Topik: Sony Xperia 1 VIII hadir dengan desain baru, kamera 48 MP penuh, dan fitur langka flagship modern
Durasi Baca: 7 Menit
Ikhtisar: Sony Xperia 1 VIII membawa pendekatan berbeda di pasar flagship 2026. Ponsel ini mempertahankan headphone jack, slot MicroSD, dan layar tanpa punch-hole, sambil menghadirkan kamera ZEISS 48 MP penuh, desain “New Ore”, serta chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Balikpapan TV - Hai Ces! Sony kembali masuk jalur anti-mainstream lewat Xperia 1 VIII. Saat banyak flagship makin mirip satu sama lain, Sony justru mempertahankan ciri khas yang mulai hilang di pasar premium. Mulai dari tombol shutter fisik, slot MicroSD sampai 2 TB, sampai layar bersih tanpa lubang kamera, semuanya masih dipertahankan di Mark 8 tahun 2026 ini.
Bukan cuma soal spesifikasi tinggi. Ada rasa “beda” yang langsung terasa sejak pertama digenggam. Jadi jangan langsung skip dulu, karena Xperia terbaru ini punya banyak detail unik yang bikin penasaran sampai akhir, pang. Simak terus sampai tuntan, Ces!
Baca Juga: RedMagic 11 Pro Hadir dengan Pendingin Aktif dan Gaming Stabil
Kenapa desain “New Ore” Sony Xperia 1 VIII langsung mencuri perhatian?
Sony mengubah total rasa genggaman Xperia lewat konsep desain baru bernama “New Ore”. Permukaan belakang dan frame dibuat menyerupai tekstur batuan mineral kasar, padahal material dasarnya tetap kaca premium Gorilla Glass Victus. Hasil akhirnya terasa kesat, nyaman di tangan, dan nyaris bebas sidik jari.
Perubahan lain yang langsung terlihat ada di modul kamera belakang. Jika sebelumnya Xperia identik dengan susunan kamera vertikal memanjang di sisi kiri, kini Sony memilih tampilan baru yang terasa lebih modern. Sebagian fanboy lama mungkin masih adaptasi, tapi langkah ini membuat Xperia VIII terlihat segar di tengah pasar flagship yang mulai seragam.
Sony juga tetap mempertahankan sertifikasi IP65/IP68. Jadi selain tampil premium, durabilitasnya tetap masuk kelas flagship serius.
Apa yang membuat layar Xperia 1 VIII terasa berbeda dari flagship lain?
Jawabannya ada di bezel. Di saat brand lain berlomba mengecilkan bezel demi menaruh punch-hole kecil, Sony tetap mempertahankan bezel atas dan bawah simetris untuk menyembunyikan kamera selfie 12 MP dan speaker depan.
Hasilnya, layar OLED 6,5 inci Full HD+ 120Hz milik Xperia 1 VIII terlihat benar-benar bersih. Tidak ada notch. Tidak ada lubang kamera. Pengalaman nonton film dan gaming jadi terasa lega.
Sony juga menyuntikkan teknologi Bravia ke panel layarnya. Nuansa warna dan kontras dibuat mendekati karakter TV premium Sony. Buat penikmat multimedia, detail kecil ini terasa penting. Terutama saat menonton video HDR atau editing konten langsung dari ponsel.
Baca Juga: Nubia Neo 5 GT 5G Bawa Fitur Gaming Flagship Harga Terjangkau
Seberapa kuat kamera Sony Xperia 1 VIII untuk foto dan video?
Sony membawa tiga kamera belakang 48 MP penuh untuk lensa utama, ultrawide, dan telefoto. Kombinasi ini dipadukan dengan optik ZEISS serta racikan teknologi Sony Alpha yang biasanya ditemukan di kamera mirrorless profesional.
Peningkatan terbesar ada di kamera telefoto. Sensor barunya diklaim empat kali lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Efeknya terasa pada hasil zoom dan kondisi low-light yang lebih bersih.
Yang menarik, Xperia 1 VIII juga serius di sektor fotografi makro:
Fitur fotografi unggulan Xperia 1 VIII:
-
Kamera telefoto bisa fokus dari jarak 15 cm
-
Kamera ultrawide mampu memotret objek sedekat 5 cm
-
Mendukung video 4K HDR hingga 120 FPS
-
Tombol shutter fisik mendukung half-press focus seperti kamera profesional
Buat kreator konten atau fotografer mobile, fitur seperti ini bukan gimmick. Sony memang terlihat menargetkan pengguna yang suka kontrol manual dan pengalaman kamera yang lebih teknis.
Kenapa fitur AI Camera Assistant sempat ramai dikritik?
Sony memperkenalkan fitur baru bernama AI Camera Assistant. Sistem ini akan memberikan empat rekomendasi color profile berdasarkan kondisi visual yang dilihat kamera.
Masalah muncul ketika contoh hasil foto di media sosial Sony dianggap terlalu putih atau over-exposed oleh netizen. Kritik itu langsung ramai dibahas, terutama di Instagram.
Sony kemudian menjelaskan bahwa AI tersebut bukan pengganti hasil foto asli. Fungsinya hanya sebagai alat eksplorasi warna dan white balance supaya pengguna punya pilihan mood visual berbeda.
Di satu sisi, langkah Sony ini menarik karena memberi kebebasan kreatif. Tapi di sisi lain, respons publik menunjukkan pengguna flagship premium masih cukup sensitif soal hasil warna kamera yang dianggap terlalu diproses AI.
Masih relevankah headphone jack dan MicroSD di flagship 2026?
Buat Sony, jawabannya masih relevan. Bahkan justru jadi pembeda utama.
Xperia 1 VIII tetap mempertahankan lubang audio 3.5mm headphone jack saat banyak flagship lain sudah meninggalkannya. Slot MicroSD hingga 2 TB juga masih tersedia dan uniknya bisa dibuka hanya dengan kuku tanpa alat ejector.
Fitur-fitur “lama” ini justru menjadi daya tarik besar bagi pengguna tertentu. Terutama audiophile, videografer mobile, dan pengguna profesional yang membutuhkan fleksibilitas penyimpanan besar tanpa bergantung penuh ke cloud.
Dapur pacunya sendiri memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan baterai 5000 mAh. Namun pengisian dayanya masih 30W kabel dan 15W wireless. Untuk ukuran flagship 2026, angka ini memang terasa tertinggal dibanding rival yang sudah jauh lebih agresif.
Baca Juga: Ekosistem Gadget Kreator 2026, MagSafe Multifungsi dan Solusi Kamera Overheat
Berapa harga Sony Xperia 1 VIII dan siapa target pasarnya?
Sony Xperia 1 VIII memang tidak masuk kategori flagship “ramai semua orang”. Produk ini terasa dibuat khusus untuk pasar niche yang paham detail teknis dan pengalaman premium khas Sony.
Berikut estimasi harganya di Singapura:
-
Varian 12GB/256GB: sekitar Rp27,5 juta
-
Varian 16GB/1TB: sekitar Rp36 juta
Harga tersebut belum termasuk pajak resmi jika nantinya masuk pasar Indonesia.
Dengan harga setinggi itu, Xperia 1 VIII memang terasa seperti produk kolektor teknologi. Bukan ponsel yang mengejar tren massal, tapi perangkat yang mempertahankan identitas ketika pasar mulai seragam.
Poin Penting:
-
Sony Xperia 1 VIII memakai desain tekstur “New Ore” menyerupai batu mineral
-
Layar OLED 120Hz tampil bersih tanpa notch atau punch-hole
-
Tiga kamera belakang memakai resolusi penuh 48 MP dengan optik ZEISS
-
Kamera telefoto kini punya sensor empat kali lebih besar
-
Sony tetap mempertahankan headphone jack dan slot MicroSD 2 TB
-
Snapdragon 8 Elite Gen 5 menjadi otak performa flagship ini
Insight redaksi: Xperia 1 VIII terasa seperti pengingat bahwa pasar flagship kada harus selalu ikut arus desain mainstream. Sony memilih mempertahankan identitas ketika brand lain sibuk memangkas fitur demi tren minimalis. Headphone jack, tombol shutter fisik, sampai layar tanpa punch-hole mungkin terlihat “lawas” di atas kertas, tapi justru itu yang dicari sebagian pengguna premium. Di Balikpapan sendiri, pasar gadget niche seperti ini ada pang, terutama bubuhan kreator konten dan pecinta audio yang masih suka kontrol manual. Nah itu sudah.
Kalau ikam suka gadget yang beda dari kebanyakan flagship pasaran, Xperia 1 VIII ini layak masuk radar pantauan. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham kenapa Sony masih punya penggemar loyal, Ces!
Masih cari update gadget premium yang kada pasaran dan penuh detail unik? Pantau terus info terbaru cuma di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
-
Apa keunggulan utama Sony Xperia 1 VIII dibanding flagship lain?
Headphone jack, slot MicroSD, layar tanpa punch-hole, dan tombol shutter fisik masih dipertahankan. -
Berapa resolusi kamera Sony Xperia 1 VIII?
Tiga kamera belakang menggunakan resolusi penuh 48 MP. -
Apakah Xperia 1 VIII mendukung video 4K?
Ya, mendukung perekaman video 4K HDR hingga 120 FPS. -
Apa fungsi AI Camera Assistant di Xperia 1 VIII?
Memberikan opsi rekomendasi profil warna untuk eksplorasi tone dan white balance foto. -
Berapa estimasi harga Xperia 1 VIII di Indonesia?
Estimasi konversi mulai sekitar Rp27,5 juta hingga Rp36 juta sebelum pajak resmi.