Topik: Infinix Note 60 Ultra Pininfarina hadir dengan desain eksklusif dan harga tinggi
Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Infinix Note 60 Ultra Pininfarina tampil mewah dengan desain eksklusif, namun performa dan fitur belum sepenuhnya sebanding harga.
Baca Ringkas 30 Detik:
Infinix Note 60 Ultra edisi Pininfarina hadir dengan kemasan premium, desain elegan, dan aksesori lengkap bergaya mobil sport. Performa memakai chipset kelas menengah, kamera utama tajam namun ultrawide biasa saja, serta proteksi air terbatas. Ponsel ini lebih cocok untuk kolektor yang mengejar nilai desain dan eksklusivitas, bukan sekadar spesifikasi teknis. Lanjutkan Baca Selengkapnya...
Balikpapan TV - Hai Cess! Infinix bikin gebrakan yang bikin orang mikir dua kali. Mereka rilis Infinix Note 60 Ultra Pininfarina Edition dengan harga tembus Rp12 juta. Angka yang langsung bikin dahi berkerut, apalagi mengingat posisi brand ini biasanya di kelas entry sampai mid-range.
Nah, penasaran kan kenapa ponsel ini bisa dihargai segitu dan apa saja yang sebenarnya ditawarkan? Yuk simak sampai habis, biar kada setengah-setengah pahamlah ikam, Cess.
Apa yang bikin Infinix Note 60 Ultra terasa eksklusif sejak dibuka?
Kesan premium langsung terasa bahkan sebelum ponsel dinyalakan. Unboxing jadi pengalaman yang niat, bukan sekadar buka kotak lalu selesai.
Kotaknya besar, sistem pengunci dibuat khusus, dan warna merah khas mobil sport langsung mencuri perhatian. Di dalamnya, aksesori ikut tampil beda. Ada wireless charger magnetik dengan bentuk unik, casing bermotif karbon, sampai SIM ejector bertema otomotif. Semua elemen ini dirancang menyatu, menghadirkan nuansa edisi spesial yang kada setengah hati.
Ini bukan sekadar isi kotak. Ini pengalaman. Dan di sinilah Infinix seperti ingin menunjukkan bahwa produk ini berdiri di level berbeda.
Baca Juga: Massa Kaltim Geruduk DPRD Bawa Tiga Tuntutan Penting, Begini Jalannya Aksi
Seperti apa desain Pininfarina yang dibawa ke ponsel ini?
Desain jadi panggung utama. Infinix menggandeng studio desain Italia yang dikenal lewat karya otomotif ikonik.
Bodi ponsel terasa solid dengan material kaca Corning Gorilla Glass Victus di bagian kamera. Desain kamera menyatu dengan bodi, menciptakan tampilan bersih dan elegan. Kilau permukaannya halus, tidak mencolok tapi tetap berkelas.
Ada juga fitur tambahan seperti sensor detak jantung dan tombol shortcut yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Detail kecil, tapi memberi rasa personal.
Nah, ini yang bikin beda. Bukan cuma tampilan luar, tapi juga sentuhan desain yang terasa dipikirkan matang. Pahamlah ikam, ini bukan desain asal tempel logo.
Apakah performanya sepadan dengan harga yang ditawarkan?
Di sinilah muncul pertanyaan yang cukup sering dibicarakan. Ponsel ini menggunakan MediaTek Dimensity 8400.
Secara performa, sebenarnya masih kuat. Untuk gaming, bisa jalan di setting tinggi dengan rata-rata sekitar 55 fps. Aktivitas harian juga lancar tanpa kendala berarti.
Namun, ketika melihat harga Rp12 juta, ekspektasi otomatis naik. Chipset ini umumnya ditemukan di ponsel kelas menengah. Jadi wajar jika muncul perbandingan.
Tambahan lagi, rating ketahanan air hanya IP64. Artinya tahan percikan, tapi kada untuk kondisi ekstrem. Di kelas harga ini, biasanya sudah ada proteksi lebih tinggi.
Jadi, performanya cukup. Tapi kalau bicara rasa flagship, di sini masih terasa ada jarak.
Seberapa kuat kamera 200MP yang dibawa?
Kamera utama 200MP jadi salah satu daya tarik. Hasilnya detail dan tajam, cocok untuk foto dengan resolusi tinggi.
Namun, karakter warna khas Infinix masih terasa. Kadang sedikit melenceng, cenderung kehijauan atau kemerahan dari kondisi asli.
Untuk kamera telefoto, hasilnya cukup impresif. Kamera periskop 50MP mampu menangkap objek dengan baik bahkan sampai zoom tinggi.
Yang agak disayangkan ada di kamera ultrawide 8MP. Di harga seperti ini, hasilnya terasa biasa saja. Tidak buruk, tapi juga tidak istimewa.
Jadi, ada yang menonjol. Ada juga yang terasa standar.
Siapa sebenarnya target pengguna ponsel ini?
Jawabannya cukup jelas. Ini bukan ponsel untuk pemburu spesifikasi.
Infinix Note 60 Ultra lebih cocok untuk kolektor atau pengguna yang mencari nilai desain dan eksklusivitas. Kolaborasi dengan Pininfarina, detail kemasan, dan konsep otomotif jadi daya tarik utama.
Secara strategi, ini juga terlihat sebagai langkah branding. Infinix ingin menunjukkan bahwa mereka bisa bermain di kelas desain premium.
Untuk penggunaan sehari-hari, tetap bisa. Tapi daya tarik utamanya bukan di sana.
Nah, kalau mencari performa murni, banyak pilihan lain. Tapi kalau mencari gaya dan cerita di balik produk, ini punya nilai tersendiri.
Poin Penting:
- Desain eksklusif hasil kolaborasi dengan Pininfarina jadi nilai utama
- Unboxing experience dibuat premium dengan aksesori tematik
- Performa cukup kuat, tapi masih di level mid-range
- Kamera utama tajam, ultrawide terasa standar
- Lebih cocok untuk kolektor dibanding pencari spek tinggi
Insight: Infinix Note 60 Ultra ini seperti karya desain yang dikemas dalam bentuk ponsel. Nilainya ada di rasa eksklusif, bukan sekadar angka spesifikasi. Strategi ini menarik, tapi juga membatasi segmen pengguna. Di Balikpapan, pasar seperti ini ada, tapi tidak besar. Jadi, ini bukan soal siapa yang butuh, tapi siapa yang ingin tampil beda. Nah, itu sudah.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah baru ponsel desain premium ini, Cess.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ:
1. Apa yang membuat Infinix Note 60 Ultra berbeda dari seri biasa?
Perbedaan utama ada di desain kolaborasi Pininfarina, material premium, dan pengalaman unboxing yang lebih eksklusif.
2. Apakah performanya cocok untuk gaming?
Masih cocok untuk gaming berat dengan performa stabil, meski chipset tergolong kelas menengah.
3. Bagaimana kualitas kameranya?
Kamera utama sangat tajam, telefoto cukup kuat, namun ultrawide terasa biasa saja.
4. Siapa yang cocok menggunakan ponsel ini?
Pengguna yang menghargai desain, kolektor, atau yang ingin tampil beda dengan perangkat eksklusif.