Durasi: 8 menit
Topik: Panduan memilih outfit pria bergaya old money sesuai aktivitas harian modern
Ikhtisar: Artikel ini membahas prinsip gaya old money, pilihan outfit berdasarkan aktivitas, perpaduan warna, serta kesalahan yang perlu dihindari agar penampilan tetap elegan dan fungsional.
Balikpapan TV - Hai Ces! Gaya old money masih menjadi salah satu tren fashion pria yang bertahan hingga 2025–2026 karena mengutamakan potongan pakaian berkualitas, warna netral, dan kesan elegan tanpa logo mencolok. Outfit yang tepat perlu disesuaikan dengan aktivitas agar tampil rapi sekaligus nyaman. Gaya ini semakin diminati pria muda maupun profesional yang menginginkan penampilan berkelas tanpa terlihat berlebihan.
Mau tampil rapi tanpa terlihat berusaha terlalu keras? Ada banyak trik sederhana yang bisa langsung diterapkan. Simak sampai selesai, Ces!
Bagaimana Memilih Outfit Old Money yang Tepat untuk Berbagai Aktivitas?
Konsep old money bukan tentang memakai pakaian mahal, melainkan memilih busana yang sederhana, berkualitas, dan proporsional. Kunci utamanya adalah potongan yang pas di badan, bahan premium, serta warna yang mudah dipadukan.
Berikut beberapa inspirasi outfit yang dapat disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari:
1. Oxford Shirt dan Chino untuk Aktivitas Kantor Kasual
Kemeja Oxford putih, biru muda, atau krem dipadukan dengan celana chino memberikan kesan profesional namun santai. Tambahkan loafers kulit berwarna cokelat dan jam tangan analog sederhana agar penampilan terlihat matang tanpa aksesori berlebihan.
2. Polo Shirt dan Celana Linen untuk Hangout
Polo shirt polos menjadi salah satu ciri khas gaya old money modern. Dipadukan dengan celana linen krem atau navy, kombinasi ini nyaman digunakan saat bertemu teman di kafe, pusat perbelanjaan, maupun ruang terbuka.
3. Blazer Navy untuk Pertemuan Semi Formal
Blazer biru tua merupakan investasi fashion yang mudah dipadukan dengan berbagai outfit. Gunakan bersama celana bahan abu-abu dan sepatu loafers agar tampil elegan tanpa kesan terlalu formal. Banyak pakar gaya pria menyebut blazer navy sebagai salah satu item paling serbaguna dalam lemari pakaian pria.
4. Knit Sweater untuk Cuaca Lebih Sejuk
Sweater rajut tipis berwarna beige, olive, atau abu-abu memberikan tekstur yang identik dengan estetika quiet luxury. Padukan bersama kemeja berkerah agar tampil lebih rapi ketika menghadiri makan malam atau acara keluarga.
Baca Juga: Panduan Lengkap Merawat Jenggot dan Kumis Supaya Tampil Lebih Percaya Diri
5. Celana Pleated untuk Tampilan Dewasa
Celana dengan lipatan depan kembali populer dalam gaya old money karena memberikan siluet lebih proporsional. Model ini cocok dipadukan dengan kemeja polos maupun polo shirt sehingga tetap nyaman dipakai sepanjang hari.
6. Loafers Kulit sebagai Andalan
Sepatu loafers menjadi pilihan utama dibanding sneakers yang terlalu sporty. Desainnya sederhana, mudah dipadukan dengan chino, linen trousers, maupun setelan semi formal sehingga memberi kesan elegan pada berbagai aktivitas.
7. Outer Ringan Berpotongan Klasik
Jaket harrington, cardigan, atau overshirt berbahan katun premium menjadi pelengkap ketika cuaca berubah. Hindari desain penuh logo karena filosofi old money justru mengutamakan kualitas bahan dibanding identitas merek.
Mengapa Warna Netral Menjadi Identitas Gaya Old Money?
Salah satu ciri paling mudah dikenali dari gaya old money adalah penggunaan warna-warna yang tenang. Palet seperti putih, krem, beige, navy, cokelat tua, hijau olive, dan abu-abu mendominasi hampir seluruh kombinasi pakaian karena mudah dipadukan dan memberi kesan bersih. Menurut pengamat fashion pria, kesederhanaan warna justru membuat kualitas bahan dan potongan pakaian menjadi pusat perhatian. Inilah yang membedakan old money dari gaya yang mengandalkan motif mencolok atau logo besar. Banyak pria mengira gaya elegan harus selalu memakai setelan jas lengkap.
Padahal, kombinasi polo shirt krem, chino putih gading, dan loafers cokelat sudah mampu menghasilkan tampilan yang rapi untuk aktivitas santai. Warna monokrom juga memudahkan proses memilih pakaian setiap hari. Hampir seluruh item dapat saling dipadukan tanpa harus menghabiskan waktu lama di depan lemari. Sebagai contoh, satu blazer navy dapat digunakan bersama kemeja putih, biru muda, atau sweater tipis berwarna krem. Fleksibilitas ini membuat jumlah pakaian yang dimiliki tidak perlu terlalu banyak.
Menurut Alan Flusser, desainer busana pria sekaligus penulis Dressing the Man, pakaian berkualitas dengan warna klasik cenderung bertahan melampaui perubahan tren. Fokus utamanya adalah proporsi, kualitas kain, dan kesederhanaan desain, bukan banyaknya ornamen. Di Balikpapan maupun kota besar lain di Indonesia yang beriklim tropis, warna terang seperti putih gading atau beige juga membantu memantulkan panas sehingga terasa lebih nyaman digunakan pada siang hari.
Baca Juga: Summer Outfit Monokrom yang Bikin Cuaca Panas Terasa Lebih Nyaman
Bagaimana Menyesuaikan Outfit Old Money dengan Aktivitas Sehari-hari?
Gaya old money akan terlihat maksimal jika disesuaikan dengan tempat dan aktivitas. Penampilan elegan bukan berarti selalu menggunakan pakaian formal. Untuk bekerja di kantor dengan aturan berpakaian kasual, kombinasi kemeja Oxford, chino, dan sepatu loafers sudah menciptakan kesan profesional. Tambahan sabuk kulit berwarna senada membuat tampilan semakin rapi. Saat menghadiri pertemuan bisnis santai di restoran atau hotel, blazer navy dipadukan celana bahan abu-abu menjadi pilihan aman. Dasi tidak selalu diperlukan, terutama jika suasana acara bersifat semi formal.
Ketika berkumpul bersama teman pada akhir pekan, polo shirt berbahan katun premium dipadukan celana linen memberikan keseimbangan antara kenyamanan dan estetika. Outfit ini cocok digunakan di kafe, ruang publik, maupun kawasan wisata. Untuk menghadiri acara keluarga pada sore hingga malam hari, cardigan rajut tipis dapat menjadi pelengkap tanpa membuat penampilan terlihat terlalu resmi. Di lapangan, Rizky Pratama (31), seorang konsultan di Balikpapan, mengaku mulai mengurangi pakaian bermotif besar sejak mengenal konsep old money.
"Saya memilih membeli beberapa pakaian dengan warna netral. Ternyata lebih mudah dipadukan dan tetap terlihat rapi meskipun digunakan bergantian," ujarnya. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa gaya berpakaian tidak selalu identik dengan jumlah pakaian yang dimiliki. Perencanaan kombinasi justru memberi hasil yang lebih konsisten.
Kesalahan Apa yang Sering Membuat Gaya Old Money Terlihat Kurang Elegan?
Banyak orang menganggap gaya old money hanya soal mengenakan pakaian mahal. Padahal, terdapat beberapa kesalahan yang justru membuat keseluruhan penampilan kehilangan karakter.
1. Menggunakan terlalu banyak logo merek
Filosofi old money lebih menonjolkan kualitas material daripada identitas merek yang terlihat mencolok.
2. Memilih ukuran pakaian yang kurang tepat
Kemeja terlalu longgar atau celana terlalu ketat akan mengurangi proporsi tubuh sehingga tampilan kehilangan kesan elegan.
3. Menggabungkan terlalu banyak warna
Idealnya cukup menggunakan dua hingga tiga warna dominan dalam satu outfit agar penampilan terlihat bersih.
4. Mengabaikan kualitas sepatu
Sepatu merupakan salah satu elemen pertama yang sering diperhatikan. Loafers atau derby berbahan kulit dengan perawatan baik akan memberikan nilai tambah dibanding model yang penuh ornamen.
5. Memakai aksesori berlebihan
Jam tangan klasik, sabuk kulit sederhana, dan kacamata berdesain minimalis sudah cukup. Penggunaan banyak gelang atau kalung justru mengurangi karakter old money.
Menurut Bernhard Roetzel, penulis Gentleman: A Timeless Guide to Fashion, pakaian yang baik seharusnya membuat pemakainya menjadi pusat perhatian, bukan busana yang dikenakan. Prinsip tersebut masih relevan dalam perkembangan fashion pria hingga sekarang. Selain itu, perawatan pakaian juga menjadi bagian penting. Kemeja yang disetrika rapi, sepatu bersih, dan blazer yang disimpan dengan benar mampu mempertahankan bentuk serta kualitas dalam jangka panjang.
Banyak pria mulai menerapkan konsep capsule wardrobe, yaitu memiliki sejumlah pakaian berkualitas yang mudah dipadukan. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibanding terus membeli item baru yang hanya mengikuti tren sesaat. Dengan prinsip tersebut, gaya old money bukan lagi sekadar tren media sosial, melainkan cara berpakaian yang mengutamakan kualitas, fungsi, dan konsistensi.
Bagaimana Membangun Lemari Pakaian Old Money yang Efisien Tanpa Harus Mengeluarkan Anggaran Berlebihan?
Membangun gaya old money tidak harus dilakukan sekaligus. Pendekatan yang lebih bijak adalah melengkapi lemari pakaian secara bertahap dengan item yang mudah dipadukan untuk berbagai aktivitas. Prinsip ini dikenal sebagai capsule wardrobe, yaitu memiliki jumlah pakaian yang relatif sedikit, tetapi setiap item saling melengkapi. Pendekatan tersebut dinilai lebih efisien karena mengurangi pembelian impulsif sekaligus memaksimalkan penggunaan setiap pakaian.
Sebagai gambaran, berikut kisaran harga pakaian pria berkualitas pada pasar Indonesia sepanjang 2025–2026:
- Kemeja Oxford berbahan katun premium umumnya berada pada rentang Rp300.000–Rp900.000 tergantung merek dan kualitas kain.
- Polo shirt berbahan katun piqué berkualitas biasanya dijual sekitar Rp250.000–Rp800.000.
- Celana chino premium berada pada kisaran Rp350.000–Rp900.000, sedangkan celana linen berkualitas umumnya mulai Rp450.000 hingga sekitar Rp1.200.000.
- Blazer dengan material wol campuran atau katun premium memiliki rentang harga sekitar Rp900.000–Rp3.500.000, bergantung pada konstruksi jahitan dan bahan.
- Untuk sepatu loafers berbahan kulit asli, kisaran harga pasar berada pada Rp900.000–Rp3.000.000. Produk lokal berkualitas juga semakin banyak menawarkan material premium dengan harga yang kompetitif.
Daripada membeli banyak pakaian mengikuti tren yang cepat berubah, memilih beberapa item klasik sering kali memberikan nilai penggunaan yang jauh lebih tinggi dalam jangka panjang.
Tips Praktis Agar Outfit Old Money Selalu Terlihat Elegan
Penampilan rapi lahir dari perhatian terhadap detail kecil. Bahkan pakaian sederhana dapat terlihat premium jika dipadukan dengan tepat.
1. Prioritaskan ukuran yang pas di badan
Potongan pakaian yang proporsional memberikan siluet lebih rapi dibanding pakaian bermerek tetapi ukurannya kurang sesuai.
2. Gunakan maksimal tiga warna utama
Palet warna netral membantu seluruh elemen outfit terlihat harmonis tanpa terkesan berlebihan.
3. Rawat sepatu secara rutin
Loafers atau derby yang bersih dan mengilap akan meningkatkan keseluruhan penampilan, bahkan ketika pakaian yang dikenakan sangat sederhana.
4. Pilih bahan yang nyaman untuk iklim tropis
Katun, linen, dan wol ringan memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga nyaman digunakan pada cuaca Indonesia.
5. Hindari aksesori berlebihan
Jam tangan klasik, sabuk kulit, dan kacamata sederhana sudah cukup untuk melengkapi karakter old money.
6. Setrika pakaian sebelum digunakan
Kemeja atau celana yang rapi memberi kesan profesional tanpa memerlukan tambahan aksesori.
Poin Penting:
-
Gaya old money mengutamakan kualitas bahan, potongan pakaian, dan kesederhanaan desain.
-
Warna netral seperti navy, putih, krem, abu-abu, dan cokelat menjadi fondasi utama outfit.
-
Pilih pakaian sesuai aktivitas agar tetap nyaman sekaligus elegan.
-
Konsep capsule wardrobe membantu menghemat anggaran dan mempermudah memadukan pakaian.
-
Loafers, blazer navy, kemeja Oxford, dan polo shirt merupakan investasi fashion yang fleksibel.
-
Perawatan pakaian sama pentingnya dengan memilih model yang tepat.
Insight Redaksi: Tren old money menarik karena menggeser perhatian dari logo besar menuju kualitas dan fungsi pakaian. Dari sudut pandang Balikpapan, gaya seperti ini cukup relevan karena mudah diterapkan pada aktivitas bekerja, menikmati kuliner, hingga menghadiri acara keluarga tanpa perlu berganti outfit berkali-kali. Kada harus mengejar tren setiap musim. Kombinasi sederhana yang dirawat dengan baik justru memberi kesan matang dan berkelas. Itu yang sering terlupakan, Ces.
Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang sedang mencari inspirasi outfit pria agar semakin mudah menentukan gaya berpakaian sesuai aktivitas sehari-hari.
Masih ingin inspirasi fashion pria, panduan mix and match, serta tren gaya terbaru? Ikuti terus update hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan gaya old money pada fashion pria?
Gaya old money menekankan pakaian berkualitas, warna netral, potongan klasik, dan desain sederhana tanpa logo mencolok.
2. Outfit apa yang cocok untuk gaya old money saat hangout?
Polo shirt polos, celana linen atau chino, serta loafers menjadi kombinasi yang nyaman dan elegan.
3. Mengapa warna netral sering digunakan dalam gaya old money?
Karena mudah dipadukan, terlihat bersih, dan menonjolkan kualitas bahan serta potongan pakaian.
4. Apakah gaya old money harus menggunakan pakaian mahal?
Tidak. Yang terpenting adalah kualitas, ukuran yang pas, dan kemampuan memadukan setiap item secara proporsional.
5. Bagaimana memulai membangun lemari pakaian old money?
Mulailah dari item dasar seperti kemeja Oxford, polo shirt, chino, blazer navy, dan loafers berwarna netral.
Editor : Arya Kusuma