Ikhtisar: Riasan aman dimulai dari kulit bersih, pelembap, sunscreen, kosmetik terdaftar, alat bersih, serta kebiasaan menghapus makeup sebelum tidur setiap malam
Balikpapan TV - Hai Ces! Merias wajah dapat menjadi bagian dari ekspresi diri, tetapi kebersihan kulit, keamanan kosmetik, dan cara penggunaan perlu diperhatikan sejak awal.
Riasan yang nyaman bukan sekadar soal hasil akhir, melainkan juga kebiasaan menjaga kulit sebelum, selama, dan setelah menggunakan kosmetik.
Pilihan produk yang tepat juga penting, terutama ketika kosmetik dipakai secara rutin. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan kosmetik yang beredar di Indonesia harus memiliki izin edar berupa notifikasi.
1. Kulit yang siap dirias dimulai dari rutinitas sederhana
Masalah yang sering muncul bukan selalu berasal dari kosmetiknya, melainkan cara pemakaian sehari-hari.
Kulit yang belum dibersihkan dapat membawa minyak, kotoran, dan sisa produk sebelum makeup digunakan.
American Academy of Dermatology menyarankan membersihkan wajah dengan pembersih lembut sebelum menggunakan produk perawatan.
Frekuensi mencuci wajah juga perlu dijaga agar tidak berlebihan dan memicu iritasi.
Sebelum makeup, gunakan rutinitas sederhana sesuai kebutuhan kulit masing-masing.
Pembersih, pelembap, dan perlindungan terhadap sinar matahari dapat menjadi dasar yang praktis.
Pelembap membantu menjaga kadar air pada permukaan kulit sehingga terasa lebih nyaman.
Produk sebaiknya dipilih berdasarkan kondisi kulit, bukan semata karena sedang populer.
Bagi kulit yang mudah berminyak, label non-comedogenic dapat menjadi pertimbangan saat memilih produk.
Istilah tersebut berarti produk dirancang agar tidak mudah menyumbat pori.
2. Sunscreen tetap penting meski wajah akan memakai makeup
Makeup bukan pengganti perlindungan matahari, sehingga sunscreen tetap perlu menjadi bagian rutinitas pagi.
American Academy of Dermatology merekomendasikan sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih tinggi.
Broad-spectrum berarti perlindungan mencakup sinar ultraviolet A dan ultraviolet B.
Jika banyak beraktivitas luar ruangan, pemakaian ulang mengikuti petunjuk produk juga perlu diperhatikan.
Sunscreen sebaiknya diberi waktu untuk menyerap sebelum makeup diaplikasikan.
Dengan begitu, lapisan perlindungan matahari tidak langsung terganggu ketika kosmetik mulai digunakan.
Untuk aktivitas harian di Balikpapan dan wilayah Kalimantan Timur, kebiasaan perlindungan matahari tetap relevan.
Aktivitas luar ruangan membuat perlindungan terhadap paparan ultraviolet menjadi bagian penting rutinitas wajah.
3. Pilih kosmetik berdasarkan keamanan, bukan sekadar tren
Banyaknya pilihan kosmetik membuat kemasan menarik mudah menjadi alasan pembelian.
Padahal, keamanan produk seharusnya menjadi pertimbangan pertama sebelum melihat warna, tekstur, atau tren.
BPOM menyediakan layanan pengecekan produk untuk membantu masyarakat memeriksa produk kosmetik yang terdaftar.
Data resmi BPOM pada Agustus 2026 menunjukkan ratusan ribu kosmetik tercatat dalam sistem produk teregistrasi.
Pengecekan dapat dilakukan menggunakan nama produk, merek, nomor notifikasi, atau informasi lain yang tersedia.
Langkah tersebut membantu memastikan produk yang dipilih memiliki status yang dapat diperiksa secara resmi.
Pada Juli 2026, BPOM juga melaporkan temuan jutaan kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan.
Temuan tersebut menunjukkan pentingnya kehati-hatian ketika membeli kosmetik, terutama melalui penjualan daring.
Karena itu, harga murah bukan satu-satunya alasan untuk menentukan pilihan.
Periksa legalitas, kondisi kemasan, informasi produk, serta reputasi penjual sebelum melakukan pembelian.
4. Kenali kondisi kulit sebelum menambah banyak produk
Kulit setiap orang dapat memberikan respons berbeda terhadap produk yang sama.
Produk yang cocok bagi satu orang belum tentu memberikan pengalaman serupa bagi orang lain.
American Academy of Dermatology mengelompokkan kondisi kulit secara umum menjadi normal, kering, berminyak, kombinasi, dan sensitif.
Memahami kondisi tersebut membantu seseorang memilih produk yang lebih sesuai kebutuhan.
Jangan menambahkan banyak produk baru dalam waktu berdekatan tanpa alasan yang jelas.
Jika muncul iritasi setelah menggunakan produk tertentu, hentikan pemakaian dan perhatikan perkembangannya.
Reaksi seperti kemerahan, rasa terbakar, atau iritasi yang menetap sebaiknya tidak diabaikan.
FDA menyarankan penghentian produk ketika terjadi reaksi tidak diharapkan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
5. Kebersihan alat makeup sama pentingnya dengan kosmetik
Kuas, spons, penjepit, dan aplikator bersentuhan langsung dengan kulit sehingga kebersihannya perlu diperhatikan.
Alat yang kotor dapat membawa minyak, sisa produk, dan mikroorganisme kembali ke permukaan wajah.
Kuas yang sering digunakan sebaiknya dibersihkan secara berkala menggunakan metode yang sesuai bahan pembuatnya.
Spons juga perlu diperhatikan kondisinya, terutama ketika sudah berubah bentuk, berbau, atau sulit dibersihkan.
Jangan berbagi makeup dan aplikator yang digunakan langsung pada wajah atau area mata.
FDA secara khusus mengingatkan bahwa berbagi kosmetik dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri.
Kebiasaan sederhana ini semakin penting ketika beberapa orang menggunakan produk secara bersamaan.
Peralatan pribadi sebaiknya diperlakukan seperti barang perawatan pribadi lainnya.
6. Area mata membutuhkan perhatian ekstra
Kosmetik mata memiliki risiko khusus karena digunakan sangat dekat dengan jaringan yang sensitif.
Mascara, eyeliner, dan produk sejenis perlu digunakan dengan aplikator bersih serta penyimpanan yang tepat.
FDA menyebut mascara biasanya disarankan untuk dibuang sekitar dua sampai empat bulan setelah pembelian.
Produk yang mengering juga sebaiknya dibuang, bukan diencerkan menggunakan air atau air liur.
Jika mengalami infeksi mata, kosmetik mata yang digunakan saat infeksi perlu dibuang.
Menggunakannya kembali dapat mempertahankan risiko kontaminasi pada area tersebut.
Hindari menggunakan kosmetik mata sambil berjalan, berkendara, atau berada dalam kendaraan bergerak.
Aplikator yang tajam dapat menyebabkan cedera apabila kendaraan berhenti mendadak atau mengalami guncangan.
7. Jangan tidur dengan makeup yang masih menempel
Menghapus makeup merupakan bagian penting dari rutinitas setelah selesai beraktivitas.
Sisa kosmetik yang dibiarkan terlalu lama juga membuat proses pembersihan berikutnya menjadi kurang nyaman.
Mulailah dengan membersihkan produk secara lembut tanpa menggosok wajah terlalu keras.
Setelah makeup terangkat, lanjutkan pembersihan sesuai rutinitas perawatan yang biasa digunakan.
American Academy of Dermatology menyarankan membersihkan kulit sebelum tidur.
Pembersihan membantu mengangkat kotoran, minyak, dan sisa produk dari permukaan wajah.
Jangan menggunakan tekanan berlebihan hanya agar makeup terasa cepat hilang.
Gerakan lembut dapat membantu mengurangi gesekan yang tidak diperlukan pada permukaan kulit.
Urutan merias yang lebih ramah terhadap kulit
Rutinitas makeup tidak harus panjang untuk menghasilkan tampilan yang rapi dan nyaman.
Justru semakin sederhana tahapannya, semakin mudah menjaga konsistensi kebersihan dan perawatan.
Urutan praktis dapat dimulai dari kulit yang sudah dibersihkan.
Setelah itu, gunakan pelembap sesuai kebutuhan dan lanjutkan sunscreen pada pagi atau siang hari.
Berikan waktu agar produk perawatan menyerap sebelum masuk ke tahap kosmetik dekoratif.
Kemudian gunakan produk makeup secukupnya sesuai kebutuhan aktivitas dan kenyamanan pribadi.
| Tahap | Tujuan | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Membersihkan wajah | Mengangkat kotoran dan minyak | Gunakan pembersih lembut |
| Pelembap | Menjaga kenyamanan kulit | Sesuaikan dengan kondisi kulit |
| Sunscreen | Membantu melindungi dari sinar ultraviolet | Pilih SPF 30 atau lebih tinggi |
| Makeup dasar | Meratakan tampilan | Gunakan secukupnya |
| Kosmetik dekoratif | Menunjang ekspresi | Gunakan aplikator bersih |
| Membersihkan makeup | Menghilangkan sisa kosmetik | Lakukan sebelum tidur |
Tabel tersebut bukan aturan mutlak untuk semua orang karena kebutuhan kulit dapat berbeda.
Yang paling penting adalah menjaga kebersihan, keamanan produk, dan konsistensi perawatan.
Kapan produk makeup perlu diganti?
Tidak semua kosmetik memiliki masa penggunaan yang sama setelah dibuka.
Lama penggunaan juga dipengaruhi cara penyimpanan, jenis produk, serta frekuensi pemakaian.
FDA menjelaskan kosmetik dapat mengalami perubahan akibat udara, kelembapan, suhu, dan kontaminasi mikroorganisme.
Perubahan warna, bau, tekstur, atau kondisi produk menjadi alasan untuk mempertimbangkan pembuangan.
Produk mata membutuhkan perhatian lebih karena aplikatornya berulang kali bersentuhan dengan area sensitif.
Jangan mempertahankan kosmetik hanya karena produknya belum habis digunakan.
Menyimpan kosmetik di tempat panas juga bukan pilihan ideal.
Suhu tinggi dapat memengaruhi kestabilan pengawet dan meningkatkan kemungkinan pertumbuhan mikroorganisme.
Baca Juga: 6 Cara Merawat Rambut Saat Cuaca Panas agar Tetap Lembap dan Sehat
Kebiasaan kecil yang sering luput dari perhatian
Menutup kemasan setelah digunakan dapat membantu menjaga produk dari paparan udara dan kotoran.
Tempat penyimpanan juga sebaiknya bersih, kering, dan tidak terkena panas berlebihan.
Hindari memasukkan tangan yang kotor langsung ke dalam produk kosmetik.
Jika memungkinkan, gunakan aplikator yang bersih untuk mengambil produk dari wadah.
Jangan menambahkan bahan lain ke kosmetik hanya untuk memperpanjang pemakaiannya.
FDA secara khusus melarang kebiasaan mencampurkan air atau air liur ke mascara kering.
Periksa pula kemasan sebelum membeli produk baru.
Kemasan rusak, segel bermasalah, atau perubahan kondisi produk patut menjadi alasan untuk memilih produk lain.
Estimasi kebutuhan dasar untuk makeup yang lebih teratur
Rutinitas sehat tidak harus berarti membeli banyak kosmetik sekaligus.
Kebutuhan dasar dapat disesuaikan dengan aktivitas, anggaran, dan produk yang memang digunakan sehari-hari.
| Kebutuhan | Jumlah dasar | Estimasi biaya* |
| Pembersih wajah | 1 produk | Rp30.000–Rp100.000 |
| Pelembap | 1 produk | Rp40.000–Rp150.000 |
| Sunscreen | 1 produk | Rp40.000–Rp180.000 |
| Produk makeup dasar | 1–3 produk | Rp50.000–Rp300.000 |
| Spons atau aplikator | 1–2 buah | Rp15.000–Rp80.000 |
| Sabun khusus alat | 1 produk | Rp20.000–Rp70.000 |
Estimasi bersifat ilustratif, bukan harga pasar terverifikasi, dan dapat berbeda berdasarkan merek, ukuran, toko, serta wilayah pembelian.
Untuk pemula, membeli produk secukupnya lebih masuk akal daripada mengumpulkan banyak kosmetik.
Produk yang benar-benar digunakan akan lebih mudah dipantau kebersihan dan masa pakainya.
Poin Penting
- Bersihkan wajah sebelum memakai makeup dan sebelum tidur.
- Gunakan pelembap sesuai kondisi kulit.
- Gunakan sunscreen broad-spectrum SPF 30 atau lebih tinggi pada siang hari.
- Periksa status notifikasi kosmetik melalui layanan resmi BPOM.
- Jangan berbagi kosmetik, terutama produk yang digunakan pada area mata.
- Bersihkan kuas, spons, dan aplikator secara berkala.
- Buang kosmetik yang berubah warna, bau, tekstur, atau sudah terlalu lama digunakan.
- Jangan menambahkan air atau air liur ke mascara yang mengering.
- Hentikan pemakaian jika muncul reaksi kulit yang tidak diharapkan.
Insight Redaksi
Riasan seharusnya menjadi ruang berekspresi, bukan tuntutan untuk memenuhi standar wajah tertentu. Di Balikpapan, rutinitas sederhana justru lebih realistis: pilih produk aman, jaga kebersihan, dan pahami kebutuhan kulit sendiri. Kada perlu mengejar banyak produk sekaligus. Yang penting, kebiasaan sehatnya jalan dan kosmetik digunakan secara bijak.
Pilih beberapa produk yang memang terpakai, cek legalitasnya, lalu rawat alat makeup secara rutin. Jangan sampai kosmetik menumpuk, sementara kebersihan aplikator malah kada keurus.
Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang sering makeup supaya makin paham cara merias dengan aman.
Mau tampil ekspresif tanpa mengabaikan kesehatan kulit? Yuk, selalu update info gaya hidup hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apakah sunscreen masih diperlukan ketika menggunakan makeup?
Ya. Makeup bukan pengganti sunscreen, sehingga perlindungan matahari tetap perlu digunakan sesuai petunjuk produk.
2. Apakah kosmetik boleh dipakai bersama teman?
Sebaiknya tidak, terutama kosmetik mata dan produk dengan aplikator yang bersentuhan langsung dengan kulit.
3. Bagaimana mengetahui kosmetik terdaftar di Indonesia?
Status produk dapat diperiksa melalui layanan resmi Cek BPOM menggunakan informasi produk yang tersedia.
4. Apa yang dilakukan ketika kosmetik menyebabkan iritasi?
Hentikan pemakaian produk dan cari bantuan tenaga kesehatan apabila reaksi menetap atau mengganggu.
5. Apakah mascara yang kering boleh diberi air?
Sebaiknya tidak. FDA memperingatkan penambahan air atau air liur dapat memasukkan mikroorganisme ke dalam produk.