Durasi Baca: 7 Menit
Ikhtisar: Membersihkan kuas makeup secara rutin membantu menjaga kebersihan, kelembutan bulu, kenyamanan pemakaian, dan ketahanan kuas.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kuas makeup yang digunakan berulang perlu dibersihkan secara rutin agar sisa kosmetik, minyak, dan kotoran tidak terus menempel pada bulunya serta berpindah kembali ke wajah.
Masalahnya, cara mencuci yang terlalu kasar atau membuat bagian pangkal kuas terlalu basah justru dapat merusak bentuk dan sambungannya. Karena itu, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan agar kuas tetap bersih tanpa memperpendek masa pakainya.
Mengapa Kuas Makeup Perlu Dibersihkan Secara Rutin?
Kuas makeup bersentuhan langsung dengan kulit sekaligus berbagai produk kosmetik. Foundation, concealer, blush, bedak, minyak kulit, debu, dan sisa produk dapat tertinggal di antara bulu kuas setelah digunakan.
American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan kuas makeup dicuci setiap 7–10 hari untuk membantu mengurangi bakteri yang dapat menempel pada alat makeup. Kuas yang kotor dapat berkontribusi terhadap masalah seperti jerawat, ruam, iritasi, bahkan infeksi tertentu.
Untuk kuas yang digunakan di sekitar mata, perhatian terhadap kebersihan menjadi semakin penting. Cleveland Clinic mencatat bahwa kuas area mata dapat membawa risiko infeksi sehingga perlu dibersihkan secara teratur.
Artinya, membersihkan kuas bukan sekadar membuat alat makeup terlihat lebih rapi. Kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari rutinitas menjaga kebersihan perlengkapan yang menyentuh wajah.
1. Basahi Hanya Bagian Bulu Kuas
Kesalahan yang sering dilakukan adalah merendam seluruh kuas ke dalam air. Padahal, bagian pangkal bulu memiliki sambungan yang perlu dijaga agar tidak terus-menerus terkena air.
Mulailah dengan membilas ujung bulu kuas menggunakan air hangat suam-suam kuku. Arahkan bulu menghadap ke bawah sehingga air mengalir keluar dari ujung kuas, bukan masuk menuju pangkal.
AAD juga menyarankan agar bagian kepala kuas tidak direndam seluruhnya karena air dapat merusak perekat yang menghubungkan kepala kuas dengan gagangnya.
Tidak perlu menggunakan tekanan air terlalu kuat. Tujuannya hanya melonggarkan sisa makeup yang menempel sebelum masuk ke tahap pencucian.
Tips praktis: Pegang gagang kuas dengan posisi sedikit miring dan biarkan hanya bulu kuas yang terkena air.
2. Gunakan Pembersih yang Lembut
Setelah sisa makeup mulai terlepas, gunakan pembersih yang lembut untuk membersihkan bulunya.
AAD merekomendasikan penggunaan sampo lembut atau clarifying shampoo yang dicampurkan dengan air hangat. Sabun yang terlalu keras dapat membuat bulu kuas menjadi kering atau terasa kurang lembut.
Tuangkan sedikit pembersih pada telapak tangan atau wadah kecil. Kemudian, putar perlahan bagian bulu kuas di atas telapak tangan agar produk pembersih menjangkau bagian yang masih menyimpan sisa kosmetik.
Untuk kuas foundation dan concealer, tahap ini mungkin membutuhkan perhatian lebih karena produk cair atau krim biasanya lebih mudah menumpuk dibandingkan bedak.
Jangan buru-buru menekan atau menggosok kuas dengan tenaga besar. Gerakan lembut tetapi menyeluruh justru lebih aman untuk mempertahankan bentuk bulunya.
3. Bilas Sampai Airnya Benar-Benar Bersih
Setelah bulu kuas dibersihkan, bilas kembali menggunakan air mengalir.
Perhatikan warna air yang keluar dari bulu kuas. Jika masih terlihat keruh atau terdapat sisa warna kosmetik, ulangi proses pemberian pembersih dan pembilasan.
AAD menyarankan proses pencucian dan pembilasan dilakukan sampai air yang keluar dari kuas terlihat bersih.
Tahap ini penting karena sisa pembersih yang tertinggal juga tidak ideal untuk alat yang nantinya akan menyentuh wajah.
Namun, jangan menganggap semakin lama kuas direndam berarti semakin bersih. Fokusnya adalah mengangkat residu kosmetik secara efektif tanpa membuat seluruh bagian kuas terus terkena air.
Berapa kali harus dicuci?
Tidak ada jumlah bilasan yang sama untuk semua kuas. Kuas yang digunakan untuk produk cair biasanya membutuhkan proses lebih lama dibandingkan kuas bedak.
Cleveland Clinic menyebut kuas untuk produk basah seperti foundation dan concealer sebaiknya dicuci sekitar seminggu sekali. Kuas untuk produk kering seperti bedak dan blush dapat memiliki interval lebih panjang, sedangkan kuas area mata disarankan dibersihkan secara rutin.
Jadi, frekuensi dapat disesuaikan dengan jenis produk dan penggunaan, tetapi kebersihan tetap menjadi prioritas.
4. Keringkan dengan Cara yang Tidak Merusak Bentuk
Kuas yang sudah bersih belum selesai dirawat. Cara mengeringkannya juga menentukan apakah bulu kuas tetap rapi atau justru cepat berubah bentuk.
Setelah dibilas, tekan perlahan bagian bulu menggunakan handuk bersih atau tisu kering untuk mengurangi kelebihan air. Hindari memelintir bulu karena gerakan tersebut dapat membuat susunan bulu berubah.
Setelah itu, letakkan kuas secara mendatar di atas handuk bersih dengan bagian bulu sedikit melewati tepi permukaan. Posisi ini memungkinkan udara membantu proses pengeringan tanpa membuat air mengalir kembali menuju pangkal.
AAD secara khusus menyarankan agar kuas tidak dikeringkan dalam posisi berdiri karena air dapat mengalir ke bagian sambungan dan melonggarkan perekat kepala kuas.
Cleveland Clinic juga merekomendasikan kuas dibiarkan kering sepenuhnya, termasuk dengan membiarkannya semalaman bila diperlukan.
Jangan gunakan hair dryer dengan panas tinggi. Panas berlebihan dapat membuat proses perawatan menjadi kurang ideal, terutama pada kuas dengan bulu sintetis atau bagian perekat tertentu.
5. Jangan Langsung Disimpan Saat Masih Lembap
Kuas yang terlihat sudah tidak menetes belum tentu benar-benar kering.
Bagian dalam bulu bisa saja masih menyimpan kelembapan. Jika langsung dimasukkan ke tempat penyimpanan tertutup, sirkulasi udara menjadi terbatas.
Karena itu, beri waktu sampai kuas benar-benar kering sebelum dikembalikan ke tempat penyimpanan.
Tempat penyimpanan juga perlu diperhatikan. Kuas yang sudah bersih sebaiknya ditempatkan di area yang kering dan relatif bersih, bukan dibiarkan terbuka di lokasi yang mudah terkena debu atau cipratan air.
Kebiasaan ini terasa sederhana, tetapi dapat membantu menjaga hasil pencucian lebih lama.
Jika kamu biasanya mencuci kuas pada malam hari, biarkan kuas mengering semalaman dan simpan kembali pada pagi berikutnya ketika seluruh bagian sudah kering.
6. Sesuaikan Frekuensi Membersihkan dengan Jenis Kuas
Tidak semua kuas mengalami tingkat paparan produk yang sama.
Kuas untuk foundation, concealer, cream blush, atau produk makeup basah cenderung membutuhkan perhatian lebih karena residunya dapat menumpuk. Kuas bedak atau blush powder umumnya dapat memiliki jadwal pembersihan yang berbeda.
Cleveland Clinic memberikan panduan bahwa kuas produk basah dapat dicuci mingguan, kuas makeup kering sekitar sebulan sekali, dan kuas yang digunakan di sekitar mata sekitar dua minggu sekali.
Sementara itu, AAD memberikan panduan umum mencuci kuas setiap 7–10 hari.
Perbedaan interval ini menunjukkan bahwa tidak ada satu jadwal yang harus diterapkan secara kaku untuk semua kuas. Pemakaian sehari-hari, jenis produk, kondisi kulit, serta penggunaan di area mata perlu ikut dipertimbangkan.
Ringkasan Frekuensi Perawatan
| Jenis Kuas | Panduan Pembersihan |
|---|---|
| Foundation/concealer | Sekitar seminggu sekali |
| Blush/bedak powder | Dapat lebih jarang, sekitar sebulan sekali |
| Kuas eyeshadow/area mata | Sekitar dua minggu sekali |
| Kuas yang digunakan sangat sering | Bersihkan lebih rutin |
| Kuas setelah digunakan bersama orang lain | Sebaiknya jangan digunakan bersama |
Untuk menjaga kebersihan, AAD juga menyarankan agar kuas makeup tidak digunakan bergantian dengan orang lain.
Baca Juga: Krim Mata Tidak Perlu Setebal Itu, Ini Cara Pakai yang Lebih Tepat
Kesalahan yang Bisa Membuat Kuas Cepat Rusak
Membersihkan kuas secara rutin memang penting, tetapi teknik yang salah dapat membuat alat makeup justru lebih cepat rusak.
Merendam seluruh kuas
Air dapat masuk ke bagian pangkal dan berpotensi mengganggu perekat yang menyatukan kepala kuas dengan gagang. Karena itu, cukup basahi bagian bulunya.
Menggosok terlalu keras
Bulu kuas tidak perlu diperlakukan seperti kain yang harus disikat kuat. Tekanan berlebihan dapat membuat bulu berubah bentuk atau lebih cepat rontok.
Memelintir bulu saat mengeringkan
Setelah dibilas, cukup tekan perlahan untuk mengeluarkan air. Memelintir atau menarik bulu dapat mengganggu bentuknya.
Mengeringkan dalam posisi tegak
Cara ini dapat membuat air bergerak menuju pangkal kuas. Posisi mendatar lebih aman untuk proses pengeringan.
Tetap memakai kuas yang sudah rusak
Jika bulu kuas mulai rontok, bentuknya berubah permanen, atau permukaannya terasa kasar dan tidak nyaman, membersihkan saja mungkin tidak lagi cukup.
Cleveland Clinic menyarankan mengganti kuas ketika bulunya sudah berjumbai, aus, atau kehilangan bentuk.
Apakah Kuas Makeup Harus Dicuci Setiap Hari?
Tidak semua kuas harus dicuci setiap hari.
Namun, semakin sering kuas digunakan dan semakin banyak produk basah yang menempel, semakin penting menjaga jadwal pembersihannya. Kuas yang digunakan untuk area mata juga perlu mendapatkan perhatian khusus.
Untuk rutinitas umum, mencuci kuas secara berkala sekitar setiap 7–10 hari dapat menjadi patokan sederhana berdasarkan rekomendasi AAD.
Jika kamu menggunakan kuas untuk makeup hampir setiap hari, membuat jadwal khusus—misalnya satu hari dalam seminggu sebagai “hari cuci kuas”—bisa membuat kebiasaan ini lebih mudah dilakukan secara konsisten.
Tabel Singkat Perawatan Kuas Makeup
| Tahap | Yang Dilakukan | Yang Dihindari |
|---|---|---|
| Membasahi | Gunakan air hangat suam-suam kuku pada bulu | Merendam seluruh kuas |
| Mencuci | Gunakan pembersih lembut | Menggosok terlalu keras |
| Membilas | Sampai air terlihat bersih | Membiarkan residu sabun |
| Mengeringkan | Tekan lembut dan letakkan mendatar | Memelintir bulu |
| Penyimpanan | Simpan setelah benar-benar kering | Menyimpan saat lembap |
| Perawatan rutin | Sesuaikan dengan jenis penggunaan | Membiarkan kuas kotor terlalu lama |
Berapa Biaya Membersihkan Kuas Makeup?
Perawatan kuas sebenarnya tidak membutuhkan banyak perlengkapan.
| Kebutuhan | Jumlah | Estimasi Harga | Total |
|---|---|---|---|
| Sampo/pembersih lembut | 1 botol kecil | Rp15.000–Rp40.000 | Rp15.000–Rp40.000 |
| Handuk bersih | 1 buah | Rp10.000–Rp25.000 | Rp10.000–Rp25.000 |
| Wadah kecil | 1 buah | Rp5.000–Rp15.000 | Rp5.000–Rp15.000 |
| Estimasi total | Rp30.000–Rp80.000 |
Estimasi biaya bersifat ilustratif dan dapat berbeda berdasarkan merek, ukuran produk, serta tempat pembelian.
Jika di rumah sudah tersedia pembersih lembut, handuk, dan wadah, biaya tambahan bahkan bisa sangat kecil. Yang lebih penting justru konsistensi membersihkan dan mengeringkan kuas dengan benar.
Kapan Kuas Sebaiknya Diganti?
Kuas tidak harus dibuang hanya karena sudah lama digunakan. Selama bulunya masih nyaman, bentuknya terjaga, dan kondisinya baik, perawatan rutin dapat membantu mempertahankan kegunaannya.
Namun, ada tanda yang sebaiknya diperhatikan.
Pertama, bulu mulai banyak rontok. Kedua, bentuk kepala kuas sudah tidak kembali seperti semula. Ketiga, bulunya terasa kasar ketika menyentuh kulit. Keempat, bagian sambungan antara kepala dan gagang mulai longgar.
Jika kondisi tersebut muncul, mengganti kuas dapat menjadi pilihan yang lebih masuk akal daripada terus memaksakan alat yang sudah tidak nyaman.
Cleveland Clinic juga menyarankan penggantian ketika kuas sudah berjumbai, aus, atau kehilangan bentuk.
Baca Juga: Perbedaan Retinol, Bakuchiol, dan Peptida: Mana yang Paling Cocok untuk Kulit Usia Muda?
Poin Penting
- Bersihkan kuas secara rutin dan sesuaikan jadwal dengan jenis penggunaannya.
- Gunakan air hangat suam-suam kuku dan pembersih yang lembut.
- Fokuskan pencucian pada bulu kuas, bukan seluruh gagang.
- Jangan merendam kepala kuas terlalu lama.
- Bilas sampai tidak ada lagi sisa kosmetik maupun pembersih.
- Keringkan dalam posisi mendatar dan pastikan benar-benar kering sebelum disimpan.
- Jangan berbagi kuas makeup dengan orang lain.
- Ganti kuas jika bulunya sudah rusak, berjumbai, atau kehilangan bentuk.
Insight Redaksi
Kebersihan kuas makeup sering dianggap sebagai pekerjaan kecil yang bisa ditunda. Padahal, alat ini digunakan langsung pada wajah berulang kali.
Menjadikan satu hari tertentu sebagai jadwal mencuci kuas dapat membuat perawatan terasa lebih ringan. Tidak perlu menunggu kuas terlihat sangat kotor karena rutinitas yang konsisten justru membuat proses pencucian lebih mudah.
Yang tidak kalah penting, jangan hanya memikirkan kebersihan. Teknik mencuci dan mengeringkan juga menentukan kondisi kuas dalam jangka panjang.
Jadi, Ces, merawat kuas makeup tidak harus rumit. Kuncinya ada pada pembersihan rutin, gerakan lembut, pengeringan yang tepat, dan penyimpanan yang bersih.
Kalau tips ini terasa berguna, bagikan artikel ini ke teman yang juga suka makeup dan ikuti terus informasi lifestyle terbaru dari Balikpapan TV.
FAQ
1. Seberapa sering kuas makeup harus dicuci?
AAD menyarankan mencuci kuas makeup setiap 7–10 hari. Frekuensinya dapat disesuaikan dengan jenis kuas dan produk yang digunakan.
2. Apakah kuas makeup boleh direndam?
Sebaiknya tidak merendam seluruh kepala kuas. Fokuskan air dan pembersihan pada bagian bulu untuk membantu melindungi perekat pada sambungan kuas.
3. Apakah kuas harus dikeringkan berdiri?
Tidak disarankan. Letakkan kuas secara mendatar dengan bagian bulu melewati tepi permukaan agar air tidak mengalir menuju sambungan kuas.
4. Apakah kuas makeup boleh dipakai bergantian?
Sebaiknya tidak. AAD menyarankan agar kuas dan aplikator makeup tidak digunakan bersama orang lain untuk mengurangi risiko perpindahan kotoran, minyak, bakteri, dan infeksi tertentu.
5. Kapan kuas makeup harus diganti?
Kuas sebaiknya dipertimbangkan untuk diganti ketika bulunya sudah berjumbai, aus, kehilangan bentuk, atau tidak lagi nyaman digunakan.
Editor : Arya Kusuma