Ikhtisar: Kebiasaan setelah makeup seperti tidur dengan riasan, berbagi kosmetik, dan memakai alat kotor dapat memicu masalah kulit.
Balikpapan TV - Hai Ces! Setelah memakai makeup, sejumlah kebiasaan sederhana dapat memengaruhi kondisi kulit, terutama ketika riasan, minyak, kotoran, atau alat aplikasi dibiarkan tanpa perawatan yang tepat.
Makeup memang membantu menunjang penampilan, tetapi rutinitas setelahnya sering luput diperhatikan. Padahal, beberapa kebiasaan kecil dapat meningkatkan risiko pori tersumbat, jerawat, atau iritasi kulit.
1. Tidur dengan Makeup Masih Menempel
Tidur tanpa membersihkan makeup menjadi salah satu kebiasaan yang perlu dihindari setelah menjalani aktivitas seharian.
American Academy of Dermatology (AAD) menyebutkan bahwa bahkan makeup berlabel non-comedogenic dapat memicu jerawat apabila digunakan saat tidur.
Riasan yang Dibiarkan Semalaman
Foundation, concealer, blush, atau produk mata yang masih menempel membuat kulit tidak mendapatkan rutinitas pembersihan sebelum beristirahat.
AAD menyarankan makeup, termasuk riasan mata, dihapus sebelum tidur kemudian wajah dibersihkan menggunakan pembersih yang lembut.
Kebiasaan ini penting terutama bagi kulit yang mudah mengalami jerawat. Membersihkan wajah sebelum tidur membantu mengurangi sisa kosmetik, minyak, dan kotoran yang menempel.
Membersihkan Makeup Secara Lembut
Membersihkan makeup bukan berarti harus menggosok wajah kuat-kuat sampai terasa kesat.
AAD justru menyarankan penggunaan makeup remover secara lembut dan menghindari menggosok kulit ketika menghapus riasan.
Langkah sederhana ini membantu mengurangi risiko iritasi akibat gesekan berlebihan. Kulit pun dapat menjalani rutinitas malam dengan lebih nyaman.
2. Menggosok Wajah Terlalu Keras Saat Membersihkan Makeup
Setelah seharian menggunakan makeup, ada dorongan untuk membersihkan wajah secepat mungkin. Namun, tekanan berlebihan justru dapat mengganggu kondisi kulit.
AAD menjelaskan bahwa menggosok kulit dapat menyebabkan iritasi dan membuat kulit lebih sulit menerima produk perawatan tertentu.
Gesekan Berlebihan Bisa Mengganggu Kulit
Penggunaan kapas, tisu, atau kain dengan tekanan kuat berulang kali dapat membuat kulit terasa perih atau kemerahan.
Membersihkan wajah sebaiknya dilakukan secara lembut, menggunakan produk yang sesuai kebutuhan kulit. Air hangat kuku juga dapat digunakan ketika membilas wajah setelah pembersihan.
Menurut dermatolog, rutinitas yang lembut justru menjadi dasar penting dalam merawat kulit yang mudah berjerawat.
Jangan Mengejar Sensasi Kulit Terlalu Kesat
Kulit yang terasa sangat kesat setelah dibersihkan bukan ukuran bahwa makeup sudah terangkat dengan sempurna.
AAD menyarankan pembersih lembut dan membatasi frekuensi mencuci wajah karena pencucian berlebihan dapat mengiritasi kulit.
Rutinitas sederhana lebih mudah dipertahankan dan membantu menjaga kenyamanan kulit setelah aktivitas menggunakan makeup.
3. Membiarkan Kuas Makeup Kotor Terlalu Lama
Kuas makeup dapat menyimpan sisa produk, minyak, kotoran, serta mikroorganisme apabila jarang dibersihkan.
AAD merekomendasikan mencuci kuas makeup setiap 7 hingga 10 hari untuk membantu menjaga kebersihan alat yang bersentuhan langsung dengan kulit.
Sisa Produk Dapat Menumpuk pada Kuas
Kuas yang digunakan berulang kali membawa sisa foundation, bedak, blush, atau produk lain dari satu penggunaan ke penggunaan berikutnya.
Jika tidak dibersihkan, kotoran dan minyak dapat terus berpindah ke permukaan kulit. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan munculnya jerawat atau iritasi.
Kebersihan Alat Sama Pentingnya dengan Produk
Memilih kosmetik yang sesuai saja belum cukup jika aplikatornya jarang dirawat.
FDA juga mengingatkan bahwa kosmetik dapat terkontaminasi mikroorganisme, sementara penggunaan dan penyimpanan yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko kontaminasi.
Karena itu, membersihkan alat secara berkala menjadi bagian penting dari kebiasaan setelah makeup.
4. Berbagi Makeup dan Aplikator dengan Orang Lain
Meminjamkan lip product, foundation, spons, atau kuas mungkin terlihat sebagai kebiasaan kecil saat berkumpul bersama teman.
Namun, AAD menyarankan agar makeup, kuas, dan aplikator tidak digunakan bersama karena minyak, sel kulit, serta mikroorganisme dapat berpindah melalui alat tersebut.
Produk Kosmetik Perlu Dipakai Secara Personal
Kebiasaan berbagi kosmetik bukan hanya berkaitan dengan kebersihan kulit. FDA juga menyarankan konsumen tidak berbagi produk kosmetik karena dapat menjadi jalur perpindahan kuman.
Setiap orang sebaiknya menggunakan kosmetik dan alat aplikasi milik sendiri. Kebiasaan ini sederhana, tetapi penting untuk menjaga kebersihan penggunaan sehari-hari.
Perhatikan Kondisi Produk
Selain alat, kondisi kosmetik juga perlu diperhatikan. Produk yang berubah bau, warna, tekstur, atau kondisinya setelah lama digunakan sebaiknya diperiksa kembali sesuai petunjuk produsen.
FDA menjelaskan bahwa kosmetik dapat mengalami perubahan seiring waktu dan aplikator dapat terpapar bakteri maupun jamur selama penggunaan.
5. Terus Menumpuk Produk Saat Kulit Mulai Bereaksi
Ketika muncul masalah kulit setelah makeup, sebagian orang justru menambahkan banyak produk untuk mencoba mengatasinya.
Padahal, terlalu banyak produk atau penggunaan produk yang mengiritasi dapat memperburuk kondisi kulit tertentu. AAD menyarankan rutinitas sederhana dan lembut untuk kulit yang rentan berjerawat.
Kenali Reaksi Kulit Sebelum Menambah Produk
Kulit yang terasa perih, kemerahan, atau muncul bintik baru setelah penggunaan kosmetik perlu diperhatikan.
Jangan langsung mengganti seluruh rutinitas dengan banyak produk sekaligus. Perubahan yang terlalu banyak dapat membuat penyebab reaksi kulit semakin sulit dikenali.
Pilih Produk Sesuai Kebutuhan Kulit
AAD menyarankan produk berlabel non-comedogenic atau won't clog pores bagi orang yang rentan mengalami jerawat.
Pilihan tersebut bukan jaminan bahwa setiap orang pasti bebas masalah kulit, tetapi dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih kosmetik.
Baca Juga: Gaya Elegan dan Kulit Sehat, 7 Kebiasaan Sederhana untuk Aktivitas Harian
Kebiasaan Sederhana Membantu Menjaga Rutinitas Makeup
Perawatan setelah makeup sebenarnya tidak harus rumit. Fokus utamanya adalah membersihkan riasan, menjaga kebersihan aplikator, dan menghindari kebiasaan yang berpotensi mengiritasi kulit.
Dermatolog Roopal Kundu, MD, FAAD, profesor dermatologi dan pendidikan kedokteran di Northwestern University, menekankan pentingnya menghapus makeup pada akhir hari.
Tips yang Bisa Dilakukan Setelah Makeup
- Bersihkan makeup sebelum tidur.
- Gunakan makeup remover dan pembersih yang lembut.
- Hindari menggosok wajah dengan tekanan kuat.
- Bersihkan kuas makeup setiap 7–10 hari.
- Jangan berbagi makeup dan aplikator.
- Perhatikan label non-comedogenic jika kulit mudah berjerawat.
- Cuci tangan sebelum menggunakan kosmetik.
- Simpan kosmetik sesuai petunjuk produsennya.
Poin Penting
- Tidur dengan makeup dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat.
- Membersihkan wajah secara kasar dapat menyebabkan iritasi.
- Kuas makeup perlu dibersihkan secara berkala.
- Makeup dan aplikator sebaiknya tidak digunakan bersama.
- Produk kosmetik perlu disimpan dan digunakan sesuai petunjuk.
- Kulit yang mengalami reaksi membutuhkan rutinitas yang sederhana dan lembut.
Insight Redaksi
Makeup bukan satu-satunya persoalan; kebiasaan setelahnya justru sering menentukan bagaimana kulit diperlakukan. Di Balikpapan, aktivitas padat dan cuaca hangat membuat rutinitas bersih-bersih makin relevan. Jadi, jangan asal hapus makeup, Ces. Rawat alatnya juga.
Mulai dari kebiasaan paling gampang: bersihkan makeup, cuci kuas, lalu beri kulit waktu beristirahat.
Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang sering lupa membersihkan makeup setelah beraktivitas.
Selalu update info dan tips lifestyle terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apakah makeup selalu menyebabkan jerawat?
Tidak. Produk tertentu dapat memicu jerawat pada sebagian orang, terutama jika menyumbat pori atau tidak sesuai kondisi kulit.
2. Kapan kuas makeup perlu dicuci?
AAD menyarankan kuas makeup dicuci setiap 7 hingga 10 hari.
3. Apakah makeup harus selalu menggunakan produk non-comedogenic?
Label tersebut terutama menjadi pertimbangan bagi kulit yang rentan berjerawat karena menunjukkan produk dirancang agar tidak menyumbat pori.
4. Mengapa wajah sebaiknya tidak digosok kuat saat membersihkan makeup?
Gesekan kuat dapat mengiritasi kulit. Pembersihan lembut lebih dianjurkan untuk menjaga kondisi kulit.
5. Kapan perlu berkonsultasi dengan dokter kulit?
Jika masalah kulit terus muncul atau sulit diketahui penyebabnya, dokter kulit dapat membantu menentukan penyebab dan perawatan yang sesuai.