Ibu Baru Wajib Tahu! Ini Perawatan Nifas Tradisional Bugis yang Perlu Dipahami Sebelum Dipraktikkan

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:25 WIB
Ibu muda jalani perawatan nifas tradisional Bugis didampingi keluarga dalam suasana hangat dan tenang. (BTV/Ai)
Ibu muda jalani perawatan nifas tradisional Bugis didampingi keluarga dalam suasana hangat dan tenang. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 7 Menit

Ikhtisar: Perawatan nifas tradisional Bugis mengenal dukungan keluarga, ramuan, pijat, dan bengkung, tetapi keamanan tetap memerlukan pendampingan tenaga kesehatan terlatih setempat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Perawatan ibu setelah melahirkan masih menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Bugis dan komunitas pesisir, termasuk dalam konteks Kalimantan Timur. Tradisi tersebut mencakup dukungan keluarga, ramuan herbal, pijat, serta perawatan tubuh yang diwariskan antargenerasi.

Bagi ibu baru, masa nifas bukan sekadar soal mengembalikan bentuk tubuh. Ada pemulihan rahim, luka persalinan, menyusui, kondisi emosional, hingga kebutuhan nutrisi yang perlu diperhatikan. Yuk, pahami mana bagian tradisi yang bersifat perawatan dan mana yang membutuhkan bukti medis, Ces!

Mappanre Temme Bukan Istilah Perawatan Nifas

Ada satu istilah yang perlu diluruskan sebelum membahas perawatan tradisional setelah melahirkan. Mappanre Temme dalam tradisi Bugis merujuk pada khataman Al-Qur'an dan jamuan sebagai bentuk penghargaan terhadap orang yang selesai mengaji.

Tradisi tersebut juga ditemukan pada masyarakat Bugis di Kalimantan dan memiliki nilai religius, sosial, serta budaya. Karena itu, istilah Mappanre Temme kurang tepat jika digunakan sebagai nama rangkaian perawatan ibu pascapersalinan.

Sementara itu, kajian mengenai perawatan nifas masyarakat Bugis mencatat keberadaan sanro sebagai bagian dari pengetahuan kesehatan tradisional. Praktiknya dapat mencakup pijat, ramuan herbal, pantangan tertentu, serta dukungan perawatan ibu setelah persalinan.

Tradisi perawatan pascamelahirkan suku Bugis menghadirkan kehangatan serta dukungan keluarga yang penuh perhatian. (BTV/Ai)
Tradisi perawatan pascamelahirkan suku Bugis menghadirkan kehangatan serta dukungan keluarga yang penuh perhatian. (BTV/Ai)

Baca Juga: Benarkah Jamu, Air Kelapa, dan Sarang Burung Walet Bikin Kulit Lebih Elastis? Cek Bukti Ilmiahnya

Bengkung Membantu Menopang Tubuh, Bukan Jalan Pintas Mengembalikan Bentuk Perut

Bengkung atau pembebat perut telah lama digunakan dalam berbagai tradisi perawatan ibu setelah melahirkan. Fungsinya terutama berkaitan dengan rasa nyaman dan dukungan pada area abdomen, bukan jaminan tubuh langsung kembali seperti sebelum hamil.

Sejumlah penelitian di Indonesia menemukan hubungan penggunaan bengkung dengan perubahan lingkar perut atau involusi uterus. Namun, penelitian tersebut umumnya berskala kecil dan menggunakan desain yang berbeda sehingga hasilnya belum cukup untuk menyatakan bengkung sebagai solusi tunggal pemulihan tubuh.

Bukti pada abdominal binder setelah operasi sesar juga menunjukkan hasil yang belum sepenuhnya seragam. Beberapa meta-analisis menemukan manfaat terhadap nyeri atau distress, sementara penelitian lain tidak menemukan perbedaan bermakna pada nyeri dan kemampuan berjalan.

Karena itu, pemakaian bengkung sebaiknya nyaman, tidak terlalu ketat, dan disesuaikan kondisi persalinan. Pada persalinan sesar, kondisi luka menjadi pertimbangan penting sebelum menggunakan pembebat abdomen.

Penggunaan bengkung membantu memberikan kenyamanan serta menopang pemulihan tubuh ibu pascamelahirkan secara alami. (BTV/Ai)
Penggunaan bengkung membantu memberikan kenyamanan serta menopang pemulihan tubuh ibu pascamelahirkan secara alami. (BTV/Ai)

Lulur Hangat Memberi Sensasi Segar, Tetapi Bukan Bukti Pemulihan Organ

Perawatan tubuh menggunakan lulur atau baluran hangat dikenal dalam berbagai tradisi pascapersalinan di Indonesia. Praktik tersebut umumnya dikaitkan dengan kebersihan kulit, rasa hangat, relaksasi, dan pengalaman merawat tubuh setelah melewati persalinan.

Dalam konteks kecantikan, lulur dapat membantu membersihkan permukaan kulit dan mengangkat sel kulit mati. Namun, klaim bahwa lulur mampu mengembalikan elastisitas kulit, menghilangkan stretch mark, atau mempercepat pemulihan organ reproduksi perlu dibedakan dari manfaat kosmetik.

Kulit ibu nifas juga dapat menjadi lebih sensitif, terutama jika terdapat luka, iritasi, atau area yang belum pulih. Karena itu, bahan yang digunakan sebaiknya tidak diaplikasikan pada luka terbuka dan perlu dihentikan jika menimbulkan perih, gatal, atau kemerahan.

Perawatan tubuh tradisional membantu ibu pascapersalinan merawat kesehatan kulit dan mengembalikan kesegaran tubuh. (BTV/Ai)
Perawatan tubuh tradisional membantu ibu pascapersalinan merawat kesehatan kulit dan mengembalikan kesegaran tubuh. (BTV/Ai)

Baca Juga: Air Kelapa Muda untuk Wajah Berminyak: Benarkah Bisa Jadi Toner Alami? Ini Fakta dan Batas Buktinya

Jamu Tradisional Tetap Perlu Dilihat dari Bahan dan Keamanannya

Penggunaan ramuan herbal merupakan bagian dari pengetahuan kesehatan tradisional pada sejumlah komunitas Bugis. Penelitian etnografi bahkan mencatat penggunaan bahan seperti daun sirih, kayu manis, dan jahe dalam praktik perawatan ibu serta bayi di komunitas tertentu.

Jamu dapat menjadi bagian dari pengalaman budaya dan memberikan rasa nyaman bagi ibu, tetapi komposisi, dosis, kebersihan bahan, serta kemungkinan interaksi dengan obat tetap perlu diperhatikan. WHO menekankan bahwa pengobatan tradisional perlu diterapkan secara berbasis bukti dan memperhatikan keamanan produk maupun praktiknya.

Ibu yang sedang menyusui juga perlu berhati-hati ketika mengonsumsi ramuan tertentu. Bukti mengenai efektivitas berbagai herbal untuk meningkatkan produksi ASI masih terbatas, sementara bahan herbal tetap berpotensi menimbulkan efek samping atau interaksi obat.

Ramuan jamu herbal tradisional Bugis diproses secara higienis untuk menjaga kesehatan dan kesegaran tubuh. (BTV/Ai)
Ramuan jamu herbal tradisional Bugis diproses secara higienis untuk menjaga kesehatan dan kesegaran tubuh. (BTV/Ai)

Pemulihan Ibu Baru Tetap Membutuhkan Perawatan Medis

Tradisi dapat menjadi bagian dari dukungan keluarga selama masa nifas, selama praktiknya tidak menggantikan pemeriksaan dan perawatan medis. WHO menempatkan enam minggu pertama setelah persalinan sebagai periode penting untuk memantau kesehatan ibu dan bayi.

Pemantauan mencakup perdarahan, tekanan darah, suhu tubuh, kondisi luka, nyeri, proses menyusui, kondisi emosional, serta tanda infeksi. Pemeriksaan pascapersalinan juga membantu tenaga kesehatan menemukan masalah yang kadang tidak terlihat dari luar.

Dalam konteks Kalimantan Timur, pengetahuan budaya tetap penting karena praktik tradisional dapat memengaruhi cara keluarga mengambil keputusan kesehatan. Tantangannya adalah menjaga nilai budaya sambil memastikan ibu memperoleh perawatan yang aman dan berbasis bukti.

Poin Penting

Baca Juga: 5 Mitos Kecantikan yang Bisa Merugikan Kulit, Banyak Orang Masih Percaya

Insight Redaksi

Perawatan tradisional punya tempat dalam kehidupan masyarakat pesisir, termasuk komunitas Bugis di Kalimantan Timur. Namun, budaya jangan dipertentangkan dengan medis. Yang penting, praktik yang nyaman dan aman dipertahankan, sementara klaim penyembuhan mesti diuji. Jadi, ikam boleh menjaga warisan keluarga, asal keselamatan ibu tetap paling utama.

Perawatan nifas jangan cuma mengejar perut cepat ramping. Tubuh ibu baru sedang bekerja keras memulihkan diri.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam supaya makin banyak keluarga memahami perawatan ibu setelah melahirkan secara aman dan bijak.

Mau memahami tradisi, kesehatan, dan kebiasaan masyarakat tanpa kehilangan sisi ilmiahnya? Selalu Update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah Mappanre Temme merupakan tradisi perawatan ibu setelah melahirkan?

Bukan. Mappanre Temme merupakan tradisi khataman Al-Qur'an masyarakat Bugis yang berkaitan dengan apresiasi setelah seseorang menyelesaikan bacaan Al-Qur'an.

2. Apakah bengkung wajib digunakan setelah melahirkan?

Tidak. Bengkung merupakan pilihan perawatan komplementer dan penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi ibu serta jenis persalinannya.

3. Apakah lulur bisa menghilangkan stretch mark setelah melahirkan?

Lulur dapat menjadi perawatan kosmetik untuk membersihkan dan menghaluskan kulit, tetapi bukti bahwa lulur menghilangkan stretch mark masih terbatas.

4. Apakah ibu menyusui boleh minum semua jenis jamu?

Tidak. Jenis, dosis, kualitas bahan, dan potensi interaksi obat perlu diperhatikan, terutama ketika ibu sedang menyusui.

5. Kapan ibu setelah melahirkan perlu segera mencari pertolongan medis?

Perdarahan banyak, demam tinggi, nyeri berat, tanda infeksi, gangguan tekanan darah, atau kondisi yang memburuk memerlukan evaluasi tenaga kesehatan segera.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Jamu Perawatan Nifas Tradisi Bugis Bengkung