Jam 22.00 atau 01.00? Waktu Pakai Skincare Malam Ternyata Bisa Memberikan Hasil Berbeda

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 09:39 WIB
Close-up skin barrier sehat dengan ilustrasi molekul skincare yang bekerja mengikuti jam biologis tubuh. (BTV/Ai)
Close-up skin barrier sehat dengan ilustrasi molekul skincare yang bekerja mengikuti jam biologis tubuh. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 7 Menit

Topik: Mengulas hubungan ritme sirkadian kulit (circadian rhythm) dengan efektivitas penggunaan skincare malam, termasuk alasan mengapa pemakaian pada pukul 22.00 dan 01.00 dapat memberikan respons kulit yang berbeda.

Ikhtisar: Kulit memiliki jam biologis yang mengatur proses regenerasi, kehilangan air, hingga aktivitas perbaikan sel. Memahami ritme tersebut dapat membantu menentukan waktu penggunaan bahan aktif skincare agar lebih optimal.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Banyak orang menganggap skincare malam bisa digunakan kapan saja sebelum tidur. Padahal, penelitian dermatologi menunjukkan kulit memiliki ritme biologis atau circadian rhythm yang membuat aktivitasnya berubah sepanjang malam.

Perbedaan beberapa jam saja ternyata memengaruhi proses regenerasi kulit, kehilangan kadar air, hingga kemampuan lapisan kulit menerima bahan aktif tertentu. Karena itu, memakai skincare pukul 22.00 dan setelah pukul 01.00 belum tentu menghasilkan respons yang sama.

Penasaran kenapa waktunya bisa berpengaruh? Simak sampai selesai Ces!

Baca Juga: Bedak Bisa Tampak Menggelap Beberapa Jam Setelah Dipakai, Ternyata Penyebabnya Tidak Hanya Oksidasi

Apa Saja Perbedaan Kondisi Kulit pada Malam Hari?

Kulit merupakan organ yang mengikuti ritme sirkadian selama 24 jam. Aktivitas sel kulit berubah mengikuti siklus terang dan gelap yang dikendalikan jam biologis tubuh.

Secara umum, malam hari menjadi periode ketika tubuh lebih fokus memperbaiki jaringan dibanding melindungi diri dari paparan lingkungan seperti sinar ultraviolet maupun polusi.

Berikut beberapa kondisi kulit yang berubah sepanjang malam.

1. Pukul 20.00–22.00: Skin Barrier Masih Relatif Stabil

Pada rentang waktu ini, lapisan pelindung kulit masih memiliki kemampuan mempertahankan kelembapan dengan cukup baik.

Jika wajah telah dibersihkan, penggunaan pelembap, serum hidrasi, peptide, atau niacinamide biasanya membantu mempersiapkan kulit memasuki fase regenerasi malam.

Dari sisi fisiologi kulit, aktivitas metabolisme mulai meningkat sehingga bahan aktif masih memiliki waktu panjang untuk bekerja selama seseorang tidur.

Penggunaan pelembap di malam hari membantu menjaga kelembapan serta memaksimalkan regenerasi skin barrier. (BTV/Ai)
Penggunaan pelembap di malam hari membantu menjaga kelembapan serta memaksimalkan regenerasi skin barrier. (BTV/Ai)

2. Pukul 22.00–23.00: Awal Fase Regenerasi Kulit

Banyak dermatolog menyebut periode ini sebagai salah satu waktu yang baik untuk rutinitas skincare malam.

Produksi hormon melatonin meningkat ketika tubuh mulai memasuki fase tidur. Bersamaan dengan itu, proses perbaikan DNA sel dan regenerasi jaringan ikut meningkat.

Retinoid maupun bahan anti-aging umumnya lebih sering direkomendasikan digunakan pada malam hari karena terhindar dari paparan sinar matahari.

Malam hari merupakan waktu ideal penggunaan skincare untuk mendukung proses regenerasi alami kulit wajah. (BTV/Ai)
Malam hari merupakan waktu ideal penggunaan skincare untuk mendukung proses regenerasi alami kulit wajah. (BTV/Ai)

Baca Juga: Jangan Buang Kulit Jeruk Dulu, Aromanya Bisa Mengubah Suasana Beauty Routine

3. Pukul 00.00–01.00: Aktivitas Perbaikan Sel Semakin Tinggi

Selama tidur yang berkualitas, pembelahan sel kulit berlangsung lebih aktif dibanding siang hari.

Produksi kolagen tidak meningkat secara instan hanya karena menggunakan skincare, tetapi lingkungan biologis pada malam hari memang lebih mendukung proses perbaikan jaringan dibanding saat tubuh aktif beraktivitas.

Pada fase ini, kulit juga membutuhkan kelembapan yang cukup agar proses regenerasi berlangsung optimal.

Proses regenerasi sel dan produksi kolagen kulit berlangsung lebih aktif saat tidur berkualitas malam. (BTV/Ai)
Proses regenerasi sel dan produksi kolagen kulit berlangsung lebih aktif saat tidur berkualitas malam. (BTV/Ai)

4. Setelah Pukul 01.00: Kehilangan Air Mulai Meningkat

Berbagai penelitian menunjukkan Transepidermal Water Loss (TEWL) atau penguapan air melalui kulit cenderung meningkat pada malam hingga dini hari.

Artinya, lapisan kulit lebih mudah kehilangan air dibanding siang hari.

Jika seseorang baru mulai memakai skincare setelah pukul 01.00, waktu kerja bahan aktif sebelum tubuh memasuki fase tidur dalam juga menjadi lebih pendek, terutama bila seseorang langsung tertidur beberapa menit kemudian.

Penguapan air kulit meningkat dini hari, membuat penggunaan skincare setelah pukul 01.00 kurang efektif. (BTV/Ai)
Penguapan air kulit meningkat dini hari, membuat penggunaan skincare setelah pukul 01.00 kurang efektif. (BTV/Ai)

Baca Juga: Sarung Bantal Ternyata Menyimpan Cerita tentang Kondisi Kulit, Kebiasaan Ini Sering Terlewat

5. Menjelang Pagi: Kulit Bersiap Menghadapi Lingkungan

Menjelang subuh, ritme biologis mulai mempersiapkan kulit menghadapi aktivitas siang.

Produksi sebum perlahan meningkat pada sebagian orang, sementara mekanisme perlindungan kulit mulai kembali aktif.

Karena itu, rutinitas skincare malam sebaiknya telah selesai jauh sebelum waktu tersebut.

Ritme biologis kulit menjelang pagi mulai mengaktifkan perlindungan alami untuk bersiap menghadapi aktivitas harian. (BTV/Ai)
Ritme biologis kulit menjelang pagi mulai mengaktifkan perlindungan alami untuk bersiap menghadapi aktivitas harian. (BTV/Ai)

Mengapa Skincare Pukul 22.00 Dinilai Lebih Ideal?

Banyak ahli dermatologi menyarankan rutinitas skincare dilakukan sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur.

Alasannya bukan sekadar memberi waktu produk menyerap, tetapi juga karena kulit masih berada pada fase awal regenerasi.

Menurut Dr. Dendy Engelman, dokter spesialis dermatologi asal Amerika Serikat, malam hari merupakan waktu ketika kulit lebih fokus melakukan proses pemulihan sehingga penggunaan produk perawatan dapat mendukung mekanisme alami tersebut.

Selain itu, seseorang yang tidur lebih awal juga memberi kesempatan tubuh menjalankan ritme biologis secara konsisten.

Apa Dampaknya Jika Baru Menggunakan Skincare Jam 01.00?

Menggunakan skincare setelah pukul 01.00 sebenarnya tidak langsung membuat produk menjadi tidak efektif.

Namun, beberapa kondisi dapat mengurangi manfaatnya.

Misalnya seseorang masih terpapar cahaya ponsel, bekerja hingga larut malam, atau mengalami kurang tidur. Kondisi tersebut dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol yang diketahui berkaitan dengan gangguan fungsi skin barrier.

Kurang tidur juga berhubungan dengan meningkatnya kehilangan air pada kulit sehingga wajah terasa lebih kusam ketika bangun pagi.

Dengan kata lain, bukan hanya jam pemakaiannya yang berpengaruh, tetapi juga kualitas tidur setelah skincare digunakan.

Baca Juga: Bahaya Penumpukan Bahan Aktif Body Care Bikin Kulit Jadi Kusam

Bagaimana Memilih Bahan Aktif Sesuai Ritme Biologis Kulit?

Beberapa bahan aktif memang lebih cocok digunakan malam hari karena sifatnya maupun cara kerjanya.

Sebaliknya, penggunaan sunscreen tetap menjadi langkah penting pada pagi hari untuk melindungi hasil perawatan malam sebelumnya.

Apa Kebiasaan yang Justru Menghambat Regenerasi Kulit?

Banyak orang sudah membeli skincare mahal tetapi masih melakukan kebiasaan yang mengurangi manfaatnya.

Beberapa di antaranya:

Kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kualitas pemulihan kulit dari malam hingga pagi.

Poin Penting

Insight Redaksi: Banyak orang fokus mencari skincare terbaru, tetapi lupa memperhatikan waktu pemakaiannya. Padahal ritme biologis tubuh bekerja setiap hari tanpa henti. Ikam kada harus membeli produk yang semakin mahal bila kebiasaan tidur masih berantakan. Memperbaiki pola tidur dan menggunakan skincare secara konsisten sering kali menjadi langkah awal yang memberikan perubahan lebih nyata bagi kesehatan kulit, Ces.

Jika rutinitas memungkinkan, selesaikan skincare malam sekitar pukul 21.30–22.30, lalu kurangi paparan cahaya ponsel agar proses regenerasi kulit berlangsung lebih optimal selama tidur.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami bahwa waktu memakai skincare juga berperan terhadap kesehatan skin barrier.

Merawat kulit bukan hanya soal memilih serum terbaik, tetapi juga memahami kapan kulit bekerja paling optimal. Tetap update informasi lifestyle dan kesehatan hanya di Balikpapantv.id, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

Baca Juga: Masih Bingung Pilih Outfit Feminin atau Tomboy? 6 Inspirasi Outfit Wanita Feminin dan Tomboy yang Mudah Ditiru agar Tampil Modern Sepanjang Hari

FAQ

1. Apakah skincare jam 01.00 masih boleh digunakan?

Boleh. Namun jika menjadi kebiasaan karena sering tidur larut, manfaat regenerasi kulit dapat berkurang akibat kualitas tidur yang kurang baik.

2. Mengapa jam 22.00 sering dianggap ideal?

Karena pada periode tersebut kulit mulai memasuki fase regenerasi sehingga memiliki waktu lebih panjang bekerja selama tidur.

3. Apakah semua bahan aktif harus dipakai malam hari?

Tidak. Retinoid dan eksfolian lebih umum digunakan malam, sedangkan vitamin C dan sunscreen sering digunakan pagi hari sesuai kebutuhan kulit.

4. Apa itu circadian rhythm kulit?

Circadian rhythm adalah jam biologis yang mengatur aktivitas sel kulit selama 24 jam, termasuk regenerasi, produksi minyak, dan kehilangan air.

5. Apakah tidur cukup berpengaruh terhadap skin barrier?

Ya. Tidur yang cukup membantu proses pemulihan kulit dan mendukung fungsi lapisan pelindung kulit secara alami.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
circadian beauty jam terbaik pakai skincare circadian rhythm kulitskin barrier skincare malam