Durasi Baca: 7 menit
Ikhtisar: Retinoid dapat memicu perubahan sementara pada kulit, tetapi penting membedakan purging, iritasi, dan breakout.
Balikpapan TV - Hai Ces! Memulai retinoid bisa membuat kulit tampak lebih kering, mengelupas, atau berjerawat sementara, padahal bahan ini bekerja memperbaiki masalah kulit secara bertahap.
Yang bikin bingung, kondisi tersebut tidak selalu berarti purging. Bisa saja kulit sedang beradaptasi, mengalami iritasi, atau justru muncul breakout baru karena rutinitas yang kurang cocok.
Kenapa kulit bisa terlihat lebih buruk saat baru memakai retinoid?
Retinoid adalah kelompok turunan vitamin A yang digunakan dalam perawatan kulit, terutama untuk membantu mengatasi jerawat, komedo, pigmentasi tertentu, dan tanda penuaan kulit.
Pada jerawat, retinoid topikal seperti adapalene dan tretinoin bekerja dengan membantu mencegah penyumbatan pori serta memengaruhi proses pertumbuhan dan diferensiasi sel kulit. Karena itu, perubahan tidak selalu terlihat instan.
Di fase awal, kulit juga bisa mengalami efek yang cukup terasa. Kekeringan, pengelupasan, rasa perih, kemerahan, dan sensitivitas dapat muncul, terutama ketika kulit belum terbiasa dengan bahan tersebut.
Inilah yang sering secara informal disebut sebagai “retinoid blues”: masa ketika seseorang mulai mempertanyakan pilihannya karena kondisi kulit terlihat lebih kacau sebelum hasil perawatan mulai terasa.
Namun, istilah tersebut bukan diagnosis medis. Kulit yang memburuk setelah memakai retinoid perlu dilihat dari gejala, lokasi, pola kemunculan, serta cara produk digunakan.
Apa yang sebenarnya terjadi pada kulit?
Retinoid bekerja pada tingkat sel dan memengaruhi proses proliferasi serta diferensiasi keratinosit, yaitu sel utama pada lapisan epidermis. Dalam perawatan jerawat, perubahan tersebut membantu mengatasi kecenderungan pori tersumbat.
Pada sebagian orang, lesi jerawat yang sebelumnya sudah berkembang di dalam folikel dapat menjadi lebih terlihat pada fase awal penggunaan. Retinoid topikal juga diketahui dapat membuat jerawat tampak lebih buruk pada awal terapi sebelum kondisi membaik.
Masalahnya, proses tersebut mudah disalahartikan sebagai tanda bahwa produk tidak cocok.
Padahal ada perbedaan antara perubahan awal yang masih dapat terjadi dalam terapi dan iritasi atau breakout yang menunjukkan rutinitas perlu dievaluasi.
Karena itu, jangan hanya melihat jumlah jerawat. Perhatikan juga bagaimana kulit terasa dan di bagian mana masalah tersebut muncul.
Baca Juga: 5 Fashion Anti Gerah untuk Cuaca Panas, Linen dan Katun Bisa Jadi Andalan
Purging atau breakout? Ini bagian yang paling sering bikin keliru
Istilah purging sering digunakan untuk menggambarkan peningkatan sementara jerawat setelah menggunakan bahan yang mempercepat proses pergantian atau pelepasan sel kulit.
Namun, tidak setiap jerawat baru setelah memakai retinoid otomatis merupakan purging.
Secara praktis, ada beberapa petunjuk yang bisa membantu.
Lebih mungkin berkaitan dengan purging
Perubahan cenderung lebih masuk akal disebut purging ketika jerawat muncul di area yang memang biasanya rentan mengalami komedo atau jerawat dan terjadi setelah memulai bahan aktif yang memengaruhi proses penyumbatan pori.
Retinoid memang dapat menyebabkan fase awal ketika jerawat tampak memburuk sebelum kemudian membaik. Pada terapi isotretinoin oral, misalnya, American Academy of Dermatology mencatat bahwa sebagian pasien mengalami perburukan jerawat sementara pada satu hingga dua bulan pertama.
Meski begitu, jangan menggunakan patokan waktu tersebut untuk semua jenis retinoid. Retinol kosmetik, adapalene, tretinoin, dan isotretinoin oral memiliki formulasi, kekuatan, penggunaan, serta profil efek samping yang berbeda.
Lebih patut dicurigai sebagai breakout atau iritasi
Kalau masalah muncul di area yang sebelumnya tidak biasa berjerawat, terus memburuk, atau disertai rasa terbakar, gatal, kemerahan, kulit sangat kering, dan pengelupasan berlebihan, jangan buru-buru menyebutnya purging.
Retinoid memang dapat menyebabkan dermatitis iritan dengan gejala seperti kemerahan, kulit kering, dan mengelupas.
Pada kondisi seperti ini, memaksakan penggunaan lebih sering bukan strategi untuk “melewati purging”. Iritasi justru dapat membuat kulit semakin tidak nyaman dan mengganggu toleransi terhadap perawatan.
Kenapa dosis dan frekuensi pemakaian ikut menentukan?
Salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika mulai retinoid adalah berpikir bahwa semakin banyak produk digunakan, semakin cepat hasilnya terlihat.
Padahal, kulit tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Dermatolog dapat menyarankan penggunaan dalam jumlah lebih sedikit atau frekuensi yang lebih jarang ketika iritasi muncul. Penggunaan pelembap juga dapat membantu meningkatkan toleransi kulit terhadap retinoid tertentu.
Untuk pemula, pendekatan yang lebih masuk akal adalah mengikuti petunjuk produk atau arahan dokter, kemudian meningkatkan frekuensi secara bertahap sesuai toleransi kulit.
Bukan mengejar sensasi perih sebagai tanda bahwa produk sedang bekerja.
Baca Juga: Baju Hitam Mulai Terasa Membosankan, Coba Ubah Area Leher dengan Aksesori Ini
Bagaimana memulai retinoid tanpa membuat kulit kewalahan?
Rutinitas sederhana justru lebih mudah dipantau ketika sedang memperkenalkan bahan aktif baru.
Mulai perlahan
Jika retinoid menyebabkan iritasi, dermatolog dapat menyesuaikan frekuensi penggunaannya. Beberapa panduan klinis juga menyebut penggunaan bertahap sebagai salah satu cara membantu kulit beradaptasi.
Jangan langsung menambah beberapa bahan aktif sekaligus. Kalau kulit kemudian bermasalah, akan lebih sulit mengetahui produk mana yang menjadi pemicunya.
Gunakan pelembap
Pelembap bukan musuh kulit berjerawat. Justru retinoid dapat menyebabkan kulit kering dan teriritasi sehingga pelembap dapat membantu meningkatkan toleransi terhadap terapi.
Pilih pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit dan, bila rentan berjerawat, pertimbangkan produk berlabel non-komedogenik.
Jangan lupa perlindungan matahari
Retinoid topikal dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap matahari. Perlindungan terhadap sinar ultraviolet tetap menjadi bagian penting dari perawatan kulit ketika menggunakan retinoid.
Gunakan sunscreen pada pagi atau siang hari sesuai kebutuhan dan ikuti petunjuk penggunaan produknya.
Jangan menumpuk terlalu banyak bahan aktif
Ketika kulit sedang kering dan sensitif, menambahkan scrub, eksfoliator, atau berbagai bahan aktif sekaligus bisa membuat iritasi semakin sulit dikendalikan.
Prinsip sederhananya: kalau kulit sedang beradaptasi, buat rutinitas lebih mudah dibaca, bukan semakin ramai.
Baca Juga: Punya Kain Sisa 1,5 Meter, Coba Sulap Jadi Selempang atau Rok Pendek
Kapan harus berhenti menganggapnya sebagai “purging”?
Ada titik ketika kalimat “sabar, ini cuma purging” justru bisa menyesatkan.
Jika kulit mengalami iritasi berat, pembengkakan, ruam luas, rasa terbakar yang signifikan, atau keluhan yang terus memburuk, sebaiknya jangan memaksakan pemakaian. DermNet juga menyarankan penghentian produk dan konsultasi medis bila terjadi iritasi berat.
Jerawat yang berupa nodul atau kista dalam dan terasa nyeri juga membutuhkan perhatian lebih karena jenis lesi tersebut dapat meninggalkan bekas permanen.
Begitu pula jika kondisi kulit tidak kunjung membaik dan diagnosisnya tidak jelas. Tidak semua bintil di wajah merupakan jerawat, sehingga pemeriksaan dokter kulit dapat membantu memastikan penyebabnya.
Baca Juga: Mamaras, Pijat Wajah Tradisional yang Disebut Bisa Kencangkan Kontur Tanpa Botox, Benarkah Efektif?
Poin Penting
-
Retinoid merupakan kelompok turunan vitamin A yang digunakan dalam berbagai perawatan kulit.
-
Fase awal penggunaan dapat disertai kekeringan, pengelupasan, kemerahan, atau jerawat yang tampak memburuk.
-
Tidak semua jerawat baru berarti purging.
-
Purging lebih masuk akal ketika perubahan terjadi pada area yang memang rentan mengalami masalah pori setelah penggunaan bahan aktif tertentu.
-
Rasa terbakar, gatal, kemerahan berat, dan pengelupasan berlebihan lebih mengarah pada masalah toleransi atau iritasi.
-
Frekuensi penggunaan dapat perlu disesuaikan agar kulit lebih mampu mentoleransi retinoid.
-
Pelembap dan perlindungan terhadap sinar matahari penting selama penggunaan retinoid.
-
Jika iritasi berat atau jerawat semakin parah, jangan terus memaksakan produk dengan alasan sedang purging.
Insight Redaksi
“Retinoid blues” sebenarnya menggambarkan masalah yang sangat manusiawi: kita ingin hasil skincare terlihat cepat, sementara kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Karena itu, ukuran keberhasilan bukan seberapa perih kulit setelah pemakaian, melainkan apakah rutinitas tersebut bisa dijalankan secara konsisten tanpa membuat kulit mengalami iritasi yang berlebihan.
Kalau baru mulai retinoid, jangan buru-buru menilai hasil hanya dari beberapa hari pertama. Perhatikan pola kulit secara keseluruhan, jaga rutinitas tetap sederhana, dan evaluasi perubahan secara bertahap.
Untuk pembaca yang tinggal di wilayah panas dan lembap seperti Balikpapan, rutinitas yang terasa nyaman juga penting. Kulit yang mudah berkeringat bukan berarti harus dibersihkan atau dieksfoliasi berlebihan ketika sedang menggunakan retinoid.
Kalau artikel ini terasa membantu, bagikan ke teman yang sedang bingung menghadapi kulit “rewel” setelah mencoba retinoid.
Dan kalau masih penasaran dengan skincare yang sering bikin kulit terlihat memburuk sebelum membaik, Ces! masih bisa mengikuti pembahasan BTV berikutnya agar tidak salah membaca sinyal dari kulit.
FAQ
1. Apa itu retinoid blues?
Retinoid blues adalah istilah informal untuk menggambarkan rasa frustrasi ketika kulit terlihat memburuk setelah mulai menggunakan retinoid, sebelum manfaat perawatan terlihat.
2. Apakah semua jerawat setelah memakai retinoid adalah purging?
Tidak. Jerawat baru dapat berkaitan dengan fase awal terapi, tetapi juga bisa disebabkan iritasi, produk yang tidak cocok, atau faktor lain.
3. Berapa lama kulit beradaptasi dengan retinoid?
Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua orang atau semua jenis retinoid. Perbaikan jerawat dari retinoid topikal dapat membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan. DermNet mencatat bahwa perbaikan dapat membutuhkan 12 minggu atau lebih.
4. Apakah retinoid boleh digunakan setiap hari sejak awal?
Frekuensi penggunaan bergantung pada jenis retinoid, formulasi, kondisi kulit, dan arahan penggunaannya. Jika terjadi iritasi, dokter kulit dapat menyarankan pengurangan frekuensi atau penyesuaian cara pemakaian.
5. Apakah retinoid bisa membuat kulit kering?
Ya. Kekeringan, pengelupasan, dan iritasi merupakan efek yang dapat muncul pada penggunaan retinoid topikal.
6. Kapan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit?
Konsultasi diperlukan ketika iritasi berat terjadi, jerawat berupa benjolan dalam dan nyeri muncul, kondisi terus memburuk, atau penyebab masalah kulit tidak jelas.
7. Apakah retinoid aman saat hamil?
Retinoid tertentu tidak dianjurkan selama kehamilan. Karena aturan dapat berbeda berdasarkan jenis retinoid, pengguna yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk berbahan retinoid.