fokus optimasi karena Microsoft mewajibkan game di Xbox Series X juga harus hadir di Series S. Akibatnya, proses pengembangan jadi rumit.

Di sisi lain, gamer sekarang juga makin sering melihat kualitas grafis ultra realistis di media sosial. Ekspektasi naik cepat. Nah, ketika hardware mulai terasa terbatas, Series S otomatis mulai dipandang “kurang panjang napas” untuk beberapa tahun ke depan.

Perbandingan Xbox Series S dengan PS5 bekas dan Steam Deck di meja gaming minimalis (BTV/Ai)
Perbandingan Xbox Series S dengan PS5 bekas dan Steam Deck di meja gaming minimalis (BTV/Ai)

Kenapa Game Eksklusif Xbox Tidak Lagi Jadi Magnet Besar?

Dulu orang beli konsol biasanya karena eksklusif. Namun strategi Microsoft berubah. Hampir semua game Xbox langsung hadir di PC lewat Game Pass sejak hari pertama rilis.

Situasi ini bikin banyak gamer mulai berpikir ulang. Kalau game yang sama bisa dimainkan di PC, buat apa membeli konsol khusus Xbox?

Yang makin membuat bingung, beberapa game eksklusif Xbox juga mulai hadir di PlayStation. Akibatnya identitas Xbox sebagai “rumah game eksklusif” terasa makin kabur. Bubuhan gamer yang awalnya fanatik konsol mulai melirik platform lain yang dianggap lebih fleksibel.

Baca Juga: Sony Xperia 1 VIII Bawa Kamera 48 MP dan Fitur Langka Flagship 2026

Apakah Kompetitor Sekarang Terlalu Sulit Dilawan Xbox Series S?

Persaingan sekarang memang berbeda dibanding awal rilis dulu. Di harga sekitar Rp5 jutaan untuk Xbox Series S 1 TB, gamer mulai menemukan alternatif yang dianggap lebih menarik.

PS5 bekas sudah mulai mudah ditemui di rentang harga mirip. Sementara gamer yang suka fleksibilitas mulai melirik Steam Deck atau PC handheld lain karena bisa dipakai main di mana saja.

Belum lagi dominasi mobile gaming. Banyak orang sekarang lebih nyaman bermain lewat smartphone yang multifungsi. Bisa kerja, komunikasi, editing ringan, sekaligus gaming. Sedangkan konsol tetap jadi perangkat yang “diam di rumah”. Nah, itu sudah, pola konsumsi gamer sekarang memang berubah cepat sih.

Apa Kendala Khusus Xbox Series S untuk Gamer Indonesia?

Ini yang sering bikin gamer lokal agak capek sendiri. Sampai sekarang Indonesia belum punya region Xbox resmi. Jadi pengguna harus mengakali akun ke region lain seperti Turki atau Argentina untuk membeli game digital.

Buat sebagian orang mungkin biasa saja. Tapi untuk gamer awam, proses ini terasa repot dan kada praktis.

Xbox Series S juga full digital. Kadada slot disc atau Blu-ray. Artinya pengguna kada bisa beli kaset bekas, tukar game fisik, atau pinjam koleksi teman. Semua transaksi bergantung pada toko digital.

Masalah lain ada di garansi. Karena tidak masuk resmi lewat distribusi penuh di Indonesia, urusan servis dan klaim kerusakan sering membuat pemilik konsol harus putar otak sendiri, Ces.

Jadi, Xbox Series S Masih Worth It di 2026?

Jawabannya tergantung tipe gamer. Kalau kebutuhan cuma untuk main game olahraga tahunan, game balap, atau multiplayer santai lewat Game Pass, Xbox Series S masih terasa cukup nyaman digunakan.

Namun kalau sudah mengejar visual maksimal, stabilitas performa jangka panjang, atau pengalaman next-gen penuh tanpa kompromi, banyak gamer mulai merasa konsol ini kurang menjanjikan.

Pilihan sekarang jadi lebih kompleks. Mau hemat, mau fleksibel, atau mau performa penuh. Semua kembali ke kebutuhan masing-masing. Kada bisa lagi sekadar ikut tren pang, Ces!

Baca Juga: Redmi K Pad 2 Jadi Tablet Mini Gaming Flagship Killer 2026

Poin Penting:

Insight: Xbox Series S sebenarnya bukan konsol buruk. Justru problem utamanya ada pada perubahan arah industri gaming yang terlalu cepat. Gamer sekarang kada cuma cari murah, tapi juga cari fleksibilitas, umur perangkat panjang, dan ekosistem yang praktis dipakai harian. Di Balikpapan sendiri, pola gamer muda mulai bergeser ke perangkat yang bisa dipakai multitasking. Jadi wajar kalau Series S sekarang terasa makin niche. Masih menarik untuk gamer santai, tapi pasar umumnya mulai mengecil, Ces.

Kalau ada kawalan ikam yang masih bingung pilih konsol tahun ini, bagikan jua artikel ini supaya makin paham sebelum keluar duit jutaan.

Masih bingung pilih konsol atau handheld buat gaming 2026? Pantau terus update teknologi cuma di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah Xbox Series S masih kuat untuk game baru 2026?
Masih bisa untuk game tertentu, terutama game kasual dan multiplayer populer.

2. Kenapa banyak gamer mulai meninggalkan Xbox Series S?
Karena minim eksklusif, hardware mulai terbatas, dan banyak alternatif lain lebih fleksibel.

3. Apakah Xbox Series S punya slot kaset game?
Kadada. Konsol ini full digital-only.

4. Apakah Xbox resmi tersedia di Indonesia?
Belum ada dukungan region resmi Indonesia untuk layanan Xbox.

5. Siapa yang cocok membeli Xbox Series S sekarang?
Gamer kasual yang fokus ke Game Pass, game olahraga, balapan, dan multiplayer ringan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Xbox Series S #Xbox Game Pass #PS5 bekas