Bedda Lotong, Lulur Hitam Bugis yang Kembali Dilirik: Ini Bahan dan Manfaatnya untuk Kulit

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:36 WIB
Lulur Bedda Lotong khas Bugis bertekstur hitam pekat dari ketan hitam dan rempah alami. (BTV/Ai)
Lulur Bedda Lotong khas Bugis bertekstur hitam pekat dari ketan hitam dan rempah alami. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 8 Menit

Ikhtisar: Bedda Lotong menggabungkan ketan hitam dan rempah tradisional sebagai lulur eksfoliasi yang membantu kulit terasa halus, bersih, dan terawat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Bedda Lotong merupakan lulur tradisional masyarakat Bugis dari Sulawesi Selatan yang menggunakan beras ketan dan rempah sebagai bahan utama perawatan kulit. Ramuan berwarna hitam ini menarik perhatian karena menggabungkan warisan budaya, proses pengolahan sederhana, serta fungsi eksfoliasi yang masih relevan dalam perawatan tubuh.

Warnanya memang hitam, tetapi justru di situlah daya tariknya. Di tengah banyaknya produk perawatan modern, Bedda Lotong menawarkan pengalaman berbeda melalui bahan tradisional yang dikenal turun-temurun. Lantas, apa yang membuat lulur ini menarik dan bagaimana sebenarnya bahan-bahannya bekerja pada kulit?

Dari Tradisi Perempuan Bugis hingga Perawatan Kulit Masa Kini

Bedda Lotong secara harfiah dikenal sebagai bedak hitam dalam bahasa Bugis. Sejumlah sumber menyebutkan ramuan ini dahulu berkaitan dengan perawatan perempuan Bugis, termasuk penggunaannya dalam rangkaian persiapan calon pengantin. Namun, dokumentasi mengenai kapan tepatnya tradisi tersebut bermula masih terbatas sehingga sejarahnya lebih aman dipahami sebagai warisan yang berkembang melalui praktik masyarakat.

Dalam perkembangannya, penggunaan Bedda Lotong meluas dari konteks tradisional menuju perawatan tubuh sehari-hari. Lulur tersebut juga mulai hadir dalam layanan spa dan produk kosmetik modern, menunjukkan bagaimana tradisi kecantikan lokal dapat beradaptasi dengan kebutuhan masa kini.

Unsur Keterangan
Nama Bedda Lotong
Makna Bedak hitam dalam bahasa Bugis
Asal budaya Masyarakat Bugis, Sulawesi Selatan
Bahan utama Beras atau ketan, dengan rempah sesuai formulasi
Bentuk Lulur atau masker tubuh
Warna Cokelat gelap hingga hitam
Fungsi tradisional Perawatan dan eksfoliasi tubuh
Penggunaan modern Lulur tradisional, spa, dan produk kosmetik

Menariknya, penyebutan "ketan hitam" tidak selalu berarti semua formulasi tradisional menggunakan komposisi yang persis sama. Literatur dan dokumentasi resep menunjukkan variasi bahan, termasuk ketan putih atau beras yang disangrai hingga gelap, kemudian dipadukan dengan rempah tertentu.

Karena itu, Bedda Lotong lebih tepat dipahami sebagai tradisi formulasi lulur dengan karakter khas, bukan satu resep tunggal yang berlaku mutlak di semua keluarga atau daerah.

Kenapa Ketan Hitam Menjadi Bahan Utama?

Ketan hitam memberikan karakter yang sangat mudah dikenali pada Bedda Lotong. Butiran beras yang diolah menjadi bagian dari lulur juga berperan sebagai bahan abrasif, yaitu partikel yang membantu proses pengelupasan mekanis pada permukaan kulit. Penelitian mengenai lulur beras ketan hitam menunjukkan bahwa konsentrasi bahan abrasif dapat memengaruhi karakter fisik sediaan lulur.

Secara sederhana, mekanismenya bukan berarti ketan hitam "memutihkan" kulit. Saat partikel lulur digosok secara lembut, sel kulit mati di permukaan dapat terangkat sehingga kulit terlihat lebih bersih dan terasa lebih halus.

American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa eksfoliasi merupakan proses mengangkat sel kulit mati dari lapisan terluar kulit. Namun, eksfoliasi mekanis harus dilakukan secara lembut karena penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi dan pada sebagian orang justru memperburuk masalah pigmentasi.

Ketan hitam juga menarik dari sisi kimia bahan. Beras hitam mengandung senyawa pigmen seperti antosianin yang memiliki aktivitas antioksidan dalam penelitian laboratorium. Studi pada ekstrak antosianin beras hitam juga menemukan aktivitas antioksidan dan efek perlindungan terhadap stres oksidatif pada sel kulit dalam kondisi eksperimental.

Namun, ada satu catatan penting. Bukti tersebut belum otomatis berarti lulur Bedda Lotong yang dibuat secara tradisional dapat memberikan efek anti-aging atau mencerahkan seperti produk kosmetik dengan bahan aktif terstandar. Formulasi, konsentrasi, proses pengolahan, lama kontak, dan cara pemakaian sangat menentukan.

Bahan ketan hitam olahan Bedda Lotong menyajikan perawatan kulit tradisional khas Bugis yang kaya khasiat. (BTV/Ai)
Bahan ketan hitam olahan Bedda Lotong menyajikan perawatan kulit tradisional khas Bugis yang kaya khasiat. (BTV/Ai)

Baca Juga: Skin Fasting 7 Hari: Benarkah Berhenti Pakai Skincare Bisa Menyembuhkan Breakout?

Rempah-Rempah Membuat Bedda Lotong Punya Karakter Berbeda

Selain beras atau ketan, rempah menjadi bagian penting dari identitas Bedda Lotong. Beberapa dokumentasi menyebut temulawak, kunyit, asam jawa, jeruk, daun pandan, kencur, cengkeh, hingga bahan aromatik lainnya dalam variasi formulasi.

Tidak semua resep menggunakan bahan yang sama. Perbedaan tersebut justru memperlihatkan bahwa Bedda Lotong berkembang mengikuti tradisi keluarga, ketersediaan bahan, dan bentuk penggunaan.

Bahan Peran dalam lulur Karakter
Ketan hitam/beras Basis dan partikel eksfoliasi Bertekstur
Temulawak Rempah pendamping Aroma khas dan warna kuning-oranye
Kunyit Rempah pendamping Warna dan aroma khas
Asam jawa Komponen cair/asam dalam beberapa formulasi Memberikan karakter asam
Jeruk Bahan pendamping pada beberapa resep Aroma segar
Daun pandan Pengharum alami Aroma khas
Cengkeh Rempah aromatik pada beberapa resep Aroma hangat

Karena bahan-bahan tersebut berasal dari tumbuhan, komposisinya juga dapat berubah. Itu sebabnya manfaat kosmetik tidak sebaiknya dipukul rata sebagai efek medis.

Yang paling konsisten dari penggunaan Bedda Lotong justru terletak pada kombinasi pengalaman lulur, aroma rempah, tekstur bahan, dan proses eksfoliasi tubuh.

Bagaimana Bedda Lotong Membuat Kulit Terasa Lebih Halus?

Ada dua hal yang perlu dipisahkan: efek eksfoliasi dan klaim pencerahan kulit.

Eksfoliasi mekanis bekerja pada permukaan kulit. Partikel lulur membantu melepaskan sel kulit mati ketika digosok secara lembut, sehingga setelah dibilas permukaan kulit dapat terasa lebih licin dan bersih. Mekanisme ini merupakan fungsi yang masuk akal untuk lulur berbasis butiran beras.

Sementara itu, istilah "mencerahkan" sering digunakan dalam konteks kosmetik untuk menggambarkan kulit yang terlihat lebih bersih atau tidak kusam. Efek tersebut berbeda dari mengubah warna dasar kulit atau menghilangkan hiperpigmentasi secara medis.

Bahkan, eksfoliasi yang terlalu agresif dapat menjadi masalah. American Academy of Dermatology mengingatkan bahwa orang dengan kulit lebih gelap atau yang mudah mengalami noda setelah iritasi perlu lebih berhati-hati karena eksfoliasi agresif dapat meningkatkan pigmentasi.

Jadi, rahasia Bedda Lotong bukan sekadar "semakin kasar semakin bersih". Justru teknik pemakaian yang lembut menjadi bagian penting agar manfaat eksfoliasi tidak berubah menjadi iritasi.

Aplikasi lulur tradisi Bedda Lotong secara lembut menjaga kehalusan dan kesehatan kulit alami. (BTV/Ai)
Aplikasi lulur tradisi Bedda Lotong secara lembut menjaga kehalusan dan kesehatan kulit alami. (BTV/Ai)

Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Ini Tips Memilih Parfum Harian yang Tahan Lama

Cara Membuat Bedda Lotong Sederhana di Rumah

Karena resep tradisional memiliki banyak variasi, formulasi berikut lebih tepat dipahami sebagai contoh penggunaan rumahan berbasis dokumentasi resep yang tersedia, bukan satu-satunya resep asli.

Bahan yang dapat disiapkan

Untuk penggunaan pribadi dalam jumlah kecil, ikam dapat menyiapkan:

Dokumentasi pembuatan Bedda Lotong menunjukkan proses utama berupa penyangraian beras, pengeringan atau pengolahan bahan pendamping, penghalusan, kemudian pencampuran.

Tahapan pengolahan

1. Bersihkan bahan

Cuci bahan yang memang perlu dicuci, terutama bahan segar seperti temulawak atau bahan tanaman lainnya. Pastikan peralatan dan wadah dalam kondisi bersih.

2. Sangrai bahan beras

Sangrai beras dengan panas terkendali hingga berubah menjadi sangat gelap sesuai karakter Bedda Lotong. Dokumentasi tradisional menggunakan proses sangrai sebagai tahap penting pembentukan warna dan karakter lulur.

3. Dinginkan

Jangan langsung menghaluskan bahan ketika masih sangat panas. Biarkan suhunya turun agar lebih aman ditangani dan proses penghalusan lebih mudah.

4. Haluskan

Haluskan beras dan bahan rempah secara terpisah bila memungkinkan. Cara tersebut membantu menghasilkan campuran yang lebih merata.

5. Campurkan

Masukkan bahan yang sudah halus ke dalam wadah bersih, kemudian tambahkan komponen cair sedikit demi sedikit sampai terbentuk pasta yang mudah diratakan.

6. Gunakan segera untuk formulasi basah

Lulur tradisional yang mengandung bahan segar dan air memiliki daya simpan terbatas. Salah satu penelitian formulasi Bedda Lotong bahkan mencatat bentuk tradisional tertentu hanya bertahan sekitar 1×24 jam pada suhu ruang.

Karena itu, jangan membuat stok basah dalam jumlah banyak jika belum memiliki sistem pengawetan kosmetik yang tepat.

Baca Juga: Mau Tampil Beda di Fashion Show? Ini 5 Ide Baju Kreasi Unik yang Bisa Jadi Inspirasi

Berapa Lama dan Seberapa Sering Sebaiknya Dipakai?

Untuk penggunaan rumahan, pendekatan yang paling aman adalah memulai dari frekuensi rendah dan melihat respons kulit.

Lulur dapat diratakan pada tubuh, kemudian dipijat dengan tekanan ringan menggunakan gerakan melingkar. American Academy of Dermatology menyarankan eksfoliasi mekanis dilakukan secara lembut, bukan dengan tekanan kuat atau gosokan berulang pada area yang sama.

Untuk pemula, penggunaan sekitar 1 kali seminggu dapat menjadi titik awal konservatif. Jika kulit terasa perih, panas, kemerahan, kering, atau muncul iritasi, hentikan penggunaan.

Jangan mengoleskan lulur pada luka terbuka, kulit terbakar matahari, atau area yang sedang mengalami iritasi. Setelah eksfoliasi, gunakan pelembap agar kulit tidak kehilangan terlalu banyak kelembapan.

Estimasi waktu

Tahap Estimasi
Persiapan bahan 15–20 menit
Penyangraian 20–30 menit
Pendinginan 15 menit
Penghalusan dan pencampuran 15–20 menit
Penggunaan 10–20 menit
Total pengolahan aktif Sekitar 1–1,5 jam

Durasi dapat berubah berdasarkan jumlah bahan, alat, dan metode pengolahan.

Perkiraan Biaya Membuat Lulur Sendiri

Harga bahan berbeda menurut daerah, merek, musim, dan tempat pembelian. Karena itu, angka berikut merupakan estimasi indikatif, bukan harga pasar tetap.

Kebutuhan Jumlah Estimasi Harga Perkiraan Biaya Terpakai
Ketan hitam 100 gram Rp8.000–Rp12.000 Rp8.000–Rp12.000
Asam jawa 25 gram Rp3.000–Rp5.000 Rp3.000–Rp5.000
Temulawak 15 gram Rp2.000–Rp4.000 Rp2.000–Rp4.000
Pandan Secukupnya Rp1.000–Rp2.000 Rp1.000–Rp2.000
Bahan aromatik Secukupnya Rp1.000–Rp3.000 Rp1.000–Rp3.000
Total     Rp15.000–Rp26.000

Dengan asumsi hasil pemakaian untuk beberapa kali aplikasi tubuh, biaya bahan relatif terjangkau. Namun, perhitungan tersebut belum memasukkan peralatan dapur dan kemasan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memakai Lulur Tradisional

1. Menggosok terlalu keras

Kulit bukan permukaan yang harus digosok sampai terasa panas. Tekanan berlebihan dapat menyebabkan iritasi dan merusak lapisan pelindung kulit.

2. Menganggap warna hitam berarti kotor

Warna gelap merupakan karakter dari bahan dan proses sangrai Bedda Lotong. Warna tersebut bukan indikator bahwa lulur mengandung kotoran.

3. Menyimpan lulur basah terlalu lama

Campuran bahan alami dengan air mudah mengalami perubahan kualitas. Tanpa sistem pengawet yang teruji, lebih aman membuat dalam jumlah kecil dan menggunakannya segera.

4. Menggunakannya pada kulit yang sedang bermasalah

Kulit yang terluka, terbakar matahari, atau mengalami iritasi sebaiknya tidak diberi eksfoliasi mekanis.

5. Menganggap bahan alami pasti cocok untuk semua orang

Bahan alami juga dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi. Lakukan uji pada area kecil terlebih dahulu sebelum pemakaian lebih luas.

Baca Juga: Kenapa Pori-Pori Wajah Terlihat Besar di Kamera? Pore Phobia dan Efek Filter Wajah Digital

Bedda Lotong dan Peluang Warisan Budaya di Kalimantan Timur

Bagi Kalimantan Timur, Bedda Lotong menarik bukan karena tradisi ini berasal dari Kalimantan, melainkan karena mobilitas masyarakat membuat berbagai budaya Nusantara hidup berdampingan.

Konteks Balikpapan menjadi menarik karena kota ini memiliki masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Bukti keberadaan Bedda Lotong sebagai kategori produk kosmetik bahkan muncul dalam dokumen resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk permohonan merek yang beralamat di Kota Balikpapan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa istilah dan produk Bedda Lotong sudah masuk ke ruang ekonomi kecantikan di Balikpapan. Namun, keberadaan produk komersial tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh masyarakat Balikpapan menggunakan tradisi tersebut.

Di sinilah nilai lokalnya dapat dibaca secara lebih luas. Tradisi kecantikan dari Sulawesi Selatan dapat menemukan ruang baru di Kalimantan melalui perpindahan keluarga, komunitas, pelaku usaha, dan industri perawatan tubuh.

Bedda Lotong akhirnya bukan hanya cerita tentang lulur. Ia juga memperlihatkan bagaimana pengetahuan tradisional dapat bergerak mengikuti masyarakat.

Perpaduan lulur tradisional Bedda Lotong dan skincare modern menghadirkan perawatan kulit yang alami dan elegan. (BTV/Ai)
Perpaduan lulur tradisional Bedda Lotong dan skincare modern menghadirkan perawatan kulit yang alami dan elegan. (BTV/Ai)

Baca Juga: Kulit Sensitif Ini Panduan Memilih Riasan dan Baju agar Nyaman Seharian

Apa yang Membuat Bedda Lotong Menarik di Era Skincare Modern?

Produk skincare modern biasanya menawarkan bahan aktif dengan konsentrasi, stabilitas, dan sistem formulasi yang lebih terukur. Bedda Lotong hadir dengan pendekatan berbeda: bahan tradisional, proses manual, aroma rempah, serta pengalaman perawatan yang dekat dengan budaya.

Nilai tersebut justru menjadi kekuatan tersendiri.

Penelitian tentang antosianin beras hitam memang menunjukkan potensi aktivitas antioksidan pada penelitian laboratorium, termasuk penelitian terhadap sel kulit. Tetapi penelitian tersebut menggunakan ekstrak atau kondisi terkontrol, bukan lulur tradisional Bedda Lotong yang dibuat di rumah.

Artinya, pembaca dapat menghargai potensi bahan tanpa menjadikannya klaim medis. Ini penting agar tradisi tetap dihormati sekaligus informasi kecantikan disampaikan secara bertanggung jawab.

Poin Penting

Insight Redaksi

Bedda Lotong menarik bukan semata karena warna hitamnya, melainkan karena pengetahuan tradisionalnya masih menemukan ruang di industri kecantikan modern. Di Balikpapan, perjumpaan berbagai budaya membuat warisan seperti ini punya peluang dikenal lebih luas. Tapi jangan asal mengklaim khasiat. Nilai budaya dan bukti ilmiah harus jalan bareng supaya tradisinya kada kehilangan makna.

Rawat tradisinya, pahami bahannya, lalu gunakan secara bijak sesuai kondisi kulit ikam.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang suka perawatan tradisional supaya makin paham cerita di balik lulur khas Bugis ini.

Penasaran dengan warisan kecantikan Nusantara yang masih relevan di zaman skincare modern? Selalu Update info hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa arti Bedda Lotong?

Bedda Lotong dikenal sebagai istilah Bugis yang merujuk pada bedak atau lulur berwarna hitam.

2. Apakah Bedda Lotong hanya dibuat dari ketan hitam?

Belum tentu. Literatur menunjukkan adanya variasi bahan, termasuk beras atau ketan yang disangrai serta kombinasi rempah berbeda.

3. Apakah Bedda Lotong bisa membuat kulit putih?

Klaim tersebut sebaiknya dihindari. Fungsi yang paling masuk akal dari lulur adalah membantu eksfoliasi sehingga kulit terasa lebih halus dan tampak lebih bersih.

4. Apakah Bedda Lotong aman untuk wajah?

Tidak otomatis. Tekstur abrasif dan bahan rempah dapat mengiritasi sebagian orang. Untuk wajah, perlu kehati-hatian lebih tinggi dan sebaiknya menggunakan produk yang memang diformulasikan untuk wajah.

5. Berapa kali seminggu Bedda Lotong digunakan?

Untuk pemula, penggunaan sekitar satu kali seminggu dapat menjadi titik awal konservatif. Frekuensi perlu disesuaikan dengan respons kulit.

6. Mengapa Bedda Lotong berwarna hitam?

Warna tersebut berkaitan dengan proses penyangraian bahan beras hingga sangat gelap, sesuai karakter tradisional lulur tersebut.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Bedda Lotong Budaya Bugis Lulur Tradisional Perawatan kulit