Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Tablet 3 Jutaan Mei 2026, Poco Pad M1 Jadi Sorotan

Bayu Actaviansyah Ramadhani • Senin, 18 Mei 2026 | 07:09 WIB
Deretan tablet 3 sampai 4 jutaan Mei 2026 dengan layar besar untuk kerja dan kuliah (BTV/Ai)
Deretan tablet 3 sampai 4 jutaan Mei 2026 dengan layar besar untuk kerja dan kuliah (BTV/Ai)

Topik: Tablet 3–4 Jutaan Mei 2026, Adu Layar Jumbo dan Performa Kencang
Durasi Baca: 6 Menit

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pasar tablet 3 sampai 4 jutaan makin panas memasuki Mei 2026. Bubuhan yang lagi cari perangkat buat kuliah, kerja remote, editing ringan, sampai hiburan harian sekarang kadada alasan bingung cari pilihan. Soalnya, tiap merek mulai punya “senjata” sendiri. Ada yang jual layar gede, ada yang ngotot di performa, ada jua yang fokus bikin tablet enteng dibawa ke mana-mana.

Yang menarik, persaingan kali ini kada cuma soal spesifikasi di atas kertas pang. Pengalaman pakai sehari-hari justru jadi pembeda paling terasa. Jadi sebelum ikam buru-buru checkout, baca sampai habis dulu nah. Soalnya ada beberapa detail yang ternyata bisa bikin nyaman atau malah bikin nyesel setelah dipakai lama.

Baca Juga: POCO F6 vs POCO X6 Pro Mei 2026, Adu Gaming dan Kamera Mana Paling Dicari

Kenapa tablet layar besar makin dicari mahasiswa dan pekerja?

Tablet dengan layar lega sekarang jadi incaran karena makin banyak aktivitas pindah ke perangkat portable. Infinix XPad 20 Pro misalnya, langsung mencuri perhatian lewat panel 12 inci 2K dengan refresh rate 90Hz. Ukuran segini terasa lapang buat buka dokumen sambil video call atau split screen beberapa aplikasi sekaligus.

Bukan cuma luas. Dukungan baterai 8.000 mAh dan kartu SIM 4G bikin tablet ini terasa fleksibel dipakai di luar rumah tanpa tergantung WiFi. Nah, ini yang mulai dicari banyak pengguna di Balikpapan juga. Nongkrong di kafe sambil kerja atau revisi tugas jadi kada repot cari tethering terus.

Helio G100 Ultimate memang kada difokuskan buat gaming berat mentok kanan. Tapi untuk multitasking standar dan kebutuhan kerja harian, performanya masih aman. Apalagi buat yang lebih sering ngetik, browsing, meeting online, dan buka file berlapis-lapis.

Tablet mana paling kencang buat editing dan multitasking?

Kalau urusan performa, Samsung Galaxy Tab A11 Plus langsung masuk radar. Tablet ini memang tampil lebih sederhana dari sisi ukuran layar, tapi “otaknya” justru bikin banyak orang melirik.

Chipset MediaTek MT8775 yang dipakai mampu mencetak skor Antutu v11 sekitar 860 ribuan. Itu angka yang cukup tinggi di kelas 3 jutaan. Aktivitas seperti editing video, buka aplikasi berat, sampai multitasking ramai jadi terasa lebih responsif.

Samsung juga menyisipkan storage UFS 3.0 yang bikin proses buka aplikasi dan transfer data lebih cepat. Kadang detail kecil macam ini justru paling kerasa saat dipakai harian, nah itu sudah.

Layarnya memang 11 inci dengan baterai 7.000 mAh, sedikit di bawah Infinix dari sisi ukuran dan kapasitas. Tapi bagi pengguna yang prioritasnya performa stabil buat kerja berat, Galaxy Tab A11 Plus terasa lebih agresif.

Poco Pad M1 dengan tampilan gaming dan baterai jumbo untuk penggunaan lama (BTV/Ai)
Poco Pad M1 dengan tampilan gaming dan baterai jumbo untuk penggunaan lama (BTV/Ai)

Poco Pad M1 memang separah itu performanya?

Di kelas 4 jutaan, Poco Pad M1 bisa dibilang jadi monster performa paling mencolok. Snapdragon 7s Gen 4 yang dipakai sukses membawa skor Antutu menyentuh angka 1 juta versi v11.

Untuk gaming, editing, atau buka aplikasi berat ramai-ramai, tablet ini punya tenaga besar. Layarnya juga bukan main. Panel IPS 12,1 inci 2,5K dengan refresh rate 120Hz dan brightness 600 nit bikin visual terasa tajam sekaligus mulus.

Tapi bagian paling bikin orang melongo ada di baterainya. Kapasitas 12.000 mAh diklaim tahan sampai dua hari penggunaan. Buat bubuhan yang sering mobile atau males bolak-balik cari charger, ini jelas menggoda.

Bobotnya memang paling berat dibanding pesaing lain, mencapai 610 gram. Jadi ada kompromi yang harus diterima. Performa ganas dan baterai jumbo memang ada “harga fisiknya”.

Baca Juga: Vivo X300 Ultra Resmi Global, Kamera 200MP Jadi Sorotan

Honor Pad 9 digunakan kerja mobile di kafe dengan desain tipis ringan (BTV/Ai)
Honor Pad 9 digunakan kerja mobile di kafe dengan desain tipis ringan (BTV/Ai)

Honor Pad 9 cocok buat kerja mobile dan WFC?

Honor Pad 9 datang dengan pendekatan berbeda. Tablet ini kada terlalu ngotot jadi yang paling kencang, tapi fokus di kenyamanan penggunaan.

Layar 12,1 inci 2,5K 120Hz tetap terasa premium. Namun nilai jual utamanya ada di desain tipis dan bobot 555 gram yang lebih nyaman digenggam dalam waktu lama.

Buat yang sering kerja dari kafe atau business trip, faktor ergonomi mulai terasa penting. Kadang perangkat ringan justru lebih kepakai daripada perangkat super kencang tapi cepat bikin pegal.

Chipset Snapdragon 6 Gen 1 memang ada di bawah Poco Pad M1. Tapi Honor unggul di pengalaman audio dan kenyamanan harian. Jadi bukan cuma soal angka benchmark pang, melainkan bagaimana perangkat itu dipakai berjam-jam.

Samsung Galaxy Tab A11 Plus menampilkan aktivitas editing video dan multitasking (BTV/Ai)
Samsung Galaxy Tab A11 Plus menampilkan aktivitas editing video dan multitasking (BTV/Ai)

Samsung Galaxy Tab S10 Lite masih layak dilirik?

Samsung Galaxy Tab S10 Lite hadir buat pengguna yang cari rasa aman. Kada terlalu heboh spesifikasi, tapi ekosistem dan kestabilannya jadi daya tarik utama.

Tablet ini memakai Exynos 1380 dengan layar 10,9 inci 90Hz dan baterai 8.000 mAh. Kombinasi yang memang terasa aman buat belajar, kerja, dan penggunaan jangka panjang.

Banyak pengguna Samsung biasanya lebih nyaman karena sinkronisasi antar perangkat terasa matang. Jadi ketika sudah masuk ekosistemnya, perpindahan file atau aktivitas kerja jadi lebih mulus.

Nah, pilihan ini cocok buat yang kada mau ribet eksperimen. Tinggal pakai, stabil, dan terasa familiar sejak awal.

Baca Juga: Vivo X300 Ultra vs X300 Pro, Update Kamera Flagship Terbaru

Poin Penting:

  1. Infinix XPad 20 Pro unggul di layar besar dan dukungan SIM 4G.

  2. Samsung Galaxy Tab A11 Plus fokus ke performa multitasking dan editing.

  3. Poco Pad M1 punya performa paling tinggi dan baterai terbesar.

  4. Honor Pad 9 mengutamakan desain ringan dan kenyamanan mobile.

  5. Samsung Galaxy Tab S10 Lite cocok buat pengguna ekosistem Samsung.

Insight: Pasar tablet sekarang mulai berubah arah. Orang kada lagi cuma cari perangkat murah, tapi perangkat yang pas dengan pola kerja dan gaya hidup. Di Balikpapan sendiri, tren kerja fleksibel dan kuliah hybrid bikin tablet layar besar makin dicari. Menariknya, performa tinggi ternyata kada selalu jadi pilihan utama. Banyak pengguna justru mulai memperhatikan kenyamanan genggam, baterai tahan lama, dan konektivitas harian. Itu yang sekarang mulai menentukan pilihan pembelian, Cess.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam yang lagi galau cari tablet baru. Siapa tahu ada yang selama ini fokus cari spek tinggi, padahal kebutuhannya ternyata cukup perangkat nyaman dipakai harian.

Tablet pilihan makin ramai tiap bulan, jadi kawal terus update teknologi cuma di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ:

  1. Tablet mana paling cocok untuk kuliah dan mengetik tugas?
    Infinix XPad 20 Pro cocok untuk aktivitas kuliah karena punya layar 12 inci besar dan dukungan SIM 4G.

  2. Mana tablet paling kuat untuk editing video?
    Samsung Galaxy Tab A11 Plus dan Poco Pad M1 jadi pilihan paling kuat untuk multitasking dan editing.

  3. Apakah Poco Pad M1 cocok untuk gaming berat?
    Cocok. Snapdragon 7s Gen 4 dan refresh rate 120Hz membuat performanya unggul di kelas 4 jutaan.

  4. Tablet mana yang paling nyaman dibawa kerja mobile?
    Honor Pad 9 unggul di desain tipis dan bobot ringan sehingga nyaman dipakai saat mobile atau WFC.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Poco Pad M1 #Samsung Galaxy Tab A11 Plus #Honor Pad 9 #Samsung Galaxy Tab S10 Lite #Infinix XPAD 20 Pro