5 Kebiasaan Setelah Makeup yang Sering Diabaikan dan Bisa Ganggu Kulit

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:22 WIB
Membersihkan wajah setelah makeup membantu menjaga kulit tetap bersih, nyaman, dan terhindar dari masalah akibat sisa riasan. (BTV/AI)
Membersihkan wajah setelah makeup membantu menjaga kulit tetap bersih, nyaman, dan terhindar dari masalah akibat sisa riasan. (BTV/AI)
Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Kebiasaan setelah makeup seperti tidur dengan riasan, berbagi kosmetik, dan memakai alat kotor dapat memicu masalah kulit.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Setelah memakai makeup, sejumlah kebiasaan sederhana dapat memengaruhi kondisi kulit, terutama ketika riasan, minyak, kotoran, atau alat aplikasi dibiarkan tanpa perawatan yang tepat.

Makeup memang membantu menunjang penampilan, tetapi rutinitas setelahnya sering luput diperhatikan. Padahal, beberapa kebiasaan kecil dapat meningkatkan risiko pori tersumbat, jerawat, atau iritasi kulit.

1. Tidur dengan Makeup Masih Menempel

Tidur tanpa membersihkan makeup menjadi salah satu kebiasaan yang perlu dihindari setelah menjalani aktivitas seharian.

American Academy of Dermatology (AAD) menyebutkan bahwa bahkan makeup berlabel non-comedogenic dapat memicu jerawat apabila digunakan saat tidur.

Membersihkan makeup sebelum tidur membantu menjaga kulit tetap nyaman, bersih, dan terhindar dari sisa kosmetik semalaman. (BTV/AI)
Membersihkan makeup sebelum tidur membantu menjaga kulit tetap nyaman, bersih, dan terhindar dari sisa kosmetik semalaman. (BTV/AI)

Riasan yang Dibiarkan Semalaman

Foundation, concealer, blush, atau produk mata yang masih menempel membuat kulit tidak mendapatkan rutinitas pembersihan sebelum beristirahat.

AAD menyarankan makeup, termasuk riasan mata, dihapus sebelum tidur kemudian wajah dibersihkan menggunakan pembersih yang lembut.

Kebiasaan ini penting terutama bagi kulit yang mudah mengalami jerawat. Membersihkan wajah sebelum tidur membantu mengurangi sisa kosmetik, minyak, dan kotoran yang menempel.

Membersihkan Makeup Secara Lembut

Membersihkan makeup bukan berarti harus menggosok wajah kuat-kuat sampai terasa kesat.

AAD justru menyarankan penggunaan makeup remover secara lembut dan menghindari menggosok kulit ketika menghapus riasan.

Langkah sederhana ini membantu mengurangi risiko iritasi akibat gesekan berlebihan. Kulit pun dapat menjalani rutinitas malam dengan lebih nyaman.

2. Menggosok Wajah Terlalu Keras Saat Membersihkan Makeup

Setelah seharian menggunakan makeup, ada dorongan untuk membersihkan wajah secepat mungkin. Namun, tekanan berlebihan justru dapat mengganggu kondisi kulit.

AAD menjelaskan bahwa menggosok kulit dapat menyebabkan iritasi dan membuat kulit lebih sulit menerima produk perawatan tertentu.

Membersihkan makeup dengan lembut membantu mengurangi gesekan berlebihan serta menjaga kulit tetap nyaman, tenang, dan terawat. (BTV/AI)
Membersihkan makeup dengan lembut membantu mengurangi gesekan berlebihan serta menjaga kulit tetap nyaman, tenang, dan terawat. (BTV/AI)

Gesekan Berlebihan Bisa Mengganggu Kulit

Penggunaan kapas, tisu, atau kain dengan tekanan kuat berulang kali dapat membuat kulit terasa perih atau kemerahan.

Membersihkan wajah sebaiknya dilakukan secara lembut, menggunakan produk yang sesuai kebutuhan kulit. Air hangat kuku juga dapat digunakan ketika membilas wajah setelah pembersihan.

Menurut dermatolog, rutinitas yang lembut justru menjadi dasar penting dalam merawat kulit yang mudah berjerawat.

Jangan Mengejar Sensasi Kulit Terlalu Kesat

Kulit yang terasa sangat kesat setelah dibersihkan bukan ukuran bahwa makeup sudah terangkat dengan sempurna.

AAD menyarankan pembersih lembut dan membatasi frekuensi mencuci wajah karena pencucian berlebihan dapat mengiritasi kulit.

Rutinitas sederhana lebih mudah dipertahankan dan membantu menjaga kenyamanan kulit setelah aktivitas menggunakan makeup.

3. Membiarkan Kuas Makeup Kotor Terlalu Lama

Kuas makeup dapat menyimpan sisa produk, minyak, kotoran, serta mikroorganisme apabila jarang dibersihkan.

AAD merekomendasikan mencuci kuas makeup setiap 7 hingga 10 hari untuk membantu menjaga kebersihan alat yang bersentuhan langsung dengan kulit.

Kuas makeup yang jarang dibersihkan dapat menumpuk sisa produk, minyak, kotoran, dan mikroorganisme sehingga berisiko mengganggu kulit. (BTV/AI)
Kuas makeup yang jarang dibersihkan dapat menumpuk sisa produk, minyak, kotoran, dan mikroorganisme sehingga berisiko mengganggu kulit. (BTV/AI)

Sisa Produk Dapat Menumpuk pada Kuas

Kuas yang digunakan berulang kali membawa sisa foundation, bedak, blush, atau produk lain dari satu penggunaan ke penggunaan berikutnya.

Jika tidak dibersihkan, kotoran dan minyak dapat terus berpindah ke permukaan kulit. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan munculnya jerawat atau iritasi.

Kebersihan Alat Sama Pentingnya dengan Produk

Memilih kosmetik yang sesuai saja belum cukup jika aplikatornya jarang dirawat.

FDA juga mengingatkan bahwa kosmetik dapat terkontaminasi mikroorganisme, sementara penggunaan dan penyimpanan yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko kontaminasi.

Karena itu, membersihkan alat secara berkala menjadi bagian penting dari kebiasaan setelah makeup.

4. Berbagi Makeup dan Aplikator dengan Orang Lain

Meminjamkan lip product, foundation, spons, atau kuas mungkin terlihat sebagai kebiasaan kecil saat berkumpul bersama teman.

Namun, AAD menyarankan agar makeup, kuas, dan aplikator tidak digunakan bersama karena minyak, sel kulit, serta mikroorganisme dapat berpindah melalui alat tersebut.

Kosmetik dan aplikator sebaiknya digunakan secara pribadi untuk menjaga kebersihan serta mengurangi risiko perpindahan kuman. (BTV/AI)
Kosmetik dan aplikator sebaiknya digunakan secara pribadi untuk menjaga kebersihan serta mengurangi risiko perpindahan kuman. (BTV/AI)

Produk Kosmetik Perlu Dipakai Secara Personal

Kebiasaan berbagi kosmetik bukan hanya berkaitan dengan kebersihan kulit. FDA juga menyarankan konsumen tidak berbagi produk kosmetik karena dapat menjadi jalur perpindahan kuman.

Setiap orang sebaiknya menggunakan kosmetik dan alat aplikasi milik sendiri. Kebiasaan ini sederhana, tetapi penting untuk menjaga kebersihan penggunaan sehari-hari.

Perhatikan Kondisi Produk

Selain alat, kondisi kosmetik juga perlu diperhatikan. Produk yang berubah bau, warna, tekstur, atau kondisinya setelah lama digunakan sebaiknya diperiksa kembali sesuai petunjuk produsen.

FDA menjelaskan bahwa kosmetik dapat mengalami perubahan seiring waktu dan aplikator dapat terpapar bakteri maupun jamur selama penggunaan.

5. Terus Menumpuk Produk Saat Kulit Mulai Bereaksi

Ketika muncul masalah kulit setelah makeup, sebagian orang justru menambahkan banyak produk untuk mencoba mengatasinya.

Padahal, terlalu banyak produk atau penggunaan produk yang mengiritasi dapat memperburuk kondisi kulit tertentu. AAD menyarankan rutinitas sederhana dan lembut untuk kulit yang rentan berjerawat.

Kulit bereaksi setelah makeup, Hindari menumpuk produk, kenali penyebabnya, dan pilih kosmetik sesuai kebutuhan kulit. (BTV/AI)
Kulit bereaksi setelah makeup, Hindari menumpuk produk, kenali penyebabnya, dan pilih kosmetik sesuai kebutuhan kulit. (BTV/AI)

Kenali Reaksi Kulit Sebelum Menambah Produk

Kulit yang terasa perih, kemerahan, atau muncul bintik baru setelah penggunaan kosmetik perlu diperhatikan.

Jangan langsung mengganti seluruh rutinitas dengan banyak produk sekaligus. Perubahan yang terlalu banyak dapat membuat penyebab reaksi kulit semakin sulit dikenali.

Pilih Produk Sesuai Kebutuhan Kulit

AAD menyarankan produk berlabel non-comedogenic atau won't clog pores bagi orang yang rentan mengalami jerawat.

Pilihan tersebut bukan jaminan bahwa setiap orang pasti bebas masalah kulit, tetapi dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih kosmetik.

Baca Juga: Gaya Elegan dan Kulit Sehat, 7 Kebiasaan Sederhana untuk Aktivitas Harian

Kebiasaan Sederhana Membantu Menjaga Rutinitas Makeup

Perawatan setelah makeup sebenarnya tidak harus rumit. Fokus utamanya adalah membersihkan riasan, menjaga kebersihan aplikator, dan menghindari kebiasaan yang berpotensi mengiritasi kulit.

Dermatolog Roopal Kundu, MD, FAAD, profesor dermatologi dan pendidikan kedokteran di Northwestern University, menekankan pentingnya menghapus makeup pada akhir hari.

Tips yang Bisa Dilakukan Setelah Makeup

Poin Penting

Insight Redaksi

Makeup bukan satu-satunya persoalan; kebiasaan setelahnya justru sering menentukan bagaimana kulit diperlakukan. Di Balikpapan, aktivitas padat dan cuaca hangat membuat rutinitas bersih-bersih makin relevan. Jadi, jangan asal hapus makeup, Ces. Rawat alatnya juga.

Mulai dari kebiasaan paling gampang: bersihkan makeup, cuci kuas, lalu beri kulit waktu beristirahat.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang sering lupa membersihkan makeup setelah beraktivitas.

Selalu update info dan tips lifestyle terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah makeup selalu menyebabkan jerawat?

Tidak. Produk tertentu dapat memicu jerawat pada sebagian orang, terutama jika menyumbat pori atau tidak sesuai kondisi kulit.

2. Kapan kuas makeup perlu dicuci?

AAD menyarankan kuas makeup dicuci setiap 7 hingga 10 hari.

3. Apakah makeup harus selalu menggunakan produk non-comedogenic?

Label tersebut terutama menjadi pertimbangan bagi kulit yang rentan berjerawat karena menunjukkan produk dirancang agar tidak menyumbat pori.

4. Mengapa wajah sebaiknya tidak digosok kuat saat membersihkan makeup?

Gesekan kuat dapat mengiritasi kulit. Pembersihan lembut lebih dianjurkan untuk menjaga kondisi kulit.

5. Kapan perlu berkonsultasi dengan dokter kulit?

Jika masalah kulit terus muncul atau sulit diketahui penyebabnya, dokter kulit dapat membantu menentukan penyebab dan perawatan yang sesuai.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
tips kecantikan makeup Perawatan kulit