Jangan Asal Maskeran! Ini Cara Memilih Masker Muka Sesuai Kondisi Kulit

Amellinda Nur Aini • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 16:28 WIB
Perempuan menggunakan masker muka sebagai rutinitas skincare untuk merawat kondisi kulit agar tetap sehat alami. (BTV/AI)
Perempuan menggunakan masker muka sebagai rutinitas skincare untuk merawat kondisi kulit agar tetap sehat alami. (BTV/AI)

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Masker muka bisa membantu melembapkan, menenangkan, atau mengontrol minyak jika dipilih sesuai kebutuhan kulit.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Masker muka sekarang bukan lagi sekadar pelengkap rutinitas skincare. Ada sheet mask, clay mask, gel mask, cream mask, hingga masker dengan kandungan eksfoliasi yang menawarkan fungsi berbeda.

Masalahnya, banyak pilihan justru bikin bingung. Kulit terasa kering setelah memakai clay mask, muncul rasa perih setelah mencoba masker eksfoliasi, atau wajah malah semakin berminyak karena produk yang digunakan tidak sesuai kebutuhan kulit.

Dermatolog dari American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa facial mask memang dapat membantu mengatasi sejumlah kebutuhan kulit, seperti meningkatkan hidrasi dan memperkuat skin barrier. Namun, masker tetap bukan pengganti rutinitas skincare utama maupun pengobatan untuk kondisi kulit tertentu.

Jadi, sebelum mengambil masker dari rak skincare, yang perlu dilihat bukan hanya kemasan atau tren kandungannya, tetapi kondisi kulit sendiri.

1. Kulit Kering Lebih Butuh Hidrasi

Kalau wajah sering terasa tertarik setelah mencuci muka, terlihat bersisik, atau mudah terasa kasar, pilih masker yang fokus memberikan kelembapan.

Kandungan seperti hyaluronic acid, glycerin, ceramide, dan colloidal oatmeal dapat menjadi pilihan untuk kulit yang membutuhkan hidrasi atau terasa sensitif. AAD mencatat bahan-bahan tersebut dapat membantu menjaga kelembapan serta mendukung skin barrier.

Untuk kondisi seperti ini, masker dengan tekstur gel atau sheet mask yang melembapkan bisa terasa lebih nyaman dibandingkan masker yang terlalu menyerap minyak.

Tetapi jangan berhenti pada masker saja. Setelah pemakaian, lanjutkan dengan moisturizer agar kelembapan kulit tetap terjaga.

Kulit kering butuh hidrasi, pilih masker lembap dan lanjutkan moisturizer agar skin barrier tetap terjaga. (BTV/AI)
Kulit kering butuh hidrasi, pilih masker lembap dan lanjutkan moisturizer agar skin barrier tetap terjaga. (BTV/AI)

2. Kulit Berminyak Bisa Memilih Clay Mask

Kulit berminyak biasanya menghasilkan sebum lebih banyak sehingga wajah terlihat mengilap, terutama di area T-zone.

Clay mask berbahan seperti kaolin atau bentonite dapat membantu menyerap minyak. AAD juga mencantumkan niacinamide sebagai salah satu bahan yang dapat dipertimbangkan untuk kulit berminyak atau rentan berjerawat.

Namun, wajah berminyak bukan berarti harus dibuat sekering mungkin.

Terlalu sering menggunakan produk yang menyerap minyak atau melakukan eksfoliasi berlebihan dapat membuat kulit mengalami kekeringan dan iritasi. Karena itu, setelah menggunakan masker, tetap gunakan pelembap yang sesuai.

Kulit berminyak membutuhkan clay mask secukupnya, pelembap, dan perawatan lembut agar tetap sehat tanpa iritasi. (BTV/AI)
Kulit berminyak membutuhkan clay mask secukupnya, pelembap, dan perawatan lembut agar tetap sehat tanpa iritasi. (BTV/AI)

3. Kulit Sensitif Perlu Lebih Selektif

Kulit sensitif membutuhkan perhatian lebih ketika mencoba produk baru.

Masker dengan banyak pewangi, essential oil, alkohol yang mengeringkan, atau bahan eksfoliasi kuat berpotensi menyebabkan iritasi pada sebagian orang. AAD menyarankan lebih berhati-hati terhadap fragrance, essential oils, rubbing alcohol, serta physical exfoliant tertentu, terutama bila kulit mudah mengalami iritasi.

Sebelum memakai masker baru ke seluruh wajah, lakukan pengujian pada area kecil terlebih dahulu.

Jika muncul rasa terbakar, gatal, atau perih, masker sebaiknya segera dibersihkan. Jangan dipaksakan hanya karena produk tersebut sedang populer.

Kulit sensitif perlu perhatian, uji masker baru, hindari iritan, dan hentikan pemakaian jika terasa perih. (BTV/AI)
Kulit sensitif perlu perhatian, uji masker baru, hindari iritan, dan hentikan pemakaian jika terasa perih. (BTV/AI)

4. Kulit Rentan Berjerawat Tidak Selalu Cocok dengan Masker Eksfoliasi

Masker dengan kandungan seperti salicylic acid atau AHA memang dapat digunakan untuk membantu masalah tertentu pada kulit berminyak dan berjerawat. Namun, bukan berarti semakin kuat kandungannya maka hasilnya semakin baik.

Masalah bisa muncul ketika masker eksfoliasi digunakan bersamaan dengan produk skincare lain yang juga mengandung bahan aktif serupa.

AAD mengingatkan bahwa penggunaan bahan aktif yang berulang dapat meningkatkan risiko kering dan iritasi. Hal ini semakin penting diperhatikan jika rutinitas skincare sudah mengandung retinol atau produk berbasis acid.

Karena itu, periksa kembali seluruh rangkaian skincare sebelum menambahkan masker baru.

Kulit berjerawat perlu skincare bijak; penggunaan masker eksfoliasi berlebihan dapat memicu kering dan iritasi wajah (BTV/AI).
Kulit berjerawat perlu skincare bijak; penggunaan masker eksfoliasi berlebihan dapat memicu kering dan iritasi wajah (BTV/AI).

5. Jangan Lupa Melihat Kandungan, Bukan Cuma Klaim Kemasan

Tulisan seperti “glowing”, “brightening”, atau “deep cleansing” memang mudah menarik perhatian.

Tetapi, manfaat masker lebih masuk akal dinilai dari kandungannya dan kebutuhan kulit. Misalnya, kulit kering dapat mencari bahan pelembap, sementara kulit berminyak bisa mempertimbangkan clay atau bahan yang membantu mengontrol minyak.

Harga juga tidak otomatis menentukan kualitas.

Produk mahal belum tentu lebih sesuai dengan kulit dibandingkan produk dengan harga lebih terjangkau. Yang penting adalah kecocokan formula, kondisi kulit, dan cara pemakaian.

Pilih masker berdasarkan kandungan, kebutuhan kulit, dan kecocokan formula, bukan sekadar klaim kemasan semata (BTV/AI).
Pilih masker berdasarkan kandungan, kebutuhan kulit, dan kecocokan formula, bukan sekadar klaim kemasan semata (BTV/AI).

6. Berapa Lama Masker Sebaiknya Dipakai?

Ikuti waktu pemakaian yang tercantum pada kemasan.

Membiarkan masker lebih lama dari petunjuk bukan berarti manfaatnya otomatis semakin besar. AAD menyebut pemakaian terlalu lama atau terlalu sering dapat meningkatkan risiko efek samping seperti iritasi.

Terutama untuk masker yang mengandung bahan eksfoliasi, jangan menjadikan rasa perih sebagai tanda bahwa produk sedang “bekerja”.

Kulit yang terasa terbakar justru bisa menjadi tanda iritasi.

Masker Wajah: Durasi Tepat untuk Kulit Sehat, Hindari Iritasi Akibat Pemakaian Berlebihan (BTV/AI).
Masker Wajah: Durasi Tepat untuk Kulit Sehat, Hindari Iritasi Akibat Pemakaian Berlebihan (BTV/AI).

7. Masker Bukan Pengganti Skincare Harian

Ini bagian yang sering terlupakan.

Masker boleh menjadi tambahan dalam rutinitas perawatan wajah, tetapi tidak menggantikan langkah dasar seperti membersihkan wajah, menggunakan pelembap, dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Jadi, tidak perlu menjadikan masker sebagai satu-satunya andalan untuk mendapatkan kulit yang terlihat sehat.

Rutinitas sederhana yang konsisten justru tetap menjadi fondasi.

Masker hanya pelengkap, bukan pengganti skincare harian. Tetap bersihkan wajah, gunakan pelembap, dan sunscreen (BTV/AI).
Masker hanya pelengkap, bukan pengganti skincare harian. Tetap bersihkan wajah, gunakan pelembap, dan sunscreen (BTV/AI).

 Baca Juga: Postbiotics: Bakteri Mati yang Bantu Perkuat Skin Barrier dan Redakan Peradangan

Kesalahan Maskeran yang Sering Terjadi

Beberapa kebiasaan berikut sebaiknya dihindari:

  1. Memakai masker terlalu sering. Kulit juga membutuhkan waktu untuk mempertahankan keseimbangan dan memperbaiki barrier.

  2. Mencampur terlalu banyak bahan aktif. Masker eksfoliasi yang digunakan bersamaan dengan produk acid atau retinol dapat meningkatkan risiko iritasi.

  3. Memilih masker hanya karena sedang viral. Tren belum tentu cocok dengan kondisi kulit.

  4. Mengabaikan rasa perih atau terbakar. Jika muncul sensasi tersebut, segera bersihkan masker.

  5. Tidak melakukan tes pada kulit. Produk baru sebaiknya diuji terlebih dahulu pada area kecil untuk melihat kemungkinan reaksi.

  6. Menganggap masker bisa mengobati semua masalah kulit. Masker dapat menjadi pelengkap, tetapi kondisi seperti jerawat atau eczema tetap membutuhkan penanganan yang sesuai.

Tips Sederhana Sebelum Maskeran

Supaya rutinitas lebih aman dan nyaman, perhatikan beberapa hal berikut:

Baca Juga: Cuaca Panas Bikin Komedo Makin Terlihat, Ini Cara Membersihkan Wajah yang Tepat

Poin Penting

Insight Redaksi

Maskeran sebenarnya bukan soal seberapa sering wajah diberi produk tambahan, tetapi seberapa tepat produk tersebut menjawab kebutuhan kulit.

Kulit yang sedang kering tidak membutuhkan produk yang membuatnya semakin kesat. Begitu juga kulit sensitif tidak selalu membutuhkan kandungan aktif sebanyak mungkin.

Dalam skincare, lebih banyak belum tentu lebih baik. Yang lebih penting adalah tepat kebutuhan, tepat cara penggunaan, dan konsisten.

Kalau setelah menggunakan masker kulit justru semakin merah, gatal, perih, atau kondisinya memburuk, jangan dipaksakan. Bila keluhan menetap atau memburuk, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menemukan penyebab dan penanganan yang sesuai.

Kalau artikel ini berguna buat kamu, bagikan ke teman atau keluarga yang juga suka mencoba produk skincare baru.

Karena urusan kulit bukan cuma soal ikut tren, tapi juga soal mengenali kebutuhan wajah sendiri. Balikpapantv.id hadir sebagai teman update setia, bukan sekadar berita biasa.

FAQ

Apakah masker muka wajib digunakan setiap hari?

Tidak. Masker merupakan tambahan dalam rutinitas skincare dan penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis serta kondisi kulit.

Apakah kulit berminyak tetap membutuhkan moisturizer setelah masker?

Ya. Kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap yang sesuai. Menggunakan masker penyerap minyak bukan alasan untuk menghilangkan langkah pelembapan.

Apakah masker bisa menghilangkan jerawat?

Masker dapat membantu menangani kebutuhan tertentu, tetapi tidak menggantikan pengobatan untuk kondisi kulit seperti acne.

Apa yang harus dilakukan jika masker membuat wajah perih?

Segera bersihkan masker. Rasa terbakar, gatal, atau menyengat dapat menjadi tanda iritasi atau reaksi terhadap bahan tertentu.

Apakah produk masker baru perlu dites terlebih dahulu?

Sebaiknya. Dermatolog AAD merekomendasikan pengujian produk skincare pada area kecil sebelum digunakan secara rutin untuk membantu mengetahui kemungkinan reaksi kulit.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
beauty masker muka Skincare Perawatan wajah