Skincare untuk Penyelam: Cara Melindungi Kulit dari Sinar UV, Air Laut, dan Risiko Kering

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 21:25 WIB
Penyelam mengaplikasikan tabir surya sebelum menyelam guna melindungi kulit dari paparan sinar matahari tropis. (BTV/Ai)
Penyelam mengaplikasikan tabir surya sebelum menyelam guna melindungi kulit dari paparan sinar matahari tropis. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 8 menit

Ikhtisar: Rutinitas skincare penyelam perlu fokus pada perlindungan UV, kelembapan kulit, dan pilihan sunscreen yang lebih ramah terumbu karang.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Bagi penyelam, kulit berhadapan dengan matahari, air laut, angin, dan aktivitas berulang di dalam air yang membuat rutinitas skincare perlu sedikit berbeda.

Masalahnya bukan sekadar kulit terasa kering setelah menyelam. Perlindungan UV juga harus tetap kuat, sementara produk yang terbawa ke laut perlu dipilih dengan lebih bijak. Yuk, lihat rutinitas yang masuk akal untuk penyelam.

Kulit penyelam menghadapi lebih dari sekadar air laut

Sehabis menyelam, kulit bisa terasa kencang, kasar, atau seperti kehilangan kelembapan. Kondisi ini sering membuat orang langsung menumpuk banyak produk skincare.

Padahal, rutinitas yang terlalu ramai belum tentu lebih baik.

Untuk aktivitas laut, prinsipnya justru sederhana: bersihkan dengan lembut, pulihkan kelembapan, lindungi dari UV, lalu kurangi produk yang tidak diperlukan sebelum masuk air.

Air laut bukan satu-satunya persoalan. Paparan sinar ultraviolet tetap menjadi perhatian besar, terutama ketika aktivitas berlangsung di luar ruangan dalam waktu lama.

American Academy of Dermatology merekomendasikan sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih tinggi dan tahan air, ditambah pakaian pelindung serta mencari tempat teduh bila memungkinkan.

Kenapa kulit terasa makin kering setelah menyelam?

Sensasi kulit kering setelah aktivitas laut tidak selalu berarti kulit mengalami kerusakan berat. Namun, paparan air berulang, proses membilas tubuh, angin, dan lingkungan yang panas dapat membuat kulit terasa semakin tidak nyaman.

Karena itu, setelah keluar dari laut, jangan buru-buru menggosok kulit sampai benar-benar kesat.

Bilas tubuh dengan air tawar, keringkan dengan menepuk perlahan menggunakan handuk, kemudian aplikasikan pelembap ketika kulit masih sedikit lembap.

Dermatolog dari American Academy of Dermatology juga merekomendasikan pelembap bebas pewangi untuk membantu menangani kulit kering. Untuk kulit yang sangat kering, krim atau ointment umumnya lebih membantu dibandingkan lotion yang lebih ringan.

Penyelam mengeringkan kulit dengan handuk lembut sambil menjaga kelembapan tubuh usai beraktivitas di laut tropis. (BTV/Ai)
Penyelam mengeringkan kulit dengan handuk lembut sambil menjaga kelembapan tubuh usai beraktivitas di laut tropis. (BTV/Ai)

Pilih pelembap yang sederhana

Untuk rutinitas penyelam, pelembap tidak harus memiliki daftar kandungan yang panjang.

Cari formula yang:

Ceramide adalah salah satu komponen yang membantu mempertahankan fungsi pelindung kulit. Tetapi bukan berarti semua penyelam wajib memakai produk dengan ceramide.

Kalau pelembap sederhana sudah membuat kulit nyaman dan tidak menimbulkan iritasi, tidak perlu menambah banyak produk hanya karena sedang mengikuti tren skincare.

Baca Juga: Skincare Baru Jangan Langsung Dipakai ke Wajah, Lakukan Patch Test untuk Cegah Iritasi dan Alergi

Sunscreen untuk penyelam: jangan cuma cari tulisan “reef-safe”

Di sinilah rutinitas skincare penyelam menjadi sedikit berbeda.

Istilah “reef-safe” atau “reef-friendly” tidak otomatis menjadi jaminan bahwa sebuah sunscreen benar-benar tidak berdampak terhadap ekosistem terumbu karang. National Park Service bahkan mengingatkan konsumen untuk tidak hanya mengandalkan tulisan tersebut pada kemasan, tetapi memeriksa bahan aktifnya.

Untuk pendekatan yang lebih konservatif terhadap terumbu karang, National Park Service merekomendasikan sunscreen mineral dengan bahan aktif zinc oxide atau titanium dioxide, sekaligus mengutamakan pakaian pelindung.

Artinya, jangan berhenti pada bagian depan kemasan.

Balik kemasannya dan lihat daftar bahan aktif.

Apa yang dicari?

Untuk perlindungan kulit, cari sunscreen dengan tiga karakter utama:

  1. Broad-spectrum, untuk perlindungan terhadap UVA dan UVB.

  2. SPF 30 atau lebih tinggi, sesuai rekomendasi dermatolog.

  3. Water resistant, karena aktivitas penyelaman melibatkan air dan keringat.

Untuk pendekatan yang lebih ramah terumbu, pilih produk mineral dengan bahan aktif zinc oxide dan/atau titanium dioxide, sambil memeriksa keseluruhan daftar bahan dan aturan lokal di lokasi penyelaman.

Yang penting, jangan menganggap satu label pemasaran sebagai bukti mutlak.

National Park Service secara eksplisit menyatakan bahwa belum ada sunscreen yang terbukti sepenuhnya “reef-friendly”. Karena itu, strategi terbaik bukan hanya mengganti sunscreen, tetapi juga mengurangi jumlah sunscreen yang masuk ke laut dengan menutup tubuh menggunakan pakaian pelindung.

Baca Juga: Mendung Bukan Berarti Aman! Benarkah Sunscreen Tetap Wajib Dipakai Setiap Hari? Ini Penjelasannya

Rash guard bukan cuma aksesori penyelam

Kalau harus memilih antara menambah satu serum baru atau membeli perlengkapan perlindungan UV yang tepat, penyelam sebaiknya memprioritaskan perlindungan fisik.

Rash guard atau pakaian dengan perlindungan UV dapat menutup sebagian besar permukaan kulit sehingga kebutuhan sunscreen di area tersebut berkurang.

Topi, pakaian berlengan panjang, dan perlindungan fisik lain juga membantu ketika berada di kapal atau permukaan air.

Ini penting karena sunscreen bukan satu-satunya lapisan perlindungan terhadap matahari.

American Academy of Dermatology juga menekankan kombinasi sunscreen, pakaian pelindung, dan mencari tempat teduh sebagai bagian dari strategi perlindungan matahari.

Rutinitas sebelum menyelam: semakin sederhana, semakin mudah dijalankan

Pagi sebelum aktivitas laut, jangan membuat wajah seperti sedang bersiap untuk sesi skincare 12 langkah.

Untuk kebanyakan orang, urutannya dapat dibuat sederhana:

Pembersih lembut → pelembap bila diperlukan → sunscreen → perlengkapan pelindung UV.

Jika kulit sangat kering, pelembap dapat menjadi bagian penting sebelum sunscreen.

Tetapi beri waktu agar produk skincare nyaman di kulit sebelum menggunakan masker selam.

Area sekitar mata juga perlu diperhatikan. Sunscreen yang mudah berpindah ketika terkena air atau keringat dapat masuk ke mata dan membuat pengalaman menyelam menjadi tidak nyaman.

Gunakan produk sesuai petunjuk kemasan dan jangan mengoleskannya terlalu dekat dengan garis mata jika produk tersebut memang mudah mengiritasi mata.

Baca Juga: Skinimalism: Rutinitas Skincare Minimalis 3 Langkah untuk Tampil Segar Tanpa Ribet

Jangan mengandalkan sunscreen “waterproof”

Satu istilah yang perlu dilupakan penyelam adalah waterproof sunscreen.

Tidak ada sunscreen yang benar-benar waterproof. Produk yang memenuhi standar tertentu hanya boleh mengklaim tahan air selama periode tertentu, umumnya 40 atau 80 menit, tergantung hasil pengujian.

Artinya, sunscreen yang tahan air selama 80 menit bukan berarti bisa dipakai sepanjang hari.

Setelah berenang, berkeringat, atau mengeringkan tubuh dengan handuk, perlindungan dapat berkurang. Sunscreen juga perlu diaplikasikan ulang sesuai petunjuk pada label.

FDA menjelaskan bahwa sunscreen water-resistant harus mencantumkan apakah efektivitasnya bertahan selama 40 atau 80 menit ketika berenang atau berkeringat.

Jadi, jangan membaca kata water resistant sebagai “tidak perlu reapply”.

Baca Juga: Cara Membaca Ingredient List Skincare: Bahan Paling Atas Belum Tentu yang Terbaik

Berapa banyak sunscreen yang sebenarnya dibutuhkan?

Salah satu kesalahan paling umum bukan memilih SPF yang terlalu rendah, melainkan memakai sunscreen terlalu sedikit.

American Academy of Dermatology menyebut sekitar 1 ounce, atau kira-kira satu shot glass, sebagai jumlah minimum untuk menutupi kulit tubuh orang dewasa yang tidak tertutup pakaian. Untuk wajah, AAD juga memberikan panduan penggunaan sekitar satu sendok teh untuk wajah dalam konteks panduan aplikasinya.

Dalam praktik menyelam, jumlah yang dibutuhkan tentu bergantung pada luas kulit yang terbuka.

Karena itu, rash guard justru bisa membuat rutinitas lebih praktis. Semakin banyak kulit tertutup pakaian pelindung, semakin sedikit area yang membutuhkan sunscreen.

Penggunaan tabir surya secukupnya pada area kulit terbuka untuk perlindungan optimal saat beraktivitas di pantai. (BTV/Ai)
Penggunaan tabir surya secukupnya pada area kulit terbuka untuk perlindungan optimal saat beraktivitas di pantai. (BTV/Ai)

Setelah menyelam, lakukan “reset” kulit

Begitu aktivitas selesai, jangan biarkan sisa garam laut mengering begitu saja di kulit.

Rutinitas sederhana:

1. Bilas dengan air tawar

Tujuannya membersihkan sisa air laut, keringat, sunscreen, dan berbagai residu yang menempel di permukaan kulit.

2. Gunakan pembersih lembut bila diperlukan

Tidak semua kondisi membutuhkan pembersihan agresif.

Kalau kulit terasa sangat kering atau sensitif, hindari sabun yang membuat kulit terasa tertarik setelah dibilas.

3. Keringkan tanpa menggosok keras

Cukup tepuk menggunakan handuk bersih.

4. Kunci kelembapan

Gunakan pelembap ketika kulit masih sedikit lembap.

Untuk kulit kering, krim atau ointment bebas pewangi dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman daripada produk yang terlalu ringan.

5. Jangan langsung memakai terlalu banyak bahan aktif

Setelah paparan matahari dan aktivitas laut, kulit mungkin sedang terasa lebih sensitif.

Tidak ada keharusan memakai exfoliating acid, retinoid, scrub, dan berbagai serum sekaligus.

Kalau kulit sedang perih, kemerahan, mengelupas, atau terasa terbakar, sederhanakan rutinitas terlebih dahulu.

Bagaimana dengan exfoliating?

Eksfoliasi memang bisa menjadi bagian dari skincare, tetapi penyelam tidak perlu mengejar kulit “super bersih” setiap selesai menyelam.

Scrub kasar dapat membuat kulit terasa semakin tidak nyaman, terutama jika skin barrier sedang terganggu.

Untuk orang yang sering berada di laut, pendekatan yang lebih aman adalah memperhatikan kondisi kulit terlebih dahulu.

Jika kulit normal dan tidak sensitif, eksfoliasi ringan mungkin bisa dilakukan sesuai toleransi.

Jika kulit sedang kering, perih, pecah-pecah, atau terbakar matahari, prioritaskan pemulihan kelembapan dan perlindungan UV sebelum kembali menggunakan bahan aktif.

Perawatan kulit eksfoliasi lembut usai menyelam menjaga kulit tetap segar, lembap, dan terawat alami. (BTV/Ai)
Perawatan kulit eksfoliasi lembut usai menyelam menjaga kulit tetap segar, lembap, dan terawat alami. (BTV/Ai)

Baca Juga: Maskara Tak Perlu Tebal, Begini Teknik Tipis agar Bulu Mata Rapi Tanpa Gumpalan

Bagaimana kalau sudah terlanjur sunburn?

Kalau kulit sudah terbakar matahari, jangan mencoba “mengobatinya” dengan semakin banyak produk aktif.

American Academy of Dermatology menyarankan keluar dari paparan matahari, mandi atau berendam dengan air sejuk, kemudian menggunakan pelembap yang dapat membantu menenangkan kulit. Jika muncul lepuh, jangan dipecahkan karena kulit yang melepuh membutuhkan waktu untuk sembuh dan perlindungan terhadap infeksi.

Sunburn berat, lepuh luas, nyeri berat, demam, menggigil, pusing, mual, atau gejala lain yang mengkhawatirkan membutuhkan penilaian medis.

Dan satu hal penting: kulit yang terbakar bukan tanda bahwa sunscreen “kurang mahal”.

Sering kali persoalannya justru kombinasi paparan UV yang panjang, perlindungan fisik yang kurang, aplikasi sunscreen yang tidak cukup, atau reapplication yang terlewat.

Perawatan kulit lembut dengan pelembap penenang setelah terpapar sinar matahari untuk menjaga kelembapan alami. (BTV/Ai)
Perawatan kulit lembut dengan pelembap penenang setelah terpapar sinar matahari untuk menjaga kelembapan alami. (BTV/Ai)

Pilihan skincare penyelam yang lebih masuk akal

Kebutuhan Jumlah Estimasi Harga Total
Cleanser lembut 1 Rp50.000–Rp150.000 Rp50.000–Rp150.000
Moisturizer fragrance-free 1 Rp75.000–Rp250.000 Rp75.000–Rp250.000
Mineral sunscreen SPF 30+ 1 Rp100.000–Rp300.000 Rp100.000–Rp300.000
Lip balm SPF 1 Rp40.000–Rp100.000 Rp40.000–Rp100.000
Rash guard/UV shirt 1 Rp150.000–Rp500.000 Rp150.000–Rp500.000

Kisaran tersebut adalah gambaran anggaran, bukan harga baku. Harga dapat berbeda menurut merek, ukuran, bahan, dan tempat pembelian.

Menariknya, barang yang paling mahal dalam rutinitas bukan selalu skincare.

Rash guard yang dipakai berulang justru dapat menjadi investasi perlindungan yang praktis karena mengurangi area kulit yang langsung terpapar UV sekaligus mengurangi kebutuhan sunscreen di area tertutup.

Baca Juga: Kebaya Modern untuk Acara Keluarga? Ini 6 Gaya Anggun yang Praktis Dipakai

Lima kesalahan yang sebaiknya dihindari penyelam

  1. Menganggap “reef-safe” sebagai jaminan mutlak. Periksa bahan aktif dan pertimbangkan perlindungan fisik.

  2. Menggunakan sunscreen terlalu sedikit. SPF tinggi tidak banyak membantu jika lapisan yang digunakan tidak memadai.

  3. Menganggap water resistant berarti waterproof. Tetap ikuti waktu reapplication pada label.

  4. Menggosok kulit terlalu keras setelah menyelam. Bersihkan dengan lembut dan fokus memulihkan kelembapan.

  5. Menumpuk bahan aktif ketika kulit sedang iritasi. Beri kesempatan skin barrier pulih sebelum kembali ke rutinitas intensif.

Poin Penting

Insight Redaksi

Rutinitas skincare penyelam sebenarnya tidak perlu semakin rumit karena semakin sering berada di laut.

Yang perlu ditingkatkan justru konsistensi perlindungan.

Sunscreen yang tepat, pakaian UV, pembilasan setelah aktivitas laut, dan pelembap sederhana bisa jauh lebih masuk akal daripada membawa satu tas penuh serum ke atas kapal.

Dan ketika berbicara soal terumbu karang, pilihan terbaik bukan mencari produk yang sekadar memiliki tulisan “reef-safe”, melainkan mengurangi paparan bahan ke laut sebisa mungkin.

Kalau bisa menutup kulit dengan rash guard, lakukan. Kalau harus menggunakan sunscreen, pilih dengan teliti. Kalau sudah selesai menyelam, bilas dan rawat kembali kulit.

Perawatan yang baik adalah yang bisa dilakukan berulang kali tanpa merepotkan.

Kalau kamu sering diving, snorkeling, atau sekadar menghabiskan akhir pekan di laut, simpan rutinitas ini sebagai “paket dasar”: perlindungan UV, kelembapan, pembersihan lembut, dan pilihan produk yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Bagikan artikel ini ke teman satu kapal atau buddy diving yang masih menganggap sunscreen cukup sekali pakai sebelum turun ke laut.

Jangan sampai sibuk mengejar spot diving yang cantik, tapi lupa menjaga kulit sendiri dan lingkungan yang membuat perjalanan itu jadi istimewa. Tetap update info seputar gaya hidup dan tips praktis hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah sunscreen mineral pasti aman untuk terumbu karang?

Tidak ada sunscreen yang dapat disebut terbukti sepenuhnya aman untuk semua ekosistem terumbu. Pendekatan yang lebih konservatif adalah menggunakan mineral sunscreen dengan zinc oxide atau titanium dioxide, sekaligus mengurangi paparan sunscreen ke laut melalui pakaian pelindung.

2. Apakah penyelam tetap perlu sunscreen jika memakai rash guard?

Ya, terutama pada bagian kulit yang tetap terbuka. Rash guard membantu menutup sebagian tubuh, tetapi wajah, leher, tangan, kaki, dan area lain yang terbuka tetap membutuhkan perlindungan sesuai kebutuhan.

3. Berapa kali sunscreen harus diaplikasikan ulang?

Ikuti petunjuk produk. Secara umum, sunscreen perlu diaplikasikan ulang setidaknya setiap dua jam ketika berada di luar ruangan dan lebih cepat setelah berenang, berkeringat, atau mengeringkan tubuh dengan handuk.

4. Apakah kulit kering setelah menyelam harus memakai serum?

Tidak harus. Prioritasnya adalah pembersihan lembut dan pelembap yang sesuai. Serum tambahan baru diperlukan jika memang ada kebutuhan kulit tertentu dan kulit dapat mentoleransinya.

5. Bolehkah eksfoliasi setelah diving?

Boleh jika kulit dalam kondisi sehat dan tidak iritasi, tetapi tidak perlu dilakukan secara agresif. Jika kulit terasa perih, kering, mengelupas, atau terbakar matahari, fokuskan dulu pada pemulihan dan pelembapan.

6. Apa yang harus dilakukan jika kulit terbakar matahari?

Hentikan paparan matahari, dinginkan kulit dengan air sejuk, gunakan pelembap yang menenangkan, dan jangan memecahkan lepuhan. Untuk sunburn berat atau disertai gejala sistemik, cari bantuan medis.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
scuba diving Skincare Sunscreen gaya hidup