Bukan Sekadar Kebesaran, Ini Alasan Baju Oversize Bisa Mengubah Proporsi Tubuh

istikhomah • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 11:24 WIB
Ilustrasi baju oversize dengan potongan longgar dapat memberikan kesan siluet tubuh yang berbeda, tergantung panjang dan volumenya. (BTV/AI)
Ilustrasi baju oversize dengan potongan longgar dapat memberikan kesan siluet tubuh yang berbeda, tergantung panjang dan volumenya. (BTV/AI)
Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: Baju oversize bukan sekadar soal ukuran besar, tetapi permainan volume, garis tubuh, panjang pakaian, dan keseimbangan.

 

Balikpapan Tv - Hai Ces!, Pernah merasa tubuh terlihat lebih pendek, lebih lebar, atau justru lebih jenjang saat memakai baju oversize?

Padahal bajunya cuma kaus longgar atau kemeja kebesaran. Kok hasil akhirnya bisa berbeda jauh?

Jawabannya ada pada proporsi.

Baju oversize bekerja dengan cara mengubah garis visual tubuh. Ketika kain dibuat lebih lebar atau lebih panjang, bentuk tubuh asli tidak lagi menjadi satu-satunya patokan mata. Yang terlihat justru adalah siluet baru yang dibentuk pakaian.

Itulah kenapa baju longgar bisa terlihat keren pada satu kombinasi, tetapi terasa "tenggelam" pada kombinasi lainnya.

Oversize Itu Bukan Berarti Semakin Besar Semakin Bagus

Kesalahan paling umum adalah menganggap oversize sama dengan membeli pakaian beberapa ukuran lebih besar.

Padahal, efek oversize justru bergantung pada bagaimana volume pakaian ditempatkan.

Fashion stylist yang dikutip Vogue menekankan pentingnya mempertimbangkan proporsi ketika memakai siluet baggy. Salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah membuat satu bagian pakaian menjadi titik volume utama, sementara bagian lain memberi keseimbangan.

Jadi, kalau atasan sudah sangat longgar, bawahan tidak harus ikut dibuat superbesar.

Begitu juga sebaliknya.

Kuncinya bukan mengecilkan tubuh agar terlihat "ideal", melainkan membuat siluet pakaian terasa seimbang dengan keseluruhan penampilan.

Kenapa Tubuh Bisa Terlihat Lebih Pendek?

Panjang pakaian punya pengaruh besar terhadap persepsi proporsi.

Kemeja oversize yang jatuh terlalu panjang, misalnya, dapat membuat area tubuh bagian atas terlihat semakin besar. Jika dipadukan dengan celana yang juga longgar dan panjang, batas antara badan dan kaki menjadi kurang tegas.

Hasilnya, tubuh bisa terlihat lebih "penuh" secara visual.

Sebaliknya, sedikit memperlihatkan garis pinggang atau bagian kaki dapat memberikan jeda pada siluet.

Teknik sederhana seperti half-tuck, yakni memasukkan sebagian kecil bagian depan baju ke celana, bisa membantu menciptakan titik visual baru tanpa harus mengubah ukuran pakaian.

Baca Juga: Bukan Cuma Facial Wash, Air Sadah Juga Bisa Bikin Kulit Kesat dan Kusam Setelah Cuci Muka

Ilustrasi perpaduan atasan oversized dan celana straight-leg membantu menciptakan proporsi outfit yang terlihat lebih seimbang. (BTV/AI)
Ilustrasi perpaduan atasan oversized dan celana straight-leg membantu menciptakan proporsi outfit yang terlihat lebih seimbang. (BTV/AI)

Atasan Besar, Bawahan Jangan Ikut Hilang

Ini salah satu trik paling mudah untuk dicoba.

Saat memakai kaus, sweater, atau kemeja oversize, pilih bawahan dengan siluet yang lebih sederhana. Celana straight, rok dengan bentuk lebih terstruktur, atau bawahan yang mengikuti garis kaki bisa memberikan kontras terhadap volume atasan.

Bukan berarti celana ketat selalu menjadi pilihan wajib.

Celana wide-leg pun tetap bisa dipadukan dengan atasan oversize. Bedanya, permainan proporsinya perlu lebih diperhatikan agar volume tidak menumpuk di seluruh tubuh.

Vogue juga mencatat pendekatan sebaliknya bisa digunakan: bawahan yang sangat longgar dapat diseimbangkan dengan atasan yang lebih ramping.

Sederhananya:

Volume besar + volume terkontrol = siluet lebih seimbang.

Baca Juga: Bantal dan Kulit Wajah, Begini Posisi Tidur yang Bisa Mengurangi Tekanan Saat Malam

Ilustrasi Permainan panjang atasan, garis bahu, dan bahan menjadi bagian penting dalam membentuk tampilan outfit oversized. (BTV/AI)
Ilustrasi Permainan panjang atasan, garis bahu, dan bahan menjadi bagian penting dalam membentuk tampilan outfit oversized. (BTV/AI)

Bahu, Panjang Baju, dan Garis Pinggang Ikut Berperan

Ada tiga bagian yang sering luput ketika memilih baju oversize: bahu, panjang badan, dan pinggang.

Bagian bahu yang terlalu turun dapat membuat atasan terlihat jauh lebih besar dari yang dibutuhkan. Sementara baju yang terlalu panjang bisa mengubah pembagian visual antara tubuh dan kaki.

Karena itu, jangan hanya melihat label ukuran S, M, L, atau XL.

Perhatikan bagaimana jahitan bahu jatuh, seberapa panjang badan baju, dan apakah bagian bawah pakaian berhenti pada titik yang membuat tubuh terasa seimbang.

Untuk kemeja oversize, Vogue juga menyarankan memperhatikan ukuran dan layering karena kemeja yang terlalu besar tanpa pendamping yang tepat bisa membuat siluet terlihat "tertelan" pakaian.

Coba Permainan "Satu Bagian Besar"

Kalau masih bingung memulai gaya oversize, gunakan aturan sederhana: pilih satu bagian sebagai pusat volume.

Misalnya:

Cara ini membuat mata punya titik fokus yang jelas.

Namun, bukan berarti seluruh outfit harus mengikuti satu aturan kaku. Fashion tetap memberi ruang untuk bermain dengan volume. Bahkan permainan proporsi yang sengaja dibuat ekstrem dapat menjadi karakter sebuah penampilan.

Yang penting, kita tahu bagian mana yang ingin dibuat dominan.

Baju Oversize Juga Bisa Cocok untuk Cuaca Tropis

Untuk pembaca di Kalimantan Timur, ada pertimbangan lain: kenyamanan.

Baju oversize memang memberi ruang gerak lebih luas, tetapi ukuran besar tidak otomatis berarti lebih nyaman. Jenis bahan, ketebalan kain, dan sirkulasi udara tetap perlu diperhatikan.

Untuk aktivitas harian di cuaca panas, pilih bahan yang terasa ringan dan tidak terlalu menempel di tubuh. Kemeja oversize berbahan ringan juga bisa digunakan sebagai outer, sehingga volume pakaian tetap ada tanpa harus menumpuk terlalu banyak lapisan.

Jadi, jangan mengejar bentuk oversize saja. Pastikan pakaian masih masuk akal untuk aktivitas dan kondisi cuaca.

Kesalahan yang Sering Membuat Oversize Terlihat Berantakan

Ada beberapa hal sederhana yang bisa membuat efek oversize kehilangan bentuknya.

Pertama, semua bagian dibuat terlalu besar.
Atasan, celana, jaket sampai aksesori sama-sama memiliki volume besar. Akhirnya tidak ada titik fokus.

Kedua, mengabaikan panjang pakaian.
Oversize bukan hanya soal lebar. Panjang yang tidak sesuai bisa mengubah proporsi tubuh secara keseluruhan.

Ketiga, lupa melihat struktur pakaian.
Bahan yang terlalu lemas bisa membuat pakaian kehilangan bentuk, sementara bahan yang terlalu kaku dapat membuat volume terlihat semakin besar.

Keempat, hanya mengikuti ukuran label.
Dua pakaian dengan ukuran L belum tentu memiliki potongan dan dimensi yang sama.

Jadi, ketika belanja, melihat ukuran dalam sentimeter sering lebih membantu daripada sekadar mengandalkan huruf ukuran.

Tips Cepat Menata Baju Oversize

Kalau ingin mencoba gaya ini tanpa mengganti seluruh isi lemari, cek beberapa trik berikut:

  1. Pilih satu item oversize sebagai pusat perhatian.
  2. Gunakan half-tuck untuk memberi batas visual pada pinggang.
  3. Padukan atasan longgar dengan bawahan yang lebih sederhana.
  4. Kalau memakai celana baggy, coba atasan yang lebih pendek atau lebih ramping.
  5. Perhatikan panjang baju agar tidak menutupi seluruh garis tubuh.
  6. Gunakan aksesori sebagai titik fokus, bukan menambah volume secara berlebihan.
  7. Untuk cuaca tropis, prioritaskan bahan yang ringan dan nyaman.

Tidak ada satu formula yang wajib cocok untuk semua orang. Bahkan dalam styling modern, permainan proporsi memang bisa dibuat berbeda-beda. Yang dicari adalah keseimbangan visual sesuai pakaian dan gaya yang ingin ditampilkan.

Poin Penting

Insight Redaksi

Baju oversize menarik karena membuat kita melihat fashion dari sudut yang berbeda. Bukan lagi soal seberapa dekat pakaian mengikuti bentuk tubuh, tetapi bagaimana kain menciptakan bentuk baru ketika dikenakan.

Jadi, sebelum buru-buru membeli ukuran lebih besar, coba lihat outfit dari jarak beberapa langkah.

Apakah volumenya sudah seimbang? Apakah ada titik fokus? Apakah panjang pakaian membuat tubuh terasa proporsional?

Kalau tiga pertanyaan itu sudah terjawab, kemungkinan besar kamu sudah mulai memahami "matematika" sederhana di balik gaya oversize.

Dan yang paling penting, tidak perlu memaksakan tubuh masuk ke satu standar bentuk. Pakaianlah yang seharusnya membantu kita mengekspresikan gaya sekaligus merasa nyaman.

Kalau artikel ini terasa berguna, bagikan ke teman yang selalu bilang, "Pakai baju oversize kok aku malah kelihatan tenggelam?"

Siapa tahu, masalahnya bukan di bajunya—mungkin cuma perlu mengatur proporsinya.

BTV akan terus menemani Cek memahami tren, gaya, dan hal-hal kecil dalam keseharian dengan cara yang lebih dekat. Tetap jadi teman update setia Balikpapan TV, bukan sekadar membaca berita biasa.

FAQ

1. Apakah baju oversize cocok untuk semua bentuk tubuh?
Bisa digunakan oleh berbagai bentuk tubuh. Yang perlu diperhatikan adalah proporsi, panjang pakaian, volume, dan kombinasi dengan item lainnya.

2. Apakah oversize harus membeli satu atau dua ukuran lebih besar?
Tidak selalu. Potongan oversize memang dirancang dengan ruang lebih besar, sehingga ukuran label tidak bisa menjadi satu-satunya patokan.

3. Apakah atasan oversize harus selalu dipadukan dengan celana ketat?
Tidak. Celana straight, rok, maupun wide-leg tetap dapat digunakan selama keseluruhan volume outfit terasa seimbang.

4. Kenapa tubuh terlihat pendek saat memakai oversize?
Salah satu penyebabnya adalah volume dan panjang pakaian menumpuk tanpa memberikan jeda visual antara bagian atas dan bawah tubuh.

5. Apa trik paling mudah untuk mulai memakai oversize?
Mulai dari satu item oversize, lalu padukan dengan pakaian yang siluetnya lebih sederhana.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
baju oversize fashion lifestyle Tips fashion