Brush Makeup Cepat Kotor? Ini Cara Membersihkan dan Menyimpannya agar Awet

Amellinda Nur Aini • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 14:41 WIB
Brush makeup sedang dibersihkan dengan air hangat untuk mengangkat sisa kosmetik, minyak, debu, dan kotoran membandel (BTV/AI)
Brush makeup sedang dibersihkan dengan air hangat untuk mengangkat sisa kosmetik, minyak, debu, dan kotoran membandel (BTV/AI)

Durasi Baca: 7 Menit

Ikhtisar: Membersihkan brush makeup secara rutin membantu mengurangi penumpukan sisa kosmetik, minyak, kotoran, dan bakteri pada bulu kuas.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Brush makeup yang sering dipakai untuk foundation, concealer, blush, hingga eyeshadow mudah menyimpan sisa kosmetik, minyak, dan kotoran sehingga perlu dibersihkan secara rutin agar tetap nyaman digunakan.

Masalahnya, mencuci brush bukan sekadar membasahinya lalu menjemurnya. Cara mencuci, mengeringkan, dan menyimpan yang keliru justru dapat membuat bulu brush cepat berubah bentuk atau bagian kepala kuas mudah rusak. Karena itu, cara merawatnya perlu disesuaikan dengan jenis penggunaan brush.

Kenapa brush makeup cepat kotor?

Brush makeup bersentuhan langsung dengan produk kosmetik dan kulit wajah. Setiap kali digunakan, bulu kuas dapat membawa sisa foundation, minyak wajah, sel kulit, debu, dan berbagai kotoran dari permukaan kulit.

Jika tidak dibersihkan secara berkala, residu tersebut menumpuk di antara bulu brush. Kondisinya bukan hanya membuat kuas terlihat kusam, tetapi juga dapat memengaruhi kenyamanan ketika makeup kembali diaplikasikan.

American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan brush makeup dicuci setiap 7–10 hari untuk membantu mengurangi bakteri yang dapat tertinggal pada brush. AAD juga mengingatkan bahwa brush yang kotor dapat berkontribusi terhadap masalah seperti jerawat, ruam, hingga infeksi tertentu.

Untuk pengguna yang memakai brush setiap hari, jadwal mencuci juga bisa disesuaikan dengan jenis produk. Dermatolog Melissa Piliang, MD dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa brush untuk produk basah seperti foundation atau concealer sebaiknya dicuci sekitar seminggu sekali. Brush untuk produk kering dapat memiliki jadwal pencucian yang lebih jarang, sedangkan brush di area mata perlu mendapat perhatian khusus.

Brush makeup cepat kotor karena membawa sisa kosmetik, minyak, sel kulit, debu, dan bakteri. (BTV/AI)
Brush makeup cepat kotor karena membawa sisa kosmetik, minyak, sel kulit, debu, dan bakteri. (BTV/AI)

Jangan tunggu brush terlihat kotor

Salah satu kebiasaan yang sering terjadi adalah menunggu brush sampai bulunya berubah warna atau terasa keras sebelum dicuci.

Padahal, tampilan luar bukan satu-satunya tanda. Brush yang sering digunakan bisa membawa residu produk meskipun secara kasatmata masih terlihat cukup bersih.

Perhatikan beberapa tanda berikut:

Kalau beberapa tanda tersebut muncul, jangan menunggu sampai jadwal mencuci berikutnya.

Jangan tunggu brush terlihat kotor, perhatikan perubahan bulu, aroma, dan hasil aplikasi sebelum mencucinya (BTV/AI)
Jangan tunggu brush terlihat kotor, perhatikan perubahan bulu, aroma, dan hasil aplikasi sebelum mencucinya (BTV/AI)

Cara membersihkan brush makeup yang benar

Membersihkan brush sebenarnya tidak membutuhkan banyak perlengkapan. Yang paling penting adalah menggunakan pembersih yang lembut, air hangat, dan memberikan waktu cukup untuk proses pengeringan.

1. Siapkan air hangat dan pembersih lembut

Gunakan air hangat, bukan air yang terlalu panas. Siapkan sabun lembut atau sampo yang sesuai untuk membersihkan brush.

AAD merekomendasikan pembersihan dengan air hangat dan sampo lembut atau clarifying shampoo. Sabun yang terlalu keras berpotensi membuat bulu brush menjadi kering atau kasar.

Tidak perlu menggunakan banyak cairan pembersih. Sedikit produk sudah cukup selama proses pencucian dilakukan dengan lembut.

2. Basahi bagian bulunya saja

Arahkan ujung brush ke bawah lalu basahi bulunya menggunakan air mengalir.

Bagian gagang dan sambungan kepala brush sebaiknya tidak direndam seluruhnya. AAD secara khusus menyarankan agar hanya bagian ujung brush yang terkena air karena merendam seluruh kepala dapat memengaruhi lem yang mengikat kepala brush dengan gagangnya.

Ini bagian kecil yang sering dilewatkan.

Brush memang perlu air untuk dibersihkan, tetapi bukan berarti seluruh bagian kuas harus ikut terendam.

3. Beri pembersih secukupnya

Tuangkan sedikit pembersih pada telapak tangan, kemudian putar atau pijat bagian bulu brush secara lembut.

Gerakan yang terlalu kasar tidak diperlukan. Fokuskan pembersihan pada bagian yang paling banyak terkena kosmetik.

Untuk brush foundation atau concealer, biasanya residu produk lebih tebal sehingga mungkin membutuhkan beberapa kali proses sabun dan bilas.

4. Bilas sampai air terlihat bersih

Bilas bulu brush dengan air mengalir sambil memijatnya secara perlahan.

Jika air bilasan masih membawa warna foundation, blush, atau produk lainnya, ulangi proses pembersihan.

Cleveland Clinic juga menyarankan proses memberi sabun dan membilas dilakukan kembali sampai air yang keluar dari brush terlihat bersih.

Jangan terburu-buru pada tahap ini. Sisa pembersih yang tertinggal juga tidak ideal untuk brush yang nantinya akan kembali menyentuh kulit.

5. Peras air tanpa memelintir bulu

Setelah bersih, tekan perlahan bulu brush menggunakan handuk atau tisu bersih untuk mengurangi air.

Hindari memelintir bulu brush dengan kuat.

Bulu yang basah lebih mudah berubah bentuk sehingga tekanan berlebihan dapat membuat bentuk brush tidak lagi rapi.

6. Keringkan dalam posisi mendatar

Ini salah satu tahap yang paling menentukan umur brush.

Letakkan brush secara mendatar di atas handuk bersih dengan bagian bulu sedikit menggantung di tepi permukaan. Cara tersebut membantu udara mengenai bagian bulu sekaligus menghindari air mengalir ke arah sambungan kepala brush.

AAD tidak menyarankan mengeringkan brush dalam posisi berdiri karena air dapat mengalir menuju bagian sambungan dan berpotensi melonggarkan lem yang mengikat kepala brush dengan gagang.

Cleveland Clinic juga merekomendasikan brush dibiarkan kering semalaman setelah dicuci.

Berapa sering brush harus dicuci?

Tidak semua brush membutuhkan jadwal yang persis sama. Jenis produk dan area pemakaian ikut menentukan.

Jenis brush Frekuensi praktis
Foundation/concealer Sekitar 1 kali seminggu
Brush eyeshadow/eyeliner Sekitar setiap 2 minggu
Brush blush/powder Sekitar 1 kali sebulan
Brush yang digunakan setiap hari Perlu dipantau dan dicuci lebih rutin
Brush yang terkena produk sangat basah/krim Prioritaskan pencucian mingguan

Cleveland Clinic membedakan frekuensi berdasarkan penggunaan: brush untuk produk basah seperti foundation dan concealer disarankan dicuci mingguan, brush kosmetik kering seperti powder dan blush dapat dicuci sekitar sebulan sekali, sementara brush di area mata sekitar setiap dua minggu.

Sementara itu, AAD memberikan panduan umum mencuci brush setiap 7–10 hari. Artinya, pengguna dapat menjadikan jadwal mingguan sebagai kebiasaan sederhana, terutama untuk brush yang paling sering menyentuh wajah.

Cara menyimpan brush setelah kering

Brush yang sudah dicuci jangan langsung dimasukkan ke pouch jika masih terasa lembap.

Pastikan bulunya benar-benar kering sebelum disimpan. Kelembapan yang tertinggal dapat membuat area penyimpanan menjadi kurang ideal untuk menjaga kebersihan brush.

Gunakan wadah yang bersih dan tidak terlalu penuh. Berikan ruang agar bulu brush tidak tertekan oleh brush lainnya.

Untuk brush yang sering digunakan, wadah terbuka dapat memudahkan pengambilan. Namun, jika area meja rias mudah terkena debu, brush dapat disimpan dalam tempat yang lebih terlindungi setelah benar-benar kering.

Cleveland Clinic juga mengingatkan bahwa brush yang disimpan terbuka di area tempat seseorang berdandan dapat terpapar debu dan berbagai partikel dari lingkungan.

Jadi, kebersihan brush tidak berhenti ketika proses mencuci selesai. Tempat penyimpanannya juga ikut menentukan kondisi brush ketika akan digunakan kembali.

Cara menyimpan brush setelah kering penting agar bulu terjaga bersih dan tidak mudah rusak (BTV/AI)
Cara menyimpan brush setelah kering penting agar bulu terjaga bersih dan tidak mudah rusak (BTV/AI)

Kesalahan yang bikin brush cepat rusak

Merendam seluruh brush

Merendam brush dalam wadah berisi air memang terlihat praktis, tetapi bagian sambungan tidak perlu ikut terendam.

Air yang masuk ke area tersebut dapat mengganggu lem yang menahan kepala brush.

Menggunakan air terlalu panas

Air panas bukan syarat agar brush menjadi bersih. Air hangat sudah cukup untuk membantu proses pencucian.

Menggosok terlalu keras

Bulu brush tidak perlu diperlakukan seperti kain yang sedang dicuci. Gerakan lembut sudah memadai untuk mengangkat residu kosmetik.

Mengeringkan dengan posisi berdiri

Jika brush masih basah lalu diletakkan tegak dengan bulu berada di atas, air dapat bergerak ke arah sambungan kepala brush.

Memasukkan brush ke pouch saat masih lembap

Pastikan brush benar-benar kering sebelum disimpan. Jangan mengejar cepat hanya karena brush ingin segera digunakan.

Berbagi brush dengan orang lain

AAD menyarankan agar makeup brush tidak digunakan bersama orang lain. Minyak, sel kulit, dan bakteri dari kulit orang lain dapat berpindah melalui makeup maupun aplikator.

Kapan brush sebaiknya diganti?

Membersihkan brush memang membantu mempertahankan kebersihannya, tetapi bukan berarti satu brush harus dipakai selamanya.

Perhatikan kondisi fisiknya. Jika bulu mulai banyak rontok, bentuknya berubah, terasa kasar, atau kepala brush mulai longgar, performanya mungkin sudah menurun.

Cleveland Clinic menyarankan mengganti brush ketika bulunya mulai berjumbai, aus, atau kehilangan bentuk.

Brush yang sudah kehilangan bentuk juga dapat membuat aplikasi makeup menjadi kurang presisi. Untuk brush tertentu seperti blending brush, perubahan bentuk dapat terasa langsung ketika digunakan.

Perlukah membeli cairan pembersih brush khusus?

Tidak selalu.

Untuk perawatan rutin, sumber dermatologi yang digunakan dalam artikel ini menyebut pembersih lembut atau sampo lembut sebagai pilihan untuk mencuci brush. Yang lebih penting adalah proses mencuci dan membilas dilakukan dengan benar.

Jika memilih produk pembersih khusus brush, baca petunjuk penggunaan pada kemasan dan sesuaikan dengan material brush.

Untuk pemula, tidak perlu langsung membeli banyak produk. Air hangat, pembersih lembut, handuk bersih, dan tempat pengeringan yang baik sudah cukup untuk memulai rutinitas perawatan.

Estimasi kebutuhan perawatan

Kebutuhan Jumlah Estimasi Harga Total
Pembersih lembut/sampo 1 Rp10.000–Rp50.000 Rp10.000–Rp50.000
Handuk kecil bersih 1 Rp10.000–Rp30.000 Rp10.000–Rp30.000
Wadah penyimpanan 1 Rp15.000–Rp50.000 Rp15.000–Rp50.000
Air Secukupnya Menyesuaikan penggunaan rumah -

Catatan: kisaran di atas merupakan estimasi kebutuhan sederhana, bukan harga produk tertentu. Harga dapat berbeda menurut merek, ukuran, dan tempat pembelian.

Punya kulit sensitif? Perhatikan kebersihan brush

Brush yang kotor bukan satu-satunya penyebab masalah kulit. Namun, kebersihan aplikator tetap menjadi bagian penting dari rutinitas makeup.

AAD menyebut brush yang kotor dapat berkaitan dengan masalah kulit seperti jerawat dan ruam. Jika setelah menggunakan makeup muncul iritasi yang menetap atau masalah pada mata, jangan hanya mengandalkan pencucian brush sebagai solusi.

Jika muncul mata sangat merah, keluar cairan dari mata, atau nyeri mata setelah penggunaan makeup, Cleveland Clinic menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Artinya, perawatan brush penting, tetapi tetap bukan pengganti pemeriksaan medis ketika sudah muncul gejala yang mengkhawatirkan.

Baca Juga: Jangan Asal Double Cleansing! Ini Tanda Kulitmu Cukup Dibersihkan dengan Satu Facial Wash

Poin Penting

  1. Cuci brush secara rutin, terutama yang digunakan untuk foundation dan concealer.

  2. Gunakan air hangat dan pembersih yang lembut.

  3. Jangan merendam seluruh kepala brush.

  4. Bilas sampai tidak ada lagi sisa produk atau pembersih.

  5. Keringkan brush secara mendatar.

  6. Pastikan brush benar-benar kering sebelum disimpan.

  7. Jangan berbagi makeup brush dengan orang lain.

  8. Ganti brush jika bulunya rusak, berjumbai, atau kehilangan bentuk.

Insight Redaksi

Brush makeup yang awet bukan ditentukan dari seberapa mahal harganya, tetapi dari kebiasaan kecil setelah dipakai: dicuci, dikeringkan, lalu disimpan dengan benar.

Rutinitas ini memang terasa sepele. Namun, ketika dilakukan konsisten, pengguna tidak perlu terlalu sering mengganti brush hanya karena bulunya cepat rusak.

Yang Bisa Kamu Lakukan Mulai Hari Ini

Pisahkan brush yang paling sering dipakai, terutama untuk foundation, concealer, dan area mata. Cuci satu per satu, keringkan mendatar, lalu simpan setelah benar-benar kering.

Buat jadwal sederhana setiap minggu supaya mencuci brush tidak terus tertunda. Kalau sering lupa, pilih satu hari tertentu sebagai waktu khusus membersihkan alat makeup.

Untuk pengguna makeup harian, kebiasaan kecil ini jauh lebih gampang dijalankan daripada menunggu semua brush sudah terlihat kotor.

Kalau artikel ini berguna, bagikan ke teman yang sering makeup tetapi masih menyimpan brush basah di pouch. 

Update terus tips lifestyle praktis hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah brush makeup harus dicuci setiap hari?

Tidak selalu. AAD menyarankan pencucian setiap 7–10 hari, sementara brush untuk produk basah seperti foundation dan concealer dapat membutuhkan pencucian mingguan.

2. Bolehkah brush makeup dikeringkan dengan hair dryer?

Pengeringan alami lebih aman untuk dijadikan kebiasaan. Yang paling penting, brush harus benar-benar kering sebelum disimpan dan tidak terkena panas berlebihan.

3. Kenapa brush tidak boleh direndam seluruhnya?

Air dapat masuk ke area sambungan kepala brush dan gagang. AAD menyarankan hanya membasahi bagian bulu agar lem yang mengikat kepala brush tidak mudah terganggu.

4. Apakah brush makeup bisa menyebabkan jerawat?

Brush yang kotor dapat membawa sisa kosmetik, minyak, dan kotoran. AAD menyebut kebersihan brush sebagai bagian penting untuk membantu mengurangi risiko masalah kulit.

5. Kapan brush harus diganti?

Ganti ketika bulu sudah berjumbai, aus, banyak berubah bentuk, atau kepala brush mulai longgar dan tidak lagi nyaman digunakan.

6. Bolehkah memakai brush milik orang lain?

Sebaiknya tidak. AAD menyarankan agar makeup brush dan aplikator tidak digunakan bersama untuk menghindari perpindahan minyak, sel kulit, dan bakteri.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Beauty Tips Brush Makeup Kebersihan Makeup perawatan kecantikan