5 Mitos Kecantikan yang Bisa Merugikan Kulit, Banyak Orang Masih Percaya

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:39 WIB
Lima mitos kecantikan masih memengaruhi rutinitas skincare, padahal kulit membutuhkan pelembap, sunscreen, dan perawatan tepat. (BTV/AI)
Lima mitos kecantikan masih memengaruhi rutinitas skincare, padahal kulit membutuhkan pelembap, sunscreen, dan perawatan tepat. (BTV/AI)
Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Lima mitos kecantikan sering mendorong perawatan kulit keliru, mulai dari scrub berlebihan hingga mengabaikan pelembap dan sunscreen harian secara rutin.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Lima mitos kecantikan masih sering memengaruhi cara merawat kulit, termasuk anggapan bahwa kulit berminyak tak membutuhkan pelembap atau bahan alami selalu aman.

Kebiasaan yang terlihat sederhana justru dapat memicu iritasi ketika dilakukan tanpa memahami kebutuhan kulit. Yuk, kenali lima anggapan yang perlu diluruskan.

1. Kulit berminyak bukan berarti bebas dari pelembap

Kulit berminyak sering dianggap sudah cukup lembap sehingga pelembap terasa tidak diperlukan. Padahal, kulit tetap membutuhkan hidrasi untuk menjaga kenyamanan dan fungsi lapisan pelindungnya.

American Academy of Dermatology menyarankan penggunaan pelembap setelah membersihkan wajah, termasuk pada kulit berminyak. Produk berlabel non-comedogenic dapat dipertimbangkan karena dirancang agar kecil kemungkinan menyumbat pori.

Membersihkan wajah dengan sabun yang terlalu keras juga bukan solusi. Pembersih yang mengiritasi dapat membuat kulit terasa kering dan berpotensi memicu produksi minyak meningkat.

Mitos kulit berminyak tak butuh pelembap keliru, hidrasi tetap penting untuk menjaga lapisan pelindung kulit. (BTV/AI)
Mitos kulit berminyak tak butuh pelembap keliru, hidrasi tetap penting untuk menjaga lapisan pelindung kulit. (BTV/AI)

2. Bahan alami belum tentu otomatis aman

Label alami sering membuat suatu produk terasa lebih aman dibandingkan formula dengan bahan sintetis. Padahal, bahan yang berasal dari tumbuhan pun dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada sebagian orang.

Cleveland Clinic mencatat istilah “natural” bukan jaminan bahwa sebuah produk aman bagi semua jenis kulit. Penelitian yang dibahas lembaga tersebut juga menemukan sebagian besar produk perawatan yang dipasarkan sebagai natural mengandung bahan yang dapat memicu dermatitis kontak.

Karena itu, membaca daftar bahan tetap penting. Produk dengan formula sederhana dan tanpa pewangi dapat menjadi pertimbangan bagi kulit yang mudah mengalami iritasi.

Bahan alami belum tentu aman, kenali kandungan sebelum memilih perawatan kulit untuk mencegah iritasi berlebihan. (BTV/AI)
Bahan alami belum tentu aman, kenali kandungan sebelum memilih perawatan kulit untuk mencegah iritasi berlebihan. (BTV/AI)

3. Scrub keras bukan jalan cepat mengatasi jerawat

Ada anggapan bahwa menggosok wajah dengan scrub kasar dapat membersihkan pori dan membuat jerawat cepat hilang. Cara tersebut justru berisiko mengiritasi kulit dan mengganggu kondisi permukaan kulit.

Kulit berjerawat membutuhkan pendekatan yang sesuai, bukan gesekan keras. Produk dengan bahan yang memang digunakan untuk menangani jerawat memiliki dasar penggunaan yang berbeda dibandingkan scrub abrasif.

Masalahnya, rasa kesat setelah scrubbing sering disalahartikan sebagai tanda kulit sudah sangat bersih. Padahal, rasa tertarik atau perih dapat menjadi sinyal bahwa kulit sedang mengalami iritasi.

Scrub kasar dapat mengiritasi kulit berjerawat, sehingga perawatan lembut lebih dianjurkan untuk menjaga kondisi kulit tetap sehat. (BTV/AI)
Scrub kasar dapat mengiritasi kulit berjerawat, sehingga perawatan lembut lebih dianjurkan untuk menjaga kondisi kulit tetap sehat. (BTV/AI)

4. Pasta gigi bukan obat jerawat

Mitos ini cukup populer karena pasta gigi dianggap mampu mengeringkan jerawat dalam waktu singkat. Dermatolog justru menyarankan pasta gigi disimpan untuk gigi, bukan digunakan sebagai perawatan wajah.

American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa sejumlah kandungan dalam pasta gigi dapat mengiritasi kulit, sementara bahan tersebut bukan terapi jerawat yang terbukti.

Jika jerawat sering muncul, perawatan sebaiknya menggunakan produk yang memang ditujukan untuk kulit berjerawat. Kondisi yang menetap atau mengganggu dapat dibicarakan dengan tenaga kesehatan.

Pasta gigi bukan obat jerawat, gunakan perawatan khusus kulit untuk menghindari risiko iritasi pada wajah. (BTV/AI)
Pasta gigi bukan obat jerawat, gunakan perawatan khusus kulit untuk menghindari risiko iritasi pada wajah. (BTV/AI)

5. Sunscreen bukan hanya untuk hari panas

Sebagian orang menganggap sunscreen hanya diperlukan ketika matahari terasa terik atau ketika beraktivitas di luar ruangan. Padahal, perlindungan terhadap paparan ultraviolet merupakan bagian penting dari perawatan kulit sehari-hari.

American Academy of Dermatology merekomendasikan sunscreen spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih sebagai bagian dari perlindungan harian.

Bagi masyarakat Balikpapan dan Kalimantan Timur yang menjalani aktivitas luar ruangan dalam iklim tropis, kebiasaan perlindungan dari sinar matahari layak mendapat perhatian. Pemakaian sunscreen sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas, kondisi kulit, serta petunjuk penggunaan produknya.

Sunscreen harian membantu melindungi kulit dari paparan UV sekaligus menjadi bagian penting dalam rutinitas perawatan. (BTV/AI)
Sunscreen harian membantu melindungi kulit dari paparan UV sekaligus menjadi bagian penting dalam rutinitas perawatan. (BTV/AI)

Tabel 5 Mitos Kecantikan yang Perlu Diluruskan

Mitos yang Sering Dipercaya Faktanya Kebiasaan yang Sebaiknya Dipilih
Kulit berminyak tidak perlu pelembap Kulit berminyak tetap membutuhkan hidrasi Pilih pelembap ringan dan non-comedogenic
Bahan alami selalu aman Bahan alami dapat memicu iritasi atau alergi Periksa komposisi dan hentikan jika muncul reaksi
Scrub kasar menghilangkan jerawat Gesekan dapat mengiritasi kulit Gunakan perawatan jerawat yang sesuai
Pasta gigi bisa mengobati jerawat Kandungannya dapat mengiritasi kulit Gunakan produk yang memang diformulasikan untuk jerawat
Sunscreen hanya perlu saat panas Paparan ultraviolet perlu diperhatikan setiap hari Gunakan sunscreen spektrum luas SPF 30 atau lebih

Baca Juga: 6 Tips Makeup Aman untuk Kulit, Bantu Cegah Pori Tersumbat Setiap Hari

Kebiasaan sederhana membantu menjaga kondisi kulit

Perawatan kulit tidak harus terdiri dari banyak produk. Rutinitas yang sederhana, konsisten, dan sesuai kebutuhan kulit dapat menjadi pilihan yang masuk akal.

Kenali reaksi kulit terhadap produk baru dan perhatikan kandungan yang digunakan. Bila muncul iritasi menetap, bengkak, atau keluhan yang mengganggu, konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah yang tepat.

Poin Penting

Insight Redaksi

Mitos kecantikan sering bertahan karena terasa masuk akal dan mudah dipraktikkan. Padahal, kulit setiap orang punya respons berbeda terhadap produk. Di Balikpapan, rutinitas sederhana justru penting karena aktivitas dan paparan matahari berlangsung dalam iklim tropis. Kada perlu mengejar banyak produk; pahami kandungannya, amati respons kulit, lalu pilih secara bijak.

Pilih rutinitas skincare sederhana yang sesuai kebutuhan, bukan mengikuti semua tren yang muncul di media sosial.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang paham bahwa skincare perlu dasar yang benar.

Mau update info lifestyle yang berguna tanpa ikut-ikutan mitos? Ikuti terus Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah kulit berminyak masih membutuhkan pelembap?

Ya. Pelembap dapat membantu menjaga hidrasi kulit. Pilih formula ringan dan non-comedogenic sesuai kebutuhan.

2. Apakah semua bahan alami aman untuk wajah?

Bukan. Bahan alami juga dapat menyebabkan iritasi atau alergi pada sebagian orang.

3. Apakah pasta gigi boleh digunakan untuk jerawat?

Sebaiknya bukan. Pasta gigi dapat mengiritasi kulit dan bukan terapi jerawat yang terbukti.

4. Apakah sunscreen perlu digunakan setiap hari?

Perlindungan dari ultraviolet dianjurkan sebagai bagian dari rutinitas harian, terutama saat kulit terpapar matahari.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
Mitos Kecantikan Skincare Perawatan kulit