Lulur Seminggu Sekali Biar Nyaman, Pilih Butiran Lembut dan Jangan Digosok Keras

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 12:09 WIB
Ilustrasi penggunaan lulur lembut dengan gerakan melingkar ringan untuk perawatan kulit tubuh mingguan yang nyaman. (BTV/AI)
Ilustrasi penggunaan lulur lembut dengan gerakan melingkar ringan untuk perawatan kulit tubuh mingguan yang nyaman. (BTV/AI)
Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Lulur mingguan sebaiknya memakai butiran lembut, tekanan ringan, durasi singkat, lalu dilanjutkan pelembap agar kulit tetap nyaman.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Lulur tubuh dapat menjadi bagian dari perawatan kulit mingguan untuk membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi cara pemakaian dan tingkat abrasinya perlu diperhatikan agar kulit tidak mudah iritasi.

Kulit yang terasa perih setelah luluran bukan tanda bahwa prosesnya bekerja lebih maksimal. Justru, rasa menyengat atau terbakar bisa menjadi sinyal bahwa gesekan, formula, atau frekuensi pemakaian terlalu berat untuk kondisi kulit saat itu.

American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa eksfoliasi mekanis menggunakan scrub dapat mengiritasi kulit jika dilakukan terlalu agresif. Dermatolog juga menyarankan gerakan lembut, sekitar 30 detik, kemudian membilas dengan air suam-suam kuku dan memakai pelembap.

Mengapa lulur bisa terasa perih setelah dipakai?

Lulur bekerja melalui eksfoliasi mekanis, yaitu membantu melepaskan sel kulit mati menggunakan partikel yang digosokkan pada permukaan kulit.

Masalah muncul ketika proses tersebut dilakukan terlalu keras, terlalu lama, atau terlalu sering. Kulit bukan permukaan yang perlu digosok sampai terasa kesat.

AAD menyebutkan bahwa semakin agresif metode eksfoliasi, semakin jarang metode tersebut sebaiknya digunakan. Eksfoliasi berlebihan dapat menyebabkan kulit menjadi merah dan mengalami iritasi.

Karena itu, sensasi "kesat banget" setelah luluran tidak perlu dijadikan patokan utama. Target rutinitas yang baik adalah kulit terasa bersih dan nyaman tanpa sensasi terbakar.

Butiran besar belum tentu hasilnya lebih bagus

Ukuran butiran pada lulur memang memengaruhi pengalaman ketika digosokkan ke kulit. Namun, tidak ada satu ukuran partikel universal yang bisa disebut sebagai ukuran paling aman untuk semua orang.

Formula keseluruhan, bentuk partikel, kondisi kulit, tekanan tangan, serta lamanya pemakaian ikut menentukan tingkat gesekan.

Jadi, jangan hanya mengejar lulur dengan butiran yang terasa kasar. Untuk pemakaian rutin, pilihan yang terasa halus ketika diratakan dengan tekanan ringan cenderung lebih masuk akal dibanding produk yang membutuhkan gosokan kuat.

Rasa perih bukan indikator kulit sedang "dibersihkan"

Ada kebiasaan menganggap sensasi panas atau perih sebagai tanda lulur sedang bekerja. Anggapan tersebut sebaiknya ditinggalkan.

Dermatolog justru mengingatkan bahwa menggosok kulit dapat menyebabkan iritasi. Pada kondisi tertentu, iritasi juga dapat memperburuk masalah kulit yang sudah ada.

Kalau kulit terasa menyengat setelah pemakaian, hentikan penggunaan dan berikan waktu bagi kulit untuk kembali nyaman. Jangan langsung menambah intensitas luluran pada minggu berikutnya.

Seberapa lembut butiran lulur yang cocok untuk rutin mingguan?

Untuk pemakaian tubuh, fokus utamanya bukan mencari angka ukuran partikel tertentu, melainkan memilih produk yang dapat digunakan dengan tekanan ringan tanpa menimbulkan rasa menyengat.

AAD membedakan eksfoliasi mekanis dan kimia serta menekankan bahwa pilihan metode harus disesuaikan dengan kondisi kulit. Kulit kering, sensitif, atau mudah berjerawat dapat lebih mudah mengalami iritasi akibat eksfoliasi mekanis.

Berikut patokan praktis yang bisa digunakan ketika memilih lulur:

Kondisi lulur Penilaian untuk pemakaian rutin
Butiran terasa halus dan tidak menusuk Cenderung nyaman
Butiran terasa sangat kasar Perlu lebih hati-hati
Membutuhkan tekanan kuat agar terasa bekerja Sebaiknya dihindari
Menimbulkan rasa terbakar Hentikan pemakaian
Kulit terasa kering setelahnya Kurangi frekuensi atau evaluasi formula
Kulit tetap nyaman setelah dibilas Lebih sesuai untuk rutinitas ringan

Patokan tersebut bukan standar medis mengenai ukuran partikel, melainkan panduan praktis untuk mengurangi gesekan berlebihan.

Tekanan tangan ternyata ikut menentukan

Dua orang dapat memakai lulur yang sama tetapi memperoleh pengalaman berbeda karena tekanan tangan mereka tidak sama.

Saat lulur diratakan dengan tekanan ringan dan gerakan melingkar kecil, gesekan terhadap permukaan kulit menjadi lebih terkendali.

AAD menyarankan penggunaan scrub dengan gerakan melingkar kecil secara lembut selama sekitar 30 detik sebelum dibilas.

Artinya, produk dengan butiran sedang sekalipun dapat terasa terlalu keras jika digosok menggunakan tekanan berlebihan. Sebaliknya, rutinitas yang lebih lembut dapat terasa cukup tanpa membuat kulit "terkikis".

Rutinitas seminggu sekali, bagaimana praktik yang lebih aman?

Seminggu sekali dapat menjadi titik awal yang sederhana bagi orang yang ingin memasukkan lulur ke dalam rutinitas perawatan tubuh. Namun, frekuensi ideal tetap bergantung pada jenis kulit dan formula yang digunakan.

AAD tidak menetapkan satu jadwal eksfoliasi yang berlaku untuk semua orang. Frekuensi perlu disesuaikan dengan jenis kulit dan metode eksfoliasi, sementara eksfoliasi yang semakin agresif membutuhkan frekuensi lebih rendah.

1. Bersihkan kulit terlebih dahulu

Gunakan air dan pembersih tubuh yang lembut untuk menghilangkan keringat, minyak, serta kotoran permukaan.

Tidak perlu menggosok tubuh kuat-kuat sebelum menggunakan lulur. Proses tersebut justru dapat menambah gesekan sebelum eksfoliasi utama dilakukan.

lulur mingguan diawali dengan membersihkan kulit secara lembut, tanpa menggosok kuat sebelum proses eksfoliasi dilakukan. (BTV/AI)
lulur mingguan diawali dengan membersihkan kulit secara lembut, tanpa menggosok kuat sebelum proses eksfoliasi dilakukan. (BTV/AI)

2. Gunakan lulur secukupnya

Tidak perlu menumpuk produk dalam jumlah banyak hanya supaya seluruh permukaan kulit terasa tertutup tebal.

Ambil secukupnya, kemudian ratakan pada area tubuh yang ingin dirawat. Penggunaan berlebihan tidak otomatis membuat proses eksfoliasi menjadi lebih efektif.

Gunakan lulur secukupnya, ratakan lembut pada kulit tanpa menumpuk produk agar tetap nyaman saat eksfoliasi mingguan. (BTV/AI)
Gunakan lulur secukupnya, ratakan lembut pada kulit tanpa menumpuk produk agar tetap nyaman saat eksfoliasi mingguan. (BTV/AI)

3. Gosok sekitar 30 detik dengan tekanan ringan

Gerakkan tangan secara perlahan dengan pola melingkar kecil. Fokus pada sentuhan ringan, bukan tenaga besar.

Jika kulit mulai terasa perih, panas, atau menyengat, jangan diteruskan. AAD secara khusus menyarankan eksfoliasi dilakukan secara lembut dan tidak pada kulit yang mengalami luka terbuka atau terbakar matahari.

lulur diaplikasikan lembut dengan gerakan melingkar selama 30 detik untuk menjaga kenyamanan kulit tetap terawat. (BTV/AI)
lulur diaplikasikan lembut dengan gerakan melingkar selama 30 detik untuk menjaga kenyamanan kulit tetap terawat. (BTV/AI)

4. Bilas menggunakan air suam-suam kuku

Setelah selesai, bilas sampai sisa lulur terangkat.

Hindari air yang terlalu panas karena dapat membuat kulit terasa semakin kering dan tidak nyaman. Setelah itu, keringkan dengan menepuk-nepuk menggunakan handuk, bukan menggosoknya keras.

Lulur dibilas air suam-suam kuku, lalu kulit dikeringkan dengan menepuk lembut menggunakan handuk. (BTV/AI)
Lulur dibilas air suam-suam kuku, lalu kulit dikeringkan dengan menepuk lembut menggunakan handuk. (BTV/AI)

5. Lanjutkan dengan pelembap

Pelembap menjadi bagian penting setelah eksfoliasi karena proses tersebut dapat membuat kulit terasa lebih kering.

AAD menyarankan penggunaan pelembap segera setelah eksfoliasi untuk membantu menjaga kondisi kulit.

Untuk kulit yang mudah sensitif, produk perawatan tanpa pewangi dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana. AAD juga menyebutkan bahwa pewangi tambahan dapat memicu iritasi atau reaksi alergi pada sebagian orang.

Pelembap setelah lulur membantu menjaga kenyamanan kulit, terutama setelah proses eksfoliasi dengan butiran lembut dan tekanan ringan. (BTV/AI)
Pelembap setelah lulur membantu menjaga kenyamanan kulit, terutama setelah proses eksfoliasi dengan butiran lembut dan tekanan ringan. (BTV/AI)

Jangan asal pilih lulur kalau kulit gampang sensitif

Kulit sensitif memerlukan pendekatan yang lebih hati-hati. AAD menjelaskan bahwa kulit sensitif dapat terasa menyengat atau terbakar setelah penggunaan produk tertentu.

Jika kondisi kulit sedang iritasi, mengalami luka, atau terbakar matahari, eksfoliasi sebaiknya ditunda.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah produk perawatan lain yang sedang digunakan. AAD memperingatkan bahwa beberapa produk atau obat, termasuk retinoid dan benzoyl peroxide, dapat membuat kulit lebih sensitif sehingga eksfoliasi bisa memperburuk kekeringan atau iritasi.

Karena itu, rutinitas skincare tidak perlu dibuat semakin banyak hanya demi mendapatkan hasil cepat. Konsistensi dengan produk yang sesuai kondisi kulit lebih masuk akal.

Uji produk sebelum memasukkannya ke rutinitas

Jika menggunakan produk lulur baru, lakukan pengujian pada area kecil terlebih dahulu.

AAD merekomendasikan pengujian produk perawatan pada area kecil selama tujuh hingga 10 hari untuk membantu melihat apakah muncul reaksi seperti kemerahan, gatal, atau pembengkakan.

Jika muncul reaksi, bersihkan produk dan jangan meneruskannya. Reaksi yang berat atau tidak membaik membutuhkan penilaian tenaga medis.

Berapa biaya lulur untuk rutinitas sederhana?

Harga lulur tubuh sangat bervariasi berdasarkan merek, ukuran kemasan, formula, serta tempat pembelian. Sebagai gambaran pasar Indonesia pada September 2026, hasil pencarian marketplace menunjukkan produk lulur tubuh mulai sekitar Rp10 ribuan hingga puluhan ribu rupiah, sementara produk tertentu berada di kisaran lebih tinggi.

Untuk rutinitas rumahan sederhana, tidak perlu langsung menghitung biaya berdasarkan produk premium. Yang lebih penting adalah memilih produk yang sesuai kondisi kulit dan digunakan sesuai petunjuk.

Kebutuhan Jumlah Estimasi Harga Total
Lulur tubuh 1 kemasan Rp15.000–Rp75.000 Rp15.000–Rp75.000
Pelembap tubuh 1 kemasan Rp20.000–Rp60.000 Rp20.000–Rp60.000
Handuk lembut 1 buah Rp20.000–Rp50.000 Rp20.000–Rp50.000
Estimasi awal     Rp55.000–Rp185.000

Angka di atas merupakan estimasi editorial, bukan harga tetap. Harga dapat berbeda menurut merek, ukuran, daerah, toko, dan waktu pembelian.

Jika di rumah sudah tersedia pelembap dan handuk, biaya tambahan praktisnya cukup berasal dari pembelian lulur. Jadi, rutinitas mingguan sebenarnya tidak harus mahal.

Baca Juga: Masker Wajah 15 Menit, Jangan Asal Lama agar Kulit Tetap Nyaman dan Terawat

Kesalahan luluran yang sering bikin kulit tidak nyaman

Beberapa kebiasaan sederhana justru dapat membuat eksfoliasi menjadi terlalu agresif.

1. Menggosok sampai kulit terasa panas

Sensasi panas bukan target perawatan. Kurangi tekanan dan hentikan jika muncul rasa menyengat.

2. Menggunakan lulur terlalu sering

Eksfoliasi berlebihan dapat membuat kulit merah dan iritasi. AAD menekankan bahwa frekuensi harus disesuaikan dengan jenis kulit serta metode eksfoliasi.

3. Memakai lulur pada kulit yang sedang bermasalah

Jangan melakukan eksfoliasi pada luka terbuka atau kulit yang terbakar matahari.

4. Mengabaikan pelembap

Kulit yang sudah dieksfoliasi tetap membutuhkan perawatan untuk menjaga kelembapannya. Pelembap sebaiknya digunakan setelah proses selesai.

5. Mengejar rasa kesat

Kulit tidak perlu dibuat terasa "kesat maksimal". Fokus yang lebih masuk akal adalah kulit terasa bersih, nyaman, dan tidak mengalami iritasi.

Lulur tubuh dan eksfoliasi wajah tidak bisa disamakan

Satu hal yang sering terlewat adalah menganggap lulur tubuh dapat digunakan dengan cara sama pada wajah.

Padahal, kulit wajah bisa lebih mudah mengalami iritasi akibat gesekan. AAD bahkan menyarankan pembersihan wajah menggunakan produk lembut dan menghindari tindakan menggosok kulit.

Karena itu, lulur tubuh sebaiknya digunakan sesuai peruntukannya. Jangan memindahkan rutinitas body scrub ke wajah hanya karena teksturnya terlihat lembut.

Kapan lulur sebaiknya dihentikan?

Jika setelah pemakaian muncul rasa terbakar, kemerahan yang mengganggu, gatal, atau pembengkakan, jangan memaksakan rutinitas.

AAD menyarankan menghentikan produk jika terjadi reaksi kulit dan mencari bantuan dokter kulit apabila reaksinya berat atau tidak membaik.

Kulit tidak perlu "dilatih" agar terbiasa dengan produk yang terus menyebabkan iritasi.

Tabel ringkas: pilihan rutinitas lulur untuk pemula

Aspek Pilihan yang lebih aman
Frekuensi awal Sekitar 1 kali seminggu
Tekanan tangan Ringan
Gerakan Melingkar kecil
Durasi penggosokan Sekitar 30 detik
Air bilasan Suam-suam kuku
Setelah lulur Pelembap
Saat kulit luka Jangan eksfoliasi
Saat kulit terbakar matahari Tunda
Jika terasa perih Hentikan
Produk baru Uji area kecil terlebih dahulu

Frekuensi seminggu sekali di sini merupakan pendekatan praktis untuk memulai rutinitas, bukan aturan medis yang berlaku bagi semua jenis kulit. AAD menegaskan bahwa jadwal eksfoliasi perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan metode yang digunakan.

Poin Penting

Insight Redaksi

Lulur yang nyaman bukan yang terasa paling kasar, melainkan yang cukup membantu eksfoliasi tanpa membuat kulit "protes". Untuk pembaca di Balikpapan dengan aktivitas harian yang membuat tubuh berkeringat, godaan menggosok kulit sampai kesat memang mudah muncul. Padahal, konsistensi rutinitas lembut lebih masuk akal daripada mengejar sensasi kuat. Jangan tertipu rasa kasar.

Pilih produk berdasarkan kecocokan, bukan sekadar sensasi setelah dipakai.

Kalau kulitmu gampang rewel, ga usah dipaksa ikut rutinitas orang lain; mulai dari yang simpel dan lihat respons kulit.

Kalau artikel ini berguna, bagikan ke teman atau keluarga yang masih mengira luluran harus terasa kasar supaya hasilnya maksimal.

Mau selalu update info perawatan diri yang praktis dan masuk akal? Pantengin Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah lulur seminggu sekali aman untuk semua orang?

Tidak otomatis. Frekuensi perlu disesuaikan dengan jenis kulit, formula lulur, dan respons kulit setelah pemakaian.

2. Apakah butiran lulur harus sangat kecil?

Tidak ada ukuran universal yang ditetapkan sebagai ukuran terbaik. Tekstur, formula, tekanan tangan, dan durasi pemakaian ikut menentukan tingkat gesekan.

3. Kenapa kulit terasa perih setelah luluran?

Perih dapat berkaitan dengan iritasi akibat gesekan, formula tertentu, atau kondisi kulit yang sedang sensitif. Eksfoliasi yang terlalu agresif dapat meningkatkan risiko iritasi.

4. Berapa lama lulur digosokkan?

AAD menyarankan scrub digunakan dengan gerakan melingkar kecil secara lembut selama sekitar 30 detik, kemudian dibilas.

5. Apa yang dilakukan setelah luluran?

Bilas dengan air suam-suam kuku, keringkan dengan lembut, kemudian gunakan pelembap untuk membantu menjaga kelembapan kulit.

6. Bolehkah lulur digunakan saat kulit sedang luka?

Sebaiknya tidak. AAD menyarankan tidak melakukan eksfoliasi pada kulit yang memiliki luka terbuka atau terbakar matahari.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
lulur body scrub Perawatan kulit