Kulit Berminyak, Cuci Wajah Maksimal 2 Kali Sehari agar Tidak Mudah Iritasi

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 08:43 WIB
Mencuci wajah lembut dua kali sehari membantu mengontrol minyak sekaligus menjaga kelembapan alami kulit tetap terjaga. (BTV/AI)
Mencuci wajah lembut dua kali sehari membantu mengontrol minyak sekaligus menjaga kelembapan alami kulit tetap terjaga. (BTV/AI)

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Mencuci wajah maksimal dua kali sehari membantu mengontrol minyak tanpa mengabaikan kelembapan dan perlindungan alami kulit.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kulit wajah berminyak dapat dirawat dengan kebiasaan sederhana, salah satunya mencuci wajah secara lembut maksimal dua kali sehari untuk membantu mengangkat minyak berlebih tanpa memperparah iritasi.

Terlalu sering mencuci wajah justru bisa membuat kulit terasa kering dan teriritasi. Karena itu, kuncinya bukan membuat wajah terasa kesat, melainkan menjaga keseimbangan antara membersihkan minyak, mempertahankan kelembapan, dan menggunakan produk yang sesuai.

Kenapa wajah berminyak tidak perlu dicuci berkali-kali?

Wajah yang terlihat mengilap beberapa jam setelah mencuci memang bisa membuat seseorang ingin kembali membersihkannya. Namun, mencuci wajah berulang kali bukan berarti minyak akan terus berkurang.

American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan pemilik kulit berminyak membersihkan wajah hingga dua kali sehari dan setelah berkeringat. AAD juga mengingatkan agar kulit tidak digosok karena tindakan tersebut dapat menyebabkan iritasi.

Minyak alami kulit sebenarnya bukan sesuatu yang harus dihilangkan seluruhnya. Sebum membantu mempertahankan kondisi kulit. Tantangannya adalah menjaga agar minyak berlebih tidak mengganggu kenyamanan atau berkontribusi terhadap masalah seperti pori-pori tersumbat dan jerawat.

Jadi, wajah tidak perlu dibuat sampai terasa “kesat banget”. Rasa kesat berlebihan justru bisa menjadi tanda bahwa pembersihan terlalu agresif.

Dua kali sehari menjadi batas sederhana untuk rutinitas harian

Waktu yang paling praktis adalah pagi dan malam.

Pada pagi hari, pembersihan membantu mengangkat minyak dan sisa produk yang berada di permukaan kulit. Pada malam hari, wajah dibersihkan dari kotoran, minyak, dan sisa produk yang digunakan sepanjang hari.

AAD menyarankan mencuci wajah ketika bangun dan sebelum tidur, serta membersihkannya setelah aktivitas yang membuat tubuh berkeringat banyak.

Artinya, “maksimal dua kali sehari” bukan berarti seseorang harus memaksakan diri mencuci wajah dua kali jika kulit sedang sangat kering atau sensitif. Kondisi kulit tetap perlu diperhatikan.

Untuk kulit yang mudah kering atau sensitif, Cleveland Clinic mencatat bahwa sebagian orang mungkin lebih nyaman menggunakan air saja pada pagi hari dan pembersih pada malam hari.

Pilih pembersih yang lembut, bukan yang membuat kulit terasa tertarik

Kesalahan yang cukup mudah dilakukan ketika memiliki wajah berminyak adalah memilih pembersih yang terasa sangat kuat.

Sensasi wajah menjadi kesat setelah mencuci memang dapat terasa memuaskan. Namun, pembersih yang terlalu keras dapat mengiritasi kulit dan bahkan dapat memicu peningkatan produksi minyak. AAD justru merekomendasikan pembersih wajah yang lembut untuk kulit berminyak.

Saat memilih produk, perhatikan keterangan pada kemasan. Untuk kulit yang cenderung berminyak atau mudah berjerawat, AAD menyarankan mempertimbangkan produk berlabel oil-free atau non-comedogenic, yaitu dirancang agar tidak mudah menyumbat pori.

Jika kulit mudah sensitif, produk fragrance-free juga dapat menjadi pilihan yang lebih aman karena pewangi dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang.

Cara mencuci wajah yang lebih ramah kulit

Rutinitasnya sebenarnya sederhana.

1. Basahi wajah dengan air suam-suam kuku

Hindari air yang terlalu panas. Air suam-suam kuku lebih sesuai untuk proses membersihkan wajah tanpa memberikan panas berlebihan pada kulit.

Basahi wajah dengan air suam-suam kuku sebelum membersihkan kulit agar tetap nyaman, lembap, dan terlindungi alami. (BTV/AI)
Basahi wajah dengan air suam-suam kuku sebelum membersihkan kulit agar tetap nyaman, lembap, dan terlindungi alami. (BTV/AI)

2. Gunakan pembersih secukupnya

Oleskan pembersih secara perlahan menggunakan ujung jari. Tidak perlu menggunakan tenaga besar untuk membuat wajah terasa benar-benar bersih.

AAD menyarankan menggunakan pembersih yang lembut dan tidak abrasif serta mengaplikasikannya dengan ujung jari.

Membersihkan wajah dengan lembut menggunakan ujung jari membantu menjaga kebersihan sekaligus mempertahankan kelembapan alami kulit.(BTV/AI)
Membersihkan wajah dengan lembut menggunakan ujung jari membantu menjaga kebersihan sekaligus mempertahankan kelembapan alami kulit. (BTV/AI)

3. Jangan menggosok wajah

Kulit berminyak bukan berarti harus digosok lebih keras.

Scrub fisik, spons kasar, atau gerakan yang terlalu kuat dapat meningkatkan iritasi. AAD secara khusus menyarankan untuk tidak menggosok kulit ketika mencuci wajah.

Membersihkan wajah dengan lembut dua kali sehari membantu mengontrol minyak tanpa mengiritasi kulit berlebihan. (BTV/AI)
Membersihkan wajah dengan lembut dua kali sehari membantu mengontrol minyak tanpa mengiritasi kulit berlebihan. (BTV/AI)

4. Bilas sampai bersih

Pastikan tidak ada sisa pembersih yang tertinggal. Setelah itu, keringkan dengan menepuk wajah menggunakan handuk yang lembut, bukan menggosoknya.

Bilas wajah hingga bersih, lalu keringkan perlahan dengan handuk lembut tanpa menggosok kulit. (BTV/AI)
Bilas wajah hingga bersih, lalu keringkan perlahan dengan handuk lembut tanpa menggosok kulit. (BTV/AI)

5. Gunakan pelembap

Ini bagian yang sering dilewati pemilik kulit berminyak.

Padahal, kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap. AAD merekomendasikan penggunaan pelembap setelah membersihkan wajah dan menyarankan mencari produk yang sesuai dengan kondisi kulit.

Kulit berminyak tidak otomatis berarti kulit tidak membutuhkan hidrasi.

mencuci wajah secukupnya lalu memakai pelembap membantu menjaga keseimbangan minyak, hidrasi, dan perlindungan alami kulit. (BTV/AI)
mencuci wajah secukupnya lalu memakai pelembap membantu menjaga keseimbangan minyak, hidrasi, dan perlindungan alami kulit. (BTV/AI)

Apakah mencuci lebih dari dua kali bisa membuat wajah makin berminyak?

Mencuci wajah terlalu sering dapat mengganggu kondisi kulit dan menyebabkan kekeringan atau iritasi. AAD menyebut mencuci wajah berkali-kali sepanjang hari dapat semakin mengiritasi kulit, terutama pada orang yang mengalami jerawat.

Cleveland Clinic juga menjelaskan bahwa setiap kali wajah dicuci, sebagian minyak alami ikut terangkat. Jika proses tersebut dilakukan secara berlebihan, kulit dapat menjadi lebih kering.

Karena itu, pendekatan yang lebih masuk akal adalah membersihkan secukupnya, bukan sebanyak-banyaknya.

Kalau wajah terasa berminyak di tengah hari, tidak selalu berarti harus kembali mencuci wajah. Untuk kondisi seperti ini, mengurangi kilap secara lembut bisa menjadi alternatif daripada berulang kali menggunakan sabun atau pembersih.

Bagaimana kalau wajah berkeringat setelah olahraga?

Ada pengecualian penting.

Jika wajah berkeringat banyak setelah olahraga atau aktivitas fisik, wajah sebaiknya dibersihkan setelah aktivitas tersebut. AAD memasukkan kondisi berkeringat sebagai waktu tambahan ketika pembersihan wajah diperlukan.

Jadi, prinsipnya bukan sekadar menghitung jumlah cucian secara kaku. Yang lebih penting adalah melihat kondisi kulit dan aktivitas yang dilakukan.

Untuk seseorang yang berolahraga pagi, misalnya, membersihkan wajah setelah berkeringat lebih masuk akal daripada membiarkan keringat dan minyak menempel lama pada kulit.

Jangan mengejar wajah yang benar-benar bebas minyak

Minyak pada wajah bukan musuh yang harus dihilangkan sampai nol.

Sebum merupakan bagian dari kondisi alami kulit. Karena itu, target perawatan sebaiknya bukan membuat wajah terasa kering dan kesat sepanjang hari, tetapi menjaga kulit tetap nyaman dan bersih tanpa iritasi.

Inilah alasan mengapa pembersih yang terlalu keras bukan pilihan otomatis untuk kulit berminyak.

AAD bahkan menyebut penggunaan pembersih yang terlalu keras dapat mengiritasi kulit dan memicu peningkatan produksi minyak.

Dengan kata lain, mengejar rasa “super kesat” dapat menjadi strategi yang kurang tepat.

Bagaimana dengan kandungan salicylic acid?

Beberapa bahan aktif memang dapat membantu mengatasi minyak dan masalah kulit tertentu.

AAD menyebut salicylic acid, glycolic acid, dan lactic acid sebagai bahan yang dapat membantu mengurangi minyak. Namun, bahan-bahan tersebut juga bisa terlalu keras bagi sebagian orang dan perlu dihentikan atau dikurangi frekuensinya jika menimbulkan iritasi.

Jadi, tidak semua orang membutuhkan bahan aktif dalam setiap sesi mencuci wajah.

Untuk rutinitas dasar, pembersih yang lembut sudah menjadi titik awal yang masuk akal. Jika memiliki masalah jerawat atau iritasi yang menetap, pemilihan bahan aktif sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit dan, bila perlu, dibicarakan dengan dokter kulit.

Bagaimana dengan double cleansing?

Double cleansing berarti membersihkan wajah dua tahap, biasanya menggunakan pembersih berbasis minyak kemudian pembersih berbasis air.

Metode tersebut bisa berguna terutama bagi orang yang menggunakan makeup atau sunscreen tahan air. Namun, double cleansing tidak otomatis diperlukan semua orang.

Cleveland Clinic menyebut sebagian besar orang tidak perlu melakukan double cleansing dan memperingatkan bahwa mencuci berlebihan dapat menyebabkan kulit kering, iritasi, serta gangguan pada skin barrier atau lapisan pelindung kulit.

Jadi, jangan menganggap dua tahap pembersihan sebagai kewajiban hanya karena kulit berminyak.

Baca Juga: Krim Mata Tidak Perlu Setebal Itu, Ini Cara Pakai yang Lebih Tepat

Ringkasan kebiasaan yang bisa langsung diterapkan

Kebiasaan Yang dilakukan
Pagi Bersihkan wajah dengan pembersih lembut sesuai kebutuhan
Siang Tidak perlu mencuci ulang hanya karena wajah terlihat mengilap
Setelah olahraga Bersihkan wajah setelah berkeringat banyak
Malam Bersihkan wajah sebelum tidur
Saat mencuci Gunakan ujung jari dan gerakan lembut
Setelah mencuci Gunakan pelembap sesuai kondisi kulit
Saat memilih produk Pertimbangkan label oil-free, non-comedogenic, atau fragrance-free sesuai kebutuhan

Estimasi biaya

Rutinitas ini tidak membutuhkan banyak produk. Karena harga produk skincare sangat bervariasi menurut merek, ukuran, dan kandungan, BTV-EOS mengharuskan estimasi biaya didukung data terbaru jika dicantumkan.

Karena tidak ada data harga produk tertentu dalam bahan yang diberikan, estimasi biaya tidak ditetapkan di artikel ini agar tidak menciptakan angka yang tidak terverifikasi.

Kesalahan yang sebaiknya dihindari

  1. Mencuci wajah berkali-kali karena merasa sangat berminyak. Pembersihan berlebihan dapat meningkatkan risiko kering dan iritasi.
  2. Menggosok wajah kuat-kuat. Membersihkan wajah tidak harus dilakukan dengan tekanan tinggi.
  3. Menggunakan pembersih yang terlalu keras. Produk yang agresif dapat mengiritasi kulit dan bukan otomatis membuat kulit lebih sehat.
  4. Tidak memakai pelembap karena kulit berminyak. Kulit berminyak tetap membutuhkan hidrasi.
  5. Menganggap angka pengurangan minyak sebagai hasil pasti. Klaim seperti “minyak berkurang 35 persen” membutuhkan data penelitian atau pengukuran yang jelas; tanpa bukti tersebut, angka tidak boleh diperlakukan sebagai hasil yang pasti.

Poin Penting

Insight Redaksi

Kulit berminyak tidak selalu membutuhkan pembersihan yang lebih agresif. Justru konsistensi, kelembutan, dan keseimbangan kelembapan lebih masuk akal daripada mengejar sensasi wajah kesat. Angka 35 persen sebaiknya tidak dijadikan janji hasil karena respons kulit berbeda dan membutuhkan bukti pengukuran yang jelas.

Untuk rutinitas sederhana, mulai dari pembersih lembut, frekuensi yang wajar, pelembap, dan perlindungan matahari. Jangan menambah banyak produk sekaligus hanya karena wajah terlihat berminyak.

Jika kulit terasa perih, sangat kering, mengelupas, atau mengalami masalah yang menetap, hentikan produk yang dicurigai mengiritasi dan pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter kulit.

 Rawat kulit dengan konsisten, bukan berlebihan. Bagikan artikel ini kepada teman yang masih mengira wajah berminyak harus dicuci berkali-kali, dan ikuti terus informasi lifestyle Balikpapantv.id.

FAQ

Apakah mencuci wajah dua kali sehari cukup untuk kulit berminyak?
Untuk banyak orang, dua kali sehari merupakan frekuensi yang direkomendasikan, ditambah setelah aktivitas yang menyebabkan banyak keringat.

Apakah mencuci wajah lebih sering membuat minyak hilang lebih cepat?
Tidak selalu. Pencucian berlebihan dapat membuat kulit kering dan teriritasi.

Apakah kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap?
Ya. AAD tetap merekomendasikan pelembap untuk kulit berminyak.

Apakah angka minyak berkurang 35 persen bisa dijadikan patokan?
Tidak berdasarkan sumber yang digunakan untuk artikel ini. Angka tersebut membutuhkan bukti penelitian atau pengukuran yang jelas.

Apakah double cleansing wajib untuk kulit berminyak?
Tidak. Metode tersebut lebih relevan pada kondisi tertentu, misalnya ketika perlu menghapus makeup atau sunscreen tahan air.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
cuci wajah Kulit berminyak Perawatan wajah