Jangan Langsung Sisir Alis ke Atas, Coba Turunkan Dulu agar Hasilnya Lebih Natural

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 13:52 WIB
spoolie menyisir alis ke bawah membantu melihat area kosong sebelum dirapikan kembali agar tetap natural. (BTV/AI)
spoolie menyisir alis ke bawah membantu melihat area kosong sebelum dirapikan kembali agar tetap natural. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Menyisir alis ke bawah sebelum mengisinya membantu melihat bentuk asli, merapikan area kosong, lalu mengembalikannya agar tetap natural.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Membentuk alis tidak selalu harus dimulai dengan menyisir rambut alis ke atas. Teknik menyisirnya ke bawah terlebih dahulu dapat membantu membuka area kulit dan melihat bagian yang perlu diisi sebelum alis dikembalikan ke posisi semula.

Sekilas memang terasa seperti langkah yang berlawanan. Namun, justru dari posisi sementara tersebut, bentuk alis menjadi lebih mudah dibaca. Yuk, kenali cara sederhananya supaya hasil akhir tetap rapi tanpa terlihat terlalu tebal atau kaku.

Kenapa alis justru disisir ke bawah?

Saat rambut alis langsung disisir ke atas, sebagian kulit di bawah dan di antara rambut masih tertutup. Kondisi ini bisa membuat area yang sebenarnya kosong sulit terlihat, terutama ketika seseorang ingin mengisi bagian alis yang jarang.

Menyisir rambut alis ke bawah untuk sementara membuka permukaan kulit di balik rambut. Dengan begitu, bagian yang perlu diberi warna atau diperjelas dapat terlihat lebih jelas.

Teknik ini bukan berarti rambut alis harus ditata ke bawah sebagai hasil akhir. Arah tersebut hanya digunakan sebagai langkah awal sebelum rambut dikembalikan ke posisi yang lebih natural.

Makeup artist Amy Nadine pernah menjelaskan teknik serupa: rambut alis disikat ke bawah ketika mengisi bagian arch agar kulit di balik rambut lebih mudah terlihat, kemudian rambut disikat kembali ke atas.

Jadi, inti triknya bukan membuat alis "turun", melainkan membuka pandangan terhadap bentuk alis sebelum merapikannya kembali.

Langkah pertama, sisir perlahan ke bawah

Gunakan spoolie atau sikat alis yang bersih. Sisir rambut alis dengan gerakan lembut ke arah bawah.

Tidak perlu menekan terlalu kuat. Tujuannya hanya memindahkan rambut sementara, bukan mengubah arah pertumbuhan rambut secara permanen.

Setelah rambut turun, perhatikan bentuk alis dari bagian depan hingga ekor. Lihat apakah terdapat area yang tampak lebih jarang, terutama di sekitar lengkung alis dan bagian ekor.

Posisi ini juga membantu membedakan antara rambut alis yang memang ada dan bagian yang hanya terlihat penuh karena rambut saling bertumpuk.

Untuk pemula, tahap ini justru dapat menjadi bagian yang paling membantu karena mengurangi risiko menggambar bentuk baru yang terlalu jauh dari bentuk asli.

Menyisir alis ke bawah membantu melihat bentuk asli, menemukan area jarang, dan mengisi alis secara natural. (BTV/AI)
Menyisir alis ke bawah membantu melihat bentuk asli, menemukan area jarang, dan mengisi alis secara natural. (BTV/AI)

Setelah terbuka, isi bagian yang memang diperlukan

Ketika rambut sudah disisir ke bawah, jangan langsung memenuhi seluruh permukaan alis dengan warna.

Fokus pada area yang memang terlihat kosong.

Jika menggunakan pensil alis, buat goresan pendek dan tipis mengikuti arah pertumbuhan rambut. Cara tersebut lebih mudah menghasilkan tampilan seperti rambut asli dibandingkan membuat satu garis panjang yang membentuk batas tegas.

Beberapa makeup artist juga merekomendasikan goresan pendek untuk mengisi bagian alis yang jarang agar hasilnya tidak terlihat terlalu padat.

Prinsip sederhananya adalah menambah bagian yang kurang, bukan menggambar ulang seluruh alis.

Ini penting karena terlalu banyak produk dapat membuat alis terlihat berat. Apalagi jika warna yang digunakan terlalu pekat atau tekanan tangan terlalu kuat.

Menyisir alis ke bawah membantu menemukan area kosong sebelum diisi tipis mengikuti arah rambut agar tetap natural. (BTV/AI)
Menyisir alis ke bawah membantu menemukan area kosong sebelum diisi tipis mengikuti arah rambut agar tetap natural. (BTV/AI)

Baru setelah itu sisir kembali ke atas

Setelah bagian yang diperlukan terisi, gunakan spoolie untuk mengembalikan rambut alis ke arah atas.

Gerakannya tetap ringan. Sikat dari pangkal menuju bagian atas alis, kemudian sesuaikan arah rambut dengan bentuk alami masing-masing bagian.

Pada area depan alis, rambut biasanya dapat diarahkan lebih tegak. Mendekati bagian lengkung, arah rambut dapat dibuat mengikuti bentuk alis. Sementara itu, bagian ekor sebaiknya tidak dipaksa berdiri terlalu tinggi.

Hasil akhirnya akan terlihat lebih menyatu karena warna yang sebelumnya diaplikasikan berada di antara rambut alis, bukan hanya menempel sebagai lapisan warna di permukaan.

Vogue juga pernah memuat teknik dari makeup artist Dick Page yang dimulai dengan menyisir alis ke bawah, kemudian mengembalikannya ke atas sambil mengisi menggunakan goresan pendek.

Menyisir alis ke bawah membantu melihat bentuk asli sebelum diisi, lalu dikembalikan ke atas secara natural. (BTV/AI)
Menyisir alis ke bawah membantu melihat bentuk asli sebelum diisi, lalu dikembalikan ke atas secara natural. (BTV/AI)

Mengapa hasilnya bisa terlihat lebih alami?

Ada satu alasan sederhana: teknik ini membantu mengontrol jumlah produk.

Ketika rambut alis disisir turun, area kosong lebih mudah terlihat. Artinya, seseorang dapat mengetahui bagian mana yang benar-benar membutuhkan tambahan warna.

Setelah rambut dikembalikan ke atas, pigmen yang sudah diaplikasikan ikut tersebar di antara rambut sehingga garis yang terlalu jelas dapat terlihat lebih lembut.

Makeup artist Pat McGrath juga dikenal menggunakan spoolie untuk menyisir alis ke atas setelah aplikasi produk guna mengurangi kelebihan pigmen dan melembutkan garis.

Karena itu, spoolie bukan sekadar alat untuk merapikan rambut. Dalam proses makeup alis, sikat tersebut juga membantu membaurkan produk sehingga hasilnya tidak terlihat seperti gambar yang berdiri sendiri di atas kulit.

Jangan menyamakan semua bagian alis

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menyisir seluruh alis dengan satu arah dan tekanan yang sama.

Padahal, rambut alis tidak selalu tumbuh dengan arah identik.

Bagian depan, lengkung, dan ekor dapat memiliki arah yang berbeda. Jika semuanya dipaksa lurus ke atas, hasilnya justru dapat terlihat kurang natural.

Untuk tampilan yang lebih lembut, arahkan rambut mengikuti pola alaminya. Teknik brow grooming yang baik tidak harus membuat setiap helai berdiri tegak.

Bahkan, beberapa panduan brow styling menyarankan arah yang berbeda pada bagian pangkal, arch, dan ekor untuk mendapatkan bentuk yang lebih natural.

Dengan kata lain, "ke atas" bukan berarti seluruh rambut harus dibuat vertikal.

Teknik sederhana untuk pemula

Kalau baru mulai belajar merapikan alis, gunakan urutan berikut:

  1. Pastikan alis bersih dan kering.
    Rambut yang terlalu berminyak dapat membuat produk lebih sulit dikontrol.
  2. Sisir rambut alis ke bawah.
    Lakukan perlahan menggunakan spoolie agar kulit di balik rambut lebih terlihat.
  3. Amati bagian yang kosong.
    Jangan langsung memberi warna pada seluruh alis.
  4. Isi dengan goresan pendek.
    Ikuti arah pertumbuhan rambut dan gunakan tekanan ringan.
  5. Sisir kembali ke atas.
    Gunakan spoolie untuk menyebarkan warna dan mengembalikan rambut ke posisi yang sesuai.
  6. Periksa dari jarak normal.
    Jangan hanya melihat alis dari jarak sangat dekat karena hasil makeup seharusnya terlihat menyatu ketika wajah dilihat secara keseluruhan.
  7. Kurangi produk jika terlihat terlalu tebal.
    Spoolie bersih dapat digunakan kembali untuk membantu melembutkan hasil.

Kesalahan yang sebaiknya dihindari

Teknik menyisir ke bawah dan kembali ke atas memang sederhana, tetapi hasilnya tetap bergantung pada cara penggunaan produk.

Pertama, jangan menekan spoolie terlalu keras. Gerakan kasar tidak diperlukan untuk mengubah posisi rambut alis sementara.

Kedua, jangan mengisi seluruh area dengan tekanan yang sama. Bagian yang sudah cukup penuh tidak selalu membutuhkan tambahan warna.

Ketiga, hindari membuat satu garis panjang sebagai bentuk alis. Goresan pendek lebih mudah menyerupai tekstur rambut.

Keempat, jangan membuat bagian depan terlalu kotak. Area tersebut biasanya lebih mudah terlihat berat ketika produk diaplikasikan terlalu banyak.

Kelima, jangan memaksa semua rambut berdiri lurus. Arah rambut yang sedikit berbeda justru dapat membantu mempertahankan kesan alami.

Keenam, jangan menilai hasil sebelum membaurkan produk. Setelah pensil atau produk alis diaplikasikan, spoolie dapat membantu mengurangi garis yang terlalu tegas.

Baca Juga: Lulur Seminggu Sekali Biar Nyaman, Pilih Butiran Lembut dan Jangan Digosok Keras

Perlukah menggunakan brow gel?

Tidak selalu.

Jika rambut alis sudah cukup mudah diatur, spoolie bersih mungkin sudah cukup untuk merapikannya. Brow gel dapat menjadi pilihan ketika seseorang ingin mempertahankan arah rambut lebih lama.

Yang perlu diperhatikan adalah jumlah produk. Terlalu banyak gel dapat membuat rambut alis menggumpal sehingga tekstur alaminya justru kurang terlihat.

Untuk tampilan sehari-hari, pendekatan yang lebih ringan biasanya lebih mudah dikontrol: bentuk terlebih dahulu, isi bagian yang diperlukan, kemudian rapikan.

Pensil, powder, atau brow pen?

Pilihan produk dapat disesuaikan dengan hasil yang diinginkan.

Produk Karakter hasil Cocok untuk
Pensil alis Lebih presisi Mengisi area kosong dan membuat goresan pendek
Brow powder Lebih lembut Membantu memberi efek bayangan
Brow pen Detail seperti helai rambut Menggambar bagian yang sangat jarang
Brow gel Menahan dan menata rambut Finishing dan mempertahankan bentuk

Brow pen dengan ujung sangat halus juga banyak digunakan untuk membuat goresan yang menyerupai rambut. Vogue mencatat bahwa produk jenis ini membutuhkan ketelitian lebih, tetapi dapat membantu menciptakan detail yang realistis jika diaplikasikan mengikuti arah pertumbuhan rambut.

Untuk pemula, pensil dengan ujung yang cukup tipis biasanya lebih mudah dikontrol daripada langsung menggunakan produk yang sangat pigmented.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan?

Untuk rutinitas sederhana, proses menyisir, mengisi bagian kosong, lalu merapikan kembali tidak membutuhkan waktu lama.

Yang paling penting bukan kecepatan, melainkan ketelitian pada tahap melihat area kosong.

Jika alis langsung digambar tanpa memperhatikan bentuk aslinya, waktu yang dihabiskan untuk memperbaiki kesalahan justru bisa lebih panjang.

Karena itu, beberapa detik untuk menyisir ke bawah dapat menjadi langkah kecil yang membantu keseluruhan proses lebih terkontrol.

Ada manfaat lain dari menyisir ke bawah

Selain membantu melihat area yang jarang, posisi rambut ke bawah juga dapat membuat bentuk asli alis lebih mudah diamati.

Ini berguna ketika seseorang ingin mengetahui apakah bagian arch sudah cukup terlihat atau apakah ekor alis membutuhkan sedikit tambahan.

Namun, teknik ini bukan metode untuk mengubah bentuk alis secara permanen. Hasil akhirnya tetap sebaiknya mengikuti karakter rambut dan bentuk alis yang sudah dimiliki.

Tujuannya adalah memperjelas, bukan menciptakan bentuk yang sepenuhnya berbeda.

Tabel ringkasan langkah

Tahap Gerakan Tujuan
1 Sisir ke bawah Membuka area kulit dan melihat bagian kosong
2 Isi tipis Menambah warna hanya pada area yang diperlukan
3 Sisir ke atas Mengembalikan rambut ke posisi natural
4 Baurnya dengan spoolie Melembutkan garis dan menyatukan warna
5 Evaluasi Memastikan alis tidak terlalu tebal atau kaku

Poin Penting

Insight Redaksi

Trik menyisir alis ke bawah menarik karena hasil natural justru dimulai dari langkah yang tidak terlihat sebagai finishing. Dengan membuka rambut terlebih dahulu, pengisian menjadi lebih terukur. Perbedaannya kecil, tetapi membantu menghindari kebiasaan menambahkan produk terlalu banyak hanya karena bagian kosong sulit terlihat.

Rekomendasi

Untuk pemula, mulai dengan spoolie bersih dan pensil alis berujung tipis. Jangan mengejar alis yang sangat tebal sejak awal. Lebih aman menambahkan sedikit demi sedikit, kemudian menyisir ulang sampai warna dan rambut terlihat menyatu.

Kalau hasil pertama belum sempurna, tidak perlu langsung menambah produk. Sering kali, satu kali sapuan spoolie justru cukup untuk membuat garis yang terlalu tegas terlihat lebih lembut.

Teknik sederhana ini paling cocok dijadikan kebiasaan sebelum mengisi alis karena membantu mata mengenali bentuk asli terlebih dahulu. Setelah terbiasa, prosesnya bisa terasa lebih cepat dan hasilnya lebih konsisten.

FAQ

Apakah alis harus selalu disisir ke bawah terlebih dahulu?

Tidak harus. Menyisir ke bawah merupakan salah satu teknik untuk melihat area kulit dan bagian alis yang jarang dengan lebih jelas. Jika bentuk alis sudah mudah dibaca, seseorang dapat langsung menggunakan teknik grooming yang paling nyaman.

Apakah setelah itu alis wajib disisir ke atas?

Tidak selalu tegak lurus ke atas. Rambut sebaiknya dikembalikan mengikuti arah pertumbuhan dan bentuk alis agar hasilnya tetap natural.

Apakah teknik ini cocok untuk alis tipis?

Teknik ini dapat membantu melihat bagian yang perlu diisi. Namun, jumlah produk tetap perlu disesuaikan dengan kepadatan rambut agar hasilnya tidak terlihat terlalu berat.

Apakah bisa dilakukan tanpa pensil alis?

Bisa, jika tujuan utamanya hanya merapikan rambut. Spoolie bersih dapat digunakan untuk grooming tanpa menambahkan warna.

Apakah brow gel wajib digunakan?

Tidak. Brow gel hanya menjadi pilihan tambahan jika ingin membantu mempertahankan arah rambut setelah proses grooming.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
tips kecantikan alis makeup alis