Sepatu Nyaman Saat Pagi Belum Tentu Bertahan hingga Sore, Ini Penyebab Ukuran Kaki Sepanjang Hari

Nasya Syafira • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 05:47 WIB
Seseorang mencoba sepatu olahraga pada sore hari untuk memastikan ukuran tetap nyaman setelah beraktivitas. (BTV/AI)
Seseorang mencoba sepatu olahraga pada sore hari untuk memastikan ukuran tetap nyaman setelah beraktivitas. (BTV/AI)

Durasi Baca: 8 Menit

Topik: Perubahan ukuran kaki harian memengaruhi kenyamanan sepatu dan kesehatan langkah kaki.

Ikhtisar: Artikel ini membahas penyebab perubahan ukuran kaki sepanjang hari, dampaknya terhadap kenyamanan sepatu, serta cara memilih alas kaki yang sesuai agar aktivitas tetap nyaman.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Sepatu yang terasa pas saat dikenakan pada pagi hari belum tentu memberikan kenyamanan yang sama menjelang sore. Perubahan ukuran kaki yang terjadi secara alami akibat aktivitas, gravitasi, dan sirkulasi cairan membuat banyak orang mengalami rasa sempit, pegal, bahkan lecet tanpa menyadarinya.

Jangan buru-buru menyalahkan kualitas sepatu. Ada faktor tubuh yang bekerja setiap hari. Menarik dibahas sampai akhir, Ces!

Mengapa Ukuran Kaki Bisa Berubah dalam Satu Hari?

Perubahan ukuran kaki bukan sekadar perasaan. Tubuh manusia mengalami perubahan volume cairan sepanjang hari sehingga kaki cenderung sedikit membesar dibandingkan saat baru bangun tidur.

Saat berdiri dan berjalan, gaya gravitasi membuat cairan tubuh perlahan berkumpul di bagian bawah, termasuk telapak kaki dan pergelangan. Akibatnya jaringan lunak mengalami pembengkakan ringan.

Menurut American Orthopaedic Foot & Ankle Society (AOFAS), pembengkakan ringan akibat aktivitas harian merupakan kondisi fisiologis yang umum terjadi pada orang sehat.

Baca Juga: Masih Bingung Memilih Outfit? 7 Ide Fashion Pakaian Modis yang Membuat Penampilan Terlihat Rapi dan Modern

1. Aktivitas membuat jaringan kaki bekerja lebih keras

Semakin lama berjalan, otot, tendon, dan ligamen ikut bekerja menopang berat badan. Kondisi ini meningkatkan aliran darah menuju kaki sehingga volumenya bertambah.

Perubahan tersebut memang kecil, tetapi cukup membuat sepatu terasa lebih sempit dibandingkan ketika pertama kali dipakai.

2. Gravitasi menjadi penyebab utama

Saat tubuh berada dalam posisi berdiri selama berjam-jam, cairan tubuh perlahan bergerak ke bawah.

Itulah sebabnya pekerja lapangan, tenaga kesehatan, guru, hingga pegawai toko sering mengeluhkan sepatu terasa sesak menjelang sore.

3. Suhu udara ikut memengaruhi

Cuaca yang panas membuat pembuluh darah melebar untuk membantu tubuh melepaskan panas.

Pelebaran pembuluh darah ini membuat cairan lebih mudah masuk ke jaringan sehingga kaki tampak sedikit membesar.

4. Pola makan juga memiliki peran

Asupan garam yang tinggi dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan.

Efeknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi pada sebagian orang kaki menjadi lebih mudah membengkak setelah beraktivitas.

5. Faktor hormon pada perempuan

Perubahan hormon menjelang menstruasi atau selama kehamilan juga dapat meningkatkan retensi cairan.

Kondisi tersebut membuat ukuran kaki berubah sementara sehingga sepatu favorit mendadak terasa sempit.

 Ilustrasi perubahan ukuran kaki dari pagi hingga sore akibat aktivitas dan gravitasi. (BTV/AI)
Ilustrasi perubahan ukuran kaki dari pagi hingga sore akibat aktivitas dan gravitasi. (BTV/AI)

Mengapa Sepatu Terasa Nyaman Saat Dicoba, tetapi Menyiksa Setelah Dipakai Lama?

Fenomena ini sangat umum terjadi. Banyak orang membeli sepatu pada pagi hari ketika kaki masih berada pada ukuran terkecil.

Ketika dipakai seharian, ruang di dalam sepatu tidak lagi cukup mengakomodasi perubahan volume kaki.

Rock G. Positano, Director of the Non-Surgical Foot and Ankle Service di Hospital for Special Surgery, menjelaskan bahwa kaki manusia dapat mengalami perubahan ukuran akibat aktivitas sehingga waktu mencoba sepatu menjadi faktor penting.

Sepatu yang terlalu pas memang terlihat rapi. Namun ruang yang terlalu sempit justru meningkatkan tekanan pada jari, tumit, dan bagian depan telapak.

Tekanan yang berlangsung terus-menerus dapat memicu lecet, kapalan, nyeri telapak kaki, hingga memperburuk kondisi seperti bunion pada sebagian orang.

Kapan Waktu Terbaik Membeli Sepatu?

Banyak ahli kaki merekomendasikan mencoba sepatu pada sore hingga malam hari.

Pada waktu tersebut ukuran kaki sudah mendekati kondisi maksimal setelah digunakan beraktivitas.

Cara sederhana ini membantu memperoleh ukuran yang lebih realistis dibandingkan mencobanya saat pagi.

Saat mencoba sepatu, gunakan kaus kaki yang biasa dipakai sehari-hari. Ketebalan kaus kaki ikut memengaruhi ruang di dalam sepatu.

Jangan hanya berdiri di depan cermin. Berjalanlah beberapa menit untuk merasakan apakah bagian tumit, lengkungan kaki, dan jari tetap nyaman.

Bagaimana Memilih Sepatu yang Tetap Nyaman Hingga Sore Hari?

Memilih sepatu bukan hanya soal model atau merek. Kesesuaian bentuk sepatu dengan anatomi kaki menjadi faktor yang jauh lebih menentukan kenyamanan sepanjang hari.

Ukuran memang penting, tetapi bentuk ujung sepatu, material, dan fleksibilitas sol juga perlu diperhatikan. Kombinasi ketiganya membantu kaki tetap memiliki ruang bergerak ketika ukurannya sedikit bertambah.

Berikut beberapa panduan yang dapat diterapkan sebelum membeli sepatu.

1. Pilih ukuran berdasarkan kondisi kaki setelah beraktivitas

Jika memungkinkan, datang ke toko pada sore atau malam hari. Ukuran kaki saat itu mendekati kondisi terbesar sehingga risiko membeli sepatu yang terlalu sempit menjadi lebih kecil.

Jangan terpaku pada angka ukuran. Setiap produsen memiliki standar ukuran atau last yang berbeda sehingga ukuran 42 dari satu merek belum tentu sama dengan merek lainnya.

2. Sisakan ruang untuk jari kaki

Bagian depan sepatu sebaiknya masih menyisakan ruang sekitar setengah hingga satu sentimeter dari ujung jari terpanjang.

Ruang tersebut membantu jari tetap bergerak alami ketika berjalan sekaligus mengurangi tekanan saat kaki sedikit membengkak.

3. Perhatikan lebar sepatu

Banyak orang hanya fokus pada panjang sepatu. Padahal lebar kaki juga menentukan kenyamanan.

Jika bagian samping telapak terasa tertekan ketika baru mencoba, kondisi itu biasanya akan terasa lebih mengganggu setelah beberapa jam digunakan.

4. Utamakan material yang mampu mengikuti bentuk kaki

Bahan kulit asli, engineered mesh, atau rajutan modern umumnya memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan bentuk kaki dibandingkan material yang sangat kaku.

Namun, bahan yang terlalu lentur juga perlu diimbangi struktur penyangga agar kaki tetap stabil saat melangkah.

5. Jangan berharap sepatu akan "melebar sendiri"

Anggapan bahwa sepatu sempit akan nyaman setelah sering dipakai tidak selalu benar.

Beberapa material memang dapat sedikit menyesuaikan bentuk kaki, tetapi perubahan tersebut terbatas dan tidak akan mengubah ukuran sepatu secara signifikan.

Baca Juga: Cara Mencuci Pakaian Berdasarkan Jenis Kain, Kebiasaan Sederhana yang Membuat Baju Awet Bertahun-Tahun

Apa Dampaknya Jika Terus Memakai Sepatu yang Terlalu Sempit?

Rasa tidak nyaman bukan satu-satunya akibat. Tekanan yang berlangsung berulang dapat memengaruhi kesehatan kaki dalam jangka panjang.

Pada tahap awal, keluhan biasanya berupa lecet, kemerahan, atau kuku terasa tertekan. Banyak orang menganggap kondisi ini sepele karena hilang setelah sepatu dilepas.

Jika berlangsung terus-menerus, tekanan berlebihan dapat meningkatkan risiko kapalan, kuku tumbuh ke dalam (ingrown toenail), hingga memperparah bunion pada orang yang memang memiliki kecenderungan tersebut.

Dr. Rock G. Positano, pakar kaki dari Hospital for Special Surgery, menekankan bahwa sepatu seharusnya mengikuti bentuk alami kaki, bukan memaksa kaki menyesuaikan bentuk sepatu.

Hal lain yang sering terlewat adalah perubahan cara berjalan. Ketika bagian depan kaki terasa sempit, seseorang tanpa disadari mengubah pola pijakan agar rasa tidak nyaman berkurang. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi lutut maupun pinggul karena distribusi beban berubah.

Karena itu, rasa sesak yang muncul setiap sore sebaiknya tidak dianggap sebagai hal biasa. Sepatu yang tepat seharusnya tetap nyaman digunakan dari awal hingga akhir aktivitas harian.

Tips singkat menjaga kenyamanan kaki sepanjang hari

  1. Pilih sepatu pada sore atau malam hari.

  2. Gunakan kaus kaki sesuai aktivitas.

  3. Hindari sepatu yang langsung terasa sempit saat dicoba.

  4. Beri waktu kaki beristirahat setelah berdiri lama.

  5. Ganti sepatu yang bantalan solnya sudah aus karena daya topangnya ikut menurun.

Bagian depan sepatu yang menyisakan ruang bagi jari kaki untuk meningkatkan kenyamanan berjalan. (BTV/AI)
Bagian depan sepatu yang menyisakan ruang bagi jari kaki untuk meningkatkan kenyamanan berjalan. (BTV/AI)

Apakah Semua Orang Mengalami Perubahan Ukuran Kaki yang Sama?

Tidak. Besarnya perubahan ukuran kaki dipengaruhi usia, kondisi kesehatan, jenis pekerjaan, hingga intensitas aktivitas harian.

Orang yang lebih sering berdiri, seperti tenaga kesehatan, pekerja ritel, guru, atau pelayan restoran, umumnya merasakan perubahan yang lebih nyata dibandingkan mereka yang banyak bekerja sambil duduk.

Faktor cuaca juga memberi pengaruh. Di wilayah beriklim tropis seperti Balikpapan yang memiliki suhu dan kelembapan relatif tinggi, kaki dapat terasa lebih cepat membengkak ketika beraktivitas di luar ruangan.

Bila pembengkakan hanya muncul ringan setelah banyak berjalan lalu membaik setelah beristirahat, kondisi tersebut biasanya masih termasuk respons normal tubuh. Sebaliknya, pembengkakan yang hanya terjadi pada satu kaki, disertai nyeri hebat, kemerahan, atau tidak kunjung membaik perlu diperiksakan kepada tenaga kesehatan karena dapat berkaitan dengan gangguan sirkulasi, cedera, atau kondisi medis lainnya.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Banyak orang mengira ukuran kaki bersifat tetap sehingga fokus memilih sepatu hanya berdasarkan nomor yang tertera di kotak. Padahal, tubuh terus beradaptasi sepanjang hari. Bagi masyarakat Balikpapan yang mobilitasnya tinggi dan sering beraktivitas di luar ruangan, memahami perubahan alami ini dapat mengurangi keluhan kaki tanpa harus berganti sepatu terlalu sering. Hal sederhana, tetapi sering kada diperhatikan. Justru di situlah manfaatnya.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam supaya semakin banyak yang memahami bahwa kenyamanan sepatu bukan hanya ditentukan merek atau harga, tetapi juga waktu memilihnya.

Masih penasaran dengan fakta menarik lain tentang kesehatan dan gaya hidup sehari-hari? Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa sepatu terasa sempit saat sore hari?
Karena kaki mengalami pembesaran ringan akibat aktivitas, gravitasi, dan perubahan sirkulasi cairan sepanjang hari.

2. Kapan waktu terbaik membeli sepatu?
Sore hingga malam hari, ketika ukuran kaki sudah mendekati kondisi terbesar sehingga ukuran yang dipilih lebih sesuai.

3. Apakah perubahan ukuran kaki terjadi pada semua orang?
Ya, tetapi besar perubahan berbeda-beda tergantung aktivitas, cuaca, kondisi tubuh, dan faktor kesehatan masing-masing.

4. Apakah sepatu yang terlalu sempit berbahaya?
Jika digunakan terus-menerus dapat meningkatkan risiko lecet, kapalan, nyeri telapak kaki, hingga gangguan pada kuku dan bentuk kaki.

5. Bagaimana cara memastikan sepatu benar-benar nyaman?
Cobalah sepatu sambil berjalan beberapa menit, gunakan kaus kaki yang biasa dipakai, dan pastikan masih ada ruang bagi jari kaki untuk bergerak.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Dr. Rock G. Positano ukuran kaki berubah sepanjang hari balikpapan