Durasi Baca: 7 Menit
Ikhtisar: Posisi tidur menyamping atau tengkurap dapat memberikan tekanan, kompresi, dan gaya geser pada wajah selama tidur. Namun, klaim bahwa tekanan bantal selama sekitar delapan jam otomatis membentuk asimetri wajah permanen perlu dilihat lebih hati-hati. Bantal sutra dapat mengurangi gesekan permukaan, tetapi bukan berarti menghilangkan tekanan mekanis pada pipi.
Balikpapan TV – Hai Ces! Pernah bangun tidur lalu melihat salah satu pipi seperti lebih “gepeng” dibanding sisi lainnya? Atau ikam mungkin pernah mendengar anggapan bahwa tidur menyamping setiap malam bisa membuat wajah menjadi tidak simetris?
Kekhawatiran itu bukan sepenuhnya tanpa dasar. Saat kepala bertumpu pada bantal, jaringan wajah memang mengalami gaya mekanis. Penelitian tentang sleep wrinkles menunjukkan bahwa posisi tidur dapat menyebabkan deformasi wajah akibat tekanan dan gaya geser, terutama ketika wajah bersentuhan dengan permukaan bantal.
Namun, ada satu hal yang perlu diluruskan, Ces. Pipi yang tertekan selama tidur tidak otomatis berarti struktur lemak wajah akan berpindah permanen dan membuat wajah asimetris.
Mengapa Pipi Bisa Tertekan Saat Tidur?
Ketika seseorang tidur menyamping, sebagian berat kepala ditopang oleh area wajah yang bersentuhan dengan bantal.
Pipi memiliki kombinasi kulit, jaringan ikat, otot, dan jaringan lemak subkutan. Ketika mendapat tekanan dari permukaan bantal, jaringan lunak tersebut dapat mengalami perubahan bentuk sementara.
Penelitian eksperimental menunjukkan bahwa kontak wajah dengan bantal memang dapat menghasilkan deformasi dan garis pada wajah selama tidur. Tekanan, kompresi, serta gaya geser merupakan beberapa gaya mekanis yang berperan dalam fenomena sleep wrinkles.
Jadi, sensasi pipi terasa “tertekan” ketika bangun tidur memang masuk akal secara mekanis.
Tekanan Berbeda dengan Perubahan Struktur Permanen
Ini bagian yang sering bikin salah paham.
Jaringan lunak tubuh bersifat dapat berubah bentuk ketika mendapatkan tekanan. Akan tetapi, perubahan bentuk sementara tidak sama dengan perubahan anatomi permanen.
Bekas pipi setelah bangun tidur dapat menghilang ketika tekanan sudah tidak ada. Sementara itu, perubahan wajah yang menetap melibatkan proses yang jauh lebih kompleks, termasuk penuaan jaringan, perubahan volume, elastisitas kulit, dan struktur penyangga wajah.
Dengan demikian, tidak tepat menyimpulkan bahwa tidur di satu sisi selama delapan jam akan secara otomatis “memindahkan lemak pipi” ke sisi tertentu.
Baca Juga: Gaya Elegan dan Kulit Sehat, 7 Kebiasaan Sederhana untuk Aktivitas Harian
Apa Hubungan Gravitasi dengan Wajah Saat Tidur?
Gravitasi tetap bekerja ketika seseorang tidur.
Pada posisi menyamping, jaringan lunak wajah mengalami arah gaya yang berbeda dibandingkan ketika seseorang berdiri tegak atau tidur telentang. Perubahan posisi bahkan dapat memengaruhi arah garis tegangan kulit, terutama pada kulit yang mengalami perubahan elastisitas seiring usia.
Tetapi gravitasi bukan satu-satunya faktor.
Kontak dengan bantal membuat persoalannya menjadi kombinasi antara gravitasi, tekanan permukaan, gesekan, dan posisi kepala.
Karena itu, bentuk bantal dan cara kepala bertumpu juga berpengaruh terhadap bagaimana tekanan didistribusikan.
Semakin Luas Kontak, Tekanan Bisa Tersebar
Secara mekanis, tekanan tidak hanya ditentukan oleh berat kepala, tetapi juga bagaimana beban tersebut didistribusikan pada area kontak.
Bantal yang menopang kepala dengan baik dapat membantu mendistribusikan tekanan. Sebaliknya, permukaan yang memberikan titik tekanan tertentu dapat membuat area wajah tertentu menerima beban lebih besar.
Penelitian terbaru mengenai desain bantal untuk posisi tengkurap bahkan menunjukkan bahwa bentuk wajah dan desain permukaan penyangga berkaitan dengan distribusi tekanan kontak pada wajah.
Artinya, ergonomi bantal lebih kompleks daripada sekadar memilih bahan yang terasa lembut.
Baca Juga: Jarang Skincare tapi Kulit Sehat? Bongkar Hubungan Mikrobioma Kulit dan Jerawat
Apakah Tidur Menyamping Bisa Membuat Wajah Asimetris?
Hubungan antara posisi tidur dan asimetri wajah permanen ternyata tidak sesederhana yang sering muncul di media sosial.
Sebuah penelitian yang mengevaluasi 100 perempuan tidak menemukan hubungan signifikan antara sisi tidur yang disukai dengan sisi wajah yang menunjukkan lebih banyak kerutan atau ptosis atau penurunan jaringan. Temuan tersebut penting karena menunjukkan bahwa kita tidak bisa langsung mengatakan:
“Kalau selalu tidur miring ke kanan, wajah kanan pasti turun.”
Belum tentu.
Ada banyak faktor lain yang memengaruhi tampilan kedua sisi wajah, termasuk anatomi alami, usia, ekspresi wajah, paparan lingkungan, perubahan volume jaringan, serta faktor genetik.
Asimetri Wajah Itu Sendiri Normal
Wajah manusia pada dasarnya tidak benar-benar simetris.
Perbedaan kecil antara sisi kanan dan kiri merupakan hal yang umum. Karena itu, melihat satu sisi wajah sedikit berbeda setelah bangun tidur tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa posisi tidur telah menyebabkan perubahan struktur permanen.
Yang lebih relevan adalah membedakan deformasi sementara akibat tekanan dengan perubahan jaringan jangka panjang.
Lalu, Apa Peran Gesekan Kain Bantal?
Selain tekanan, ada gaya lain yang sering luput diperhatikan, yaitu gesekan.
Ketika wajah bergeser di atas bantal saat seseorang mengubah posisi tidur, kulit dapat mengalami gaya geser. Literatur mengenai sleep wrinkles memang membahas kombinasi kompresi dan gaya geser sebagai mekanisme mekanis yang berpotensi menghasilkan distorsi kulit.
Gesekan terutama berkaitan dengan permukaan kulit.
Semakin kasar permukaan, semakin besar interaksi mekanis antara kulit dan kain ketika terjadi pergerakan. Sebaliknya, kain dengan permukaan lebih licin dapat mengurangi hambatan ketika kulit bergeser.
Di sinilah bantal sutra mulai masuk dalam pembahasan.
Baca Juga: Kulit Makin Glowing Setelah Eksfoliasi? Hati-Hati, Bisa Jadi Tanda Skin Barrier Rusak
Apakah Bantal Sutra Benar-Benar Mencegah Pipi Tertekan?
Tidak sepenuhnya.
Bantal sutra dapat memberikan permukaan yang lebih licin sehingga secara mekanis berpotensi mengurangi gesekan antara kulit dan sarung bantal.
Namun, sutra tidak menghilangkan tekanan dari bantal.
Jika ikam tidur menyamping, pipi tetap bersentuhan dengan permukaan bantal. Kepala tetap memiliki berat. Jaringan wajah tetap menerima gaya tekan pada area kontak.
Jadi, klaim bahwa bantal sutra “mencegah pipi tertekan” terlalu jauh.
Yang lebih tepat adalah:
Bantal sutra dapat mengurangi gesekan permukaan, tetapi tidak menghapus kompresi akibat posisi tidur.
Jangan Samakan Sutra dengan Anti-Asimetri
Sampai saat ini, bukti yang tersedia mengenai sleep wrinkles lebih banyak membahas efek tekanan, posisi tidur, dan karakteristik mekanis permukaan daripada membuktikan bahwa sarung bantal sutra mampu mencegah asimetri wajah permanen.
Bahkan penelitian mengenai sarung bantal dengan bahan khusus yang menunjukkan perbaikan tampilan kerutan menggunakan serat yang mengandung copper oxide, bukan sutra biasa.
Karena itu, hasil penelitian tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk menyatakan bahwa semua sarung bantal berbahan sutra memiliki efek anti-kerut atau anti-asimetri yang sama.
Baca Juga: Kulit Terlalu Bersih Bisa Bermasalah? Kenali Skin Microbiome dan Skin Barrier
Delapan Jam Tidur, Apakah Tekanan Menjadi Masalah?
Durasi tidur membuat kontak wajah dengan bantal terjadi dalam periode yang panjang.
Tetapi bukan berarti wajah mendapatkan tekanan yang identik selama delapan jam penuh.
Manusia secara alami mengubah posisi tubuh ketika tidur. Perubahan posisi dan gerakan kecil dapat mengurangi kontak pada area tertentu.
Penelitian mengenai tekanan dan gaya geser pada kulit juga menunjukkan bahwa perubahan posisi dapat memberikan pelepasan tekanan sementara.
Jadi, gambaran bahwa seseorang diam dalam satu posisi selama delapan jam penuh sebenarnya terlalu sederhana.
Yang Lebih Penting Adalah Pola Berulang
Jika posisi tertentu dilakukan berulang selama bertahun-tahun, paparan mekanis terhadap kulit tentu menjadi bagian dari lingkungan fisik wajah.
Literatur mengenai sleep lines memang mengaitkan posisi tidur dengan garis-garis wajah tertentu, terutama ketika wajah mendapatkan kontak dengan bantal secara berulang. Namun, lagi-lagi, sleep lines tidak sama dengan bukti bahwa lemak pipi telah berpindah secara permanen.
Fokus yang lebih masuk akal adalah mengurangi tekanan dan gesekan berlebihan apabila seseorang memang ingin meminimalkan sleep lines.
Posisi Tidur Apa yang Paling Minim Menekan Wajah?
Dari sudut pandang mekanis wajah, tidur telentang membuat wajah tidak langsung bertumpu pada bantal seperti ketika tidur menyamping atau tengkurap.
American Academy of Dermatology Association juga menyebut bahwa tidur menyamping atau tengkurap setiap hari dapat berkontribusi terhadap sleep lines, sementara tidur telentang merupakan salah satu langkah yang dapat membantu mengurangi atau mencegah garis tersebut.
Tetapi kenyamanan tetap penting.
Jika seseorang sulit tidur telentang dan justru mengalami gangguan tidur karena memaksakan posisi, tidak perlu menganggap posisi menyamping sebagai kesalahan.
Kualitas tidur tetap merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan.
Baca Juga: Spons Make-Up Jarang Dicuci Bisa Jadi Sarang Bakteri, Benarkah Picu Jerawat di Pipi?
Cara Membuat Posisi Tidur Lebih Ramah untuk Wajah
Bagi ikam yang ingin mengurangi tekanan mekanis pada wajah, beberapa langkah sederhana lebih masuk akal daripada sekadar membeli sarung bantal mahal.
1. Pertimbangkan Tidur Telentang
Posisi telentang mengurangi kontak langsung pipi dengan permukaan bantal.
Jika nyaman dilakukan, posisi ini dapat menjadi pilihan untuk mengurangi tekanan dan gesekan pada wajah.
2. Pilih Bantal yang Menopang Kepala dengan Baik
Bantal bukan cuma soal empuk atau mahal.
Yang penting adalah bagaimana kepala dan leher mendapatkan dukungan sehingga posisi tidur tetap nyaman dan tekanan tidak terkonsentrasi secara berlebihan pada satu area.
3. Sarung Sutra Boleh Dipakai, Tapi Ekspektasinya Realistis
Jika menyukai sensasi kain sutra yang licin, penggunaannya tidak masalah.
Namun, anggap manfaat utamanya sebagai pengurangan gesekan, bukan sebagai alat yang secara otomatis mencegah asimetri wajah.
4. Jangan Terlalu Terobsesi dengan Kesimetrisan
Perbedaan kecil antara kedua sisi wajah merupakan sesuatu yang sangat umum.
Daripada memeriksa pipi setiap pagi untuk mencari perubahan beberapa milimeter, lebih baik memperhatikan kondisi kulit dan kenyamanan tidur secara keseluruhan.
Baca Juga: Cara Mengetahui Personal Color dan Undertone Kulit untuk Memilih Warna Baju yang Tepat
Bantal Mahal Belum Tentu Lebih Ergonomis
Harga dan material tidak selalu menentukan seberapa baik sebuah bantal mendistribusikan tekanan.
Sutra merupakan karakteristik permukaan kain, sedangkan ergonomi bantal berkaitan dengan bentuk, dukungan, posisi kepala, dan distribusi beban.
Jadi, bantal dengan sarung sutra tetap bisa memberikan tekanan pada pipi apabila desain dan posisi tidurnya membuat wajah bertumpu kuat pada permukaan.
Sebaliknya, bantal yang dirancang dengan baik dapat membantu menopang kepala tanpa harus menggunakan material premium.
Poin Penting
-
Posisi tidur menyamping atau tengkurap dapat menghasilkan kompresi dan gaya geser pada wajah.
-
Kontak wajah dengan bantal dapat menyebabkan deformasi sementara dan berkontribusi terhadap sleep lines.
-
Belum tepat menyimpulkan bahwa tidur pada satu sisi otomatis menyebabkan perpindahan lemak pipi permanen.
-
Penelitian pada 100 perempuan tidak menemukan hubungan signifikan antara sisi tidur dan sisi wajah dengan lebih banyak kerutan atau ptosis.
-
Bantal sutra dapat membantu mengurangi gesekan permukaan, tetapi tidak menghilangkan tekanan akibat posisi tidur.
-
Tidur telentang dapat mengurangi kontak langsung pipi dengan bantal dan direkomendasikan sebagai salah satu cara mengurangi sleep lines.
-
Desain dan distribusi tekanan bantal lebih penting daripada sekadar memilih material sarung bantal.
Insight Redaksi
Pipi kada langsung berubah bentuk permanen hanya gara-gara tidur miring semalaman. Yang lebih realistis diperhatikan justru tekanan dan gesekan berulang. Sutra bisa bikin permukaan lebih licin, tapi bukan tameng anti-asimetri. Jadi, jangan sampai sibuk beli sarung mahal sementara ergonomi bantalnya masih kada pas.
Pilih bantal yang menopang kepala nyaman, kurangi tekanan berlebih, dan jangan terlalu panik melihat bekas bantal saat bangun.
Bantal boleh mahal, tapi ergonominya jangan kalah.
FAQ
1. Apakah tidur menyamping membuat wajah asimetris?
Belum ada bukti kuat bahwa tidur menyamping secara otomatis menyebabkan asimetri wajah permanen. Penelitian tentang sisi tidur dan facial descent juga tidak menemukan hubungan signifikan.
2. Apakah bantal sutra mencegah pipi tertekan?
Tidak. Sutra dapat membantu mengurangi gesekan karena permukaannya licin, tetapi pipi tetap dapat menerima tekanan ketika tidur menyamping.
3. Apakah tidur delapan jam di satu sisi bisa memindahkan lemak pipi?
Tidak tepat menyimpulkan demikian. Tekanan dapat mengubah bentuk jaringan lunak sementara, tetapi perubahan sementara tersebut berbeda dari perpindahan jaringan lemak secara permanen.
4. Apakah tidur telentang lebih baik untuk mencegah sleep lines?
Tidur telentang mengurangi kontak langsung wajah dengan bantal dan disebut sebagai salah satu cara untuk mengurangi atau mencegah sleep lines.
5. Apakah sarung bantal sutra wajib untuk menjaga kulit?
Tidak. Sarung sutra bukan kebutuhan wajib dan belum terbukti sebagai cara khusus untuk mencegah asimetri wajah.
Editor : Arya Kusuma