6 Tips Makeup Aman untuk Kulit, Bantu Cegah Pori Tersumbat Setiap Hari

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 17:32 WIB
Perempuan mengaplikasikan makeup ringan dengan kosmetik non-comedogenic untuk menjaga kenyamanan kulit wajah dan mencegah pori tersumbat. (BTV/AI)
Perempuan mengaplikasikan makeup ringan dengan kosmetik non-comedogenic untuk menjaga kenyamanan kulit wajah dan mencegah pori tersumbat. (BTV/AI)
Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Riasan tetap nyaman dengan kosmetik non-comedogenic, persiapan kulit tepat, alat bersih, lapisan ringan, dan pembersihan menyeluruh.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Riasan wajah menjadi bagian dari rutinitas kecantikan sehari-hari, termasuk bagi pemilik kulit yang mudah mengalami pori tersumbat dan jerawat.

Masalahnya, kosmetik tertentu dapat memicu acne cosmetica, terutama ketika produk yang digunakan kurang sesuai atau riasan dibiarkan terlalu lama. American Academy of Dermatology menyebut kosmetik sebagai salah satu faktor yang dapat memperburuk munculnya jerawat pada sebagian orang.

Karena itu, riasan aman bukan sekadar memilih foundation yang bagus. Ada enam kebiasaan sederhana yang membantu menjaga kulit tetap nyaman saat tampil dengan makeup.

1. Pilih Kosmetik dengan Label Non-Comedogenic

Langkah pertama dimulai dari kemasan. Cari keterangan seperti non-comedogenic, oil-free, atau won't clog pores ketika memilih kosmetik untuk kulit yang mudah tersumbat.

Istilah non-comedogenic berarti produk dirancang agar memiliki risiko menyumbat pori yang rendah. Namun, label tersebut bukan jaminan bahwa setiap orang pasti cocok dengan produk tersebut. Kondisi kulit setiap orang dapat berbeda.

American Academy of Dermatology menyarankan pemilik kulit berjerawat memilih kosmetik yang tidak menyebabkan penyumbatan pori. Prinsip ini dapat diterapkan pada foundation, concealer, pelembap, sunscreen, dan produk perawatan lain.

Saat berbelanja, jangan hanya terpaku pada warna atau hasil akhir makeup. Luangkan waktu membaca label dan sesuaikan produk dengan kebutuhan kulit.

Kebiasaan kecil tersebut membantu proses memilih kosmetik menjadi keputusan yang lebih terarah.

Memilih kosmetik non-comedogenic membantu menjaga pori tetap nyaman, sekaligus mendukung riasan ringan dan ramah kulit. (BTV/AI)
Memilih kosmetik non-comedogenic membantu menjaga pori tetap nyaman, sekaligus mendukung riasan ringan dan ramah kulit. (BTV/AI)

2. Siapkan Kulit Sebelum Makeup

Riasan yang nyaman dimulai dari kulit yang sudah dibersihkan. Sisa minyak, kotoran, atau produk sebelumnya dapat membuat permukaan wajah terasa kurang nyaman ketika ditimpa kosmetik.

Gunakan pembersih wajah yang lembut, kemudian lanjutkan dengan pelembap sesuai kebutuhan kulit. Jika beraktivitas pada siang hari, sunscreen juga menjadi bagian penting dari rutinitas sebelum makeup.

American Academy of Dermatology menyarankan penggunaan sunscreen spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih, termasuk pada kulit yang mudah berjerawat, dengan pilihan berlabel non-comedogenic.

Untuk kulit berminyak, produk bertekstur ringan dapat terasa lebih nyaman. Sementara itu, kulit kering membutuhkan perhatian pada kelembapan agar makeup tidak terasa pecah atau tertarik.

Kuncinya bukan menumpuk banyak produk. Pilih beberapa produk yang memang diperlukan dan berikan waktu agar setiap lapisan terasa nyaman sebelum makeup berikutnya.

Persiapan kulit sebelum makeup membantu menjaga wajah tetap nyaman, lembap, dan siap menerima riasan ringan. (BTV/AI)
Persiapan kulit sebelum makeup membantu menjaga wajah tetap nyaman, lembap, dan siap menerima riasan ringan. (BTV/AI)

3. Gunakan Lapisan Makeup Secukupnya

Foundation dan concealer memang membantu meratakan tampilan kulit, tetapi pemakaian berlapis-lapis bukan satu-satunya cara mendapatkan hasil rapi.

Mulailah dari lapisan tipis. Tambahkan produk hanya pada area yang memang membutuhkan coverage tambahan. Teknik ini membuat pemakaian kosmetik menjadi lebih terkontrol sekaligus mengurangi rasa berat pada wajah.

American Academy of Dermatology juga menyarankan aplikasi makeup secara lembut untuk menghindari iritasi pada kulit.

Gunakan spons atau brush secara perlahan tanpa menggosok permukaan wajah dengan tekanan kuat. Bila terdapat area berjerawat, hindari kebiasaan menyentuh atau menggeseknya berulang kali.

Makeup yang terlihat rapi bukan selalu berasal dari jumlah produk yang banyak. Penempatan produk secara tepat justru dapat menciptakan tampilan yang bersih dan natural.

Penggunaan makeup tipis membantu menjaga wajah tetap nyaman, rapi, dan mengurangi beban berlebih pada kulit. (BTV/AI)
Penggunaan makeup tipis membantu menjaga wajah tetap nyaman, rapi, dan mengurangi beban berlebih pada kulit. (BTV/AI)

4. Jangan Abaikan Kebersihan Brush dan Aplikator

Brush, spons, dan aplikator bersentuhan langsung dengan kulit. Jika jarang dibersihkan, sisa makeup, minyak, sel kulit, dan kotoran dapat menumpuk pada permukaannya.

American Academy of Dermatology menyarankan membersihkan makeup brush setiap minggu dan tidak berbagi brush atau aplikator dengan orang lain.

Kebiasaan berbagi kosmetik dan aplikator juga dapat meningkatkan risiko perpindahan kotoran serta mikroorganisme tertentu. Karena itu, perlengkapan makeup sebaiknya menjadi barang pribadi.

Selain brush, perhatikan juga kondisi spons makeup. Jika sudah sulit dibersihkan, berubah tekstur, berbau, atau rusak, pertimbangkan menggantinya sesuai petunjuk penggunaan produk.

Kebersihan alat sering luput dari perhatian karena fokus utama biasanya hanya pada pemilihan kosmetik. Padahal, alat aplikasi merupakan bagian langsung dari rutinitas makeup.

Brush makeup yang bersih membantu menjaga kebersihan kulit dan mengurangi risiko kotoran berpindah selama aplikasi riasan harian. (BTV/AI)
Brush makeup yang bersih membantu menjaga kebersihan kulit dan mengurangi risiko kotoran berpindah selama aplikasi riasan harian. (BTV/AI)

Kebiasaan sederhana sebelum makeup

Perlengkapan Kebiasaan yang perlu diperhatikan
Brush Bersihkan secara rutin, setidaknya setiap minggu
Spons Bersihkan sesuai petunjuk dan perhatikan kondisi fisiknya
Aplikator Jangan digunakan bersama orang lain
Produk makeup Pastikan kemasan bersih dan tertutup setelah digunakan
Tangan Bersihkan sebelum menyentuh wajah

5. Bersihkan Makeup Sebelum Tidur

Salah satu kebiasaan penting adalah menghapus makeup sebelum tidur. Riasan yang masih menempel dapat menjadi bagian dari masalah ketika produk yang digunakan ternyata memicu penyumbatan pori.

American Academy of Dermatology menyarankan menghapus makeup, termasuk makeup mata, sebelum tidur kemudian mencuci wajah menggunakan pembersih yang lembut. Menggosok wajah secara keras justru dapat mengiritasi kulit.

Rutinitas malam dapat dibuat sederhana. Hapus makeup, bersihkan wajah, kemudian gunakan produk perawatan yang sesuai kebutuhan kulit.

Bagi pemilik kulit mudah berjerawat, kebiasaan membersihkan wajah secara lembut juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kulit. Cleveland Clinic turut menyarankan agar makeup dihapus sebelum tidur dan penggunaan kosmetik non-comedogenic diprioritaskan.

Jangan mengandalkan rasa wajah yang sudah bersih sebagai satu-satunya tanda. Produk makeup dapat meninggalkan residu yang masih menempel meskipun tampilannya sudah tampak hilang.

Makeup nyaman dimulai dari kulit bersih, kosmetik non-comedogenic, alat higienis, serta pembersihan menyeluruh sebelum tidur. (BTV/AI)
Makeup nyaman dimulai dari kulit bersih, kosmetik non-comedogenic, alat higienis, serta pembersihan menyeluruh sebelum tidur. (BTV/AI)

6. Perhatikan Produk Rambut yang Menyentuh Wajah

Masalah pori tersumbat kadang bukan hanya berasal dari kosmetik wajah. Produk rambut juga dapat bersentuhan dengan dahi, pelipis, atau area sekitar wajah.

American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa produk rambut yang mengandung minyak dapat memicu bintil kecil dan komedo pada garis rambut serta dahi.

Karena itu, perhatikan lokasi munculnya masalah kulit. Jika bintil sering muncul di sekitar garis rambut, evaluasi juga produk rambut yang digunakan.

Sampo, kondisioner, gel, wax, dan produk penataan rambut dapat meninggalkan residu pada kulit. Setelah menggunakan produk rambut, pastikan area yang terkena residu ikut dibersihkan.

Hal ini penting terutama bagi orang yang sering menggunakan produk styling sekaligus makeup dalam rutinitas harian.

Produk rambut berminyak dapat menyumbat pori wajah, sehingga area garis rambut dan dahi perlu dibersihkan menyeluruh. (BTV/AI)
Produk rambut berminyak dapat menyumbat pori wajah, sehingga area garis rambut dan dahi perlu dibersihkan menyeluruh. (BTV/AI)

Riasan Aman Bukan Berarti Tanpa Kosmetik

Istilah "aman" dalam konteks makeup perlu dipahami secara realistis. Tidak ada satu produk yang pasti cocok untuk seluruh jenis kulit.

American Academy of Dermatology menyatakan bahwa pemilik kulit berjerawat tetap dapat menggunakan makeup selama memilih kosmetik yang sesuai dan menjalankan rutinitas perawatan kulit yang tepat.

Jika muncul banyak bintil kecil setelah menggunakan produk tertentu, perhatikan hubungan waktunya. Acne cosmetica dapat muncul beberapa hari hingga beberapa bulan setelah penggunaan, sehingga penyebabnya kadang sulit dikenali.

Catat produk baru yang mulai digunakan apabila perubahan kulit muncul setelah rutinitas makeup berubah. Cara tersebut dapat membantu mengenali pola tanpa langsung menyalahkan seluruh rangkaian kosmetik.

Jika masalah kulit berlangsung atau semakin mengganggu, pemeriksaan oleh dokter kulit dapat membantu menentukan penyebab dan perawatan yang sesuai.

Baca Juga: Kulit Sensitif Ini Panduan Memilih Riasan dan Baju agar Nyaman Seharian

Tabel Ringkas Enam Kebiasaan Rias

Kebiasaan Tujuan utama Hal yang perlu diperhatikan
Memilih non-comedogenic Mengurangi risiko pori tersumbat Baca label produk
Membersihkan kulit Menyiapkan permukaan wajah Gunakan pembersih lembut
Menggunakan lapisan tipis Mengurangi rasa berat Tambahkan hanya pada area tertentu
Membersihkan aplikator Menjaga kebersihan alat Bersihkan secara rutin
Menghapus makeup Membersihkan residu kosmetik Lakukan sebelum tidur
Mengevaluasi produk rambut Menghindari residu di wajah Perhatikan garis rambut dan dahi

Poin Penting

Insight Redaksi

Makeup bukan musuh kulit. Yang perlu diperhatikan justru kebiasaan di balik pemakaiannya, mulai dari label, kebersihan alat, hingga rutinitas malam. Di Balikpapan yang aktivitas hariannya dinamis, rutinitas sederhana terasa paling masuk akal. Kada perlu menumpuk produk; pilih yang sesuai, bersihkan teratur, dan dengarkan kondisi kulit.

Pilih kosmetik secukupnya, rawat aplikator, lalu bersihkan wajah sebelum istirahat malam agar rutinitas tetap nyaman.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang sering makeup setiap hari, supaya kebiasaan rias sehat makin mudah diterapkan.

Ingin tampil rapi tanpa mengabaikan kondisi kulit? Selalu Update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah kulit berjerawat masih boleh menggunakan makeup?

Boleh. American Academy of Dermatology menyebut pemilik kulit berjerawat tetap dapat menggunakan makeup dengan memilih kosmetik yang sesuai dan tidak menyumbat pori.

2. Apa arti non-comedogenic pada kosmetik?

Non-comedogenic berarti produk dirancang agar tidak mudah menyumbat pori. Label tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih kosmetik untuk kulit yang mudah berjerawat.

3. Seberapa sering brush makeup perlu dibersihkan?

American Academy of Dermatology menyarankan membersihkan makeup brush setiap minggu.

4. Apakah makeup harus dihapus sebelum tidur?

Ya. Makeup sebaiknya dihapus sebelum tidur, kemudian wajah dibersihkan dengan pembersih lembut.

5. Apakah produk rambut dapat memengaruhi kulit wajah?

Bisa. Produk rambut berbahan minyak dapat menyebabkan bintil atau komedo terutama pada garis rambut dan dahi.

6. Kapan perlu berkonsultasi dengan dokter kulit?

Jika masalah kulit terus muncul meskipun rutinitas sudah diperbaiki, dokter kulit dapat membantu mencari penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
Kulit Berjerawat Kosmetik Non-Comedogenic makeup