Durasi Baca: 7 menit
Ikhtisar: Warna lipstick yang sama dapat terlihat berbeda karena dipengaruhi warna alami bibir, pigmentasi, tekstur permukaan bibir, karakter formula, serta cara cahaya dipantulkan dan diserap.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pernah merasa sudah membeli lipstick dengan warna yang terlihat cantik di orang lain, tetapi ketika dipakai sendiri hasilnya justru berbeda? Padahal, warna kulit kalian terlihat hampir sama.
Hal ini bukan berarti warna lipstick tersebut “tidak cocok”. Warna yang muncul di bibir merupakan hasil interaksi antara pigmen lipstick dengan warna alami bibir, kondisi permukaan bibir, formula produk, dan pencahayaan. Karena itu, satu shade yang sama bisa terlihat lebih pink pada satu orang, lebih cokelat pada orang lain, atau bahkan tampak lebih gelap dan muted.
Perbedaan tersebut semakin mudah terlihat pada warna-warna nude, pink, merah bata, mauve, hingga warna MLBB (my lips but better) yang cenderung transparan atau memiliki coverage ringan.
Lantas, mengapa dua orang dengan tone kulit yang serupa bisa mendapatkan hasil lipstick yang berbeda? Jawabannya ternyata tidak hanya terletak pada undertone kulit.
Lipstick-nya Sama, Kok Hasilnya Tidak Sama?
Pernah membeli lipstick karena melihat warnanya begitu cantik di teman, beauty creator, atau tester toko, lalu merasa hasilnya sedikit berbeda ketika dipakai sendiri?
Padahal warna kulit kalian terlihat mirip. Bahkan bisa jadi produknya benar-benar sama, dari merek, nomor shade, sampai batch yang sama.
Perbedaan itu bukan selalu berarti salah memilih undertone.
Bibir memang bukan sekadar permukaan kosong tempat warna lipstick ditempelkan. Di bawah lapisan produk sudah ada warna alami yang berasal dari kombinasi pigmen biologis, pembuluh darah, struktur jaringan, kelembapan, dan karakter permukaan bibir. Ketika semua faktor tersebut bertemu dengan pigmen lipstick dan cahaya, warna akhir yang terlihat oleh mata bisa berubah.
Itulah sebabnya nama shade seperti rose, mauve, nude, brick atau berry tidak selalu menghasilkan tampilan identik pada setiap orang.
Warna alami bibir ternyata sangat beragam
Kulit wajah yang tampak memiliki tone serupa belum tentu berarti warna bibir alaminya sama.
Penelitian tentang warna bibir menunjukkan adanya variasi yang cukup besar, bahkan di dalam kelompok populasi yang sama. Studi terhadap ratusan perempuan dari beberapa kelompok etnis menemukan banyak variasi warna bibir alami berdasarkan tingkat kecerahan dan rona (hue). Penelitian yang lebih baru juga mengembangkan peta warna bibir dengan puluhan kategori untuk menggambarkan keragaman tersebut.
Artinya, dua orang dengan kulit wajah yang sama-sama terlihat medium warm, misalnya, bisa memiliki bibir yang satu lebih merah, sementara yang lain lebih kecokelatan, keunguan, atau lebih pucat.
Perbedaan kecil ini menjadi penting ketika lipstick yang digunakan bersifat tipis atau semi-transparan.
Pada lipstick yang sangat menutup, warna dasar bibir relatif lebih tersamarkan. Tetapi pada tinted balm, gloss, sheer lipstick, atau warna nude yang transparansinya tinggi, warna alami bibir ikut "berbicara".
Baca Juga: 5 Inspirasi Makeup Natal Elegan, dari Soft Glam hingga Red Lip Makeup
Ada Melanin, Ada Hemoglobin
Salah satu kunci memahami warna bibir adalah melihatnya sebagai hasil interaksi cahaya dengan jaringan biologis.
Warna jaringan manusia tidak hanya ditentukan oleh satu pigmen. Melanin dan hemoglobin merupakan dua komponen penting yang berkontribusi terhadap karakter warna kulit dan bibir.
Penelitian menggunakan spektrofotometri reflektansi pada bibir dan kulit menunjukkan bahwa kandungan melanin dan hemoglobin dapat diukur sebagai bagian dari karakter pigmentasi area tersebut.
Melanin cenderung berkontribusi terhadap bagian warna yang lebih gelap atau kecokelatan, sementara hemoglobin dalam darah di jaringan ikut memengaruhi rona kemerahan.
Komposisinya tidak identik pada setiap orang.
Jadi, sebelum lipstick bahkan menyentuh bibir, "kanvas"-nya sudah berbeda.
Bayangkan ada lipstick merah yang cukup tipis. Pada bibir dengan dasar lebih kemerahan, warna tersebut dapat terlihat lebih terang atau lebih segar. Pada bibir dengan pigmentasi lebih cokelat, warna yang sama bisa tampak lebih dalam, lebih hangat, atau sedikit muted.
Bukan lipstick-nya yang berubah.
Warna yang dilihat mata adalah hasil gabungan antara warna produk dan warna permukaan tempat produk tersebut berada.
Baca Juga: Bisakah Tidur Telentang Mencegah 'Asimetri Wajah'? Uji Postur Tidur terhadap Kerutan
Mengapa Nude Sering Menjadi Shade yang Paling Sulit Diprediksi?
Di sinilah masalah sering muncul.
Lipstick merah atau burgundy dengan pigmentasi tinggi biasanya lebih mudah menutupi warna alami bibir. Sebaliknya, warna nude, pink lembut, coral tipis, atau my lips but better sangat bergantung pada warna bibir asli.
Satu warna nude dapat terlihat seperti beige-pink pada seseorang, tetapi berubah menjadi peach atau bahkan sedikit kecokelatan pada orang lain.
Semakin transparan produknya, semakin besar kontribusi warna dasar bibir terhadap hasil akhir.
Penelitian mengenai keragaman warna bibir alami juga menunjukkan bahwa variasi tersebut cukup luas sehingga satu kategori warna bibir tidak dapat mewakili seluruh orang. Karena itu, istilah "universal shade" sebaiknya dipahami sebagai klaim pemasaran atau kemudahan penggunaan, bukan jaminan bahwa warna akan terlihat identik pada semua bibir.
Lalu, Apa Hubungannya dengan pH?
Bagian ini sering dibuat terlalu sederhana.
Kita mungkin pernah mendengar bahwa lipstick tertentu "menyesuaikan warna dengan pH bibir". Secara kimia, memang ada produk yang menggunakan pewarna yang sensitif terhadap kondisi lingkungan, termasuk pH.
Namun, hal tersebut tidak berarti semua lipstick berubah warna karena pH setiap orang berbeda secara dramatis.
Review formulasi lipstick mencatat bahwa pH merupakan salah satu parameter penting dalam formulasi kosmetik bibir karena dapat memengaruhi kelarutan dan stabilitas bahan tertentu. Literatur yang sama juga menyebut rata-rata pH bibir sehat sekitar 4,7, meski kondisi aktual dapat bervariasi.
Pada produk yang benar-benar menggunakan pewarna sensitif pH, perubahan bentuk kimia pewarna dapat menghasilkan perbedaan warna. Salah satu contoh yang banyak dibahas dalam kosmetik adalah pewarna seperti Red 27 yang dapat berubah dari bentuk yang hampir tidak berwarna menjadi bentuk berwarna ketika berada dalam lingkungan berair dengan kondisi pH tertentu.
Tetapi ada hal yang sering luput.
Baca Juga: Disney Princess Animal — Elegan & Glamour, Inspirasi Gaya Mewah yang Tetap Manis
Kelembapan juga sangat penting.
Bibir menyediakan lingkungan yang lembap. Karena itu, efek yang terlihat pada produk "pH lipstick" tidak boleh otomatis dianggap sebagai bukti bahwa setiap orang memiliki pH bibir yang cukup berbeda untuk menghasilkan warna yang benar-benar berbeda.
Dengan kata lain, pH bisa berperan pada produk tertentu, tetapi bukan penjelasan utama mengapa setiap lipstick biasa terlihat berbeda pada dua orang.
Untuk lipstick konvensional, warna dasar bibir, tingkat opacity produk, tekstur, dan kondisi permukaan bibir sering jauh lebih menentukan.
Baca Juga: 3 Warna Eyeshadow yang Bikin Mata Lebih Berdimensi Tanpa Terlihat Berat
Permukaan Bibir Juga Ikut Mengubah Warna
Sekarang masuk ke bagian yang sering tidak diperhatikan: tekstur.
Bibir memiliki karakteristik biologis yang berbeda dari kulit wajah biasa. Penelitian pada permukaan vermilion bibir menemukan bahwa kemampuan mempertahankan air dan fungsi penghalang bibir berbeda dari kulit pipi.
Dalam salah satu penelitian pada perempuan sehat, kehilangan air melalui kulit (transepidermal water loss atau TEWL) pada bibir ditemukan jauh lebih tinggi dibandingkan pipi.
Itulah salah satu alasan bibir lebih mudah terasa kering dan pecah-pecah.
Masalahnya, kondisi permukaan tersebut juga memengaruhi bagaimana lipstick terlihat.
Bibir yang halus memungkinkan lapisan lipstick tersebar lebih merata. Pantulan cahaya menjadi relatif lebih seragam sehingga warna terlihat lebih rata.
Sebaliknya, bibir yang kering atau memiliki garis-garis lebih terlihat dapat membuat pigmen terkumpul di bagian tertentu. Hasilnya bisa tampak lebih gelap, tidak rata, atau lebih tebal di area tertentu.
Penelitian mengenai aplikasi lipstick juga menunjukkan bahwa kerutan bibir dapat memengaruhi color tone, penyebaran pigmen, dan tampilan akhir makeup.
Jadi, ketika dua orang menggunakan lipstick yang sama, bukan hanya warna kulit yang perlu dibandingkan. Kondisi permukaan bibir juga ikut menentukan hasil visual.
Cahaya Bisa Membuat Shade yang Sama Terlihat Berbeda
Ada satu faktor lagi yang sangat mudah dilupakan: cahaya.
Warna bukan hanya perkara benda dan pigmen. Warna adalah apa yang akhirnya diterima sistem visual kita setelah cahaya berinteraksi dengan benda tersebut.
Lipstick yang sama dapat terlihat berbeda di bawah cahaya matahari, lampu putih, lampu kekuningan, atau pencahayaan studio.
Penelitian mengenai penilaian warna lipstick di bawah beberapa sumber cahaya menemukan bahwa jenis sumber cahaya berpengaruh terhadap penilaian peserta terhadap warna lipstick.
Karena itu, swatch di toko, foto Instagram, kamera ponsel, dan tampilan lipstick di depan cermin rumah tidak selalu memberikan hasil visual yang sama.
Ada alasan lain mengapa permukaan bibir sangat menarik secara optik.
Lipstick tidak selalu membentuk lapisan yang benar-benar buram. Pada produk yang memiliki efek glossy atau sheer, sebagian cahaya dapat berinteraksi dengan lapisan produk dan permukaan bibir sebelum kembali ke mata.
Akibatnya, dua bibir dengan warna dasar berbeda dapat memberikan respons cahaya berbeda meskipun lapisan lipstick yang digunakan sama.
Baca Juga: Riasan 'No-Makeup Makeup Look' untuk Sekolah atau Kantor: Tampak Segar Dalam 5 Menit
Glossy, Matte, dan Satin Tidak Memantulkan Cahaya dengan Cara yang Sama
Finish juga punya peran.
Lipstick matte cenderung memberikan permukaan dengan pantulan spesular yang lebih rendah dibandingkan produk glossy. Gloss justru menghasilkan pantulan cahaya yang lebih kuat dan terarah.
Itulah mengapa warna yang sama dapat terasa lebih "hidup" pada finish glossy dan lebih dalam atau datar pada finish matte.
Tekstur permukaan bibir kemudian memperkuat atau mengurangi efek tersebut.
Pada bibir yang sangat kering, matte dapat membuat garis dan area tidak rata lebih terlihat. Pada bibir yang cukup halus dan terhidrasi, penyebaran warna bisa terlihat lebih konsisten.
Jadi, ketika seseorang berkata, "Di kamu warnanya lebih cantik," belum tentu perbedaan itu berasal dari tone kulit.
Bisa saja yang berbeda adalah kondisi permukaan bibir dan cara cahaya dipantulkan.
Baca Juga: Sering Cuci Muka Pakai Air Keran? Ini Dampak Hard Water terhadap Kesehatan Kulit Wajah
Mengapa Dua Orang dengan Undertone Serupa Tetap Bisa Mendapat Hasil Berbeda?
Karena undertone kulit hanya satu bagian dari persamaan.
Secara sederhana, hasil visual lipstick dapat dibayangkan seperti:
Warna akhir = warna alami bibir + pigmen lipstick + opacity + kondisi permukaan + cahaya + persepsi visual.
Ini bukan rumus matematis untuk menghitung warna secara presisi, melainkan cara sederhana untuk memahami bahwa banyak variabel bekerja bersamaan.
Misalnya:
Orang A
-
warna bibir alami lebih merah;
-
permukaan bibir halus;
-
menggunakan lipstick pink transparan.
Orang B
-
warna bibir alami lebih cokelat;
-
terdapat sedikit pigmentasi tidak merata;
-
menggunakan lipstick pink transparan yang sama.
Hasil akhirnya sangat mungkin berbeda.
Namun jika keduanya menggunakan lipstick yang sangat opaque, perbedaan warna dasar bibir menjadi lebih kecil pengaruhnya karena pigmentasi produk lebih dominan.
Baca Juga: Siklus Hormonal dan Kulit: Mengapa Jerawat Selalu Muncul di Area yang Sama Setiap Bulan?
Bahkan Persepsi Wajah Ikut Berubah
Menariknya, perbedaan warna lipstick bukan hanya terjadi pada lipstick itu sendiri.
Warna bibir juga dapat memengaruhi bagaimana warna kulit wajah dipersepsikan.
Sebuah penelitian psikofisika menemukan bahwa bibir yang dibuat lebih merah dapat membuat kulit wajah dipersepsikan lebih terang, sedangkan bibir yang lebih gelap dapat membuat complexion terlihat lebih gelap. Efek tersebut dikaitkan dengan cara otak memproses wajah secara menyeluruh.
Ini menjelaskan mengapa mengganti lipstick terkadang membuat seseorang merasa complexion-nya ikut berubah, meskipun warna foundation tidak diganti sama sekali.
Jadi, lipstick bukan sekadar "warna di bibir".
Ia menjadi bagian dari hubungan visual antara bibir, kulit, mata, dan keseluruhan wajah.
Cara Membaca Warna Lipstick dengan Lebih Akurat
Kalau selama ini memilih lipstick hanya berdasarkan swatch di tangan, ada baiknya mengubah sedikit kebiasaan.
1. Lihat warna asli bibir terlebih dahulu
Perhatikan apakah bibir cenderung pink, merah, cokelat, ungu, atau memiliki pigmentasi yang tidak merata.
Ini sangat membantu terutama ketika membeli warna nude dan sheer.
2. Jangan mengandalkan warna di tangan
Kulit tangan bukan bibir.
Warna dasar, ketebalan jaringan, dan kondisi permukaan keduanya berbeda. Karena itu, swatch di tangan hanya memberikan gambaran mengenai warna produk, bukan selalu hasil akhirnya di bibir.
3. Beri waktu setelah aplikasi
Beberapa produk mengalami perubahan tampilan setelah menyatu dengan minyak, kelembapan, dan permukaan bibir.
Jangan langsung menilai warna beberapa detik setelah aplikasi.
4. Perhatikan finish
Shade yang sama dengan hasil matte, satin, dan glossy bisa memberikan kesan visual yang berbeda karena karakter pantulan cahayanya berbeda.
5. Coba lihat di cahaya berbeda
Kalau memungkinkan, lihat warna di cahaya alami dan pencahayaan dalam ruangan.
Jika shade terlihat bagus hanya di bawah satu jenis lampu, hasilnya mungkin tidak akan terasa sama ketika dipakai sepanjang hari.
Poin Penting
-
Tone kulit serupa tidak berarti warna bibir alami juga sama.
-
Melanin dan hemoglobin ikut membentuk karakter warna bibir.
-
Lipstick sheer lebih dipengaruhi warna dasar bibir dibanding lipstick yang sangat opaque.
-
pH memang relevan untuk produk tertentu, terutama formula dengan pewarna yang sensitif terhadap pH, tetapi bukan penjelasan tunggal untuk semua perbedaan warna lipstick.
-
Kelembapan dan tekstur bibir memengaruhi pemerataan pigmen serta pantulan cahaya.
-
Jenis cahaya dapat mengubah cara warna lipstick dinilai secara visual.
-
Finish matte, satin, dan glossy memberikan karakter pantulan cahaya yang berbeda.
-
Warna lipstick bahkan dapat memengaruhi persepsi terhadap tingkat terang-gelap kulit wajah.
Insight Redaksi
Mencari lipstick yang "persis seperti warna di orang lain" sebenarnya kurang tepat jika yang dibandingkan hanya nomor shade.
Yang lebih masuk akal adalah memahami bagaimana shade tersebut berinteraksi dengan bibir sendiri.
Kalau sebuah warna terlihat terlalu pucat, masalahnya belum tentu undertone. Bisa jadi warna alami bibir terlalu dominan. Kalau pink terlihat terlalu ungu, bisa jadi kombinasi rona dasar bibir dan pigmen produk menghasilkan warna akhir yang berbeda. Kalau nude terlihat terlalu cokelat, tingkat pigmentasi dan opacity produk juga perlu diperhitungkan.
Karena itu, istilah "cocok di kulit" tidak selalu cukup.
Untuk lipstick, pertanyaan yang lebih berguna adalah: cocok dengan warna alami bibir, tingkat pigmentasi, tekstur, dan hasil akhir seperti apa?
FAQ
1. Apakah warna kulit yang sama menjamin lipstick terlihat sama?
Tidak. Warna alami bibir dapat berbeda meskipun warna kulit wajah terlihat serupa. Pigmentasi, rona alami bibir, tekstur, kelembapan, dan karakter produk ikut memengaruhi hasil.
2. Apakah pH bibir benar-benar membuat lipstick berubah warna?
Pada formula tertentu, terutama yang memakai pewarna sensitif terhadap kondisi kimia lingkungan, pH dapat berperan. Namun, tidak semua lipstick berubah warna karena pH, dan perbedaan hasil antarorang tidak dapat dijelaskan hanya oleh pH.
3. Mengapa lipstick nude paling sering terlihat berbeda?
Karena banyak lipstick nude memiliki pigmentasi yang relatif tipis sehingga warna alami bibir masih terlihat melalui lapisan produk.
4. Apakah swatch di tangan bisa menjadi patokan?
Swatch di tangan berguna untuk melihat karakter warna produk, tetapi tidak selalu menggambarkan hasil di bibir karena warna dan struktur kulit tangan berbeda dari vermilion bibir.
5. Apakah bibir kering memengaruhi warna lipstick?
Ya. Tekstur dan garis bibir dapat memengaruhi penyebaran serta pantulan cahaya dari lapisan lipstick sehingga warna tampak kurang rata.
6. Mengapa lipstick terlihat berbeda di kamera dan cermin?
Kamera, layar, sumber cahaya, white balance, dan pemrosesan gambar dapat mengubah representasi warna. Karena itu, foto tidak selalu identik dengan warna yang dilihat langsung.