Ikhtisar: Toner hydrating menjaga kelembapan kulit, sedangkan exfoliating membantu mengangkat sel kulit mati dengan bahan aktif tertentu.
Balikpapan TV – Hai Ces! Pernah bingung memilih toner karena satu produk terasa lembap, sementara produk lain justru membuat kulit terasa lebih halus setelah digunakan?
Sekilas keduanya memang sama-sama berbentuk cair dan dipakai setelah mencuci wajah. Namun, toner hydrating dan exfoliating punya tujuan yang berbeda. Salah memilih atau terlalu sering menggunakan toner dengan bahan eksfoliasi justru dapat membuat kulit kering, kemerahan, perih, atau terasa semakin sensitif.
Jadi, sebelum memasukkan toner ke rutinitas skincare, penting untuk mengenali fungsi, kandungan, dan cara pakainya.
Toner hydrating bekerja untuk menjaga kelembapan kulit
Toner hydrating dirancang untuk membantu memberikan dan mempertahankan kelembapan pada kulit. Produk seperti ini umumnya mengandung bahan humektan, misalnya glycerin atau hyaluronic acid, yang membantu meningkatkan kandungan air pada lapisan luar kulit. Cleveland Clinic juga menjelaskan bahwa toner modern umumnya berbasis air dan dapat memiliki fungsi melembapkan serta menenangkan kulit.
Karena fokusnya adalah hidrasi, toner jenis ini lebih cocok ketika kulit terasa kering, tertarik setelah mencuci muka, atau membutuhkan tambahan kelembapan sebelum memakai serum dan moisturizer.
Pemakaiannya juga relatif sederhana. Setelah membersihkan wajah, aplikasikan toner secara lembut menggunakan tangan atau kapas sesuai petunjuk produk, kemudian lanjutkan dengan serum dan pelembap.
Toner hydrating tidak harus membuat kulit terasa kesat. Justru sensasi kulit yang tetap nyaman dan tidak tertarik dapat menjadi pertimbangan ketika memilih produk untuk rutinitas harian.
Toner exfoliating punya tugas yang berbeda
Toner exfoliating mengandung bahan aktif yang membantu proses eksfoliasi atau pelepasan sel kulit mati dari permukaan kulit.
Bahan yang sering ditemui antara lain AHA seperti glycolic acid dan lactic acid, serta BHA seperti salicylic acid. AHA bekerja dengan membantu proses pengelupasan pada permukaan kulit, sedangkan salicylic acid banyak digunakan dalam produk eksfoliasi.
Karena mengandung bahan aktif eksfoliasi, toner jenis ini bukan sekadar produk untuk menambah kelembapan. Penggunaannya perlu lebih diperhatikan, terutama bagi kulit sensitif atau yang sedang mengalami iritasi.
American Academy of Dermatology menyebutkan bahwa eksfoliasi yang tidak dilakukan dengan tepat dapat menyebabkan kulit mengalami kemerahan atau iritasi. Frekuensinya juga perlu disesuaikan dengan jenis kulit dan metode eksfoliasi yang digunakan.
Bedanya bisa dilihat dari fungsi dan kandungannya
Supaya tidak tertukar, perhatikan perbedaan sederhananya berikut:
| Jenis Toner | Fokus Utama | Kandungan yang Sering Ditemui | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Hydrating | Menambah dan menjaga kelembapan | Glycerin, hyaluronic acid dan bahan pelembap lainnya | Kulit kering, terasa tertarik atau membutuhkan hidrasi |
| Exfoliating | Membantu mengangkat sel kulit mati | AHA, BHA atau bahan eksfoliasi lainnya | Kulit dengan kebutuhan eksfoliasi sesuai toleransi |
| Hydrating + soothing | Hidrasi sekaligus memberi rasa nyaman | Humektan dan bahan penenang kulit | Kulit yang mudah terasa kering atau tidak nyaman |
Perlu diingat, nama “toner” tidak otomatis menunjukkan fungsi produknya. Satu toner bisa diformulasikan untuk hidrasi, sementara toner lainnya memiliki kandungan asam yang ditujukan untuk eksfoliasi. Karena itu, membaca daftar kandungan dan petunjuk pemakaian lebih penting daripada hanya melihat bentuk atau nama produknya.
Jangan menganggap toner exfoliating sebagai toner harian biasa
Ini salah satu bagian yang sering membuat rutinitas skincare menjadi terlalu agresif.
Toner hydrating pada dasarnya dapat menjadi bagian dari rutinitas harian selama kulit dapat mentoleransinya dan produk digunakan sesuai petunjuk. Sementara itu, toner yang memiliki asam kuat atau bahan aktif yang berpotensi mengiritasi dapat digunakan lebih jarang.
Cleveland Clinic menyarankan penggunaan toner dengan asam kuat dapat dimulai secara bertahap, misalnya setiap dua hari sekali, kemudian disesuaikan dengan toleransi kulit.
Tidak ada aturan bahwa semakin sering melakukan eksfoliasi, semakin cepat kulit menjadi halus. AAD justru mengingatkan bahwa eksfoliasi berlebihan dapat membuat kulit merah dan teriritasi.
Bagaimana kalau kulit terasa kusam dan kering sekaligus?
Kondisi seperti ini bisa membuat seseorang tergoda memakai toner exfoliating sekaligus produk hidrasi sebanyak mungkin.
Padahal, pendekatan yang lebih sederhana bisa menjadi pilihan. Jika kulit sedang terasa kering, tertarik, perih, atau mudah merah, fokus terlebih dahulu pada rutinitas yang membantu menjaga kelembapan dan kenyamanan kulit.
Eksfoliasi bukan kewajiban semua orang. AAD menekankan bahwa tidak semua jenis kulit membutuhkan metode eksfoliasi yang sama.
Ketika kondisi kulit sudah lebih nyaman, produk eksfoliasi dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan toleransi.
Baca Juga: Air Beras Merah Fermentasi untuk Rambut: Benarkah Bisa Atasi Ketombe dan Perkuat Akar?
Hati-hati mencampur terlalu banyak bahan aktif
Kesalahan lain adalah menggunakan toner exfoliating bersamaan dengan berbagai produk aktif tanpa memperhatikan kandungannya.
AAD mencatat bahwa beberapa produk, termasuk retinoid, retinol, dan benzoyl peroxide, dapat membuat kulit lebih sensitif atau mengalami pengelupasan. Menambahkan eksfoliasi dalam kondisi tersebut dapat memperburuk kekeringan atau iritasi pada sebagian orang.
Karena itu, jangan hanya melihat satu produk secara terpisah. Perhatikan seluruh rutinitas skincare.
Misalnya, jika malam ini sudah menggunakan produk eksfoliasi, tidak perlu merasa harus menambahkan banyak bahan aktif lain hanya agar rutinitas terasa lebih lengkap.
AHA dan BHA juga perlu diperlakukan dengan hati-hati
AHA seperti glycolic acid dan lactic acid memang digunakan untuk membantu eksfoliasi kulit. Namun, FDA mencatat bahwa penggunaan kosmetik yang mengandung AHA dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultraviolet sehingga perlindungan terhadap matahari menjadi penting.
Sementara itu, salicylic acid umum digunakan sebagai BHA dalam kosmetik. FDA menyarankan pengguna produk BHA mengikuti petunjuk label, menguji produk pada area kecil terlebih dahulu, menghentikan penggunaan bila terjadi iritasi atau rasa perih berkepanjangan, serta menggunakan perlindungan terhadap matahari.
Artinya, toner exfoliating bukan produk yang sebaiknya dipakai sembarangan hanya karena ingin mendapatkan kulit yang terasa lebih halus.
Baca Juga: Mengapa Seseorang Merasa “Pangling” Melihat Wajah Sendiri Tanpa Filter Kamera?
Kesalahan yang sering terjadi saat memakai toner
Beberapa kebiasaan berikut sebaiknya dihindari:
1. Memilih berdasarkan klaim “glowing” saja
Kata glowing tidak otomatis berarti toner tersebut cocok untuk kebutuhan kulit. Periksa bahan aktif dan fungsi utamanya.
2. Menggunakan toner exfoliating terlalu sering
Frekuensi perlu disesuaikan dengan formula, petunjuk produk, dan toleransi kulit.
3. Mengira rasa perih berarti produk sedang bekerja
Rasa terbakar atau perih berkepanjangan bukan tanda bahwa kulit mendapatkan manfaat lebih besar.
4. Melupakan pelembap setelah eksfoliasi
AAD menyarankan menggunakan moisturizer setelah eksfoliasi karena proses tersebut dapat membuat kulit menjadi lebih kering.
5. Tidak memperhatikan sunscreen
Penggunaan bahan eksfoliasi tertentu, terutama AHA, membuat perlindungan terhadap sinar matahari semakin penting.
Lalu, toner mana yang sebaiknya dipilih?
Jawabannya kembali pada kebutuhan kulit.
Kalau kulit terasa kering, tertarik, atau membutuhkan tambahan kelembapan, toner hydrating bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Kalau masalah utama yang ingin ditangani berkaitan dengan tekstur kulit, penumpukan sel kulit mati, atau pori yang tampak tersumbat, toner exfoliating dapat dipertimbangkan selama kulit mampu mentoleransinya.
Untuk pemula, jangan terburu-buru memasukkan banyak produk aktif sekaligus. Mulailah dengan satu produk, gunakan sesuai petunjuk, lalu perhatikan bagaimana kulit merespons.
Kulit yang terasa nyaman biasanya lebih mudah dirawat daripada kulit yang terus-menerus dipaksa mengikuti terlalu banyak tahapan.
Baca Juga: Sering Panas-Panasan dan Kehujanan, Begini Cara Sederhana Menjaga Kulit Tetap Sehat
Poin Penting
-
Toner hydrating berfokus pada kelembapan dan kenyamanan kulit.
-
Toner exfoliating menggunakan bahan aktif seperti AHA atau BHA untuk membantu eksfoliasi.
-
Tidak semua toner harus digunakan dengan frekuensi yang sama.
-
Eksfoliasi berlebihan dapat menyebabkan kulit merah, kering, dan iritasi.
-
Perhatikan kombinasi toner dengan retinol, retinoid, benzoyl peroxide, atau bahan aktif lainnya.
-
Produk dengan AHA dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.
-
Gunakan pelembap setelah eksfoliasi dan jangan mengabaikan perlindungan terhadap sinar matahari.
Insight Redaksi
Memilih toner bukan soal mencari produk yang paling “aktif”, tetapi menemukan fungsi yang memang dibutuhkan kulit. Jika kulit sedang membutuhkan kelembapan, toner hydrating dapat menjadi pilihan sederhana. Eksfoliasi sebaiknya dilakukan secara terukur karena kulit juga memiliki batas toleransi.
Rutinitas skincare yang panjang belum tentu lebih baik. Yang lebih penting adalah memahami kandungan produk, menggunakannya sesuai petunjuk, dan memberi waktu bagi kulit untuk beradaptasi.
Kalau informasi ini terasa berguna, bagikan artikel ini kepada teman yang masih sering tertukar antara toner hydrating dan exfoliating.
Karena urusan skincare bukan cuma soal ikut tren. Memahami apa yang dipakai di wajah adalah langkah kecil yang bisa membuat rutinitas perawatan terasa lebih masuk akal.
FAQ
1. Apakah toner hydrating bisa dipakai setiap hari?
Toner hydrating umumnya dapat dimasukkan ke rutinitas harian selama kulit dapat mentoleransinya dan penggunaannya sesuai petunjuk produk.
2. Apakah toner exfoliating boleh dipakai setiap hari?
Tidak selalu. Frekuensi bergantung pada formula, kandungan aktif, kondisi kulit, serta petunjuk penggunaan. Toner dengan bahan aktif yang berpotensi mengiritasi dapat digunakan lebih jarang.
3. Apa contoh bahan exfoliating dalam toner?
AHA seperti glycolic acid dan lactic acid serta BHA seperti salicylic acid merupakan bahan yang umum digunakan untuk eksfoliasi.
4. Apakah kulit sensitif boleh memakai toner exfoliating?
Bisa atau tidaknya bergantung pada kondisi kulit dan formulanya. Kulit sensitif dapat lebih mudah mengalami rasa terbakar atau perih sehingga eksfoliasi perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.
5. Apa yang harus dilakukan setelah memakai toner exfoliating?
Gunakan pelembap dan perhatikan perlindungan terhadap sinar matahari, terutama jika produk mengandung AHA.
Editor : Arya Kusuma