Durasi Baca: 7 Menit
Ikhtisar: Minum air membantu hidrasi tubuh, tetapi moisturizer tetap penting menjaga air di lapisan terluar kulit.
Balikpapan TV - Hai Ces! Minum air putih cukup penting bagi tubuh dan dapat memengaruhi kadar air kulit, tetapi tidak otomatis menggantikan moisturizer untuk menjaga kelembapan epidermis.
Banyak orang mengira kulit yang terasa kering cukup diatasi dengan memperbanyak minum. Benarkah sesederhana itu? Yuk, bedakan fungsi hidrasi dari dalam dan perawatan kulit dari luar.
Minum Air Memang Penting, tetapi Ceritanya Tidak Berhenti di Situ
Air bukan sekadar minuman untuk menghilangkan rasa haus. Tubuh membutuhkan air untuk berbagai fungsi fisiologis, termasuk menjaga keseimbangan cairan, membantu pengaturan suhu, serta mendukung berbagai proses seluler.
Kulit juga memiliki kandungan air. Lapisan terluarnya, stratum corneum, membutuhkan kadar air yang cukup agar dapat menjalankan fungsi normalnya. Penelitian mengenai fisiologi kulit menunjukkan bahwa kandungan air pada lapisan ini berkaitan dengan kemampuan kulit mempertahankan fungsi pelindungnya.
Karena itu, ketika tubuh kekurangan cairan, menjaga hidrasi secara keseluruhan tetap menjadi bagian penting dari kesehatan. Namun, dari sini sering muncul kesimpulan yang terlalu jauh: kalau minum air bisa membantu kulit, berarti moisturizer tidak diperlukan.
Itulah bagian yang perlu diluruskan.
Hidrasi tubuh dan hidrasi permukaan kulit bukanlah hal yang sama.
Minum air bekerja terutama melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Sementara moisturizer digunakan langsung pada permukaan kulit untuk membantu mempertahankan air di lapisan kulit dan mendukung fungsi skin barrier.
Jadi, Apakah Minum Air Bisa Membuat Kulit Lebih Lembap?
Jawabannya: bisa berkontribusi, tetapi efeknya tidak sesederhana "semakin banyak minum, semakin lembap kulit".
Sebuah systematic review yang menelaah penelitian mengenai asupan cairan dan hidrasi kulit menemukan bukti bahwa tambahan asupan air mungkin meningkatkan hidrasi stratum corneum. Namun, jumlah penelitian yang tersedia masih terbatas dan kualitas buktinya juga dinilai lemah. Efeknya cenderung lebih terlihat pada orang yang sebelumnya memang memiliki asupan air rendah.
Temuan tersebut penting karena menunjukkan dua hal sekaligus.
Pertama, air yang diminum memang dapat berhubungan dengan kandungan air kulit.
Kedua, hubungan itu tidak berarti minum air dalam jumlah besar akan otomatis menghasilkan kulit yang jauh lebih lembap.
Penelitian lain pada perempuan sehat juga menemukan bahwa tambahan konsumsi air selama satu bulan dapat meningkatkan hidrasi kulit, terutama pada peserta yang sebelumnya mengonsumsi air lebih sedikit. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan perubahan signifikan pada transepidermal water loss (TEWL), yaitu kehilangan air dari kulit ke lingkungan melalui permukaan kulit.
Di sinilah perbedaan antara hidrasi internal dan perawatan eksternal mulai terlihat jelas.
Baca Juga: Cara Membaca Ingredient List Skincare: Bahan Paling Atas Belum Tentu yang Terbaik
Apa yang Sebenarnya Terjadi di Lapisan Kulit?
Bayangkan kulit sebagai sebuah dinding pelindung.
Di bagian paling luar terdapat stratum corneum yang berfungsi seperti lapisan penghalang. Lapisan ini membantu mempertahankan air sekaligus melindungi tubuh dari lingkungan luar.
Kulit yang sehat bukan hanya membutuhkan air, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk menahan air tersebut.
Penelitian mengenai mekanisme hidrasi kulit menjelaskan bahwa kemampuan stratum corneum mempertahankan air dipengaruhi antara lain oleh natural moisturizing factor di dalam sel kulit serta lipid antarsel yang membantu membentuk penghalang terhadap kehilangan air.
Artinya, persoalannya bukan hanya berapa banyak air yang masuk ke tubuh.
Ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting:
Seberapa baik kulit mempertahankan air tersebut?
Kalau skin barrier terganggu, air lebih mudah hilang melalui permukaan kulit. Kondisi inilah yang berkaitan dengan kulit kering dan peningkatan transepidermal water loss.
Karena itu, minum air dan memakai moisturizer bekerja pada konteks yang berbeda.
Baca Juga: Setting Spray Sudah Dipakai tapi Makeup Tetap Luntur? Cek 7 Penyebab Ini
Moisturizer Bekerja Lebih Dekat dengan Permukaan Kulit
Moisturizer bukan sekadar "air dalam bentuk krim".
Produk pelembap dapat mengandung kombinasi bahan dengan fungsi berbeda, termasuk humektan, emolien, dan oklusif.
Humektan membantu menarik atau mempertahankan air pada lapisan kulit. Emolien membantu membuat permukaan kulit terasa lebih lembut dan halus. Sementara bahan oklusif membantu mengurangi keluarnya air dari permukaan kulit.
Review mengenai hidrasi kulit dan dermokosmetik menjelaskan bahwa kombinasi mekanisme tersebut digunakan untuk membantu mempertahankan air dan mengurangi transepidermal water loss.
Itulah mengapa moisturizer memiliki fungsi yang tidak dapat begitu saja digantikan dengan segelas air.
Air yang diminum harus melewati sistem pencernaan dan peredaran tubuh sebelum berhubungan dengan berbagai jaringan. Moisturizer, sebaliknya, diaplikasikan langsung pada permukaan kulit tempat kehilangan air terjadi.
Keduanya bukan pesaing.
Keduanya bekerja dari sisi yang berbeda.
Baca Juga: Cara Memakai Retinol untuk Pemula: Seberapa Sering Harus Dipakai dan Mengapa Wajib Pakai Sunscreen?
Penelitian Membandingkan Air dan Moisturizer
Ada penelitian yang secara langsung membandingkan tambahan asupan air dengan penggunaan moisturizer pada perempuan sehat.
Dalam penelitian tersebut, 43 peserta dibagi berdasarkan kebiasaan konsumsi air dan kemudian mendapatkan intervensi berupa tambahan air, moisturizer, kombinasi keduanya, atau kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa moisturizer memberikan dampak yang lebih menguntungkan terhadap hidrasi kulit dibandingkan tambahan asupan air.
Temuan ini menjawab pertanyaan utama artikel dengan cukup jelas.
Minum air tetap penting, tetapi tidak bisa dianggap sebagai pengganti moisturizer.
Bahkan ketika konsumsi air memberikan kontribusi terhadap hidrasi kulit, moisturizer tetap memiliki keuntungan karena bekerja langsung pada lapisan kulit dan membantu mempertahankan air di sana.
Jadi, kalau kulit terasa kering, solusinya bukan memilih antara minum air atau memakai moisturizer.
Yang lebih masuk akal adalah memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi sekaligus merawat skin barrier dari luar.
Kulit Kering Bukan Selalu Tanda Kurang Minum
Ini salah satu salah kaprah yang cukup umum.
Kulit kering bisa muncul karena berbagai faktor. American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa kulit dapat kehilangan terlalu banyak air akibat kondisi lingkungan, penggunaan produk pembersih yang keras, mandi air terlalu panas, serta sejumlah kondisi kulit tertentu.
Jadi, ketika wajah terasa tertarik setelah mencuci muka, muncul sisik halus, atau kulit terasa kasar, jangan langsung menyimpulkan bahwa tubuh sedang kekurangan air.
Bisa jadi masalahnya justru ada pada rutinitas perawatan kulit.
Misalnya, seseorang sudah minum cukup tetapi rutin mencuci wajah dengan pembersih yang terlalu keras, mandi dengan air sangat panas, atau tidak menggunakan pelembap setelah membersihkan kulit.
Dalam kondisi seperti itu, menambah konsumsi air belum tentu menyelesaikan masalah di permukaan kulit.
Baca Juga: Maskara Tak Perlu Tebal, Begini Teknik Tipis agar Bulu Mata Rapi Tanpa Gumpalan
Kapan Moisturizer Sebaiknya Dipakai?
Untuk kulit yang mudah kering, penggunaan moisturizer setelah membersihkan kulit dapat membantu mempertahankan air.
American Academy of Dermatology merekomendasikan penggunaan moisturizer ketika kulit masih sedikit lembap setelah mandi atau mencuci. Tujuannya membantu "mengunci" air yang masih berada di permukaan kulit sebelum menguap.
Pemilihan tekstur juga dapat disesuaikan dengan kondisi kulit.
Lotion biasanya lebih ringan, sedangkan cream memiliki kandungan minyak lebih tinggi dan umumnya lebih menghidrasi. Ointment lebih tebal dan dapat lebih efektif untuk kulit yang sangat kering.
Untuk kulit yang mudah berjerawat, pilihan seperti label oil-free atau non-comedogenic dapat dipertimbangkan agar risiko menyumbat pori lebih rendah.
Tidak berarti semua orang membutuhkan moisturizer yang sangat tebal. Kebutuhan kulit berbeda-beda.
Yang penting adalah memahami masalah kulit terlebih dahulu.
Baca Juga: Kebaya Modern untuk Acara Keluarga? Ini 6 Gaya Anggun yang Praktis Dipakai
Jangan Mengejar Angka Minum Air Secara Berlebihan
Ada kecenderungan menganggap semakin banyak air diminum, semakin baik pula kondisi kulit.
Bukti ilmiah belum mendukung kesimpulan sesederhana itu. Systematic review terhadap uji klinis mengenai perubahan konsumsi air juga menunjukkan bahwa bukti manfaat meningkatkan konsumsi air untuk berbagai hasil kesehatan masih terbatas dan hasil penelitian tidak selalu konsisten.
Karena itu, kebiasaan minum sebaiknya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tubuh, bukan dijadikan strategi tunggal untuk mendapatkan kulit yang lebih lembap.
Minum ketika haus, memperhatikan kebutuhan cairan sesuai aktivitas dan kondisi tubuh, serta menjaga pola hidup sehat jauh lebih masuk akal daripada memaksa minum dalam jumlah berlebihan hanya demi mengejar efek kosmetik.
Terlebih lagi, kebutuhan cairan setiap orang tidak selalu sama.
Kombinasi yang Lebih Masuk Akal untuk Kulit
Kalau tujuan Anda adalah menjaga kulit tetap nyaman dan tidak mudah kering, pendekatannya bisa dibuat sederhana.
Pertama, jaga hidrasi tubuh.
Pastikan asupan cairan mencukupi kebutuhan tubuh sehari-hari. Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan.
Kedua, jangan abaikan skin barrier.
Gunakan pembersih yang sesuai dengan kondisi kulit dan hindari kebiasaan yang membuat kulit semakin kering, seperti mandi terlalu panas atau penggunaan produk yang terlalu keras.
Ketiga, gunakan moisturizer bila kulit membutuhkannya.
Aplikasikan setelah mencuci atau mandi ketika kulit masih sedikit lembap agar air di permukaan kulit lebih mudah dipertahankan.
Keempat, perhatikan perlindungan dari lingkungan.
Perawatan kulit tidak berhenti pada pelembap. Perlindungan terhadap paparan sinar matahari juga merupakan bagian penting dari perawatan kulit sehari-hari. American Academy of Dermatology merekomendasikan sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih sebagai salah satu langkah perlindungan.
Baca Juga: Skincare, Makeup, dan Parfum Tidak Boleh Asal Taruh! Ini Pengaruh Panas, Cahaya, dan Kelembapan
Kesalahan yang Sering Terjadi
Ada beberapa pola pikir yang sebaiknya mulai ditinggalkan.
-
Menganggap kulit kering selalu berarti kurang minum.
Padahal penyebab kulit kering bisa berasal dari lingkungan, kebiasaan mandi, produk pembersih, gangguan skin barrier, usia, obat tertentu, maupun kondisi kulit. -
Mengganti moisturizer dengan air putih.
Keduanya mempunyai jalur dan fungsi yang berbeda. -
Memaksa minum air sebanyak-banyaknya demi kulit.
Bukti penelitian belum menunjukkan bahwa semakin banyak air selalu berarti semakin baik hidrasi kulit. -
Menggunakan moisturizer hanya ketika kulit sudah sangat kering.
Untuk orang yang memang membutuhkan pelembap, penggunaan secara teratur dapat membantu menjaga kondisi kulit. -
Memilih moisturizer hanya berdasarkan tren.
Kandungan dan tekstur sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kulit, bukan sekadar karena sedang populer.
Poin Penting
-
Minum air penting untuk menjaga hidrasi tubuh dan dapat berkontribusi terhadap kadar air kulit.
-
Bukti penelitian menunjukkan efek tambahan konsumsi air terhadap hidrasi kulit ada, tetapi tidak selalu besar dan bukti keseluruhannya masih terbatas.
-
Moisturizer bekerja langsung pada permukaan kulit untuk membantu mempertahankan air dan mendukung skin barrier.
-
Penelitian yang membandingkan intervensi air dan moisturizer menemukan dampak moisturizer terhadap hidrasi kulit lebih menguntungkan.
-
Kulit kering tidak otomatis berarti tubuh kekurangan air.
-
Merawat kulit dari dalam dan luar sebaiknya dilakukan bersamaan, bukan dipertentangkan.
Baca Juga: Lulur Seminggu Sekali Biar Nyaman, Pilih Butiran Lembut dan Jangan Digosok Keras
Insight Redaksi
Kalau selama ini Anda menganggap satu botol air putih bisa menggantikan satu langkah skincare, anggapan itu perlu sedikit diperbaiki.
Air putih dan moisturizer bukan dua produk yang sedang berebut posisi.
Air membantu tubuh menjaga keseimbangan cairan secara keseluruhan. Moisturizer membantu kulit mempertahankan air pada lapisan yang memang berhadapan langsung dengan lingkungan.
Jadi, pertanyaannya bukan "pilih minum air atau moisturizer?"
Yang lebih tepat adalah: sudahkah kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, dan apakah skin barrier juga dirawat dengan benar?
Untuk kulit yang kering, jawaban terbaik biasanya bukan menambah satu kebiasaan secara berlebihan, melainkan memperbaiki beberapa kebiasaan kecil sekaligus.
Minum cukup. Bersihkan kulit dengan lembut. Gunakan pelembap sesuai kebutuhan. Dan jangan lupa melindungi kulit dari paparan matahari.
Dengan begitu, perawatan kulit tidak hanya mengejar sensasi lembap sesaat, tetapi juga membantu menjaga fungsi pelindung kulit dalam keseharian.
Kalau artikel ini terasa berguna, bagikan ke teman atau keluarga yang masih mengira kulit kering cukup diatasi dengan minum air lebih banyak. Karena urusan skincare kadang bukan soal menambah produk, tetapi memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan kulit.
Kulit sehat tidak hanya soal seberapa banyak air yang masuk ke tubuh, tetapi juga seberapa baik kulit mempertahankan air yang dimilikinya.
FAQ
1. Apakah minum air putih bisa membuat kulit lebih lembap?
Bisa berkontribusi terhadap hidrasi kulit, terutama pada orang yang sebelumnya memiliki asupan air rendah. Namun, bukti penelitian belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semakin banyak minum air akan selalu membuat kulit semakin lembap.
2. Apakah moisturizer masih diperlukan kalau sudah minum banyak air?
Ya, jika kulit membutuhkan pelembap. Moisturizer bekerja langsung pada permukaan kulit untuk membantu mempertahankan air dan mengurangi kehilangan air dari kulit.
3. Mengapa kulit tetap kering padahal sudah banyak minum?
Kulit kering dapat dipengaruhi banyak faktor, termasuk produk pembersih, mandi air panas, lingkungan, usia, obat-obatan, serta kondisi kulit tertentu.
4. Kapan waktu terbaik memakai moisturizer?
Setelah mencuci wajah atau mandi, ketika kulit masih sedikit lembap. Cara ini membantu mempertahankan air pada permukaan kulit.
5. Apakah semua orang membutuhkan moisturizer yang sama?
Tidak. Tekstur dan formulasi dapat disesuaikan dengan jenis kulit serta tingkat kekeringannya. Kulit sangat kering biasanya membutuhkan formula yang lebih kaya dibandingkan kulit normal atau berminyak.
6. Apakah minum air lebih banyak bisa menggantikan skincare?
Tidak. Hidrasi dari dalam dan perawatan kulit dari luar memiliki fungsi berbeda. Air mendukung hidrasi tubuh, sedangkan moisturizer membantu mempertahankan air dan mendukung barrier pada permukaan kulit.
7. Kapan kulit kering perlu diperiksakan?
Jika kulit sangat kering, terus-menerus terasa gatal atau nyeri, pecah-pecah, mengalami iritasi berulang, atau tidak membaik dengan perawatan dasar, pemeriksaan dokter kulit dapat membantu mencari penyebabnya.