Spons Make-Up Jarang Dicuci Bisa Jadi Sarang Bakteri, Benarkah Picu Jerawat di Pipi?

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:23 WIB
Menjaga kebersihan spons make-up secara rutin sangat penting untuk mencegah timbulnya masalah pada kulit wajah. (BTV/Ai)
Menjaga kebersihan spons make-up secara rutin sangat penting untuk mencegah timbulnya masalah pada kulit wajah. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 7 Menit

Ikhtisar: Spons make-up lembap dapat menampung mikroorganisme, sementara kebersihan alat rias penting untuk mencegah iritasi dan masalah kulit.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Spons make-up yang sering dipakai ulang tanpa dicuci dan dikeringkan sempurna dapat menjadi tempat berkumpulnya mikroorganisme, sehingga kebersihan alat rias perlu diperhatikan.

Masalahnya, spons yang terlihat masih bersih belum tentu benar-benar higienis. Kalau jerawat di pipi terus muncul, alat yang setiap hari menyentuh wajah ini layak ikut diperiksa.

Bayangkan spons make-up yang baru selesai digunakan. Di dalam pori-porinya masih terdapat sisa foundation, minyak wajah, sel kulit, dan air. Jika spons kemudian diletakkan dalam kondisi lembap, lingkungan tersebut dapat mendukung keberadaan mikroorganisme.

Ini bukan sekadar dugaan. Penelitian terhadap produk kosmetik yang telah digunakan menemukan beauty blender memiliki rata-rata beban bakteri lebih dari 10⁶ CFU/ml. Dalam penelitian tersebut, sekitar 79–90 persen produk kosmetik yang diperiksa terkontaminasi bakteri, sementara beauty blender juga ditemukan mengandung Enterobacteriaceae dan jamur.

Angka tersebut memang tidak berarti setiap spons make-up di rumah otomatis memiliki jutaan bakteri. Namun, temuan tersebut menunjukkan bahwa spons kosmetik yang digunakan berulang kali memang dapat menjadi reservoir mikroba.

Mengapa Spons Lembap Disukai Mikroorganisme?

Spons make-up mempunyai karakter yang berbeda dari permukaan keras. Material berporinya dapat menahan sisa produk dan kelembapan di bagian dalam.

Penelitian pada spons yang digunakan untuk kebersihan tubuh juga menemukan berbagai bakteri, termasuk Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli. Para peneliti menyebut kelembapan dan temperatur sebagai faktor yang mendukung pertumbuhan bakteri pada spons.

Pada spons kosmetik, sumber "makanan" bagi mikroorganisme dapat berasal dari kombinasi residu kosmetik, sebum, sel kulit, serta kelembapan yang tertinggal setelah pemakaian.

Jadi, persoalannya bukan karena spons harus digunakan dalam kondisi basah. Banyak spons memang sengaja dibasahi sebelum dipakai. Yang menjadi masalah adalah spons selesai digunakan tetapi tidak dibersihkan dan dibiarkan tetap lembap.

Basah Saat Dipakai, Kering Saat Disimpan

Ini perbedaan penting yang sering terlewat.

Spons boleh dibasahi sesuai petunjuk penggunaan. Namun, setelah selesai digunakan, residu kosmetik perlu dibersihkan, air berlebih diperas, kemudian spons dikeringkan di tempat yang bersih dan memiliki ventilasi baik.

Panduan resmi Beautyblender juga menyarankan spons dicuci setelah setiap penggunaan, diperas untuk menghilangkan kelebihan air, lalu dibiarkan mengering sepenuhnya di area bersih dan berventilasi.

Spons make-up lembap yang jarang dibersihkan berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya bakteri berbahaya bagi kulit. (BTV/Ai)
Spons make-up lembap yang jarang dibersihkan berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya bakteri berbahaya bagi kulit. (BTV/Ai)

Baca Juga: Bukan Kurang Serum! pH Kulit yang Terganggu Bisa Jadi Penyebab Wajah Mudah Merah dan Breakout

Benarkah Bisa Ada Jutaan Koloni Bakteri?

Jawabannya: angka jutaan memang pernah ditemukan dalam penelitian, tetapi jangan disalahartikan sebagai jumlah yang pasti ada pada setiap spons.

Dalam studi terhadap kosmetik yang telah digunakan, beauty blender memiliki rata-rata beban bakteri lebih dari satu juta CFU per mililiter. CFU (colony-forming units) merupakan ukuran mikrobiologi yang digunakan untuk memperkirakan jumlah unit mikroorganisme yang dapat membentuk koloni dalam kondisi pengujian.

Penelitian tersebut juga menemukan Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Citrobacter freundii pada sejumlah produk yang diperiksa. Jamur dan Enterobacteriaceae juga ditemukan pada beauty blender.

Karena itu, istilah "jutaan bakteri" boleh digunakan untuk menggambarkan temuan penelitian, tetapi tidak tepat jika dikatakan semua spons make-up pasti menyimpan jutaan bakteri.

Kondisi spons, frekuensi penggunaan, cara mencuci, jenis kosmetik, lama penyimpanan, dan tingkat kelembapan dapat membuat hasilnya berbeda.

Kebersihan spons makeup secara rutin sangat penting dilakukan demi mencegah pertumbuhan bakteri dan risiko iritasi. (BTV/Ai)
Kebersihan spons makeup secara rutin sangat penting dilakukan demi mencegah pertumbuhan bakteri dan risiko iritasi. (BTV/Ai)

Spons Kotor Bisa Berhubungan dengan Jerawat, Tapi Bukan Satu-Satunya Penyebab

Nah, bagian ini yang paling penting, Ces!

Spons make-up yang kotor tidak bisa langsung dinyatakan sebagai penyebab tunggal jerawat persisten di pipi. Jerawat merupakan kondisi multifaktor yang dapat dipengaruhi oleh produksi sebum, penyumbatan folikel, peradangan, hormon, produk kosmetik, dan berbagai faktor lainnya.

Namun, alat rias yang tidak bersih dapat menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi kulit.

American Academy of Dermatology menyebut penggunaan kosmetik tertentu dapat memicu acne cosmetica, sementara minyak, sel kulit mati, dan mikroorganisme dapat menempel pada alat rias. Penggunaan kembali alat tersebut dapat memindahkan material tersebut ke kulit.

Jadi, kalau jerawat terus muncul di area yang sering terkena aplikasi foundation atau concealer, kebersihan alat rias patut masuk dalam daftar hal yang diperiksa.

Baca Juga: Kulit Ternyata Punya “Jam” Sendiri, Begini Pengaruh Circadian Rhythm terhadap Skincare

Mengapa Pipinya yang Sering Bermasalah?

Pipi termasuk area yang sering mendapatkan aplikasi base makeup secara langsung.

Foundation, concealer, cream blush, atau produk complexion lainnya dapat diaplikasikan menggunakan spons yang sama. Setiap kali spons menyentuh wajah, sebagian minyak, sel kulit, dan residu kosmetik dapat ikut menempel pada alat.

Jika spons kemudian digunakan lagi tanpa pembersihan memadai, material tersebut berpotensi kembali bersentuhan dengan kulit.

Namun, pola jerawat di pipi saja tidak cukup untuk memastikan spons adalah penyebabnya. Faktor lain tetap perlu dipertimbangkan.

Penggunaan alat rias yang bersih sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit wajah. (BTV/Ai)
Penggunaan alat rias yang bersih sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit wajah. (BTV/Ai)

Eksperimen Sederhana: Spons Bersih dan Spons yang Tidak Dikeringkan

Kalau dibuat sebagai eksperimen mikrobiologi, perbandingannya cukup menarik.

Bayangkan dua spons yang sama-sama digunakan untuk mengaplikasikan foundation. Spons pertama langsung dicuci dan dikeringkan sempurna. Spons kedua hanya dibilas sekadarnya lalu disimpan dalam keadaan lembap.

Keduanya kemudian diperiksa menggunakan metode kultur mikrobiologi.

Secara ilmiah, hasilnya tidak boleh ditebak sebelum pengujian dilakukan. Namun, penelitian mengenai spons kosmetik dan spons lainnya menunjukkan bahwa material berpori yang mempertahankan kelembapan dapat menjadi lingkungan yang mendukung keberadaan mikroorganisme.

Penelitian pada aplikator make-up yang dapat digunakan kembali juga menunjukkan bahwa jumlah mikroorganisme dapat dikurangi melalui proses disinfeksi, meski efektivitasnya berbeda berdasarkan jenis aplikator dan metode yang digunakan. Pada penelitian tersebut, spons termasuk aplikator yang diuji dan menunjukkan penurunan jumlah koloni setelah perlakuan tertentu.

Dengan kata lain, membersihkan alat bukan sekadar membuat spons terlihat lebih bagus, tetapi merupakan bagian dari higiene alat yang bersentuhan langsung dengan kulit.

Perbedaan kondisi spons makeup kering dan lembap diuji secara ilmiah untuk menjaga kebersihan kecantikan. (BTV/Ai)
Perbedaan kondisi spons makeup kering dan lembap diuji secara ilmiah untuk menjaga kebersihan kecantikan. (BTV/Ai)

Baca Juga: Makeup HUT RI Bernuansa Merah Putih, Pilihan Aksen Cantik untuk Berbagai Acara

Jangan Simpan Spons Basah dalam Wadah Tertutup

Kesalahan kecil ini sering terjadi.

Spons yang baru dicuci masih menyimpan air. Kemudian spons dimasukkan ke pouch, kotak, atau tempat tertutup sebelum benar-benar kering.

Kondisi tersebut justru mempertahankan kelembapan.

Penelitian mengenai spons menunjukkan bahwa penyimpanan dalam kondisi lembap dapat mempertahankan mikroorganisme lebih baik dibanding kondisi yang memungkinkan pengeringan.

Karena itu, setelah mencuci spons:

  1. Bilas sampai residu pembersih dan kosmetik terangkat.
  2. Peras dengan lembut untuk mengeluarkan air berlebih.
  3. Jangan langsung memasukkannya ke wadah tertutup.
  4. Letakkan di tempat bersih dengan sirkulasi udara baik.
  5. Pastikan benar-benar kering sebelum disimpan.

Panduan resmi Beautyblender juga menekankan pengeringan secara menyeluruh di tempat yang bersih dan memiliki ventilasi.

Seberapa Sering Spons Make-Up Harus Dicuci?

Untuk spons make-up, pendekatan yang lebih ketat masuk akal karena spons bersentuhan langsung dengan kosmetik dan wajah.

Beautyblender merekomendasikan membersihkan spons setelah setiap penggunaan.

Cara dasarnya cukup sederhana:

Basahi → gunakan pembersih → pijat/peras lembut → bilas sampai bersih → keluarkan air berlebih → keringkan sempurna.

Jangan terlalu agresif memeras spons karena material dapat rusak. Yang penting adalah memastikan sisa foundation dan pembersih benar-benar terangkat.

Kapan Spons Sebaiknya Diganti?

Membersihkan spons bukan berarti membuatnya bisa digunakan selamanya.

Jika spons mulai robek, berubah tekstur, memiliki noda yang tidak hilang, berbau tidak sedap, atau menunjukkan tanda pertumbuhan jamur, penggunaannya sebaiknya dihentikan.

Beautyblender merekomendasikan penggantian sekitar setiap tiga bulan, dan lebih cepat jika kondisi spons sudah tidak layak.

Untuk produk atau merek lain, ikuti petunjuk produsennya karena material spons tidak semuanya sama.

Jangan Langsung Menyalahkan Bakteri Saat Jerawat Muncul

Ini juga penting untuk mencegah kesimpulan yang terlalu sederhana.

Jika jerawat di pipi muncul terus-menerus, mengganti spons saja belum tentu menyelesaikan masalah.

Perhatikan juga:

AAD merekomendasikan memilih kosmetik berlabel non-comedogenic atau won't clog pores bagi orang yang rentan mengalami jerawat.

Jika jerawat terus menetap atau semakin berat, penyebabnya perlu dievaluasi secara menyeluruh dan bukan hanya dikaitkan dengan spons.

Beauty Blending Tetap Aman, Asal Alatnya Dirawat

Spons make-up bukan musuh kulit.

Justru teknik beauty blending tetap menjadi pilihan populer karena membantu foundation dan produk complexion menyatu lebih merata.

Masalahnya muncul ketika alat yang digunakan untuk membuat wajah terlihat flawless justru diabaikan kebersihannya.

Penelitian terhadap spons wajah menunjukkan bahwa berbagai jenis bakteri dapat ditemukan setelah pemakaian normal. Rekomendasi peneliti juga jelas: spons sebaiknya digunakan secara personal, dicuci secara teratur, dikeringkan sempurna, dan disimpan di tempat kering.

Jadi, bukan teknik blending-nya yang harus ditinggalkan. Kebiasaan merawat alatnya yang perlu diperbaiki.

Poin Penting

Insight Redaksi

Ces, spons make-up memang kelihatannya cuma benda kecil yang membantu foundation lebih rata. Tapi karena alat ini berkali-kali menyentuh wajah, kebersihannya kada boleh dianggap sepele.

Yang perlu diingat, "lembap saat dipakai" berbeda dengan "disimpan lembap setelah dipakai." Spons boleh dibasahi sebelum blending, tetapi setelah selesai digunakan, bersihkan dan biarkan benar-benar kering.

Kalau jerawat di pipi terus muncul, jangan langsung menuduh spons sebagai biang kerok. Coba evaluasi seluruh rutinitas makeup dan skincare. Bisa jadi masalahnya berasal dari kombinasi beberapa faktor.

Kalau informasi ini bermanfaat, bagikan ke kawalan ikam yang masih menyimpan spons make-up basah dalam pouch setelah selesai dandan.

Cantik kada cukup cuma dari hasil blending yang flawless, kebersihan alat yang menyentuh wajah juga penting. Ikuti terus informasi lifestyle yang dekat dengan keseharian ikam hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah spons make-up bisa mengandung bakteri?

Bisa. Penelitian terhadap kosmetik yang telah digunakan menemukan kontaminasi bakteri pada beauty blender, dengan rata-rata beban bakteri lebih dari 10⁶ CFU/ml dalam penelitian tersebut.

2. Apakah spons make-up lembap menyebabkan jerawat?

Spons lembap dan kotor dapat menjadi salah satu faktor yang berpotensi memperburuk masalah kulit, tetapi tidak dapat dinyatakan sebagai penyebab tunggal jerawat.

3. Apakah spons harus dicuci setiap hari?

Jika spons digunakan setiap hari, Beautyblender merekomendasikan membersihkannya setelah setiap penggunaan.

4. Apakah spons boleh disimpan setelah dicuci?

Boleh setelah spons benar-benar kering. Hindari menyimpannya dalam kondisi masih basah atau lembap.

5. Kapan spons make-up harus diganti?

Ganti jika spons berjamur, berbau, robek, berubah tekstur, memiliki noda yang tidak hilang, atau sudah mencapai masa penggunaan yang direkomendasikan produsennya. Beautyblender merekomendasikan sekitar tiga bulan.

6. Apakah jerawat di pipi pasti disebabkan spons?

Tidak. Jerawat bersifat multifaktor. Kosmetik, produksi minyak, penyumbatan pori, peradangan, hormon, dan berbagai faktor lain dapat berperan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
pengguna makeup pemilik kulit acne-prone pipi spons make-up wajah